Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca secara tepat pula. Apabila gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar atau pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Kalimat dinyatakan baik jika dapat diterima oleh pendengar atau pembacanya tanpa penilaian negatif, dan benar jika disusun berdasarkan sistem, kaidah, atau aturan bahasa Indonesia (Widjono, 2 !"#2 $ Agar kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat%kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur%unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. &ebaliknya, unsur%unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah ('ustakim, #(()"*+$.
1

,alam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat%kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. -al ini disebabkan oleh kalimat%kalimat yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele%tele. ,engan adanya kenyataan itu, pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak efektif. Berdasarkan kenyataan ini, rumusan masalah penulis adalah bagaimanakah penggunaan kalimat efektif dalam karya tulis ilmiah yang berjudul .Analisis /ingkat 'olekul Induksi -ormon dan 'ineral /erhadap 0ertumbuhan Bibit /anaman 1eruk (Citrus sp.$ /erserang 0enyakit 230,4 oleh 5ahman -airuddin, I 6ede 0utu Wira7an dan I 8yoman Wijaya 'ahasis7a 0asca &arjana 9ni:ersitas 9dayana ,enpasar%Bali 0rogram &tudi Biteknologi. 0embahasan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para pembaca mengenai kalimat efektif dan pemilihan kata yang tepat sesuai situasi tempat berbicara maupun sasaran yang dituju dalam berkomunikasi. /ahapan%tahapan yang digunakan dalam pengumpulan data untuk menganalisis karya tulis tersebut yaitu, dengan membaca lebih dahulu data yang didapat dengan sungguh%sungguh, memperhatikan setiap kalimat yang digunakan, sehingga dengan mudah menemukan kalimat efektif yang tidak sesuai. ,ata%data yang digunakan dalam pembahasan ini diperoleh dari internet. 0embahasan ini hanya terbatas pada kesalahan%kesalahan penggunaan kalimat efektif, yaitu ketidaklengkapan unsur%unsur kalimat dan kalimat yang mengandung pleonasme dalam karya tulis ilmiah yang berjudul .Analisis /ingkat 'olekul Induksi -ormon dan 'ineral /erhadap 0ertumbuhan Bibit /anaman 1eruk (Citrus sp.$ /erserang 0enyakit 230,4 oleh 5ahman -airuddin, I 6ede 0utu Wira7an dan I 8yoman Wijaya 'ahasis7a 0asca &arjana 9ni:ersitas 9dayana ,enpasar%Bali 0rogram &tudi Biteknologi.

BAB II PEMBAHASAN

'enurut 8a;ar (#((#, ))"!2$ ketidakefektifan kalimat dikelompokkan menjadi" #. 2. ketidaklengkapan unsur kalimat< kalimat dipengaruhi bahasa Inggris 'enurut 5amlan (#(()"=!%=>$ penggunaan bentuk%bentuk tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh bahasa asing, khususnya bahasa Inggris< =. ). !. +. kalimat mengandung makna ganda< kalimat bermakna tidak logis< kalimat mengandung gejala pleonasme< kalimat dengan struktur rancu Kalimat rancu adalah kalimat yang kacau susunannya. 'enurut Badudu (#(*="2#$ timbulnya kalimat rancu disebabkan oleh (#$ pemakai bahasa tidak mengusai benar struktur bahasa Indonesia yang baku, yang baik dan benar, (2$ 0emakai bahasa tidak memiliki cita rasa bahasa yang baik sehingga tidak dapat merasakan kesalahan bahasa yang dibuatnya, (=$ dapat juga kesalahan itu terjadi tidak dengan sengaja.

