Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Lead screw adalah poros berulir yang merupakan pengubah gerakan dengan memanfaatkan gaya tekan akibat perputaran ulir menjadi gerakan linier. Prinsip kerjanya sebenarnya seperti pasangan mur dan baut, ketika mur di putar maka akan didapatkan pergerakan linier dari bautnya. Dengan mekanisme kerja yang demikian tadi, banyak sekali pemanfaatan dari lead screw untuk memudahkan pekerjaan manusia. Salah satu bentuk penerapan atau pemanfaatan lead screw ini adalah pada alat tambal ban. Dalam melakukan penambalan suatu ban terdapat salah satu tahapan yaitu melelehkan potongan ban pada tempat atau bagian ban yang bocor. Dalam melakukan penambalan ini potongan karet harus dipanaskan agar dapat meleleh kemudian harus ada penekanan agar potongan karet ban tersebut dapat benar-benar menempel. Dengan adanya tahapan yang demikian maka dibutuhkan suatu alat yang dapat melakukan hal yang demikian tadi yaitu dapat menekan potongan ban dengan kuat agar benar-benar menempel pada ban yang bocor tersebut. Kemudian terciptalah alat tambal ban yang mana dengan munculnya alat tersebut akan dapat meringankan beban manusia. Alat ini dapat ditemui disetiap orang yang menjual jasa tambal ban dengan mudah. Sebagian besar orang juga sudah mengerti bagaimana cara kerja dari alat ini. Alat ini juga biasanya dibuat sendiri oleh tukang tambal ban dengan menggunakan batang berulir atau lead screw, nut/collar (lintasan saat lead screw diputar), plat sebagai penekan serta pemanas ban untuk melelehkan potongan ban penambal. Sebagian besar komponen penyusun alat tambal ban ini dibuat sendiri dan ada juga yang terbuat dari barang-barang tidak terpakai yang mereka miliki, misalnya plat yang bersentuhan langsung dengan ban ketika dilakukan penambalan itu dapat dibuat dari barang bekas kaleng misalnya. Begitu juga dengan lead screw dan tempat ulir (lintasan saat lead screw diputar) yang juga dibuat sendiri, sehingga dapat dipastikan ukuran-ukuran yang ada pada setiap alat tambal ban ini bisa berbeda-beda termasuk jumlah lintasan ulir yang terdapat pada

tempat ulir yang banyaknya jumlah lintasan ulir ini bisa jadi akan berpengaruh terhadap kekuatan tekan (gaya tekan) yang ditimbulkan ketika lead screw diputar untuk menekan plat. Dengan dasar tersebut, lead screw pada alat tambal ban dipilih dan dijadikan objek perancangan dengan adanya pertimbangan gaya-gaya yang timbul dan diberlakukan pada alat tersebut saat bekerja untuk didapatkan rancangan yang lebih baik.

B.

Tujuan Tujuan yang akan dicapai dengan melakukan kegiatan ini serta

menggunakan lead screw pada alat tambal ban sebagai objek yaitu 1. Memenuhi tugas akhir semester tiga mata kuliah elemen mesin. 2. Mengetahui yang dimaksud dengan lead screw dan juga macamnya. 3. Mengetahui sistem atau cara kerja dari lead screw terutama pada alat tambal ban. 4. Menentukan serta mempertimbangkan bagian mana saja yang

berpengaruh terhadap kualitas alat tersebut (berhubungan dengan gaya yang ditimbulkan yaitu gaya tekan) dan dapat dilakukan perubahan pada bagian tersebut guna perbaikan. 5. Melakukan perancangan alat yang serupa dengan sistem kerja serta mekanisme yang sama dengan 6. merubah sedikit beberapa komponen dari bentuk awal untuk mendapatkan suatu rancangan yang lebih baik.

C.

Rumusan Masalah Isi dari tulisan ini menjawab dari beberapa rumusan masalah yang sudah

ditentukan yaitu : 1. Apa yang dimaksud dengan lead screw serta apa saja macam dari lead screw? 2. Lead screw jenis apa yang dipakai pada alat tambal ban serta bagaimana cara kerjanya?

