Anda di halaman 1dari 36

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Investasi diartikan sebagai suatu upaya mengelola uang dengan cara menyisihkan sebagian dari uang tersebut untuk ditanam dalam bidang-bidang tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Orang atau setiap pihak yang melakukan tindakan demikian disebut investor. Secara garis besar, investasi dibagi dalam dua golongan, yaitu: 1. Investasi langsung: Menanam uang secara langsung pada jenis bidang usaha tertentu seperti mendirikan pabrik, mendirikan bank, termasuk juga membeli tanah. Investasi langsung disebut juga sebagai investasi nyata real investment!. ". Investasi tidak langsung: Menanam uang secara tidak langsung melalui suatu jenis usaha tertentu seperti membeli saham, obligasi, menanam uang pada deposito di bank dan sebagainya. Investasi tidak langsung disebut juga sebagai investasi keuangan financial investment!. Setiap bentuk ataupun jenis investasi memberikan tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Semakin besar kemungkinan tingkat keuntungan dari suatu investasi maka semakin besar pula tingkat risikonya.Investasi juga merupakan salah satu komponen dalam pengeluaran perorangan. #i Indonesia, investasi sendiri masih relati$ kecil sumbangsihnya

dalam pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan konsumsi karena stuktur keuangan kita bukan berbasiskan pasar modal dan pengetahuan akan berinvestasi sangat minim terlebih berinvestasi dalam pasar sekuritas atau produk derivative. Meskipun sumbangsih investasi masih relati$ kecil namun investasi tetap mempunyai peranan yang penting didalam permintaan aggregate karena biasanya pengeluaran investasi lebih tidak stabil bila dibandingkan dengan pengeluaran konsumsi sehingga $luktuasi investasi dapat menyebabkan terjadinya resesi dan boom. #alam melakukan investasi ataupun melakukan permintaan terhadap asset terlebih dahulu kita harus melihat variabel-variabel yang mempengaruhi seseorang untuk menanamkan uang mereka.

#ari sekian banyak asset, salah satu instrument asset yang paling popular pada masa kini adalah obligasi. Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada %aktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. &erbeda dengan saham, obligasi merupakan instrument investasi fixed income yaitu instrument yang memberikan imbal hasil dalam bunga kecuali obligasi syariah! dengan besar tertentu sehingga hasil investasi dapat diprediksikan. 'ntuk lebih mengenal obligasi berikut ini beberapa karakteristik yang terdapat dalam obligasi diantaranya: 1. (ilai (ominal )ace *alue! adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo. ". +upon ,he Interest -ate! adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala kela.iman pembayaran kupon obligasi adalah setiap / atau 0 bulanan! +upon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase. /. 1atuh ,empo Maturity! adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan

pembayaran kembali pokok atau (ilai (ominal obligasi yang dimilikinya. 2eriode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari /03 hari sampai dengan diatas 3 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam %aktu 1 tahun akan lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memilki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam %aktu 3 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi kupon 4 bunga nya. 5. 2enerbit 4 6miten Issuer! Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan $aktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi -itel. Mengukur resiko 4 kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat %aktu disebut de$ault risk! dapat dilihat dari peringkat rating! obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti 26)I(#O atau +asnic Indonesia. &agi penerbit obligasi, mendapatkan dana dari obligasi lebih menguntungkan dibandingkan dengan meminjam dari bank, karena tingkat bunganya yang lebih rendah. &agi investor, daya tarik obligasi adalah tingkat kupon bunganya yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Obligasi mena%arkan potensi hasil dan tingkat risiko diatas deposito dan diba%ah saham.

Grafik 1.1 Nilai Emisi Obligasi Pemerintah pada pasar m dal /

Sumber: Statistik 6konomi +euangan Indonesia, &ank Indonesia, data diolah &erdasarkan gra$ik di atas dapat dilihat bah%a nilai emisi obligasi dari tri%ulan I "77/ sampai tri%ulan I* selalu bertambah. +enaikan tertingi terjadi pada tahun "77/ tri%ulan III menuju tahun "775 tri%ulan I dimana terjadi kenaikan emisi obligasi sebesar 1"8. 2ada tahun "770, seperti yang terjadi pada pasar modal lainnya di dunia, membaiknya ekonomi dunia menyebabkan pasar modal di seluruh dunia kembali bergairah. 2ertambahan permintaan mulai meningkat hingga pada akhir tri%ulan I* tahun "779 terhadap obligasi pemerintah tersebut memberikan kontribusi yang positi$terhdap perdagangan obligasi. 26++I, #esember "779!.

Seperti yang telah disinggung di atas, bah%a orang yang berinvestasi dalam bentuk e$ek atau produk derivative di Indonesia masih relati$ rendah karena lemahnya $undamental ekonomi bangsa Indonesia. +eterpurukan Indonesia ini menunjukkan betapa pembangunan ekonomi selama ini di atas $ondasi yang rentan atau rapuh..Salah satu indikator yang menyebabkan terjadinya keterpurukan bangsa Indonesia adalah In$lasi. In$lasi merupakan proses kenaikan harga barang-barang umum secara terus menerus (opirin, 1:;9 hal "3!. Masalah in$lasi telah menjadi masalah besar dalam perekonomian Indonesia. ,ingkat laju in$lasi ditentukan oleh kekuatan permintaan dan pena%aran terhadap barang dan jasa yang mencerminkan perilaku para pelaku pasar atau masyarakat. Salah satu $aktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat tersebut adalah ekspektasi terhadap laju in$lasi di masa

yang akan datang. 6kspektasi laju in$lasi yang tinggi akan mendorong masyarakat untuk mengalihkan aset $inansial yang dimilikinya menjadi asset riil, seperti tanah, rumah, dan barang-barang konsumsi lainnya. &egitu juga sebaliknya ekspektasi laju in$lasi yang rendah akan memberikan insenti$ terhadap masyarakat untuk menabung serta melakukan investasi pada sektor-sektor produkti$ seperti melakukan obligasi. 6kspektasi masyarakat terhadap in$lasi di masa yang akan datang antara lain dapat dilihat dari perkembangan suku bunga nominal. Suku bunga nominal ini mencerminkan suku bunga riil ditambah ekspektasi in$lasi

