Anda di halaman 1dari 20

SGD 8

LEARNING TAKS A. Jelaskan arti dari istilah-istilahberikut: a) Agnosia h) hemianopsia b) Aneurysm i) hemiplegia/hemiparesis c) Aphasia j) infarction d) Apraxsia k) korsakoffs syndrome e) Ataxsia l) penumbra region f) Dysarthria m) perseveration g) expressive aphasia n) receptive apahasia B. Cerebro Vascular Accident (CVA) non hemoragik 1. Apa definisi dari stroke? 2. Bagaimana epidemiologi dari iskemik stroke? 3. Apa etiologi dari iskemik stroke? 4. Bagaimana patofisiologi dari iskemik stroke? 5. Bagaimana manifestasi klinis dari iskemik stroke?

LANJ

6.Apa saja pemeriksaan fisik dan pemeriksaan


penunjang yang perlu dilakukan pada iskemik stroke? 7. Bagaimana medical manajemen iskemik stroke? 8. Bagaimana cara pencegahan iskemik stroke? 9. Apa saja komplikasi dari iskemik stroke? 10.Bagaiman asuhan keperawatan pada iskemik stroke?

A. Istilah-istilah
a)

Agnosia : istilah umum yang menyataka kehilangan kemampuan dalam mengenali objek, orang, bentuk, suara atau bau (Dubin, 2011).

b)

Aneurysm : pelebaran yang abnormal pada bagian arteri yang berkaitan dengan kelemahan dinding pembuluh darah (Dugdale, 2011)

c)

Aphasia : secara umum berarti tidak dapat biscara. Aphasia merujuk pada ketidakmampuan menggunakan atau mengerti kata kata dan dapat digunsksn uktuk

menjelaskan tentang kehilangan satu atau lebih kemampuan lain seperti kemampuan
berbicara, menulis, mengerti apa yang orang lain katakana (NINDS, 2010)
d)

Apraxsia : kesulitan dalam menampilkan pergerakan atau koordinasi aktivitas motorik meskipun pemahaman, koordinasi fungsi motorik, dan

sensasi masih utuh. Seperti ketidakmampuan menyusun suatu struktur


sederhana dari blok, atau ketidakmampuan dalam berpakaian (Dubin, 2011)

e)

Ataxia : koordinasi yang buruk dan keadaan tidak tenang berhubungan dengan
kegagalan dalam mengatur postur tubuh, kekuatan serta arah pergerakan. Sering merupakan konsekuensi dari kekacauan di cerebellum (Dubin, 2011)

f)

Dysharthria : ketidaksempurnaan artikulasi berhubungan dengan gangguan pada control otot (Dubin, 2011)

g)

HemiExpressive Aphasia : merupakan kesulitan dalam menyampaikan pikiran melalui kata-kata ataupun tulisan. Pasien tahu apa yang ingin dia sampaikan, namun tidak

dapat menemukan kata-kata yang dia butuhkan untuk menyampaikannya (NINDS,


2010)
h)

anopsia : kebutaan setengah lapang pandang di salah satu atau kedua mata yang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti stroke, tumor, dan trauma

i)

Hemiplegic/hemiparesis : sebuah kondisi dimana terjadi kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (Dubin, 2011)

j)

Infraction : mengacu pada kematian jaringan yang disebabkan oleh kekurangan oksigen local berkaitan dengan obstruksi aliran darah jaringan. Karsakoffs sindrom : merupakan kekacauan memory yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B1 (thiamin). Ketika otak tidak mendapat thiamin yang cukup, maka hippocampus mulai membusuk membuat lubang sehingga

k)

seseorang akan kehilangan memori jangka pendeknya (Lukas, 2011)


l) Penumbra region : bagian jaringan otak yang mengalami penurunan perfusi (CBF= 10-25ml/100 gr jarungan/menit) m) n) Perseveration : pengulangan respon yang tidak terkontrol Receptive aphasia : merupakan kesulitan dalam memahami kata-kata dan bahasa tulisan. Pasien dapat mendengar suara dan melihat tulisan namun tidak dapat memahami apa yang dimaksud (NINDS, 2010)

1. Definisi stroke

Menurut kriteria WHO (1995) stroke secara klinis didefinisikan sebagai gangguan

fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik
fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan kematian disebabkan oleh gangguan peredaran darah. (Nugraheni, 2010)

Menurut Neil F Gordon stroke adalah gangguan potensial yang fatal pada suplai darah bagian otak hal ini dapat disebabkan oleh iskemia (kurangnya aliran darah ) yang disebabkan oleh penyumbatan atauu perdarahan.