3.

Bagaimana rancangan yang baik pada lead screw yang digunakan pada alat tambal ban agar dihasilkan kualitas yang baik?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.

Lead Screw Ulir dapat digunakan untuk memegang/mengencangkan dua komponen atau

lebih, dan memindahkan beban/benda. Fungsi yang pertama sering disebut pengencang (fastener) dan yang kedua dikenal dengan nama ulir daya (power screw atau lead screw). Lead screw (poros berulir) atau yang juga disebut dengan power screw (ulir daya) merupakan pengubah gerakan dengan memanfaatkan gaya tekan akibat perputaran ulir menjadi gerakan linier. Prinsip kerjanya sebenarnya seperti pasangan mur dan baut, ketika mur di putar maka akan didapatkan pergerakan linier dari bautnya. Ulir daya ini berfugsi untuk mendapatkan keuntungan mekanik yang besar sehingga akan meringankan beban manusia, biasanya diterapkan pada dongkrak ulir, klem, mesin pres, ragum. Dalam pembahasan ulir, biasanya dikenal beberapa istilah yang merupakan parameter-parameter utama dari ulir yang diantaranya adalah : a. Pitch (p) yang merupakan jarak antar ulir yang diukur paralel terhadap sumbu ulir. b. Lead (l) yang merupakan jarak yang ditempuh baut dalam arah paralel sumbu, jika baut diputar satu putaran. Berdasarkan kisarannya ulir dibedakan atas : Single thread : lead sama dengan pitch (l = p).

Gambar 2.1.1 Single Thread

Double thread : lead sama dengan dua kali pitch (l = 2p).

Gambar 2.1.2 Double Thread

Triple thread

: memiliki lead sama dengan 3 kali pitch. (l = 3p).

Gambar 2.1.3 Triple Thread

c. Thread per inch (n) yang mana menyatakan jumlah ulir per inchi.

B.

Tipe Lead Screw Berdasarkan bentuk profilnya terdapat tiga jenis atau tipe form dari lead

screw : a. Acme form Tipe Acme ini memiliki sudut ulir 29, dapat digunakan dengan mudah pada suatu mesin dibandingkan dengan tipe Square. Tipe ini tidak seefisien bentuk square yang dikarenakan gesekan dapat meningkat akibat sudut ulir.

Gambar 2.2.1 Acme thread

b. Square form Ulir jenis ini dinamakan demikian karena bentuk geometrinya. Tipe ini merupakan tipe yang paling efisien dimana memiliki gesekan yang sedikit sehingga dapat digunakan untuk jenis sekrup yang bekerja membawa daya yang tinggi. Meski efisien, tipe jenis ini sulit diterapkan pada suatu mesin. Dari semua tipe, tipe jenis inilah yang paling mahal.

Gambar 2.2.2 Square Thread

c. Buttres form Tipe ini memiliki bentuk segitiga, tipe jenis ini memiliki tingkat efisiensi yang sama dengan tipe square.

Gambar 2.2.3 Butters Thread

C.

Karakteristik Lead screw ini tidak dapat bekerja pada kecepatan tinggi, karena hal ini akan

mennimbulkan gesekan yang tinggi dan menyebabkan screw akan mengalami panas dan dapat menimbulkan aus.

D.

Keuntungan dan Kerugian Pada power screw atau lead screw terdapat beberapa keuntungan dalam

penggunaanya : 1. Efisiensi tinggi (>90%).. 2. Umur screw dapat diprediksi. 3. Akurat dan dapat bergerak berulang-berulang. 4. Tidak akan terjadi slip. 5. Pengaruh suhu kecil. 6. Gerakan halus sepanjang penggunaan. 7. Pada kapasitas angkat yang sama dapat digunakan ukuran yang lebih kecil. 8. Sederhana dalam perancangannya.

Kerugian: 1. Membutuhkan banyak pelumas. 2. Sangat mudah kotor. 3. Lead screw ini tidak dapat digunakan untuk transmisi listrik secara terus menerus.

E.