!abel 1.1. Inflasi Ind nesia berdasarkan perhit"ngan inflasi tah"nan peri de tri#"lan I $%%& ' tri#"lan I( $%%)
Tahun 2003.1 2003.2 2003.3 2003.4 2004.1 2004.2 2004.3 2004.4 2005.1 2005.2 2005.3 Inflasi (%) 7.17 6.98 6.33 5.16 5.11 6.83 6.27 6.4 8.81 7.42 9.06 -2.65 -9.31 2 -18.4 8 -0.96 9 33.6 59 -8.19 9 2.07 34 37.6 56 -15.7 8 22.1 02 %

2005.4 2006.1 2006.2 2006.3 2006.4 2007.1 2007.2 2007.3 2007.4 2008.1 2008.2 2008.3 2008.4

17.11 15.74 15.53 14.55 6.6 6.52 5.77 6.95 6.59 8.17 11.03 12.14 11.06

88.8 52 -8.00 7 -1.33 4 -6.31 -54.6 4 -1.21 2 -11.5 20.4 51 -5.18 23.9 76 35.0 06 10.0 63 -8.89 6

Sumber: &ank Indonesia data diolah Grafik 1.$. La*" Inflasi Ind nesia berdasarkan perhit"ngan inflasi tah"nan peri de tri#"lan I $%%& ' tri#"lan I( $%%)

Sumber: &ank Indonesia data diolah

&erdasarkan gambar dan data yang disajikan, kita dapat melihat bah%a tingkat in$lasi di Indonesia sangat ber$luktuasi. ,erjadi kenaikan yang signi$ikan dari tri%ulan ke / tahun "773 menuju tri%ulan keempat tahun "773 sebesar ;;,;38. +emudian pada tahun "770 tri%ulan pertama &ank sentral menaikkan tingkat suku bunga atau melakukan kebijakan uang ketat sebesar "9.38 dari 178 menjadi 1".93 untuk meredam tingginya in$lasi dan terbukti secara perlahan in$lasi mengalami penurunan yang cukup signi$ikan dari 19.118 menjadi 15.338 di tahun "770 tri%ulan ketiga. Serti$ikat &ank Indonesia S&I! merupakan salah satu instrumen Operasi 2asar ,erbuka O2,! yang diterbitkan oleh &ank Indonesia. &ank Indonesia menetap-kan tingkat suku bunga S&I sesuai dengan target yang diinginkan, yaitu target dimana terjadi kestabilan in$lasi, sehingga sekaligus menimbulkan kestabilan ekonomi. Sehingga apabila ekonomi suatu negara stabil maka investor ingin berinvestasi di sektor keuangan khususnya di pasar sekuritas.

!abel 1.$. !ingkat +"k" B"nga +ertifikat Bank Ind nesia +at" B"lan !ri#"lan I $%%& ,!ri#"lan I( $%%)

Tahun 2003.1 2003.2 2003.3 2003.4 2004.1 2004.2 2004.3 2004.4 2005.1 2005.2 2005.3 2005.4 2006.1 2006.2 2006.3 2006.4 2007.1 2007.2 2007.3 2007.4 2008.1 2008.2

SBI (%) 11.4 9.53 8.66 8.31 7.42 7.34 7.39 7.43 7.44 8.25 10 12.75 12.73 12.5 11.25 9.75 9 8.5 8.25 8
7.96 8.35

-16.4 -9.12 9 -4.04 2 -10.7 1 -1.07 8 0.681 0.541 0.135 10.89 21.21 27.5 -0.15 7 -1.80 7 -10 -13.3 3 -7.69 2 -5.55 6 -2.94 1 -3.03 -0.5 4.899

2008.3 2008.4

9.36

12.1 17.52

11

Sumber: &ank Indonesia data diolah

Grafik 1.&. !ingkat +"k" B"nga +ertifikat Bank Ind nesia +at" B"lan !ri#"lan I $%%& ,!ri#"lan I( $%%)

Sumber: &ank Indonesia data diolah

#ari gra$ik di atas dapat kita lihat bah%a pergerakan tingkat suku bunga S&I cenderung stabil, terjadi kenaikkan dan penurunan tingkat suku bunga, namun dalam pergerakannya tidak ada perubahan yang signi$ikan terjadi. 2ada tahun "775 tingkat suku bunga bergerak secara stabil, namun dalam pergerakannya terjad penurunan. 2enurunan laju tingkat suku bunga S&I ini terus berlangsung hingga Mei "775. 2ada bulan 1uni "775 sampai 1anuari "773 terjadi $luktuasi namun cukup kecil, masih dapat dikatan stabil. 2ada )ebruari "773 mulai terjadi kenaikkan tingkat suku bunga S&I , dan pada September "773 tingkat suku

bunga S&I kembali mencapai kisaran dua digit, yaitu berada pada titik 17,778. +isaran dua digit ini bertahan hingga (ovember "770. #esember "770 tingkat suku bunga S&I kembali pada kisan satu digit. 2ada tahun "779 dari 1anuari sampai (ovember tingkat suku bunga S&I tidak mengalami perubahan. 2ada akhir tahun "779 tingkat suku bunga S&I mengalami penurunan sebesar 7,"3 8 dari ;,"38 menjadi ;,778. 2ada tahun "77; terjadi $luktuasi terhadap tingkat suku bunga S&I, namun $luktuasi yang terjadi masih dalam batas normal. <al ini terjadi karena pengaruh krisiss $inancial yang melanda =merika mulai dirasakan pengaruhnya pula di Indonesia. 2uncaknya pada bulan (ovember "77; &ank Sentral Indonesia &I! melakukan kebijakan moneter uang ketat yaitu menaikkan tingkat suku bunga S&I menjadi 11, 8 untuk menekan dan menanggulangi krisis $inancial global ini. <al ini dimaksudkan agar perputaran uang tidak lari semua ke luar negeri atau terjadinya capital outflow. 2#& adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu (egara dalam suatu tahun tertentu dengan menggunakan $aktor-$aktor produksi milik %arga negaranya dan milik penduduk di negara-negara lain. &iasanya dinilai menurut harga pasar dan dapat didasarkan kepada harga yang berlaku dan harga tetap Sadono Sukirno,"775:01!