&eperti yang sudah dibicarakan sebelumnya bah7a kalimat efektif harus memiliki unsur% unsur yang lengkap dan eksplisit. 9ntuk itu, kalimat efektif sekurang%kurangnya harus mengandung unsur subjek dan predikat. 1ika salah satu unsur atau kedua unsur itu tidak terdapat dalam kalimat, tentu saja kalimat tersebut tidak lengkap. Adakalanya suatu kalimat membutuhkan objek dan keterangan, tetapi karena kelalaian penulis, salah satu atau kedua unsur ini terlupakan. Berikut ini adalah contoh kalimat yang tidak lengkap unsur kalimatnya dalam karya tulis ilmiah yang berjudul .Analisis /ingkat 'olekul Induksi -ormon dan 'ineral /erhadap 0ertumbuhan Bibit /anaman 1eruk (Citrus sp.$ /erserang 0enyakit 230,4. #. ,alam penelitian ini untuk mencari penyelesaian dari permasalahan transport ion dengan jalan pemberian hormon dan mineral yang terdiri dari unsur makro dan mikro serta sejumlah hormon seperti auksin, giberellin, sitokinin, dan :itamin. 1ika kita perhatikan kalimat di atas terlihat bah7a kalimat (#$ tidak memiliki subjek karena didahului oleh kata depan dalam. Agar kalimat di atas menjadi lengkap, kita harus menghilangkan bagian%bagian yang berlebih dan menambah bagian%bagian yang kurang sebagaimana terlihat pada contoh berikut" #. 0enelitian ini untuk mencari penyelesaian dari permasalahan transport ion dengan jalan pemberian hormon dan mineral yang terdiri dari unsur makro dan mikro serta sejumlah hormon seperti auksin, giberellin, sitokinin, dan :itamin. &elain ketidaklengkapan unsur dalam sebuah kalimat, biasanya kesalahan yang sering terdapat dalam sebuah karya tulis adalah kalimat yang mengandung pleonasme. Kalimat pleonasme adalah kalimat yang tidak ekonomis atau muba;ir, karena terdapat kata%kata yang sebenarnya tidak perlu digunakan. 'enurut Badudu (#(*="2($ timbulnya gejala pleonasme disebabkan oleh"
4

#. 2.

dua kata atau lebih yang sama maknanya dipakai sekaligus dalam suatu ungkapan< dalam suatu ungkapan yang terdiri atas dua patah kata, kata kedua sebenarnya tidak diperlukan lagi sebab maknanya sudah terkandung dalam kata yang pertama<

=.

bentuk kata yang dipakai mengandung makna yang sama dengan kata kata lain yang dipakai bersama%sama dalam ungkapan itu. 2ontoh kaliamat pleonasme dalam karya tulis yang berjudul .Analisis /ingkat 'olekul

Induksi -ormon dan 'ineral /erhadap 0ertumbuhan Bibit /anaman 1eruk (Citrus sp.$ /erserang 0enyakit 230,4 adalah sebagai berikut" #. 0ada prinsipnya cara ini adalah menggunakan prosedur dari 5ogers and Bendich, #((# dalam Wira7an, #(((. 2. 0rotein mempunyai fungsi-fungsi lain seperti transport dan penyimpanan, proteksi imun, rangsangan, integrasi metabolisme, kontrol pertumbuhan dan diferensiasi. =. Dalam penelitian ini untuk mencari penyelesaian dari permasalahan transport ion dengan jalan pemberian hormon dan mineral yang terdiri dari unsur makro dan mikro serta sejumlah hormon seperti auksin, giberellin, sitokinin, dan :itamin. Agar kalimat di atas menjadi efektif, kita harus menghilangkan bagian%bagian yang berlebih atau menambah bagian%bagian yang kurang. #. 0ada prinsipnya cara ini menggunakan prosedur dari 5ogers and Bendich, #((# dalam Wira7an, #(((. 2. 0rotein mempunyai fungsi lain seperti, transport dan penyimpanan, proteksi imun, rangsangan, integrasi metabolisme, kontrol pertumbuhan dan diferensiasi.

=.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari penyelesaian dari permasalahan transport ion dengan cara pemberian hormon dan mineral yang terdiri dari unsur makro dan mikro serta sejumlah hormon seperti auksin, giberellin, sitokinin, dan :itamin.

BAB III PENUTUP

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca secara tepat pula. Akan tetapi, membuat kalimat efektif tidaklah mudah, karena memerlukan keterampilan dan kecermatan tersendiri. Kesalahan yang ditemukan dalam karya tulis ilmiah yang berjudul .Analisis /ingkat 'olekul Induksi -ormon dan 'ineral /erhadap 0ertumbuhan Bibit /anaman 1eruk (Citrus sp.$ /erserang 0enyakit 230,4 oleh 5ahman -airuddin, I 6ede 0utu Wira7an dan I 8yoman Wijaya 'ahasis7a 0asca &arjana 9ni:ersitas 9dayana ,enpasar%Bali 0rogram &tudi Biteknologi adalah ketidaklengkapan unsur%unsur kalimat dan kalimat pleonasme, yaitu kalimat yang tidak ekonomis atau muba;ir, karena terdapat kata%kata yang sebenarnya tidak perlu digunakan. &aran yang dapat diberikan penulis, yaitu sebelum karya kita ditampilkan atau dibaca oleh masyarakat, hendaknya karya kita sudah dikoreksi atau dire:isi oleh orang lain yang memiliki pengetahuan sesuai dengan yang kita perlukan untuk mere:isi karya tersebut, agar tidak terlalu banyak kesalahan, sehingga membingungkan pembaca atau pendengar.