Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

Pemeriksaan Luar pada Trauma Capitis


Oleh:
Feri Aprizal, S.Ked , S.Ked M. Diah Sunarno, S.Ked Bella Rena Safira, S.Ked Nevi Yulita Sari, S.Ked 70 70 70 70 2009 2009 2009 2009 005 025 037 045

Pembimbing dr. Binsar Silalahi, Sp.F, DFM, SH

DEPARTEMEN FORENSIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG 2013

Pendahuluan
Trauma kapitis adalah suatu trauma mekanik yang secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala dan mengakibatkan gangguan fungsi neurologis.
Menurut penelitian Junandar Siahaan (2002) di RS Santha Elisabeth Medan, proporsi penderita trauma kapitis terbanyak pada kelompok umur 17-24 tahun (23,8%), dan proporsi jenis kelamin laki-laki (63,1%). Dalam laporan kasus ini akan dibahas hasil pemeriksaan luar pada jenazah dengan trauma kepala akibat kecelakaan (accident), berikut hal hal yang ditemukan pada kondisi jenazah beserta kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut.

LAPORAN KASUS
Alloanamnesis Korban diantar ke Departemen Forensik Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang oleh petugas IGD RSMH pada pukul 15.00 WIB.

Pemeriksaan Identitas Jenazah Nama Jenis kelamin Umur : Ayu Melinda : Perempuan : Dua puluh dua (22) Tahun

Kewarganegaraan
Agama Pekerjaan Alamat

: Indonesia
: Islam : Ibu rumah tangga : Jln. Talang keramat Lrg. Kerta No. 41 RT/RW 04/02 Banyuasin

Pemeriksaan Luar
o Mayat tidak berlabel dan tidak bersegel. o Penutup mayat : mayat terbungkus kain berwarna biru satu lapisan. o Pakaian mayat : Baju kaos berbahan katun warna kuning muda, corak polos, lengan panjang, terdapat pengotoran oleh pasir dan darah, ukuran baju medium. Celana yang dipakai dua lapis. Celana bagian dalam berwarna putih, corak polos, terdapat pengotoran oleh darah. Celana bagian luar berbahan levis warna biru dongker, corak polos, terdapat pengotoran oleh debu dan pasir, dua kantong dibagian samping kanan dan kiri, dua kantong dibagian belakang, dan dua kantong dibagian depan, tidak terdapat isi di dalam kantong.

Kulit : warna kulit kuning langsat. Rambut. a. Kepala: rambut berwarna hitam, tumbuhnya sedang, tipis, lurus, panjang tiga puluh lima sentimeter, tidak mudah dicabut. b. Alis mata : berwana hitam, tumbuh tebal, kedua alis tidak bersambung c. Bulu mata: warna hitam, lurus, panjang nol koma lima sentimeter, tidak mudah dicabut d. Kumis: tidak ada

e. Janggut: tidak ada


f. Bulu dada: tidak ada g. Rambut kemaluan: ada

Lubang-lubang.

a. Mata: mata terbuka, mata kanan terbuka satu koma lima sentimeter, mata kiri terbuka satu koma lima sentimeter, kedua selaput kelopak mata atas dan bawah putih dan pucat, selaput bola mata putih jernih, kedua selaput pelangi mata bewarna coklat b. Hidung: bentuk biasa, keluar cairan berwarna merah dari lubang hidung sebelah kanan dan kiri
c. Telinga: kedua telinga bentuk biasa, keluar cairan berwarna merah dari telinga kanan dan kiri d. Mulut: terbuka tiga sentimeter, lidah tidak tergigit, tidak keluar apaapa dari mulut e. Gigi geligi : gigi geligi berwarna putih, tidak lengkap, gigi taring sampai geraham atas tidak ada, gusi berwarna pucat dan terawat f. Kemaluan : perempuan, tidak keluar apa apa dari lubang kemaluan

g. Dubur : tidak keluar apa-apa dari lubang dubur

Tanda-tanda kematian.

a. Lebam mayat: tidak ditemukan warna merah keunguan pada bagian punggung kiri dan kanan, leher, pinggang, dan paha belakang b. Kaku mayat: tidak ditemukan kekakuan pada mulut, leher, kedua lengan, dan kedua tungkai

c. Pembusukan: tidak ditemukan warna kulit berwarna kehijauan di perut bagian bawah kanan

