Anda di halaman 1dari 2

TUGAS TERSTRUKTUR METODOLOGI PENELITIAN

Disusun oleh : Nama : Ruth Febrina NIM : G1F011006

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN FARMASI PURWOKERTO 2013

Permasalahan: Bagi seorang ibu, menyusui adalah suatu kewajiban. Hal ini membuat wanita yang sedang hamil lebih mempersiapkan ketersediaan ASI sejak masih mengandung hingga masa menyusui. Salah satu tanaman yang sering digunakan dan telah dikenal dapat memicu perbanyakan air susu adalah blustru (Luffa cylindrica). Berdasarkan penelitian, buah blustru (Luffa cylindrica) memiliki aktifitas antitumor. Bahan-bahan yang mempunyai aktivitas antitumor berpotensi sebagai teratogen yang dapat menyebabkan kelainan atau cacat pada embrio yang dikandung. Jika blustru memiliki efek antitumor, maka kemungkinan akan menyebabkan kecacatan pada janin. Judul: Efek Teratogenik Ekstrak Buah Blustru (Luffa cylindrica) pada tikus Betina Galur Wistar Tujuan Umum: Untuk mengetahui adanya efek teratogenik pada buah blustru (Luffa cylindrica) Tujuan Khusus: Untuk mengetahui senyawa pada buah blustru (Luffa cylindrica ) yang menyebabkan efek teratogenik. Untuk mengetahui dosis ekstrak buah blustru (Luffa cylindrical) yang dapat menyebabkan efek teratogenik. Rumusan masalah: Apakah ekstrak buah blustru (Luffa cylindrical) memiliki efek teratogenik ?