Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH FARMAKOLOGI OBAT-OBAT MUKOLITIK

KELOMPOK IV

St.Aniah Hardiyanti Sitti Hajar Irmawati Sri Rezeki Amalia Suci Febriyani Suparmin Romi Tuti Ernawati Ulmi fajri Vera Febrianti Yanti Sari Syam
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKESMAKASSAR JURUSAN FARMASI 2013

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk sebenarnya adalah refleks normal tubuh kita akibat adanya rangsangan dari selaput lendir di daerah tenggorok dan cabang tenggorok, yang bertujuan untuk membersihkan saluran pernafasan dari zat-zat asing yang menganggu.Jadi, merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh.Namun jika berlebihan memang jadi menjengkelkan. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluranpernapasan, bahkantelinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan bendaa sing tadi, hingga terjadilah batuk. Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu. Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang. Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/ batuk 100 hari). Pertusisa adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis. Pertussis dapat dicegah dengan imunisasi DPT.FM JB

I.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan mukolitik ? 2. Apa saja penggolongan obat-obat mukolitik ? 3. Apa saja contoh obat-obat mukolitik ?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pengertian Mukolitik Mukolitik adalah obat batuk berdahak yang bekerja dengan cara membuat hancur bentuk dahak sehingga dahak tidak lagi memiliki sifat-sifat alaminya. Mukolitik bekerja dengan cara menghancurkan benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarid adaridahak. Sebagai hasil akhir, dahak tidak lagi bersifat kental dan dengan begitu tidak dapat bertahan di tenggorokan lagi seperti sebelumnya. Membuat saluran nafas bebas dari dahak. Mukolitik merupakan obat yang dipakai untuk mengencerkan mukus yang kental, sehingga mudah dieskpektorasi. Perannya sebagai terapi tambahan padabronkhitis, pneumonia. Pada bronchitis kronik terapi dengan mukolitik hanyaberdampak kecil terhadap reduksi dari eksaserbasi akut, namun

berdampakreduksi yang signifikan terhadap jumlah hari sakit pasien. Agen yang banyak dipakai adalah Acetylcystein yang dapat diberikanmelalui nebulisasi maupun oral. Mekanisme kerja adalah dengan cara membukaikatan gugus sulfidril pada mucoprotein sehingga menurunkan viskositas mucus

Mekanisme kerja Mukolitik

II.2 Obat-Obat Mukolitik 1. Karbosistein Karbosistein (Broncholit, Rhinatiol) adalah derifat (1969) dengan sifat dan penggunaan sama. Juga dapat memutuskan jembatan jembatan sulfur dari mukopolisakarida di selaput lendir lambung, sehingga mucus menjadi lebih cair. Dosisnya : 2-3 dd 1 g 2. Bromheksin Derifat-sikloheksil ini berkhasiat mukolitis pada dosis yang cukup tinggi. Viskositas dahak dikurangi dengan jalan depolimerisasi serat-serat mukopolisaccharidanya. Bila digunakan perinhalasi efeknya sudah tampak setelah 20 menit, sedangkan bila per oral baru setelah beberapa hari dengan berkurangnya rangsangan batuk. Resorpsinya: dari usus baik, mulai kerjanya per oral sesudah k.l. 5 jam, sedangkan sebagai inhalasi sesudah 15 menit. Dalam hati zat ini dirombak praktis tuntas menjadi a.l. metabolit aktif ambroksol yang juga digunakan sebagai mukolitikum. Efek sampingnya: berupa gangguan saluran cerna, perasaan pusing dan berkeringat, tetapi jarang terjadi. Pada inhalasi dapat terjadi bronchokonstriksi ringan. Dosis: oral 3-4 dd 8-16 mg (klorida), anak-anak 3 dd 1,6-8 mg, tergantung dari usia.

II.3 CONTOH-CONTOH OBAT MUKOLITIK 1. Ambroxol (Epexol) Digunakan sebagai mukolitik pada batuk berdahak. Merupakan metabolit dari bromheksin Hendaknya digunakan bersama makanan Efek samping: efek samping ringan pada saluran pencernaan, reaksi alergi. Selain utk obat batuk, ambroxol juga memiliki sifat pereda nyeri pada sakit tenggorokan/faringitis, shg dikembangkan tablet hisap ambroxol. 2. Erdosteine (Edotin) Sifat mukolitik lebih baik daripada bromheksin Efek samping ringan, biasanya hanya di saluran cerna. 3. Asetilsistein (Fluimucil) Digunakan sebagai mukolitik, dan mencegah keracunan parasetamol Efek samping: bronkospasme, gangguan saluran cerna Asetilsistein memecah ikatan disulfida pada dahak.

4. BROMHEKSIN

Sediaan : Tablet, sirup. Manfaat obat Mukolitik dan ekspektoran. Mekanisme kerja Pengurangan viskositas dahak. Stimulasi pada sekresi, gerakan siliar, pembentuk surfaktan. Perbaikan penangkal imunologis setempat.

Indikasi Sekretolitik pada infeksi jalan pernapasan yang akut dan kronis serta pada penyakit paru dengan pembentukan mucus berlebih.

Kontraindikasi Hipersensitivitas, wanita hamil, menyusui, Efek samping Reaksi alergi, gangguaan gastrointestinal ringan. Interaksi obat Hati-hati penggunaan dengan obat lain.

Dosis Dewasa: 3x 8mg/hari.