Luka-luka:
a. Pada kepala samping (parietal) kiri hingga kepala samping (parietal) kanan terdapat luka robek menganga yang bila dirapatkan berbentuk garis dengan tepi tidak rata sepanjang dua puluh sentimeter, sudut tumpul, dasar luka tulang tengkorak dan keluar otak. b. Pada wajah kanan, dibagian atas telinga (temporal) hingga rahang bawah (mandibulla) terdapat luka robek menganga yang bila dirapatkan berbentuk garis dengan tepi rata sepanjang empat belas sentimeter, lebar luka tiga sentimeter, dalam luka satu koma lima sentimeter, sudut luka tumpul, dan di daerah luar garis batas luka terdapat memar. c. Pada wajah kiri, dibagian ujung mata hingga bagian hidung terdapat luka robek berbentuk garis dengan tepi rata sepanjang tiga sentimeter, sudut luka tumpul, di daerah luar garis batas luka terdapat memar dan bekuan darah. Pada dahi, kelopak mata bawah, bagian bawah hidung, pipi terdapat luka memar, berwarna merah keunguan, garis batas luka memar tidak tegas.

d.

Pada leher bagian kiri, terdapat luka lecet gores sepanjang tujuh sentimeter, berwarna merah kecoklatan, terdapat lapisan permukaan kulit luar (epidermis) terangkat pada sisi luka sebelah kiri (kearah garis pertengahan tubuh). Pada panggul sebelah kiri, serong dibawah tulang SIAS (spina iliaca anterior superior), terdapat banyak luka lecet gores, berwarna merah kecoklatan, terdapat lapisan permukaan kulit luar (epidermis) terangkat pada sisi luka sebelah kiri (kearah garis pertengahan tubuh). Pada buah zakar kiri, terdapat luka lecet gores sepanjang tiga koma dua sentimeter dan lebar dua koma sembilan sentimeter, berwarna merah keunguan, terdapat lapisan permukaan kulit luar (epidermis) terangkat pada sisi luka sebelah kiri (kearah garis pertengahan tubuh).

e.

f.

g. Pada lengan bawah kiri terdapat luka lecet gores sepanjang sembilan sentimeter dan lebar dua koma tiga sentimeter, berwarna merah kecoklatan, terdapat lapisan permukaan kulit luar (epidermis) terangkat pada sisi luka sebelah kiri (kearah garis pertengahan tubuh). h. Pada punggung kaki kiri terdapat terdapat luka lecet gores sepanjang tiga koma tujuh sentimeter dan lebar dua koma satu sentimeter, berwarna merah kecoklatan, terdapat lapisan permukaan kulit luar (epidermis) terangkat pada sisi luka sebelah kiri (kearah garis pertengahan tubuh).

Patah tulang:
a. Tulang tengkorak bagian kanan (os frontal) patah dan tertekan kedalam (kompresi) seluas lima belas kali sepuluh sentimeter. b. Tulang punggung kiri (os scapula) patah sebagian tiga perempat bawah tulang c. Tulang panggul (os coxae) patah sebagian sepertiga atas tulang.

Analisis Luka
Luka Pemeriksaan Pada kepala depan (frontal) kanan hingga pelipis (orbital) kanan terdapat luka robek menganga yang bila dirapatkan berbentuk garis dengan tepi tidak rata sepanjang sepuluh sentimeter, sudut tumpul, dasar luka tulang tengkorak dan keluar otak. Lokasi luka ini pada regio frontal dan regio orbital kemungkinan bagian yang terkena adalah m. epicranius, m. occipitofrontalis, venter frontalis dan otak lobus frontalis. Analisis Tepi luka tidak rata dengan sudut luka tumpul. Luka robek ini disebabkan adanya penekanan (kompresi ke dalam) bagian wajah kanan.

1. kepala

Luka

Pemeriksaan
Pada dagu kiri (mandibulla) terdapat luka robek yang bila dirapatkan berbentuk garis dengan tepi rata sepanjang tiga sentimeter, lebar luka satu sentimeter, dalam luka satu koma lima sentimeter, sudut luka tumpul. Lokasi luka ini pada regio mandibulla kemungkinan bagian yang terkena adalah m. Depressor anguli oris, m.depressor labii inferioris.

