Anda di halaman 1dari 2

Penyembuhan lesi periradikuler Regenerasi adalah suatu proses digantikannya jaringan periradikuler yang telah berubah dengan jaringan

asli secara sempurna dan dengan arsitektur dan fungsi seperti semula. Sedangkan perbaikan atau reparasi adalah suatu proses digantikannya jaringan yang telah berubah tetapi tidak pulih kembali seperti struktur sediakala. Pemeriksaan histologi menunjukkan bahwa proses penyembuhan lesi periradikuler setelah perawatan saluran akar adalah suatu reparasi dan bukan suatu regenerasi jaringan periradikuler. Inflamasi dan penyembuhan membentuk suatu proses yang sebagai respon terhadap cedera. Inflamasi mendominasi tahap awal setelah cedera, yang kemudian beralih ke penyembuhan setelah respon awal mereda. Urutan kejadian yang mengarah pada resolusi lesi periradikuler belum pernah dipelajari secara mendalam. Berdasarkan pada proses reparasi tempat bekas ekstraksi yang pada jaringan lain mungkin tidak persis sama!, respons inflamasi akan menurun sedangkan sel"sel pembentuk jaringan fibroblas dan sel endotel! akan meningkat setelah penyebabnya dihilangkan. #emudian organisasi dan maturasi jaringan mulai aktif. $ulang yang telah di resorpsi mulai diisi oleh tulang baru, dentin dan sementum yang teresorpsi direparasi oleh sementum seluler. Pemeriksaan histologi dari lesi periradikuler yang sedang mengalami tahap penyembuhan, menunjukkan adanya deposisi sementum, peningkatan %askularisasi, dan akti%itas fibroblas dan osteoblas. Pada beberapa lesi terlihat bahwa tidak semua struktur pulih kembali seperti sediakala. $erlihat adanya %ariasi dalam pola tulang atau serabut yang berbeda. &al ini bisa terlihat dalam gambaran radiografi, terlihat melebarnya lamina dura atau berubahnya konfigurasi tulang. $ahap terpenting dalam proses pemulihan jaringan yang mengalami inflamasi adalah pembentukan jaringan granulasi. Secara histologis jaringan granulasi ditandai dengan proliferasi pembuluh darah baru neovaskularisasi! dan fibroblas. Rekrutmen dan stimulasi fibroblas dikendalikan oleh banyak faktor pertumbuhan, meliputi platelet-derived growth factor P'()!, basic fibroblast growth factor b)()!, dan transforming growth factor-beta $()"*!, sitokin interleukin +! dan tumor necrosis factor $,)! yang disekresikan oleh leukosit dan fibroblas. Secara khusus makrofag merupakan unsur sel yang penting pada pembentukan jaringan granulasi. Selain membersihkan debris ekstraseluler dan fibrin pada tempat jejas, makrofag juga mengelaborasi suatu penjamu mediator yang menginduksi proliferasi fibroblas dan produksi matriks ekstraseluler -./!. Sintesis kolagen oleh fibroblas dimulai sejak awal proses penyembuhan hari ke"0 hingga ke"1! dan berlanjut selama beberapa minggu tergantung pada luas penyembuhan. Pada daerah radang juga

terdapat sel mast, dan dengan lingkungan kemotaksis yang sesuai limfosit dapat muncul. $iap"tiap sel ini dapat turut berperan langsung ataupun tidak langsung terhadap proliferasi dan akti%asi fibroblas. Pembentukan pembuluh darah baru akan membantu mempercepat proses regenerasi sel dan normalisasi jaringan. Pembentukan neovaskularisasi berfungsi untuk menyuplai %itamin, mineral, glukosa, dan asam amino ke fibroblas untuk memaksimalkan pembentukan kolagen serta membebaskan jaringan dari nekrosis, benda asing, dan infeksi sehingga mempercepat penyembuhan radang.2+ Beberapa faktor yang menginduksi neovaskularisasi adalah basic epithelial growth factor b)()! dan vascular endothelial growth factor 3-()!. Penyebab dihilangkan

Respon inflamasi )ibroblas4Sel endotel

Pembentukan dan maturasi jaringan

$ulang resorbsi

'iisi

tulang baru,dentin ,sementum

Pembentukan jaringan granulasi

,eo%askularisasi

menyuplai %itamin, mineral, glukosa, dan asam amino ke fibroblas

pembentukan kolagen,membebaskan jaringan dari nekrosis, benda asing, dan infeksi sehingga mempercepat penyembuhan radang.