!abel 1.& Pr d"k D mestik Br"t -en"r"t Pengg"naan Atas Harga . nstan !ah"n $%%% !ri#"lan I $%%& ,!ri#"lan I( $%%)
Tahun 2003. 1 2003. 2 2003. 3 2003. 4 2004. 1 PDB (Milia ) 386!743.9 394!620.5 405!607.6 390!199.3 402!597.3 1.996 2.7088 -3.949 3.0795 %

2004. 2 2004. 3 2004. 4 2005. 1 2005. 2 2005. 3 2005. 4 2006. 1 2006. 2 2006. 3 2006. 4 2007. 1 2007. 2 2007. 3 2007. 4 2008. 1 2008. 2 2008. 3 2008. 4

411!935.5 423!852.3 418!131.7 426!612.1 436!121.3 448!597.7 439!484.1 448!485.3 457!636.8 474!903.5 466!101.1 475!532.9 488!025.6 506!167.9 493!365.4 505!242.6 519!359.3 538!566.8 518!935.0

2.2669 2.8115 -1.368 1.9878 2.1804 2.7812 -2.074 2.007 1.9997 3.6358 -1.889 1.9834 2.5598 3.5842 -2.595 2.3508 2.7181 3.5664 -3.783

Sumber: 2ublikasi &iro 2usat Statistik data diolah

Grafik 1./. & Pr d"k D mestik Br"t -en"r"t Pengg"naan Atas Harga . nstan !ah"n $%%% !ri#"lan I $%%& ,!ri#"lan I( $%%)

11

Sumber: 2ublikasi &iro 2usat Statistik data diolah

#ari gambar gra$ik di atas dapat kita lihat bah%a 2#& Indonesia terus mengalami kenaikkan atau tren positi$, %alaupun adanya $luktuasi pada kenyataannya. =pabila kita melihat di tabel kenaikan 2#& tertinggi pada tahun "770 tri%ulan ketiga sebesar /.0/8. <al tersebut mencerminkan pendapatan yang diterima masyarakat dalam pada periode "770 tri%ulan ketiga meningkat.

B. 0"m"san -asalah

&erdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka permasalahan yang akan dikaji adalah: 1. &agaimanakah pengaruh pergerakan suku bunga S&I terhadap keputusan

berinvestasi dalam instrumen obligasi> ". &agaimanakah pengaruh 2roduk #omestik &ruto terhadap keputusan berinvestasi dalam instrumen obligasi> /. &agaimanakah pengaruh laju in$lasi terhadap keputusan berinvestasi dalam instrumen obligasi>

1. !"*"an Pen"lisan

=dapun yang menjadi tujuan penulisan dalam proposal ini adalah: 1. 'ntuk mengetahui pengaruh pergerakan suku bunga S&I terhadap keputusan berinvestasi dalam instrumen obligasi. ". 'ntuk mengetahui pengaruh 2roduk #omestik &ruto terhadap keputusan berinvestasi dalam instrumen obligasi. /. 'ntuk mengetahui pengaruh laju in$lasi terhadap keputusan berinvestasi dalam instrumen obligasi.

D. .erangka Pemikiran

Obligasi merupakan instrument hutang yang meminta penerbit membayar kembali kepada investor sejumlah uang yang dipinjam pokok utang! ditambah bunga dari periode tertentu )abo..i "775, "775,p.l!. Obligasi lebih memberikan jaminan pengembalian dan keuntungan dibanding investasi saham.

Menurut )rederic S. Mishkin "77;! terdapat beberapa $aktor yang menentukan jumlah permintaan suatu asset diantaranya adalah:

1/

+ekayaan, yaitu keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh individu, termasuk semua asset. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan positi$ dengan kekayaan. #engan kata lain, dengan asumsi $actor lainnya tetap, peningkatan kekayaan menaikkan jumlah permintaan suatu asset.

2erkiraan Imbal <asil merupakan perkiraan imbal hasil pada periode yang akan datang pada suatu asset relative terhadap asset yang lain. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan positi$ dengan perkiraan imbal hasil relati$ terhadap asset alternative. -ingkasnya, meningkatnya perkiraan imbal hasil dari suatu asset relative terhadap aset alternati$, dengan asumsi lainnya tetap, maka akan meningkatkan permintaan atas asset tersebut.

-isiko merupakan derajat ketidakpastian yang terkait dengan imbal hasil pada suatu aset relative terhadap asset yang lain. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan negati$ dengan risiko imbal hasilnya relati$ terhadap asset alternative. Oleh karena itu, dengan asumsi lainnya tetap, kalau resiko suatu aset meningkat relative terhadap aset alternative, maka jumlah permintaan atas aset tersebut akan turun.

?ikuiditas merupakan kecepatan dan kemudahan suatu asset untuk diubah menjadi uang relative terhadap asset yang lain. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan positi$ dengan likuiditasnya relative terhadap asset alternative. #engan kata lain, aemakin likuid suatu aset relative terhadap aset lainnya, dengan asumsi lainnya tetap, aset tersebut semakin menarik dan semakin besar jumlah aset yang diminta.

+eputusan untuk melakukan investasi dalam instrument Obligasi dipengaruhi oleh besarnya imbal hasil yang akan diterima oleh investor berdasarkan tingkat suku bunga, kekayaan yang diproxykan dalam variabel 2#& dan laju terhadap in$lasi.

