Anda di halaman 1dari 6

PRINSIP FLOUSKOPI

Prinsip Kerja, Kegunaan dan Aspek Keselamatan dalam Pesawat Sinar-X Fluoroscopy Fluoroskop

Tujuan: Untuk melakukan studi dinamis. Visualisasikan struktur anatomis secara real time atau gerak. Dan melihat gerakan dan fungsi organ anatomi. Photocathode Lapisan logam tipis terikat langsung ke input fosfor. Biasanya terbuat dari Cesium dan senyawa . Antimoni yang merespon terhadap Rangsangan cahaya. Jumlah elektron yang dipancarkan secara langsung proporsionalterhadap inten sitas intensitas cahaya dari insiden xray foton. TV MONITOR Sinyal video diperkuat dan dipancarkan ke monitor TV melalui kabel itu diubah menjadi gambar Monitor hanya memiliki dua kontrol; kontras dan terlihat. kecerahan.

Gambar video yang terbentuk dalam pola Raster. PROSEDUR PENGOPRASIAN 1) Hanya petugas yang diperlukan boleh berada dalam kamar penyinaran.

2) Mereka harus menggunakan apron pelindung dan jika perlu sarung tangan pelindung, sebaik mungkin pemanfaatan penahan radiasi tetap yang tersedia di tempat itu. 3) Untuk fluoroskopi konvensional penting dilakukan adaptasi keadaan gelap selama 20 menit, arus listrik yang dipakai tidak boleh melebihi 4 mA pada tegangan 100 kV. 4) Fluoroskopi dapat dianggap sebagai alat radiografi murni. 5) Untuk diingat pada tegangan (kVp) yang sama, penyinaran radiografi dengan 60 mAs adalah sama dengan fluoroskopi pada 1 mA untuk jangka waktu 1 menit. PENGATURAN DAN PEMBATASAN WAKTU PENYINARAN 1) Sakelar penyinaran dari jenis tekan terus (clep presroom) 2) Sakelar memberikan peringatan yang berbunyi sebelum akhir selang waktu dan secara otomatik mematikan alat sesudah beberapa menit. 3) Sakelar penyinaran harus terletak sedemikian rupa, sehingga : c. dapat diatur oleh dokter ahli yang melakukan fluoroskopi d. terlindung terhadap kemungkinan tertekan/terputar tanpa sengaja e. kedua tangan dan lengan bagian depan berada dalam daerah yang terlindung terhadap radiasi hambur 4) Waktu kumulatif tidak boleh lebih dari 10 menit PILIHAN ALAT FLOUSKOPI 1) Pesawat harus mempunyai jarak folus-kulit yang panjang (minimum 40 cm). 2) Kesetaraan aluminium untuk filter total (filter inheren + filter tambahan) yang secara permanen terdapat dalam berkas Sinar Guna harus mempunyai nilai minimum seperti tertera dalam Filtrasi Permanen 1,5 mmAl s/d. 70 kV 2,0 mmAl 70 100 kV 2,5 mmAl Di atas 100 kV

eknik Flouroscopy-2 Pesawat sinar-x merupakan salah satu perangkat pencitraan yang digunakan sebagai alat diagnose. Pesawat ini ditemukan oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Wilhelm Conrad Rontgen pada tahun 1895. Peralatan utamanya adalah tabung sinar-x, Trafo tegangan tinggi (HV) dan sistem kontrol. Alat bantunya terdiri dari meja diagnostik, support stand, lieder stand dan perangkat fluoroscopy. Pesawat sinar-x fluoroscopy adalah perangkat pencitraan dimana hasilnya sebuah gambar yang ditangkap oleh screen fluoroscent untuk digunakan sebagai bahan diagnose. Pengamatan hasil gambar oleh dokter langsung dilakukan pada screen fluoroscent sehingga dokter beresiko terkena pancaran radiasi dari tabung sinar-x. Untuk mengatisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan perekayasaan pada sistem fluoroscopy. Cara yang dilakukan adalah dengan memasang kamera (CCTV) untuk menangkap hasil gambar dari screen fluoroscent yang terdapat pada Image Intensifier, kemudian ditransfer ke sistem komputer yang ditempatkan di ruang kontrol. Untuk pengamatan hasil gambar dokter cukup melihat pada monitor di ruang kontrol, sehingga akan terhindar dari pancaran radiasi secara langsung. Teknologi system fluoroscopy yang lebih modern adalah CT-Scan yang sudah banyak di rumah sakit. Sistem fluoroscopy modern dapat menghasilkan gambar yang langung diamati pada sebuah monitor di tempat ruang kontrol. Dengan sistem fluoroscopy remote controle diharapkan dapat mengurangi resiko radiasi pada pekerja radiasi Interaksi sinar-x dengan materi Kehilangan energi dari sinar-x bila melewati suatu media (zat) adalah terjadi karena tiga proses utama yaitu efek foto listrik, efek Compton dan efek produksi pasangan. Efek foto listrik dan efek compton timbul karena interaksi antara sinar-x dengan elektronelektron dalam atom dari media (zat) itu, sedang efek produksi pasangan timbul karena interaksi dengan medan listrik dari inti atom. Apabila Io adalah intensitas sinar-x yang datang pada suatu lapisan media (zat) dan Ix adalah intensitas sinar-x yang berhasil menembus media setebal x. Oleh karena adanya kehilangan energi foton didalam tebal x dari lapisan, maka akan terjadi pengurangan intensitas. Hubungan antara Io dan Ix adalah sebagai berikut : Ix = Io e
-,xx ..................................................................

