Anda di halaman 1dari 3

TUGAS ESTIMASI BIAYA & AKUNTANSI PROYEK PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN TOP-DOWN DAN BOTTOM UP

ARMAN 136060100111028

FAKULTAS TEKNIK SIPIL JURUSAN MANAGEMEN KONSTRUKSI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN DARI ATAS KE BAWAH (TOP DOWN) DAN DARI BAWAH KEATAS (BOTTOM UP)

Anggaran merupakan sejumlah uang/biaya yang dihabiskan dalam periode tertentu untuk melaksanakan program.Tidak ada satu perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas,sehingga proses penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanaan.Secara garis besar,proses penyusunan anggaran terbagi menjadi 2 dan memiliki kekurangan dan kelebihan pada masing-masing metode,yaitu : 1. Bottom-Up Budgeting Pengertian Bottom-Up Budgeting dari beberapa sumber : Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya dan anggaran di tentukan belakangan setelah tujuan selesai di susun.Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas merupakn komunikasi strategis antara tujuan dan anggaran.(Wikipedia) Adalah metode anggaran yang dilaksanakan suatu perusahaan yang dimulai dari bawahan kepada atasannya atau pimpinan perusahaan.(R.A Supriyono)

Kesimpulan : Bottom-Up Budgeting adalah proses penyusunan anggaran yang disusun oleh manager tiap bidang pekerjaan dalam suatu proyek dan diajukan kepada pimpinan. Proses Bottom-Up Budgeting : Proses bottom-up dimulai dengan mengidentifikasi semua tugas dan langkah-langkah yang terlibat dalam proyek tertentu.Lalu menuliskan semua resource yang berbeda dan semua biaya yang akan dibutuhkan pada tiap langkah.Untuk menentukan anggaran keseluruhan proyek , dana yang dibutuhkan tiap langkah dijumlahkan.Jika perkiraan dibuat dalam bentuk bahan atau jam kerja.maka harus dikonversi ke uang tunai.Biaya negosiasi akan diperlukan antara penanggung jawab proyek(manager proyek) dengan pemilik proyek. Kekurangan dan Kelebihan Bottom-Up Budgeting : Kekurangan Kelebihan - Proyek manager dapat meminta biaya - Lebih akurat lebih dari biaya anggaran. - Dapat meningkatkan semangat kerja - Menyusun daftar tiap langkah karyawan karena terlibat langsung pekerjaan dengan teliti.(jangan sampai dalam penyusunan anggaran. ada yang tertinggal) - Cocok diterapkan pada organisasi besar - Memakan waktu - Koordinasi yang baik

2. Top Down Budgeting Pengertian Top-Down Budgeting dari beberapa sumber : Merupakan penyusunan anggaran tanpa penentuan tujuan sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas.Proses penyusunan anggaran dari atas kebawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari pihak atasn kepada karyawan agar menggunakan uang yang diberikan untuk menjalankan sebuah program.(Wikipedia) Adalah metode anggaran yang dilaksanakan oleh organisasi perusahaan yang dimulai dari pimpinan perusahaan kepada bawahannya.(R.A Supriyono)

Kesimpulan : Top-Down Budgeting adalah proses penyusunan anggaran yang seluruh biayanya ditetapkan oleh pimpinan yang biasanya di tentukan berdasarkan anggaran tahun sebelumnya untuk memulai proses pengaggaran yang kemudian diserahkan kepada karyawan untuk dilaksanakan. Proses Top-Down Budgeting : Penganggaran Top-Down dimulai dengan proses memperkirakan biaya yang ditentukan oleh kedudukan tertinggi dalam sebuah organisasi dan staf yang lebih rendah tidak memiliki banyak wewenang dalam proses. Kekurangan dan Kelebihan Top-Down Budgeting : Kekurangan - Melemahkan semangat karyawan - Potensi kerja karyawan berkurang Kelebihan - Membangun prinsip-prinsip organisasi - Tidak ada pembengkakan biaya - Lebih efisien