E. Hip tesis

Sesuai dengan kerangka pemikiran dan permasalahan yang telah diuraikan maka hipotesis yang diajukan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut. @#iduga tingkat suku bunga Serti$ikat &ank Indonesia S&I!, 2roduk #omestik &ruto 2#&!, dan 6kspektasi in$lasi berpengaruh nyata terhadap keputusan berinvestasi dalam instrument Obligasi.

2. +istematika Pen"lisan Sistematika penulisan ini terdiri dari : &ab I 2endahuluan yang berisikan latar belakang penulisan, permasalahan, tujuan penulisan, kerangka pemikiran, hipotesis, dan sistematika penulisan. &ab II ,injauan pustaka yang terdiri dari landasan teori, , karakteristik obligasi, teori-teori in$lasi, Serti$ikat &ank Indonesia, 2#& Indonesia, dan. &ab III Metode 2enelitian terdiri dari sumber data, batasan peubah, dan alat analisis.

&ab I* <asil perhitungan dan pembahasan berisikan hasil perhitungan secara kuantitati$ dan kualitati$. &ab * Simpulan dan saran yang berisikan simpulan secara keseluruhan mengenai penelitian yang telah dilakukan, serta saran-saran dari penulis berdasarkan penelitian. #a$tar 2ustaka 13

II. !IN3AUAN PU+!A.A

A. !in*a"an !e ritis 1. Obligasi Pengertian bligasi

Obligasi adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran %%%.%ikipedia.org! Obligasi merupakan instrument hutang yang meminta penerbit membayar kembali kepada investor sejumlah uang yang dipinjam pokok utang! ditambah bunga dari periode tertentu )abo..i "775,p.l!.

3enis Obligasi

Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda yaitu: #ilihat dari sisi penerbit obligasi dibedakan menjadi: a. Corporate Bonds : Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan baik yang berbentuk &'M( maupun badan usaha s%asta. b. Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh 2emerintah 2usat. c. Municipal Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh 2emerintah #aerah untuk membiayai proyek in$rastruktur dan utilitas di daerah tersebut. #ilihat dari segi nilai nominal obligasi dibedakan menjadi: a. Retail Bonds: obligasi yang diperdagangkan di lantai bursa dengan nilai nominal yang lebih kecil. b. Conventional Bonds: Obligasi yang diperjualbelikan dalam satu nominal, -p37 1uta.

#ilihat dari perhitungan imbal hasil: 19

a. Conventional Bonds: obligasi yang diperhitungkan dengan menggunakan sistem kupon bunga. a. S aria Bonds: obligasi yang nilai kuponnya ditentukan berdasarkan prinsip bagi hasil.

Harga Obligasi

#alam berinvestasi dalam instrumen obligasi, harga obligasi dinyatakan dalam persentase 8!, yaitu persentase dari nilai nominal, berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang. =da / tiga! kemungkinan harga pasar dari obligasi yang dita%arkan, yaitu: 1. 2ar nilai 2ari! : <arga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal -p 37 juta dijual pada harga 1778, maka nilai obligasi tersebut adalah 1778 A -p 37 juta B -p 37 juta. ". at premium dengan 2remi! : <arga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal -2 37 juta dijual dengan harga 17"8, maka nilai obligasi adalah 17"8 A -p 37 juta B -p 31 juta. /. at discount dengan #iscount! : <arga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal -p 37 juta dijual dengan harga :;8, maka nilai dari obligasi adalah :;8 A -p 37 juta B -p 5: juta.

2akt r,fakt r 4ang mempengar"hi harga bligasi

1. =danya perbedaan karakteristik dari obligasi itu sendiri mempengarui harga obligasi seperti, obligasi yang menamakan bunga tetap, floating rate! obligasi "ero coupon bond!obligasi konversi dan income bond. ". ,ingkat bunga /. 1angka %aktu tempo obligasi

5. -isiko untuk tidak menerima bunga maupun pokok pinjaman

3. &esarnya coupon rate dari obligasi 0. )aktor pembayaran pajak dari hasil4pendapatan obligasi pajak obligasi yang dibayar
pemodal!.

-a5am,ma5am 0isik Obligasi

1. #nterest Rate Risk, yaitu risiko yang berkaitan dengan tingkat suku bunga. 1ika suku bunga meningkat maka harga obligasi akan turun begitu pula sebaliknya apabila tingkat suku bunga turun maka harga obligasi akan meningkat naik. ". Reinvestment Rate, yaitu resiko yang berkaitan dengan perubahan strategi dari tingkat penanaman kembali investasi dimana hal tersebut sangat dipengaruhi suku bunga pasar. /. Call Risk, risiko yang berkaitan dengan penarikan atau seluruh obligasi yang telah diterbitkan sebelum obligasi tersebut jatuh tempo. 5. Credit Risk! risiko apabila penerbit gagal memenuhi ke%ajiban keuangan meliputi pembayaran bunga dan pembayaran kembali jumlah uang yang dipinjam pokok utang atau utang nominal!. Credit risk biasa disebut juga $efault risk. $efault risk atau risiko gagal bayar dapat dilihat dari credit rating atau de$ault rating yang dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, seperti: 2emeringkat 6$ek Indonesia 26)I(#O!, Standard and 2oorCs, MoodyCs, atau )itch. 2eringkat tertinggi adalah === dan terendah adalah #. Obligasi dengan peringkat === sampai dengan &&& adalah yang dikategorikan sebagai aman dari risiko gagal bayar. 3. #nflation Risk atau purc asing power risk! yaitu risiko yang dapat meningkat karena variasi dalam nilai arus kas sekuritas yang dipengaruhi oleh in$lasi. -isiko ini diukur dengan kekuatan pembelian.