(1)

Dimana : Ix = Intensitas sinar-x yang menembus media Io = Intensitas sinar-x yang datang ke media < = koefisien absorbsi linier x = Tebal materi Sifat terpenting dari radiasi adalah sifat merusak. Hal ini terjadi sebagai akibat interaksi radiasi dengan materi yang secara langsung atau tidak langsung menimbulkan pengionan. Tingkat kerusakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1. Sumber radiasi. 2. Lama penyinaran 3. Jarak sumber radiasi dengan subyek 4. Ada tidaknya penghalang antara sumber radiasi dan subyek Dosis Radiasi

Untuk membahas tingkat bahaya radiasi secara kuantitatip diperkenalkan konsep besaran dosis radiasi yang dikaitkan dengan banyaknya energi radiasi yang diserap oleh subyek / organisme. Didalam pengetahuan keselamatan dosis radiasi dikenal tiga macam dosis, yaitu : 1. Nilai penyinaran (exposure) Yaitu kemampuan radiasi tertentu untuk menimbulkan ionesasi pada medium tertentu, satuanya adalah Roentgen (R). Di dalam satuan standard Internasional (SI) maka : 1 R = 2,58 x 10-4 coulomb. Disamping nilai penyinaran, dikenal pula kecepatan penyinaran (exposure rates) yang menyatakan ialah R/jam atau mR / jam . 2. Dosis Serap (absorbed dose) Yaitu jumlah energi radiasi yang diserap oleh satu satuan massa/berat dari medium yang dilaluinya. Satuan dari dosis serap adalah rad (radiation absorbed dose) 1 rad = 100 erg/gram, dalam satuan SI dosis serap adalah Gray (Gy) 1 Gray = 1 Joule / kg 3. Dosis Setara (dosis ekivalen) Yaitu menyatakan jumlah energi radiasi yang diserap oleh satuan massa / berat bahanatau medium yang dilaluinya. Satuan yang dipergunakan adalah rem (roentgen equivalentman), sedang di dalam satuan SI dipergunakan satuan Sievert (Sv) 1 Sv = 1 Joule / kg = 100 rem Didalam pengoperasian pesawat sinar-x diperlukan pengaturan parameternya antara lain tegangan tinggi (KV), Arus (mA) dan waktu exposure. Pengaturan ini dapat dilakukan dengan sistem analog, digital dan mikrokontroler. Sedangkan pada opersi fluoroscopy akan digunakan sistem komputer untuk mentransfer data hasil gambar dari screen fluoroscent ke monitor. Teknik Fluoroscopy adalah sinar-x dari tabung yang telah menembus obyek akan ditangkap oleh fluoroscent screen. Akibatnya screen akan berpendar mengeluarkan sinar yang membentuk gambar sesuai obyek yang disinari. Pada pesawat sinar-x konvensionalhasilnya dapat langsung diamati pada screen. Hal ini cukup membahayakan bagi dokter pemeriksa, karena dapat beresiko terkena radiasi sinar-x dari tabung. Operasi fluoroscopy memakan waktu cukup lama tidak seperti operasi radiography yang sangat singkat.Pada teknik fluoroscopy akan menggunakan sistem komputer. Gambar hasil dari fluoroscent screen akan ditangkap oleh CCTV (Close Circuit Television) dan di transfer ke komputer sehingga gambar obyek akan terlihat di monitor yang ditempatkan di ruang kontrol. Blok diagram sistem pesawat sinar-x fluoroscopy seperti terlihat pada gambar. 1
Gambar.1. :

Cara kerja sistem fluoroscopy Sinar-x yang dipancarkan dari tabung sinar-x akan diterima oleh screen fluoroscent, selanjutnya ditangkap oleh kamera (CCTV). Dari kamera sinyal diperkuat kemudian dimasukan kedalam rangkaian LPF (Low power frekuensi). Keluaran dari rangkaian LPFyang masih berupa sinyal analog, selanjutnya diperkuat dan dimasukan kedalam ADC untuk dirubah menjadi sinyal digital. Proses selanjutnya dari ADC dimasukan ke system komputer untuk diolah menjadi sebuah gambar dari obyek Dalam operasi fluoroscopy butuh arus hanya kecil sekitar 3 mA, tegangan 75 kV, waktu exposure cukup lamadibandingkan dengan photo Roentgen. Dengan fluoroscopy dapat dipergunakan untuk diagnose usus besar, usus kecil, fungsi batuginjal dan fungsi bagian tubuh yang lainya. Perangkat pesawat sinar-x fluoroscopy, posisi pasien dan posisi dokter terlihat pada gambar.2

Gambar. 2 Perangkat Pesawat sinar-x fluoroscopy Posisi meja diagnostik dapat dibuat tegak atau horizontal, sedangkan tabung sinar-x berada dibawah meja diagnostik. Arah pencitraan berasal dari bawah menembus obyek,selanjutnya diterima oleh screen yang menyebabkan screen tersebut berpendar kemudianditangkap oleh kamera yang ditempatkan sedemikian rupa diatas screen sehingga dapat menerima cahaya pendar dengan tepat. Dari hasil tangkapan cahaya pendar yang berupa sebuah bentuk gambar dari obyek diteruskan ke sistem komputer untuk diolah dan ditampilkan di monitor.

Anda mungkin juga menyukai