Anda di halaman 1dari 47

SUBSTANSI KEHIDUPAN

Materi utama penyusuna makanan di atas meliputi:


KARBOHIDRAT; LEMAK ; PROTEIN

Monomer dan Polimer


Monomer merupakan bagian bangunan untuk membentuk struktur yang lebih besar. Beberapa monomer membentuk struktur yang lebih besar, disebut polimer.

Makromolekul merupakan molekul besar yang membentuk struktur sel-sel makhluk hidup. Makromolekul tersebut mengandung C (karbon), melituti:
1) Lemak- merupakan sumber energi (yang disimpan dalam waktu lama) dan struktur pembangun membran sel. 2) Karbohidrat merupakan sumber energi tubuh yang disimpan dalam waktu pendek. 3) Protein merupakan komponen penyusun sel. Protein yang memiliki fungsi (terlibat dalam reaksi biokimia) disebut enzim. 4) Asam nukleat pentransfer informasi genetik. a.) DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) sumber informasi genetik. b) RNA (Ribose Nucleic Acid) pemroses informasi.

KARBOHIDRAT
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen.

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana, disebut monosakarida.
Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin.

Glukosa

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan kegiatan sel-sel tubuh. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Glukosa

Glukosa merupakan heksosa, monosakarida (struktur dengan concin dengan 6 atom karbon) dan merupakan senyawa sebagai sumber metabolisme. Karbohidrat yang lain harus dikonversi menjadi glukosa sebelum diubah menjadi energi.
Pentosa merupakan monosakarida yang menyusun AND/DNA (gula deoksiribosa) dan ARN/RNA (gula ribosa).

Molekul glukosa (monomer) dapat dihubungkan dengan monomer lain secara kimia membentuk polisakarida (polimer). Polisakarida yang tersusun atas glukosa adalah: (1) tepung yang secara sementara menyimpan kelebihan gula di tanaman. (2) glikogen, yang disimpan dalam tubuh hewan: (3) selulose, penting sebagai penyusun dinding sel (struktur eksternal yang kaku dan kuat pada tumbuhan tingkat tinggi).

Molekul glukosa (monomer) dapat dihubungkan dengan monomer lain secara kimia membentuk polisakarida (polimer).
Polisakarida yang tersusun atas glukosa adalah: (1) tepung yang secara sementara menyimpan kelebihan gula di tanaman. (2) glikogen, yang disimpan dalam tubuh hewan: (3) selulose, penting sebagai penyusun dinding sel (struktur eksternal yang kaku dan kuat pada tumbuhan tingkat tinggi).

Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosamonosakarida yang mengandung enam atom karbon.

Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus CHO).

Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.

AMILOSA

LIPIDA (lemak, minyak, lilin)


Tersusun atas gliserol (alkohol karbon dengan tiga kelompok hidroksil) dan asam lemak panjang ( pada dasarnya rantai hidrokarbon panjang yang berujung dalam kelompok karboksil). The hydroxyl and carboxyl groups give the two parts of lipids limited solubility in water. However, when lipids form, the carboxyl and hydroxyl groups line up, a water molecule is removed and up to three fatty acids can be joined to each glycerol molecule. The resulting simple lipid is then devoid of hydrophilic reactive groups and is non-polar or hydrophobic. Hydrophobic literally means "the fear of water" versus hydrophilic which literally means "the love of water." There is a special kind of lipid called a phospholipid which has only two fatty acid chains, and in the third position, a hydrophilic group called a phosphate group. The phospholipids are important in cellular membranes. There is also a difference between saturated versus non-saturated lipids. Non-saturated fats are from plant origin versus saturated fats from animal origin. In non-saturated fats, there are carbon-carbon double bonds in the fatty acid chains, and hence, less than the maximum number of hydrogens (non-saturated). When humans ingest non-saturated fats (plant

Kelompok senyawa kimia yg bersifat hidrofob larut dalam pelarut organik & tidak larut dalam air ( nonpolar)

Fungsi :

- Senyawa cadangan energi - Komponen membran plasma - Bahan pelindung permukaan tubuh

Lemak dan minyak terdiri atas asam lemak berantai panjang yg teresterifikasi oleh gugus karboksilnya ke hidroksil dari gliserol. Pada lemak dan minyak, ketiga gugus hidroksil gliserol diesterifikasi, dan senyawa ini disebut trigliserida.