1:

0. %xc ange Rate Risk! yaitu risiko yang dipengaruhi oleh $luktuasi nilai tukar. 9. &i'uidity Risk! ukuran utama dari likuiditas adalah selisih antara harga jual dan harga beli yang ditetapkan oleh penjual. Semakkin besar selisih antara harga jual dengan harga beli maka risiko likuiditasnya juga akan semakin besar. ;. (olatility Risk! salah satu $actor yang mempengaruhi adalah ekspektasi tingkat bunga yang berubah-ubah. Secara spesi$ik, nilai opsi meningkat apabila ekpektasi perubahan tingkat bunga juga meningkat. -isiko yang mempengaruhi perubahan dalam volatilitas akan mempengaruhi harga suatu obligasi. :. Risk Risk! banyak karakteristik obligasi yang kurang dimengerti atau dipahami oleh manajer keuangan sehingga risk risk dapat dikatakan ketidaktahuan terhadap risiko dari sekuritas )abo..i, "775,p.0-:!

$. !ingkat +"k" B"nga +BI Serti$ikat &ank Indonesia adalah surat berharga dalam bentuk mata uang rupiah yang diterbitkan oleh &ank Indonesia sebagai pengakuan hutang jangka pendek dengan menggunakan sistem diskonto. S&I juga merupakan salah satu instrumen operasi pasar terbuka yang dilaksanakan oleh &ank Indonesia dalam rangka mengendalikan jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga. Menurut ?aksmono "771!, nilai suku bunga domestik di Indonesia sangat terkait dengan suku bunga internasional. <al ini disebabkan oleh akses pasar keuangan domestik terhadap pasar keuangan internasional dan kebijakan nilai tukar yang kurang $leksibel. =da tiga teori yang menjelaskan hubungan antara suku bunga yang berbeda jangka %aktu. 1. Segmented Market ) eory, mengatakan bah%a masing-masing instrumen dengan jangka %aktu berbeda ditentukan oleh pasar yang berbeda dengan permintaan dan pasokan pasar yang berbeda. ,eori ini mengasumsikan peminjam dan pemberi

pinjaman memiliki pre$erensi terhadap jangka %aktu tertentu. #alam teori ini diasumsikan bah%a peminjam dan pemberi pinjaman tidak berpindah dari satu pasar ke pasar lain sehingga instrumen dengan jangka %aktu berbeda tidak dapat saling berganti. 2endapatan di setiap pasar dianggap tercipta dari permintaan dan pasokan di pasar tersebut. ". %xpectation ) eory menganggap instrumen jangka %aktu berbeda dapat saling berganti secara sempurna. Suku bunga merupakan rata-rata ekspektasi suku bunga jangka pendek selama periode instrumen jangka panjang. ,eori ini menjelaskan perbedaan term structure o$ interest rate dari %aktu ke %aktu dan juga menerangkan kecenderungan suku bunga instrumen jangka %aktu yang berbeda bergerak searah karena adanya pergantian, /. *referred +abitat ) eory mengatakan bah%a suku bunga jangka panjang merupakan rata-rata ekspektasi suku bunga jangka pendek sepanjang periode instrumen jangka panjang ditambah dengan liDuidity premium yang besarnya tergantung pada kondisi pena%aran dan permintaan saat itu.

,eori ini mengasumsikan adanya substitusi antar instrumen dan adanya pre$erensi investor atau instrumen tertentu yang disebut juga pergantian tidak sempurna. #alam pre$erred habitat theory ini, suku bunga pada periode n sama dengan rata-rata dari ekspektasi suku bunga bulan ke depan selama periode n ditambah dengan premium. =danya liDuidity premium membedakan teori ini dengan lainnya. 'mumnya peminjam dana mena%arkan liDuidity premium yang positi$ untuk menarik pembeli instrumen jangka panjang sebagai kompensasi atas resiko likuiditas yang lebih besar dibandingkan instrumen jangka pendek. Salah satu $aktor penting dalam menganalisa dan meramalkan tingkat suku bunga adalah in$lasi. 2engertian in$lasi dalam arti luas dide$inisikan sebagai suatu kenaikan relati$ dalam tingkat

"1

harga umum. In$lasi dapat timbul bila jumlah uang atau uang deposito dalam peredaran banyak, dibandingkan dengan jumlah barang-barang serta jasa-jasa yang dita%arkan atau bila karena hilangnya kepercayaan terhadap mata uang nasional, terdapat adanya gejala yang meluas untuk menukar dengan barang-barang Einardi, 1::3:"/3!.

&. Pr d"k D mestik Br"t Definisi PDB

2roduk #omestik &ruto 2#&! atau Gross $omestic *roduct merupakan nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu %ilayah dalam jangka %aktu tertentu biasanya per tahun!. #alam perhitungan 2#&, hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan4 orang asing yang beroperasi di %ilayah tersebut masih dimaksukkan. &arang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal belum diperhitungkan penyusutannya, sehingga jumlah yang didapat dari 2#& masih bersi$at kotor4bruto. #ata dalam perhitungan 2#& menjelaskan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industry, perdagangan, jasa dan sebagainya &2S:"779!. Sehingga 2#& dapat mencerminkan pendapatan yang diterima masyarakat dalam suatu periode. Pendekatan Perhit"ngan PDB

2#& dapat dihitung dengan memakai tiga pendekatan, antara lain: 2endekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan diantaranya upah, se%a, bunga, dan laba yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara4%ilayah selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas $aktor-$aktor produksi. 2endekatan 2roduksi, dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk yang

dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstakti$, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. (ilai produk yang di hitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi. 2endekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara4%ilayah selama periode tertentu. 2erhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara yaitu: -umah ,angga, 2emerintah, 2engeluaran investasi dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor F-M!. #i mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri &2S, "779!.

