Anda di halaman 1dari 4

STOIKIOMETRI

Hernandi Gumilang 133020082 Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas pasundan ABSTRAK
Stokiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoikheion yang berarti elemen dan metria yang berarti ukuran. Stoikiometri dalam ilmu kimia dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari suatu reaktan dan produk dalam reaksi kimia atau dalam persamaan kimia. Tujuan dari percobaan stoikiometri adalah untuk menentukan hasil reaksi kimia. Selain itu, agar praktikan dapat dengan mudah menuliskan rumus dari suatu senyawa dan mempelajari stoikiometri. Prinsip percobaan ini adalah berdasarkan metode variasi kontinyu yaitu sederet pengamatan kuantitas molar totalnya sama tapi kuantitas pereaksinya berubah-ubah . Salah satu sifat fisika dipilih diperiksa yaitu massa, volume, suhu dan daya serap. Key words :stoikiometri.

PENDAHULUAN
Stokiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoikheion yang berarti elemen dan metria yang berarti ukuran. Stokiometri dalam ilmu kimia dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari suatu reaktan dan produk dalam reaksi kimia atau dalam persamaan kimia (Anonim, 2013). Tujuan dari percobaan stoikiometri adalah untuk menentukan hasil reaksi kimia. Selain itu, agar praktikan dapat dengan mudah menuliskan rumus dari suatu senyawa dan mempelajari stoikiometri Prinsip percobaan ini adalah berdasarkan metode variasi kontinyu, di mana dalam metode ini dilakukan sederet pengamatan kuantitas molar totalnya sama tapi kuantitas pereaksinya berubah-ubah . Salah satu sifat fisika dipilih diperiksa yaitu massa, volume, suhu dan daya serap.

Metode Percobaan 1. Kedalam 5 buah gelas kimia, mula-mula masukan


25 mL NaOH 1M kemudian catat temperaturnya. Masukan 5 mL CuSO4 1M ke dalam gelas kimia dan catat temperaturnya. Campurkan kedua larutan tersebut kemudian diaduk. Setelah itu, amati temperatur campuran tersebut. Ulangi percobaan menggunakan 20 mL NaOH 1M dan 10 mL CuSO4 1M; 15 mL NaOH 1M dan 15 mL CuSO4 1M; 10 mL NaOH 1M dan 20 mL CuSO4 1M; serta 5 mL NaOH 1M dan 25 mL CuSO4 1M. 2. Kedalam 5 buah gelas kimia, mula-mula masukan 5 mL NaOH 1M kemudian catat temperaturnya. Masukan 25 mL CH3COOH 1M ke dalam gelas kimia dan catat temperaturnya. Campurkan kedua larutan tersebut kemudian diaduk. Setelah itu, amati temperatur campuran tersebut. Ulangi percobaan menggunakan 10 mL NaOH 1M dan 20 mL CH3COOH 1M; 15 mL NaOH 1M dan 15 mL CH3COOH 1M; 20 mL NaOH 1M dan 10 mL CH3COOH 1M; serta 25 mL NaOH 1M dan 5 mL CH3COOH. Perubahan temperatur yang terjadi selama pencampuran ini diamati dan dicatat sebagai temperature akhir (TA), di mana perubahan temperatur (T) yaitu selisih dari TA dan TM (T = TA - TM). Setelah T didapat kemudian buatlah grafik antara T (Sumbu Y) dan volume asam/basa (Sumbu X).

METODOLOGI Bahan dan Alat


Bahanbahan yang digunakan dalam percobaan stoikhiometri adalah NaOH , CH3COOH, dan CuSO4. Alat yang digunakan dalam percobaan stoikhiometri adalah gelas kimia 100 ml, filler, pipet berukuran, pipet seukuran, batang pengaduk, thermometer, dan botol semprot.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel 1. Hasil Pengamatan Sistem NaOH dan CuSO4 NaOH CuSO4 TM TA T 1M 1M (oC) (oC) (oC) 25 mL 5 mL 28 30 2 20 mL 10 mL 27,5 31 3,5 15 mL 15 mL 28,5 31,5 3 10 mL 20 mL 28 30 2 5 mL 25 mL 27,5 29 1,5 (Sumber : Hernandi Gumilang, 133020082, meja 2, kelompok D)