2. Epidemiologi dari iskemik stroke Insiden stroke bervariasi di berbagai negara di Eropa,

diperkirakan terdapat 100-200 kasus stroke baru per 10.000 penduduk


per tahun (Hacke dkk, 2003). Di Amerika diperkirakan terdapat lebih dari 700.000 insiden stroke per tahun, yang menyebabkan lebih dari 160.000 kematian per tahun, dengan 4.8 juta penderita stroke yang bertahan hidup. (Goldstein dkk, 2006). Rasio insiden pria dan wanita adalah 1.25 pada kelompok usia 55-64 tahun, 1.50 pada kelompok usia 65-74 tahun, 1.07 pada kelompok usia 75-84 tahun dan 0.76 pada kelompok usia diatas 85 tahun (Lloyd dkk, 2009).

3. Etiologi dari iskemik stroke


Stroke iskemik ditimbulkan oleh adanya kemacetan aliran darah artery yang menyuplai otak. Sering terjadi pada cabang salah satu arteri karotis internal. Etiologi dari stroke iskemik meliputi 2 penyebab, yaitu: a. Thrombosis serebri b. Emboli serebri

4. Patofisiologi dari iskemik stroke


Secara sederhana, patofisiologi stroke iskemik dapat digambarkan dalam bagan berikut:
Sumbatan arteri yang menyuplai darah ke otak darah tidak dapat mengalir ke jaringan otak terjadi iskemik pada jaringan otak nekrosis jaringan otak kelumpuhan pada bagian tubuh yang diatur oleh bagian otak yang rusak

Berkurangnya suplai darah ke otak


Tersumbatnya aliran darah ke otak hipoksemia daerah regional otak kematian sel otak dan unsure pendukungnya.

5. Manifestasi klinis dari iskemik stroke


Biasanya gejala terjadi secara tiba-tiba dan sebagian besar berkisar beberapa menit setelah terjadi serangan karena kebanyakan stroke iskemik terjadi secara tiba-tiba, berkembang dengan cepat, dan menyebabkan kematian jaringan otak hanya dalam hitungan menit sampai jam. Manifestasi klinis yang terjadi dapat berbeda-beda tergantung pada arteri yang disumbat dan bagian mana dari otak yang disuplai oleh arteri tersebut.

cabang arteri yang disumbat berasal dari arteri karotis interna, maka gejala yang mungkin timbul:

a.

Kebutaan pada satu sisi mata

b.
c.

Ketidakmampuan untuk melihat sisi yang sama menggunakan kedua mata


Sensasi yang abnormal, kelemahan atau paralisis di satu lengan atau salah satu bagian tubuh.

Ketika arteri dari cabang arteri vertebra yang disumbat, maka gejala yang mungkin timbul: a. Rasa pusing b. Penglihatan yang double c. Kelemahan umum pada kedua sisi tubuh

System vertebrobasilar, maka gejala yang timbul:

a. Tanda bilateral motorik atau sensorik atau keduanya dalam kombinasi


cerebellum, atau struktur lain yang berkaitan dengan batang otak

dengan saraf kranialis,

b. Buta episodic di satu mata (amaurosis fugak) adalah manifestasi lazim sumbatan ipsilateral arteria karotis dan cabang arteria oftalmika ke retina pada suatu TIA.

Tanda iskemia stroke yang mengenai arteria serebri media adalah: a. Monopharesis biasanya mengenai lengan atau hemiparesis kontralateral mendadak b. Hemianestesia kontralateral c. Afasia global

6. Pemeriksaan dari iskemik stroke


Monitoring Elektrokardiography Echocardiography Imaging testscolor Doppler ultrasonography, magnetic resonance angiography, CT

angiography, or cerebral (standard) angiography

Test darah untuk mengecek anemia, polycytemia, gangguan penggumpalan darah, vasculitis, dan beberapa infeksi, serta factor resiko

TCD ( Transcranial Doppler ) LP ( Lumbal Pungsi ) Magnetic Resonance Imaging (MRI) lebih sensitif dari CT Scan Laboratorium

Pemeriksaan fisik: A. Keadaan umum B. Breathing C. Blood D. Brain E. Pengkajian tingkat kesadaran F. Pengkajian fngsi cerebral G. Pengkajian saraf cranial H. Pengkajian system motoric I. Pengkajian refleks J. Pengkajian system sensorik

Terapi Umum

7. Terapi yang dilakukan pada klien stroke:

Terapi Khusus

Hindari merokok

Hindari makanan berlemak


Jangan meminum alcohol

Hindari merokok

8.Pencegahan stroke Periksa tekanan darah Periksa kadar kolesterol secara rutin

Ikuti pengobatan yang dianjurkan dokter

Pathway

Askep pada klien dgn stroke iskemik

9.Komplikasi yang mungkin terjadi

Aspirasi Kesulitan berkomunikasi Fraktur Malnutrisi Kehilangan fungsi otak secara permanen Kehilangan sensasi / kemampuan menggerakkan 1 atau lebih bagian tubuh. Masalah kehilangan kemampuan mobilitas terasuk kontraktur sendi dan sakit akibat tekanan Berkurangnya kemampuan untuk merawat diri Berkurangnya interaksi social Efek samping pengobatan (Hoch, 2011)

Thank to: Ida Shang Widhi Wasa Our Family Dosen SGD 8