/. La*" Inflasi =da dua teori yang membahas tentang in$lasi, yaitu teori kuantitas yang menekankan kepada peranan jumlah uang yang beredar dan harapan ekspektasi! masyarakat mengenai kenaikan harga terhadap timbulnya in$lasi. Gang kedua, yaitu teori struktural mengatakan bah%a in$lasi bukan semata-mata dikarenakan $enomena moneter, tetapi juga terjadi oleh $enomena struktural. <al ini terjadi umumnya di negara-negara sedang berkembang yang umumnya masih bercorak agraris ataupun mengenai hal yang berhubungan dengan luar negeri, misalnya term o$ trade, utang luar negeri dan kurs valuta asing dapat menimbulkan $luktuasi harga di pasar domestik. #alam teori ekonomi, in$lasi dapat dibedakan menjadi dua jenis (opirin, 1::;!, pertama, $emand *ull #nflation, yaitu in$lasi yang disebabkan oleh terlalu kuatnya peningkatan permintaan agregat dari masyarakat terhadap komoditi-komoditi hasil produksi di pasar barang. +emudian Cost *us #nflation.

"/

1. $emand,pull #nflation In$lasi ini sering disebut juga sebagai demand,side inflation karena in$lasi ini terjadi disisi permintaannya. In$lasi ini diakibatkan karena adanya kenaikkan permintaan agregat =#! yang terlalu besar dibandingkan dengan pena%aran agregat =S! Hambar. $emand,pull #nflation

Sumber: -opirin ./001:203 #imulai dengan harga 21 dan output I1, permintaan total naik dari =#1 ke =#" menyebabkan ada sebagian permintaan yang tidak dapat dipenuhi oleh pena%aran yang ada. =kibatnya, harga naik menjadi 2" dan outputpun naik menjadi I)6. +emudian dari =#" naik menjadi =#/ ini menyebabkan harga ikut naik menjadi 2/ sedang output tetap pada I)6. +arena output tidak ikut bergerak maka muncullah apa itu yang disebut inflationary gap. 2roses kenaikkan harga ini akan berjalan terus sepanjang permintaan total agregat demand! terus naik misalnya menjadi =#5!. ". Cost,pus #nflation In$lasi ini juga sering disebut supply,side inflation karena yang terpengaruh adalah sisi

permintaannya. +arena yang terpengaruh adalah sisi permintaanya maka akan menimbulkan perbedaan dengan demand,pull inflation! cost,pus inflation terjadi karena akibat dari kenaikkan harga serta dibarengi dengan turunnya produksi. Menurut teorinya bah%a semakin tinggi harga maka semakin rendah pena%aran yang dilakukan dan produksi pun akan diturunkan. Hambar 5. Cost,pus #nflation

Sumber: -opirin ./001:4/3 &era%al dari 21 dan I)6. +enaikkan biaya produksi akan menggeser kurva pena%aran agregat dari =S1 ke =S". #ari pergeseran ini akan menyebabkan harga naik dari 21 ke 2" sedangkan output atau produksi akan turun dari I)6 menjadi I1. +enaikkan harga selanjutnya akan mmenyebabkan kurva =S bergeser lagi dari =S" menjadi =S/, hal ini pun akan menyebabkan hal yang sama yaitu harga naik dari 2" ke 2/ dan output akan kembali turun dari I1 menjadi I". 2roses ini akan berhenti jika kurva =S tidak lagi bergeser ke atas.

)aktor-$aktor yang menyebabkan kurva agregat pena%aran bergeser adalah meningkatnya "3

harga-harga $aktor produksi baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri! di pasar $aktor produksi, sehingga menaikkan harga komoditi dipasar komoditi. 2enggolongan in$lasi menurut asalnya &oediono, 1::0!, dibedakan menjadi dua, yaitu, domestic in$lation, yaitu in$lasi yang sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan pengelolahan perekonomian baik di sektor riil ataupun di sektor moneter dalam negeri oleh para pelaku ekonomi dan masyarakatJ serta imported in$lation, yaitu in$lasi yang disebabkan oleh karena adanya kenaikan harga-harga komoditi di luar negeri di negara asing yang memiliki hubungan perdagangan dengan negara yang bersangkutan!.

)aktor utama yang menjadi penyebab timbulnya in$lasi di Indonesia, adalah jumlah uang yang beredar. #i Indonesia jumlah uang beredar lebih banyak diterjemahkan dalam konsep narro% money M1! karena masih ada anggapan bah%a uang kuasi hanya merupakan bagian dari likuiditas perbankan. )aktor kedua adalah de$isit anggaran belanja pemerintah yang banyak sekali menyangkut tentang struktural ekonomi Indonesia karena mendorong permintaan agregat =tmaja, 1:::!. )aktor ketiga adalah pena%aran agregat dan luar negeri. +elambanan $aktor pena%aran agregat disebabkan oleh adanya hambatan struktural yang ada di Indonesia. <arga pangan merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap tingkat in$lasi di Indonesia. 'mumnya laju pena%aran bahan pangan tidak dapat mengimbangi permintaannya, sehingga menyebabkan eAcess demand. Sedangkan disisi lain metode dan teknologi yang digunakan masih kurang canggih dan tidak maAimal =tmaja, 1:::!.

?aju in$lasi merupakan $aktor penting dalam menganalisa dan meramalkan suku bunga. Selisih antara suku bunga nominal dan in$lasi adalah ukuran yang sangat penting mengenai beban sesungguhnya dari biaya suku bunga yang dihadapi individu dan perusahaan. Suku bunga riil juga menjadi ukuran yang sangat penting bagi otorisasi moneter. 2eningkatan

ekspektasi in$lasi akan cenderung meningkatkan suku bunga nominal. <al ini berarti pada suku bunga nominal akan cenderung terkandung ekspektasi in$lasi untuk memberikan tingkat kembalian riil atas penggunaan uang.