Kelompok trigliserid merupakan ikatan antara gliserol dengan asam lemak berbeda-beda. Asam lemak dapat berupa : jenuh/tak jenuh ; siklik/bercabang ; rantai alifatik

Trigliserida

PROTEIN
Fungsi : Satuan penyusun dari bagian-bagian tubuh organisme Untuk kontraksi otot

Pengangkutan oksigen dalam sistem peredaran darah


Kekebalan tubuh

Melangsungkan reaksi kimia di dalam tubuh

PROTEIN

Merupakan molekul utama untuk mahluk hidup Tersusun dari unsur C,H,O,N dan S Satuan penyusun protein adalah asam amino ------ 20 macam asam amino Asam amino dapat berikatan sesamanya melalui kondensasi dengan memutuskan atom H dan gugus OH yang membentuk molekul air. Ikatan kovalen yang terbentuk antara asam amino disebut ikatan peptida.

Protein merupakan polimer dari asam amino. Masing-masing asam amino memiliki kelompok karboksil di satu ujung yang menghubungkan ke karbon interior dan kelompok amino di ujung lain.
Di alam terdapat sekitar 30 asam amino.

Enzim
Metabolisme dikendalikan oleh Enzim sebagai biokatalisator. Reaksi kimia dapat dipercepat : * menaikkan suhu * menambahkan katalisator untuk menurunkan energi aktivasi. Enzim adalah protein Enzim tidak mempengaruhi arah kesetimbangan reaksi.

Sifat-Sifat Enzim
1.Enzim aktif dalam jumlah yang sangat sedikit 2.Meningkatkan kecepatan reaksi kimia dengan cara menurunkan energi pengaktifannya. 3.Enzim ikut dalam reaksi,tetapi : * tidak terpengaruh oleh reaksi yang dikatalisisnya dalam kondisi stabil/tidak mengalami perubahan pada akhir reaksi. * tidak mempengaruhi kesetimbangan reaksi 4.Kerja katalisis enzim spesifik. Suatu enzim yang mengkatalisis suatu reaksi tidak akan mengkatalisis reaksi yang lain. Misal : Protein Pepton protease 5.Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu dan pH karena sifat protein.

Asam Nukleat

Asam Nukleat: Asam nukleat meliputi AND dan ARN. Keduanya merupakan polimer suatu type molekul yang disebut nukleotida. Masing-masing nukleotida tersusun atas tiga macam molekul: (1) satu molekul gula (deoksiribose pada AND dan ribose pada ARN). (2) satu kelompok fosfat (3) basa heterosiklik (senyawa cincin yang cincinnya tersusun atas karbon dan nitrogen).

- Each type of nucleic acid has the bases adenine (symbol=A), cytosine (symbol=C) and guanine (symbol=G). DNA has a additional base called thymine (symbol=T) while RNA has instead uracil (symbol=U).

- Each nucleotide has the base joined to the sugar which in turn is joined to the phosphate group.
- The nucleotides then join together by covalent chemical bonds between the sugar of one nucleotide to the phosphate group of the next forming polynucleotide chains.

RNA has only a single polynucleotide chain. - The chain folds on itself so that it forms the maximum number of CG pairs and A-U pairs giving an overall 3D structure. Such pairing is known as complementary base pairing and is held together by hydrogen bonding (2/each A-U pair and 3/each C-G pair). Once folded, the RNA molecule is complete.

ADN/DNA

DNA has two separate polynucleotide chains situated side-byside. - The bases of one chain point inward to oppose the bases of the other chain. - They are held together by A-T and C-G pairing, and therefore, each chain is the complementary mirror image of the other.

