Anda di halaman 1dari 3

1.

Diazepam Diazepam adalah benzodiazepine yang sangat larut lemak dan memiliki durasi kerja yang lebih panjang dibanding midazolam. Diazepam dilarutkan dibanding midazolam. Diazepam dilarutkan dengan pelarut organik (propilen glikol,sodium benzo at) karena tidak larut dalam air. Larutannya pekat dengan pH 6,66,9. njeksi se!ara " atau # akan menyebabkan nyeri. $) %armakokinetik

Diazepam !epat diserap melalui saluran !erna dan men!apai pun!aknya d alam $ jam ($&-'( menit pada anak-anak). )elarutan lemaknya yang tinggi menyebabkan "d diazepam besar dan !epat men!apai otak dan jaringan terutama lemak. Diazepam juga dapat mele*ati plasenta dan terdapat dalam sirkulasi +etus. katan protein benzodiazepin berhubungan dengan tingginya kelarutan lemak . diazepam dengan kelarutan lemak yang tinggi memilikik ikatan dengan protein plasma yang kuat. ,ehingga pada pasien dengan konsentrasi protein plama yang rendah,seperti pada !irrhosos hepatis akan meningkatkan e+ek samping dari diazepam.

-) #etabolisme

Diazepam mengalami oksidasi .-demethylation oleh enzim mikrosom hati menjadi desmethyl diazepam dan o/azepam serta sebagian ke!il temazepam. Desmethyl diazepam memiliki potensi yang lebih rendah serta dimetabolisme lebih lambat dibanding o/azepam sehingga menimbulkan keadaan mengantuk pada pasien 6-0 jam setelah pemberian. #etabolit ini mengalami resirkulasi enterohepatik sehingga memperpanjang sedasi. Desmethyldiazepam diekskresikan melalui urin setelah dioksidasi dan dikonjugasikan dengan asam glukoronat.

') 1aktu 2aruh

1aktu paruh diazepam orang sehat antara -$-'3 jam dan akan semakin panjang pada pasien tua, obese dan gangguan +ungsi hepar serta digunakan bersama obat penghambat enzim sitokrom 2-4&(. Dibandingkan lorazepam,diazepam memiliki *aktu paruh yang lebih panjang namun durasi kerjanya lebih pendek karena ikatan dengan reseptor 5676 lebih !epat terpisah. 1aktu paruh desmethyldiazepam

adalah 40-96 jam. 2ada penggunaan lama diazepam dapat terjadi akumulasi metabolitdi dalam jaringan dan dibutuhkan *aktu lebih dari seminggu untuk mengeliminasi metabolit dari plasma.

4) 8+ek pada ,istem 9rgan

Diazepam hampir tidak menimbulkan e+ek depresi napas. .amun, pada penggunaan bersama dengan obat penekan :., lain atau pada pasiendengan penyakit paru obstrukti+ akan meningkatkan resiko terjadinya depresi napas. Diazepam pada dosis (,&-$ mg;kg " yang diberikan sebagai induksi anestesi tidak menyebabkan masalah pada tekanan darah,!ardia!output dan resistensi peri+er. 7egitu juga dengan pemberian anestesi<olatile .s setelah induksi dengan diazepam tidak menyebabkan perubahan pada kerja jantung. .amun pemberian diazepam (,$-&-(,& mg;kg " yang diikuti dengan injeksi+entanyl &( =g;kg " akan menyebabkan penurunan resistensi <askuler dan penurunan tekanan darah sistemik. 2ada otot skeletal, diazepam menurunkan tonus otot. 8+ek ini didapat dengan menurunkan impuls darisara+ gamma di spinal. )era!unan diazepam didapatkan bila konsentrasi plasmanya > $(((ng;ml. &) 2enggunaan )linis

2enggunaan diazepam sebagai sedasi pada anestesi telah digantikan oleh midazolam. ,ehingga diazepam lebih banyak digunakan untuk mengatasi kejang. 8+ek anti kejang didapatkan dengan menghambat neuritransmitter 5676. Dibanding barbiturat yang men!egah kejang dengan depresi nonselekti+ :.,, diazepam se!ara selekti+ menghambat akti<itasdi system limbik, terutama di hippokampus.

6) 8+ek samping

#engantuk,ataksia. kelelahan 8rupsi pada kulit. edema, mual dan konstipasi, gejala-gejala ekstra pirimidal. jaundi!e dan neutropenia. perubahan libido, sakit kepala, amnesia, hipotensi. gangguan <isual dan retensi urin, in!ontinen!e.

3) .?8@6), 976? A

2enggunaan bersama obat-obat depresan ,usunan ,yara+ 2usat atau alkohol dapat meningkatkan e+ek depresan. :imetidin dan 9meprazol mengurangi bersihan benzo-diazepin. @i+ampisin dapat meningkatkan bersihan benzodiazepin.

2. Lorazepam Lorazepam memiliki struktur yang sama dengan o/azepam, hanya berbeda pada adanya klorida ekstra pada posisi orto &-phenyl moiety. Lorazepamlebih kuat dalam sedasi dan amnesia dibanding midazolam dan diazepamsedangkan e+ek sampingnya sama.

$) %armakokinetik

Lorazepam dikonjugasikan dengan asam glukoronat di hati menjadi bentuk inakti+ yang diekskresikan di ginjal. 1aktu paruhnya lebih lama yaitu $(--( jam dengan ekskresi urin > 0(B dari dosis yang diberikan. )arena metabolismenya tidak dipengaruhi oleh enzim mikrosom di hati,maka metabolismenya tidak dipengaruhi oleh umur, +ungsi hepar dan obat penghambat enzim 2-4&( seperti simetidin. .amun onset kerja lorazepam lebih lambat dibanding midazolam dan diazepam karena kelarutan lemaknya lebih rendah.

-) 2enggunaan )linik Lorazepam diserap baik bila diberikan se!ara oral dan # dan men!apai konsentrasi pun!ak dalam --4 jam dan terus bertahan e+eknya selama -4-40 jam. ,ebagai premedikasi, digunakan dosis oral &(=g;kg(maks 4 mg) yang akan menimbulkan sedasi yang !ukup dan amnesia selama C6 jam. 2enambahan dosis akan meningkatkan sedasi tanpa penambahan e+ek amnesia. Lorazepam tidak berman+aat pada operasi singkat karena durasi kerja yang lama. 9nset kerja lambat lorazepam merupakan kekurangan lorazepam bila digunakan sebagai induksi anestesi, sedasi selama regional anestesi dan sebagai anti kejang. Lorazepam akan berman+aat bila digunakan sebagai sedasi pada pasien yang diintubasi.