E. !e ri Permintaan Aset Menurut )rederic S. Mishkin "77;! terdapat beberapa $aktor yang menentukan jumlah permintaan suatu asset diantaranya adalah: +ekayaan, yaitu keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh individu, termasuk semua asset. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan positi$ dengan kekayaan. #engan kata lain, dengan asumsi $actor lainnya tetap, peningkatan kekayaan menaikkan jumlah permintaan suatu asset. 2erkiraan Imbal <asil, merupakan perkiraan imbal hasil pada periode yang akan datang pada suatu asset relative terhadap asset yang lain. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan positi$ dengan perkiraan imbal hasil relati$ terhadap asset alternative. -ingkasnya, meningkatnya perkiraan imbal hasil dari suatu asset relative terhadap aset alternati$, dengan asumsi lainnya tetap, maka akan meningkatkan permintaan atas asset tersebut. -isiko, merupakan derajat ketidakpastian yang terkait dengan imbal hasil pada suatu aset relative terhadap asset yang lain. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan negati$ dengan risiko imbal hasilnya relati$ terhadap asset alternative. Oleh karena itu, dengan asumsi lainnya tetap, kalau resiko suatu aset meningkat relative terhadap aset alternative, maka jumlah permintaan atas aset tersebut akan turun. ?ikuiditas, merupakan kecepatan dan kemudahan suatu asset untuk diubah menjadi uang relative terhadap asset yang lain. 1umlah permintaan suatu asset berhubungan positi$ dengan likuiditasnya relative terhadap asset alternative. #engan kata lain, "9

semakin likuid suatu aset relative terhadap aset lainnya, dengan asumsi lainnya tetap, aset tersebut semakin menarik dan semakin besar jumlah aset yang diminta.

2. !e ri P rt f li ?ingkup bahasan teori porto$olio adalah bagaimana melakukan pemilihan porto$olio dari sekian banyak aset, untuk memaksimalkan return yang diharapkan pada tingkat risiko tertentu yang bersedia ditanggung oleh investor serta pengembalian porto$olio yang diharapkan dan tingkat resiko porto$olio yang dapat diterima serta menunjukan cara pembentukan porto$olio yang optimal. ,erdapat " =set yang tersedia dalam pemilihan porto$olio, diantaranya berupa aset yang berisiko dan aset yang bebas risiko. =set berisiko adalah aset yang tingkat return aktualnya di masa depan masih mengandung ketidakpastian. =set bebas risiko adalah aset yang tingkat returnnya di masa depan sudah bisa dipastikan pada saat ini, yang ditunjukkan oleh varians return yang sama dengan nol.

#alam pemilihan porto$olio ada beberapa hal yang perlu diamati antara lain: 1. -eturn Imbal hasil! investasi -eturn investasi terbagi menjadi " diantaranyaJ 6Apected return -eturn ekspetasi! merupakan return yang diharapkan akan didapat oleh investor di masa depan =ctual return4 -eali.ed return -eturn aktual! merupakan return yang sesungguhnya terjadi4 didapatkan oleh investor

Kapital gain4loss untung4rugi modal! merupakan keuntungan4kerugian yg diperoleh dari selisih harga jual dari harga beli sekuritas di pasar sekunder, sehingga 2t L 2t-1! 4 2t-1 Gield imbal hasil! adalah pendapatan4 aliran kas yang diterima investor secara periodik, misalnya dividen atau bunga. ,otal return B capital gain loss! M yield ,otal return B 2t L 2t-1! M #t 4 2t-1 ". -isks risiko! -isiko adalah besarnya penyimpangan antara return ekspetasi dengan return actual. 'kuran besaran risiko dalam ilmu statistik! adalah varians dan deviasi standar dimana semakin besar penyimpangan varians! menunjukkan risiko yg semakin tinggi pula. Menurut 2ro$. <arry Marko%it. : -esiko sebagai varians pengembalian diharapkan aktiva. ,erdapat beberapa sumber risiko investasi obligasi antara lainJ -isiko bisnis yaitu risiko untuk menjalankan suatu bisnis di industri tertentu. -isiko suku bunga merupakan perubahan suku bunga akan mempengaruhi return obligasi, jika suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun, dengan asumsi ceteris paribus. -isiko pasar merupakan $luktuasi pasar secara keseluruhan yang memengaruhi return investasi yang terlihat dari perubahan indeks pasar seperti $aktor ekonomi, politik, kerusuhan, dsb -isiko in$lasi 4 daya beli merupakan penurunan daya beli yang akan membuat investor meminta kenaikan return atas investasi -isiko likuiditas adalah kecepatan sekuritas untuk diperdagangkan di pasar sekunder ysng dilihat dari volume perdagangan sekuritas tersebut -isiko mata uang merupakan perubahan mata uang suatu negara dengan mata uang negara lainnya.

":

III. -E!ODE PENELI!IAN

A. 3enis dan +"mber Data 2enelitian ini mengunakan data sekunder berdasarkan runtun %aktu time series! periode 1anuari "770- #esember "77; yang diperoleh dari publikasi resmi, Statistik 6konomi dan

+euangan Indonesia S6+I!, ?aporan ,ahunan &ank Indonesia, kepustakaan serta literaturliteratur yang berkaitan dan mendukung penulisan ini. B. (ariabel dalam Penelitian *ariabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Obligasi 2emerintah sebagai variabel terikat. ". Suku &unga S&I sebagai variabel bebas. /. 2roduk #omestik &ruto sebagai variabel bebas 5. ?aju In$lasi 1. Batasan Pe"bah (ariabel &atasan-batasan peubah variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah: 1. G Obligasi 2emerintah!. Sebagai tetapan peubah digunakan jumlah permintaan Obligasi 2emerintah yang dikeluarkan 2emerintah kepada masyarakat pada tri%ulan I "77/ -tri%ulan I* "77;. Satuan tetapan adalah Miliar -upiah ". F1 Suku &unga S&I! Sebagai tetapan peubah digunakan Suku &unga S&I jangka %aktu satu bulan tri%ulan I "77/ -tri%ulan I* "77;. Satuan tetapan adalah persen. /. F" 2roduk #omestik &ruto! Sebagai tetapan peubah digunakan 2roduk #omestik &ruto menurut harga konstan tahun "777. Satuan tetapan adalah Miliar rupiah. 5. F/ ?aju In$lasi! Sebagai tetapan peubah digunakan ?aju In$lasi masyarakat. Satuan tetapan adalah persen /1