Mekanik Perhitungan torsi untuk ulir dapat dilakukan dengan rumus :

Dimana T = torsi F = beban pada screw l = lead = koefisien friksi = sudut friksi = sudut lead

dm = diameter rata-rata Efisiensi diartikan dengan usaha yang dihasilkan dibagi dengan usaha yang dimasukkan. Dalam hal ini, usaha yang dimasukkan merupakan hasil kali antara torsi dan perpindahan angular (radian), untuk satu putaran dirumuskan dengan :

Wout =

Sedangkan dengan usaha yang dihasilkan merupakan perkalian antara beban dengan perpindahan satu lead pada satu putaran, dirumuskan dengan :

Win = WL Sehingga didapat rumusan untuk efisiensi adalah :

F.

Standard Variasi jenis ulir (screw dan thread) dalam dunia ini sangatlah banyak

sehingga diperlukan adanya standarisasi. Terdapat dua standard yang sering digunakan pada perancangan ulir ini. Kedua standard tersebut yaitu UNS (Unified National Standard) yang digunakan di Inggris, Canada dan Amerika serikat; dan Standard Internasional ISO yang digunakan kebanyakan negara Eropa dan Asia. Profil geometri ulir juga sangat banyak variasinya, salah satu bentuk tersebut adalah tipe M dari standar ISO yang mana bentuknya seperti dibawah ini

Gambar 2.6.1 Geometri Tipe M

G.

Aplikasi Lead Screw Dengan karakteristik serta keuntungan dari penggunaan lead screw, banyak

aplikasi atau penerapan dari lead screw ini yaitu ragum, dongkrak dan juga alat tambal ban. Dalam alat tambal ban, lead screw ini digunakan sebagai alat penekan ketika ban ditambal. Lead screw ini diputar sehingga akan menekan plat yang berada diatas ban yang ditambal dengan potongan karet yang dilelehkan.

BAB III PEMBAHASAN

A.

Perancangan Lead Screw Mesin tambal ban press yang dirancang menggunakan ulir daya atau lead

screw sebagai elemen untuk mentransmisikan daya serta elemen untuk mengubah gerakan angular menjadi gerakan linear. Ulir daya yang digunakan pada mesin tambal ban press berfungsi untuk memberikan gaya tekan yang besar terhadap ban, untuk itu diperlukan suatu tipe profil ulir daya yang memiliki efisiensi yang cukup tinggi sehingga didapatkan keuntungan mekanis yang tinggi pula. Pada dasarnya, ulir daya yang biasa disebut power screw atau lead screw ini dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan tipe profil ulirnya, yakni: square thread, acme thread, dan buttress thread. Sedangkan berdasarkan aplikasinya dibagi menjadi dua, yakni aplikasi yang menghendaki tingkat efisiensi tinggi dan aplikasi yang menghendaki tingkat efisiensi rendah. Aplikasi yang menghendaki tingkat efisiensi tinggi (application where high efficiency is desired) biasanya diterapkan pada mesin press. Sedangkan untuk aplikasi yang menghendaki tingkat efisiensi rendah (application where low efficiency is desired) umumnya diterapkan pada dongkrak, clamp, serta ragum. Jenis lead screw yang dipilih dalam perancangan mesin tambal ban press portable ini adalah jenis application where high efficiency is desired dengan tipe profil square thread. Dasar pemilihan jenis lead screw ini adalah penggunaan mesin yang cenderung membutuhkan tingkat efisiensi tinggi, dimana diperlukan transmisi daya yang besar sehingga mesin mampu memberikan gaya tekan yang kuat terhadap ban yang akan direparasi (ditambal). Tipe profil square thread merupakan tipe yang paling cocok diterapkan pada mesin tambal ban press. Selain memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, tipe profil square thread juga tidak menghasilkan tekanan radial atau gaya dorong pada sisi nut yang dapat berpengaruh terhadap performansi kerja lead screw tersebut. Oleh karena itu tipe profil square thread dirasa lebih sesuai digunakan pada mesin tambal ban press dibandingkan tipe profil acme thread dan buttress thread.

