Anda di halaman 1dari 23

EKSPLORASI GEOKIMIA

KELOMPOK II

ANGGOTA :
Muhammad Reza Syahputra Rizki Akbar Putra Raditya Budi Nuryudha Partogi Octaviano

DEFINISI
Geokimia merupakan salah satu disiplin ilmu yang ada saat ini. Geokimia berasal dari dua buah disiplin ilmu yaitu ilmu geologi dan kimia. Hal ini bukan merupakan penggabungan ilmu, namun merupakan disiplin ilmu yang hanya membantu menjelaskan fenomena fenomena geologi yang terjadi dan ditinjau dari sisi kimianya.

Geokimia adalah ilmu yang mempelajari kandungan unsur dan isotop dalam lapisan bumi, terutama yang berhubungan dengan kelimpahan (abundant), penyebaran serta hukum-hukum yang mengontrolnya. Dari dasar ini berkembang beberapa cabang ilmu geokimia di antaranya yaitu geokimia panasbumi, geokimia mineral, geokimia petroleum dan geokimia lingkungan.

Geokimia memiliki beberapa definisi, definisi yang dilakukan oleh Goldschmidt menekankan pada dua aspek,yaitu:
1.Distribusi Unsur dalam bumi (deskripsi) 2.Prinsip-prinsip yang mengatur distribusi tersebut diatas (interpretasi)

Pada dasarnya definisi ini menyatakan bahwa geokimia mempelajari jumlah dan distribusi unsur kimia dalam mineral, bijih, batuan tanah, air, dan atmosfer. Tidak terbatas pada penyelidikan unsur kimia sebagai unit terkecil dari material, juga kelimpahan dan distribusi isotop-isotop dan kelimpahan serta distribusi inti atom.

Keberadaan dan munculnya Geokimia sebagai cabang ilmu geologi baru menyebabkan munculnya metode-metode dan data observasi baru. Hal yang menarik perhatian para ahli sedimentologi adalah awal mulanya sebagian besar penelitian mengenai geokimua mengarah pada penelitian kuantitatif untuk mengetahui penyebaran unsur-unsur kimia dialam, termasuk akan penyebaran dalam batuan sedimen.

Unsur-unsur radioaktif, khususnya 14C dan 40K, memungkinkan dilakukannya metoda penanggalan langsung terhadap batuan sedimen tertentu. Metoda 14C, yang dikembangkan oleh Libby, dapat diterapkan pada endapan resen. Metoda 40K/40Ar terbukti dapat diterapkan pada glaukonit, felspar autigen, mineral lempung, dan silvit yang ditemukan dalam endapan tua. Analisis isotop dapat digunakan untuk menentukan temperatur purba.

Mining Panas Bumi di daerah Suoh Sekicau, Lampung Barat

JENIS / METODA GEOKIMIA


Pengertian geokimia eksplorasi/prospeksi geokimia diartikan sebagai penerapan praktis prinsip-prinsip geokimia teoritis pada eksplorasi mineral (Levinson, 1973 dalam Eego, 1997) dengan tujuan agar mendapatkan endapan mineral baru dari logamlogam yang dicari dengan metoda kimia. Beberapa macam metoda geokimia yang dapat dilakukan adalah :

1. Metoda sedimen sungai Beberapa pertimbangan dan alasan pemilihan metoda sedimen sungai adalah: Dipakai dalam eksplorasi tahap awal (regional geochemical reconnaissance) diareal yang luas Menangkap dispersi geokimia sekunder di sepanjang aliran sungai Keuntungan: mampu menjangkau daerah yang luas dalam waktu yang singkat, jumlah contoh yang relatif sedikit, dan biaya yang relatif murah.
Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan survey sedimen sungai adalah : Waktu, biaya dan luas area yang disurvei Lokasi penyontoan/penyamplingan, densitas contoh Sensitifitas, akurasi dan presisi Kemungkinan adanya kontaminasi

Beberapa metoda yang dilakukan dalam metoda sedimen sungai adalah: Sedimen sungai aktif (stream sediment, SS), yaitu mengambil fraksi berukuran silt-clay dengan cara menyaring sedimen dengan saringan berukuran -80#. Tujuan dari metoda ini adalah menangkap butiran emas dan base metal berukuran halus (lihat Gambar 4.1).

Gambar 4.1. Pengambilan contoh sedimen sungai aktif (foto diambil dari kegiatan pengambilan sampel Freeport, Irian Jaya).

Konsentrat dulang (pan concentrate, PC), yaitu mengambil fraksi mineral berat dalam sedimen sungai dengan cara mendulang dengan tujuan menangkap emas berbutir kasar dan mineral berat lainnya (Gambar 4.2).

Gambar 4.2. Geologist mengambil sampel dulang (pan concentrate) untuk mendapatkan mineral-mineral berat.

Bulk Leach Extractable Gold (BLEG), semua fraksi sedimen diambil tanpa terkecuali. Tujuannya untuk menangkap semua butiran emas dan mampu mendeteksi kadar emas yang sangat rendah (ambang deteksi 0,1 ppb). Dalam prakteknya BLEG dilakukan pada tahap awal dengan densitas 1 contoh per 5-10 km2, sedangkan SS dan PC dilakukan pada tahap berikutnya dengan densitas 1 contoh per 1-3 km2. Contoh peta yang dihasilkan dengan menggunakan metoda geokimia dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Gambar 4.3. Contoh peta geokimia sebaran unsur tembaga (Cu) dari data endapan sungai aktif di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bagian Barat (Meiyanto, 2004).