D. Alat Analisis

=lat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitati$ dan analisis kuantitati$ yang berguna untuk menunjang penyelesaian permasalahan dalam penelitian ini. 'ntuk melihat hubungan antara peubah bebas terhadap peubah terikat dalam melihat hubungan tentang 2engaruh 2ergerakan Suku &unga S&I, 2roduk #omestik &ruto dan ?aju In$lasi ,erhadap +eputusan &erinvestasi dalam Instrumen Obligasi 2emerintah, maka di$ormulasikan suatu model persamaan $ungsional berikut: Bd 6 f 7r+BI8 PDB8 9 2ersamaan tersebut dapat dibuat model regresi linear sebagai berikut: Bd= , 1 rSBI+ $ PDB+ & : e #imana: &d rS&I 2#& " e B 2ermintaan Obligasi B ,ingkat Suku &unga Serti$ikat &ank Indonesia B 2roduk #omestik &ruto B ?aju In$lasi B %rror )erm

E. Peng"*ian Hip tesis ?angkah-langkah pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut: 1. 'ji +eberartian 2arsial uji t!

2engujian hipotesis untuk setiap koe$isien regresi dilakukan dengan menggunakan uji t t student! untuk menguji keberartian koe$isien regresi secara parsial. 'ji t ini pada tingkat kepercayaan :3 persen dengan derajat kebebasan n-k-1. <o : bi N 7, berarti berpengaruh positi$ <a : bi B 7, berarti tidak berpengaruh =pabila: t hitung O t tabel : <o diterima t hitung P t tabel : <o ditolak 1ika <o diterima, berarti variabel bebas yang diuji tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. 1ika <o ditolak, berarti variabel bebas yang diuji berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. ". 'ji +eberartian +eseluruhan 2engujian hipotesis secara keseluruhan dilakukan dengan menggunakan uji ) 5is er )est! pada tingkat keyakinan :3 persen dan derajat kebebasan d$1 B k-1! dan d$" B n-k!. <o : bi B 7, bi berarti tidak berpengaruh <o : bi N 7, bi berarti berpengaruh =pabila: ) hitung O ) tabel J <o diterima ) hitung P ) tabel J <o ditolak 1ika <o diterima, berarti variabel bebas yang diuji secara bersama-sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat, dan sebaliknya.

/. 2engujian #urbin Eatson uji #E! 2engujian #urbin Eatson digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kesalahan pengganggu atau yang disebut otokorelasi. //

<o : d B 7 J tidak ada otokorelasi <a : d N 7 J ada otokorelasi

5. 2engujian 'nit -oot 'nit -oot ,est! 2ada %aktu akhir-akhir ini telah timbul perhatian para peneliti ekonomi untuk menguji data time series yang mereka teliti apakah betul-betul bersi$at stationary atau ternyata bersi$at non-stationary. #ata yang bersi$at stasioner artinya bah%a tidak terdapat variasi yang terlalu besar selama periode observasi dan memilki kecenderungan untuk mendekati rat-rata. 2erhatian ini timbul karena jika ternyata data time series yang diteliti bersi$at nonstationary seperti kebanyakan data ekonomi maka hasil regresi yang berkaitan dengan data time series ini akan mengandung -" yang relati$ tinggi dan #urbin-Eatson Statistic yang rendah seperti yang dibuktikan oleh Hranger dan (e%bold. #engan perkataan lain, kita menghadapi masalah apa yang disebut suprious regression seperti yang dikemukakan 2hilips Sirtua =rie$, 1::/ : 10"!. =kibat yang ditimbulkan dari suprious regression adalah koe$isien regresi penaksir

menjadi tidak e$isien, peramalan berdasrkan regresi tersebut akan meleset dari uji baku yang umum dan muncul koe$isien regresi yang invalid Makridakis dalm #adung, "77" : /;!. #alam penelitian ini digunakan pengujian unit root unit root test! dengan menggunakan =ugmented #ickey-)uller =#)!. 'ntuk mengetahui ada tidaknya akar-akar unit dapat dilihat dengan membandingkan nilai =#) dengan nilai kritisnya. =pabila nilai =#) lebih besar dari nilai kritisnya, berarti hipotesis yang menyatakan bah%a variabel-variabel yang dianalisis memiliki akar unit dapat ditolak atau bersi$at stasioner.

DA2!A0 PU+!A.A

)abo..i, )rank 1.1:;:. Bonds Markets 6nalysis and Strategies. "nd edition. (e% 1ersey: 2rentice-<all International 6dition
6d%ard, S. dan M.S. +han. 1:;3. #nterest Rate $etermination in $eveloping Countries. IM) Sta$$ 2aper no. /". September ?aksmono, -, #idy. "771. @Suku &unga Sebagai Salah Satu Indikator 6kspektasi In$lasiQ.

/3

Buletin %konomi Moneter dan *erbankan. Maret. hal. 1/7-1/9. &oediono. 1::0. %konomi Moneter. 6disi +etiga, &2)6 Gogyakarta, Gogyakarta. Miskhin, ).S. "77;. ) e %conomics of Money! Banking! and 5inancial Markets, terjemahan. ;th edition. (e% Gork: 2earson 6ducation. =ndre% &. =bel, &en S &ernanke, #ean Kroushore."77;. Macroeconomics. &oston: 2earson 6ducation. (opirin. "777. %konomi Moneter. 6disi 2ertama, &2)6 Gogyakarta, Gogyakarta. %%%.bei.co.id4bonds4government4bond listed

Marko%it., <arry M. 1:::!. ,he early history o$ port$olio theory: 1077-1:07, 5inancial 6nalysts 7ournal, 33 5!, 3-10.