Namun di sisi lain, tipe profil square thread juga memiliki sedikit kekurangan. Selain pembuatannya yang lebih sukar dan lebih mahal dibandingkan acme thread dan buttress thread, tipe profil square thread juga lebih mudah aus terutama di bagian permukaan ulirnya. Untuk itu perlu adanya penggantian pada bagian nut atau ulirnya ketika thread mengalami kerusakan. Jika membahas mengenai screw, biasanya dikenal istilah pitch dan kisar (lead). Pitch adalah jarak antara puncak dengan puncak, sedangkan kisar adalah jarak yang ditempuh mur bila ulir diputar satu putaran. Oleh karena itu berdasarkan kisarnya, lead screw dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni: ulir tunggal, ulir ganda, dan ulir triple. Pada perancangan mesin tambal ban press ini, digunakan jenis ulir tunggal. Untuk dimensi thread yang direncanakan meliputi nominal diameter, core diameter, pitch, lead, dan helix angle. 1. Nominal diameter (d)

2. Core diameter (dc)

3. Pitch (p)

4. Lead (l)

5. Mean diameter (dm)

6. Coefficient of friction at the thread and at the nut ( )

7. Helix Angle (

8. Inner and outer diameter of collar (D0 dan Di)

10

D0 = 60 mm Di = 80 mm 9. Radius of Handle (R)

10. The weight of the main part Digunakan asumsi untuk menentukan berat dari kerangka utama mesin tambal ban press, yakni sebesar 60 N. 11. Resultan gaya gesek dalam arah aksial Digunakan asumsi untuk menentukan resultan gaya gesek dalam arah aksial yang ditahan oleh ulir yakni sebesar 15 N. 12. Kekuatan yang diberikan oleh tiap lengan untuk mengangkat beban

Dua lengan masing-masing memberikan gaya sebesar P pada jarak 175 mm, sehingga:

13. Kekuatan yang diberikan oleh tiap lengan untuk menurunkan beban

11

Dua lengan masing-masing memberikan gaya sebesar P pada jarak 250 mm, sehingga:

14. Efisiensi Total (dihitung berdasarkan pengangkatan beban)

Dari perhitungan tersebut, telah didapatkan perancangan optimal dengan tingkat efisiensi sebesar 20.5%. Hal ini membuktikan bahwa lead screw berjenis application where high efficiency is desired dengan tipe profil square thread dan dengan ulir tunggal merupakan jenis screw yang tepat digunakan dalam mesin tambal ban press.

B.

Cara Kerja Mesin Tambal Ban Press Pada dasarnya mesin tambal ban press yang dirancang memiliki cara kerja

yang sama dengan mesin tambal ban press yang telah banyak dipergunakan secara umum. Cara kerja mesin tambal ban press tersebut antara lain: 1. Putar handle ulir ke atas untuk menciptakan ruang antara plat dengan ujung handle agar dapat dimasukkan ban dalam yang telah ditempel dengan ban penambal.

12

2. Putar handle ulir ke bawah untuk menjepit ban dengan plat penampang, putar hingga benar-benar kencang agar dapat meneruskan panas dengan maksimal ke ban. 3. Nyalakan api dibawah plat sebagai sumber panas, adapun sumber api bisa berasal dari pembakaran bensin, minyak tanah hingga spiritus. 4. Tunggu hingga panas merata ke seluruh ban dan ban penambal telah meleleh dan menyatu dengan ban asli. Biasanya memakan waktu 10 hingga 15 menit. 5. Matikan api, namun tunggu hingga panas dalam ban hilang secara alami, diharapkan jangan melakukan pendinginan dengan cara menyirami ban yang masih panas dengan air karena dapat menyebabkan ban mengeras dan fracture. 6. Putar handle ulir ke atas untuk melepaskan jepitan pada ban, kemudian lepaskan ban dari plat, maka proses penambalan ban telah selesai.

C.