Analisis
Tepi luka tidak rata dengan sudut luka tumpul. Luka robek ini disebabkan adanya penekanan (kompresi ke dalam) bagian wajah kiri.

2.Dagu (Mandib ula)

Luka
Dada Kanan Atas

Pemeriksaan
Pada dada kanan atas terdapat luka memar merah kebiruan, garis luka memar tidak tegas.

Analisis
Adanya luka memar yang terjadi, diakibatkan oleh penekanan benda tumpul yang menyebabkan terjadinya perdarahan dibawah kulit.

Patah
Tulang Kepala (os frontal)

Pemeriksaan
Ditemukan patah tulang pada tulang tengkorak bagian kanan (os frontal) dan tertekan kedalam (kompresi).

Analisis
Terdapat patah dan tertekan kedalam (kompresi)

Tanda dan waktu kematian


Thanatologi adalah bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mempelajari kematian dan perubahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.

tanda pasti kematian adalah lebam mayat (livor mortis), kaku mayat (rigor mortis), penurunan suhu tubuh (algor mortis), pembusukan, mumifikasi, dan adiposera.
Dari hasil pemeriksaaan luar, berupa tanda-tanda kematian yaitu;

Lebam mayat: tidak terdapat warna merah keunguan pada bagian punggung kiri dan kanan, leher, pinggang, dan paha belakang.
Kaku mayat: tidak ditemukan kekakuan pada otot mulut, leher, kedua lengan dan kedua tungkai. Pembusukan: Tidak ditemukan warna kulit berwarna kehijauan di perut bagian bawah kanan. Ketiga hal di atas dapat ditentukan bahwa lama kematian kurang dari 30 menit karena belum ditemukan lebam mayat, kaku mayat, dan pembusukan.

Sebab kematian

Banyak faktor penyebab dari kematian seseorang. Seseorang bisa mengalami kematian yang diakibatkan oleh adanya perdarahan (syok hipovolemik), merusak organ vital, emboli, vagal refleks, dan axfiksial. Pada kasus ini terdapatnya luka pada bagian depan (frontal) kanan kepala serta ditemukannya remukan kedalam pada bagian tersebut dan hancur pada otak bagian depan kanan sehingga penyebab kematian pada kasus ini adalah rusaknya organ vital, yaitu otak.

Cara kematian
Cara kematian digolongkan menjadi kematian wajar (penyakit, natural death), kematian karena kecelakaan (accidental death), kematian bunuh diri (suicide), kematian oleh dibunuh (homocidal). Pada kasus ini terdapatnya luka pada bagian depan (frontal) kanan kepala serta ditemukannya remukan kedalam pada bagian tersebut dan hancur pada otak bagian depan kanan sehingga penyebab kematian pada kasus ini adalah rusaknya organ vital, yaitu otak. Dari distribusi luka menandakan hanya pada satu sisi sehingga mayat ini meninggal karena kecelakaan (accidental death).

Medikolegal

Tujuan dilakukannya pemeriksaan pada mayat adalah untuk membuat suatu hukum menjadi terang. Sesuai dengan pasal 133 KUHAP dan pasal 134 KUHAP.

Pasal 133 KUHAP


Dalam hal ini penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan, ataupun mati yang di duga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya.

Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat, di lak dengan diberi cap jabatan yang diletakkan pada ibu jari atau bagian lain badan mayat.

Pasal 134 KUHAP


Dalam hal sangat diperukan dimana untuk kepentingan pembuktian bedah mayat tidak mungkin lagi dihindari, penyidik wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban. Dalam hal keluarga keberatan, penyidik wajib menerangkan dengan sejelas jelasnya tentang maksud dan tujuan perlu dilakukan pembedahan tersebut.

Apabila dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga atau pihak yang perlu diberitahu tidak ditemukan, penyidik segera melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 133 ayat (3) undang undang ini.
Adapun kegunaan dari pemeriksaan ini sebagai salah satu alat bukti yang sah, seperti tercantum dalam pasal 184 KUHAP

Pasal 184 KUHAP

Alat bukti yang sah


Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan. Dalam kasus ini mayat sudah ada identitas, selain itu sebab dan cara kematian sudah jelas sehingga tidak perlu dilakukan otopsi seperti yang tertera pada KUHAP 184.

Anda mungkin juga menyukai