- The final step in forming DNA is that both chains or strands twist to form the famous "alpha helix" structure (like a spring or coil). - The turns of the coil are held together by hydrogen bond formation. The exact sequence of specific bases along the polynucleotide chains in both DNA and RNA represent the way in which genetic information is encoded in these molecules

Adenosin Trifosfat

ATP dalam Molekul


Energi esensial untuk kehidupan. Semua organisme hidup harus menghasilkan energi dari lingkungan dimana mereka tinggal, menyimpan energi untuk penggunaan yang akan datang dan menggunakan energi dalam cara yang terkontrol. Kerja dan kebutuhan akan energi Semua Aktivitas kehidupan membutuhkan energi, misalnya pada Transport aktif, pembelahan sel, gerakan dari cilia dan flagelata dan berbagai pembentukan dan penyimpanan protein. kontraksi otot, pompa jantung, dan pengendalian otak di dalam tubuh. Aktivitas biologi tidak dapat dilakukan tanpa energi. Energi disimpan di dalam ikatan kimia dari suatu molekul dan dapat digunakan secara cepat dan mudah oleh sel. Nama dari molekul energi, yaitu adenosin trifosfat.

ATP dalam Molekul

ATP tersusun dari molekul adenin yang diikat oleh tiga kelompok fosfat.

Pembentukan dan Pemecahan ATP


Pembentukan ATP:

ATP
ADP Energi

ATP dibentuk ketika ikatan satu phoshat ditambahkan pada ADP.


Energi dari ATP tersedia ketika molekul dipecah. Disisi lain, ketika ikatan kimia diantara

Pemecahan ATP:

+
ATP ADP Energi

Energi dari ATP tersedia ketika molekul dipecah. Disisi lain, ketika ikatan kimia diantara kelompok phosphat dalam ATP dipecah, energi dilepaskan dan dihasilkan molekul ADP. Jadi ADP dapat membentuk kembali ATP melalui ikatan dengan kelompok phosphat yang lain ATP mempunyai tiga gugus fosfat, ketika gugus fosfat ketiga diputus maka akan dihasilkan ADP yang mengandung adenin,ribose dan dua gugus fosfat serta energi Pemecahan ATP dilakukan berulangkali untuk menghasilkan energi, ADP dan fosfat

Bagaimana sel menyediakan energi yang tersimpan


dalam ATP Ketika ATP dipecah dan energi dilepaskan, sel harus mempunyai cara untuk menangkap energi dan menggunakannya secara efisien. ATP merupakan senyawa yang kecil. Protein seluler mempunyai sisi yang spesifik dimana ATP dapat terikat. Kemudian ketika ikatan phosphat dipecah dan energi dilepaskan, sel dapat menggunakan energi untuk aktivitas seperti membuat protein atau transport molekul melalui membran plasma. Ketika ATP dipecah menjadi ADP, ADP dikeluarkan dari sisi perlekatan dalam protein dan sisi perlekatan tersebut diisi oleh molekul ATP yang lain.

Penggunaan Energi dalam sel


Penyusunan molekul baru Contoh : pembentukan sukrosa dari glukosa dan fruktosa. Untuk pembuatan sukrosa diperlukan energi yang berasal dari pemecahan ATP (energi potensial--- energi bebas) Menjaga keseimbangan suhu tubuh Aktivitas sel saraf --- meneruskan impuls Sistem ekskresi dari ginjal (transport keluar sel)

Karbohidrat: Gula dapat diklasifikasikan menjadi dua: (1) berapa karbon yang ditemukan dalam struktur lingkaran dasar (2) Berapa lingkaran yang terkandung dalam lingkaran tersebut.
The first classification scheme gives rise to the -ose series where the Latin based number of carbons plus the ending --ose divides the sugars into groups. For instance, six carbon sugars are called hexoses while five carbon sugars are called pentoses. The second classification scheme above gives rise to the --saccharide series depending on how many rings are in the sugars. One ring is called a monosaccharide, two rings a disaccharide, and many rings