Kelebihan dan Kekurangan Mesin Hasil Rancangan Perancangan mesin tambal ban press bertujuan agar diperoleh suatu mesin

yang dapat memberikan efisiensi daya yang besar. Meskipun secara umum lead screw tergolong alat transmisi daya dengan efisiensi kecil, namun pada perancangan ini dapat diperoleh efisiensi daya yang optimal yakni sebesar 20.5% dengan dimensi perancangan seperti di atas. Selain dapat diperoleh efisiensi yang optimal, kelebihan lain dari adanya perancangan mesin tambal ban press ini adalah: 1. Transmisi daya dengan ulir daya rancangan ini lebih baik sehingga gaya tekan yang dihasilkan lebih kuat. 2. Alat akan lebih praktis karena api yang digunakan bukan dari minyak tapi api pembakaran dengan gas. 3. Transmisi daya yang baik akan menentukan hasil pengepresan ban, gaya yang terdispersi merata akan meningkatkan kualitas hasil tambal ban. 4. Efisiensi waktu penambalan, karena dengan tekanan yang merata seluruh proses penambalan akan selesai dalam satu waktu.

13

Di samping kelebihan-kelebihan tersebut, mesin tambal ban press ini juga memiliki kekurangan yang antara lain: 1. Karena seluruh rangka hampir terbuat dari besi maka mengakibatkan alat ini menjadi berat. 2. Belum adanya sistem timer sehingga dalam setiap proses penambalan masih kurang presisi. 3. Belum adanya standar sebagai patokan pembuatan alat ini, sehingga setiap tambal ban memilki kualitas tambalan yang bervariasi. 4. Karena tipe profil ulir yang dipilih adalah tipe square thread, maka dari segi ekonomi pembuatan mesin tambal ban press ini cenderung lebih mahal.

D.

Gambar Rancangan Mesin Tambal Ban Press dan Lead Screw yang Digunakan terlampir

14

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya

mengenai perancangan lead screw pada penerapan mesin tambal ban press, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Lead screw merupakan salah satu jenis ulir yang termasuk dalam satu keluarga ulir daya dan berfungsi sebagai elemen untuk mentransmisikan daya serta elemen untuk mengubah gerakan angular menjadi gerakan linear. 2. Jenis lead screw yang cocok digunakan dalam pembuatan mesin tambal ban press adalah jenis application where high efficiency is desired dengan ulir tunggal (single thread) dan bentuk profil ulir square thread. 3. Parameter yang dapat mempengaruhi kualitas dari lead screw antara lain adalah mean diameter, berat dari kerangka utama mesin, resultan gaya gesek dalam arah aksial, koefisien gesek antara ulir dan nut, momen total yang bekerja saat mesin bekerja, sudut friksi, serta sudut thread. 4. Setelah dilakukan perancangan lead screw, diperoleh efisiensi total sebesar 20.5%.

B.

Saran Dari rancangan mengenai mesin tambal ban press yang telah dilakukan,

terlihat bahwa hasil rancangan masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu, dapat diberikan beberapa saran terkait kekurangan tersebut. 1. Dikembangkan mesin tambal ban dengan jenis material lain yang memiliki berat lebih ringan namun memiliki kekuatan yang tinggi serta dengan harga yang relatif lebih rendah pula, sehingga dari segi ekonomis lebih efisien. 2. Untuk ke depannya, mesin tambal ban dilengkapi dengan system timer digital sehingga dalam setiap proses penambalan dapat diperoleh hasil yang presisi.

15

3. Ditetapkan standar sebagai patokan pembuatan alat ini, sehingga setiap tambal ban memilki kualitas tambalan yang mengacu pada satu patokan.

16

DAFTAR PUSTAKA Bhandari, V. B. 2010. Design of Machine Element (3rd ed). New Delhi: Tata McGraw Hill Education Private Limited. Anonim (2011). Perancangan Ulir Daya dan Sambungan Baut, 7, 1-12. Anonim (2010). Design of Screws, Fasteners, and Power Screws, 5, 106-122. Ali Hasballah, M (2008). Dinamika. Cara Kerja Alat dan Rancang Bangun Mesin Press untuk Penempelan Kulit dengan Sol Sepatu, 154-167.

17