2. Metoda percontohan tanah (soil sampling) Tahapan eksplorasi lanjutan setelah stream sediment Menangkap dispersi geokimia sekunder di sekitar (di atas) tubuh mineralisasi Metoda: Grid atau spurs and ridges Alat : hand auger Situasi dimana survei soil dilakukan antara lain : Survei pendahuluan dilakukan di daerah yang pola pengalirannya tidak berkembang Survei lanjutan dilakukan di daerah anlomali yang dilokalisir oleh survei sedimen sungai Survei lanjutan di daerah anomali yang dilokallisir oleh survei geofisika Survei lanjutan di sekitar lokasi gossan Mendeliniasi target bor uji di sekitar mineralisasi yang diketahui

Gambar 4.4. Pola pengambilan sampel ridge and spur pada daerah punggungan bukit (Rose et al., 1979)

Kondisi yang harus diperhatikan pada waktu melakukan sampling dengan metoda percontohan tanah adalah : Cukup material yang diambil untuk analisis Contoh diambil dari horison yang sama (umumnya B) Jika horison soil tidak berkembang, contoh diambil pada kedalaman yang sama Contoh harus diambil dari jenis soil yang sama (residual / transported) Faktor yang menyebabkan adanya kontaminasi pada sampel harus diketahui.

3. Metoda percontohan batuan (rock sampling) Dilakukan dalam tahap akhir eksplorasi permukaan Lokasi pengambilan contoh: singkapan, float, pits, trenches, drill holes Menangkap dispersi geokimia primer Dimaksudkan untuk keperluan analisis kimia mineral (unsur utama, unsur target, unsur pathfinder) dan fisika mineral (petrografi, X-Ray, dan inklusi fluida). Beberapa cara pengambilan contoh yang dapat dilakukan adalah dengan : Grab / specimen Chip Channel / Panel Drill cutting / Core

4. Hydrogeochemistry (water sampling) Metoda ini merupakan metoda untuk menganalisis/menghitung komposisi kimia material yang terlarut dalam air. Jenis-jenis air (natural water) yang dapat dipakai sebagai media sampling yaitu air sungai, danau, air tanah, mata air, dan lain - lain.
Permasalahan yang dapat muncul dalam metoda ini : 1. Konsentrasi yang sangat rendah (ppb) Analytical difficulties Serious risk of contamination 2. Kimia air sangat sensitif terhadap kondisi cuaca dan lingkungannya 3. Merupakan indikator yang paling baik untuk serangkaian endapan U, V, Rn (Radon), He, Mo, Zn, Bi, F dan SO4 24. Indikator Cu dan Pb umumnya sulit untuk diinterpretasi.

5. Biogeochemistry surveys Metoda ini memanfaatkan komposisi kimia tumbuhan yang dipakai sebagai media contoh. Akar tumbuhan potensial sebagai media sampling karena sifatnya yang menyerap larutan dalam air tanah. Larutan ini mungkin membawa garam-garam inorganik yang dapat diendapkan di berbagai tumbuhan, seperti daun, kulit kayu, buah dan bunga. Pada bagian tertentu dari beberapa jenis tumbuhan telah terbukti menunjukkan kadar konsentrasi unsur-unsur tertentu yang lebih tinggi jika tumbuh pada soil yang berkembang di atas cebakan mineral daripada di soil biasa. Istilah geobotany melibatkan identifikasi visual jenis spesies tumbuhan yang hidup di daerah tertentu. Pengamatan terhadap jenis tumbuhan penutup mungkin dapat mengindikasikan mineralisasi di bawahnya. Contoh : Becium homblei dipakai di Afrika bagian selatan untuk mengindikasikan anomali Cu dalam soil. Di daerah tropis bagian atas porfiri sistem yang kaya sulfida biasanya tidak ditumbuhi tumbuhan atau hanya semak rumput, misalnya Grasberg di Irian Jaya. Fenomena ini dapat terlihat dalam foto udara dan Landsat.

6. Gas surveys Survei gas ini didasarkan dari banyakya cebakan mineral yang mengandung volatile. Karena mobilitasnya tinggi, material volatile ini dapat mencapai permukaan dan dilepaskan ke atmosfer. Contoh : Mercury di atas cebakan logam dasar (base metals) dan emas epitermal Radon sebagai hasil peluruhan U238 dalam cebakan uranium Helium dari cebakan U dan Th SO2 terdeteksi sebagai hasil oksidasi sulfida Berbagai hidrokarbon volatile dalam survei minyak dan gas bumi Teknik penyontoan bervariasi dari mulai dengan pesawat terbang atau helikopter, detektor yang dipasang dalam tanah atau dalam air, sampai anjing yang dilatih untuk mendeteksi sulfida dari kehadiran H2S.

MANFAAT EKSPLORASI GEOKIMIA


Eksplorasi atau prospeksi geokimia didefinisikan sebagai pengukuran sistematis terhadap satu atau lebih trace elements (unsur-unsur jejak) dalam batuan, soil, sedimen sungai, vegetasi, air atau gas dengan tujuan untuk menentukan anomali-anomali geokimia (Levinson, 1974; Rose et al, 1979; Joyce, 1984; Chaussier, 1987).

Eksplorasi ini dilakukan dengan maksud kita dapat menganalisis didaerah/batuan/lapisan mana yang memiliki kandungan kandungan kimia. Contohnya: unsur-unsur bijih besi, minyakbumi, gas alam dan lain lain. Dimana keberadaan unsur-unsur tersebut berada dalam kondisi yang tidak tetap, melainkan selalu bermigrasi yang merupakan akibat dari aktivitas lempeng bumi yang berada diatas magma. Kondisi yang tidak stabil ini menyebabkan pergerakan pergerakan lempeng bumi yang nantinya akan mempengaruhi kondisi unusr unsur yang berada didalam lempeng bumi. Sehingga eksplorasi geokimia perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan lokasi eksplorasi.

^-^ TERIMA KASIH THANK YOU ARIGATOUGOZAIMASHITA