mmol NaOH 25 20 15 10 5

mmol CuSO4 5 10 15 20 25

mmol NaOH mmol CuSO4 5 2 1 0,2 0,5

Grafik 1. Titik Stoikiometri Sistem NaOH-CuSO4


4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 1 2 3 4 5 6

mmol NaOH mmol CuSO4

Tabel 2. Hasil pengamatan Sistem NaOH dan CH3COOH NaOH CH3COOH TM TA o o 1M 1M ( C) ( C)

T (oC)

mmol CH3COOH 5 10 15 20 25

mmol NaOH 25 20 15 10 5

mmol NaOH mmol CH3COOH 0,2 0,5 1 2 5

5 mL 25 mL 27,5 28,5 1 10 mL 20 mL 27,5 30 2,5 15 mL 15 mL 27 31 4 20 mL 10 mL 26,25 29 2,5 25 mL 5 mL 27,5 29 1,5 (Sumber : Hernandi Gumilang, 133020082, meja 2, kelompok D)

Grafik 2. Titik Stoikiometri Sistem NaOH-CH3COOH


4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 1 2 3 4 5 6

mmol NaOH mmol CH3COOH

Dari hasil percobaan variasi kontinyu yang dilakukan dapat diketahui hasil percobaan dari sistem NaOH CuSO4 didapatkan hasil yaitu, pada larutan CuSO4 1M yang volumenya berturut-turut 5, 10, 15, 20, dan 25 mL dengan larutan NaOH 1 M yang volumenya berturut-turut 25, 20, 15, 10, dan 5 mL memiliki temperatur awal atau TM berturut-turut 28 C, 27,5 C, 28,5 C, 28 C, dan 27,5 C. Setelah kedua larutan dicampur dan diukur temperaturnya sebagai temperatur akhir didapat TA secara berturut-turut 30 C, 31 C, 31,5 C, 30 C, dan 29 C. Kemudian dicatat perubahan suhu yang terjadi pada kedua campuran larutan tersebut, didapat T secara berturut-turut, 2 C, 3,5 C, 3 C, 2 C, dan 1,5 C. Mmol CuSO4 secara berturut-turut yaitu, 5, 10, 15, 20, dan 25 mmol sedangkan mmol NaOH secara berturut-turut, 25, 20, 15, 10, dan 5 mmol. Perbandingan antara kedua mmol campuran tersebut secara berturut-turut yaitu, 5, 2, 1, 0,5, dan 0,2 mmol. Sedangkan pada percobaan dari sistem NaOH CH3COOH didapatkan hasil yaitu, pada larutan NaOH 1M yang volumenya berturut-turut 5, 10, 15, 20, dan 25 mL dengan larutan CH3COOH 1M yang volumenya berturut-turut 25, 20, 15, 10, dan 5 mL memiliki temperatur awal atau TM berturut-turut 27,5 C, 27,5 C, 27 C, 26,5 C, dan 27,5 C. Setelah kedua larutan dicampur dan diukur temperaturnya sebagai temperatur akhir didapat TA secara berturutturut 28,5 C, 30 C, 31 C, 29 C, dan 29 C. Kemudian dicatat perubahan suhu yang terjadi pada kedua campuran larutan tersebut, didapat T secara berturut-turut, 1 C, 2,5 C, 4 C, 2,5 C, dan 1,5 C. Mmol CH3COOH secara berturut-turut yaitu, 25, 20, 15, 10, dan 5 mmol, sedangkan mmol NaOH secara berturut-turut, 5, 10, 15, 20, dan 25 mmol. Perbandingan antara kedua mmol campuran tersebut secara berturut-turut yaitu, 0,2, 0,5, 1, 2, dan 5 mmol. Titik maksimum pada pengamatan NaOH-CuSO4 terletak pada koordinat (2:3,5), sedangkan titik minimumnya terletak di koordinat (0,2:1,5). Untuk pengamatan NaOH-CH3COOH, titik maksimumnya terletak di koordinat (1:4), sedangkan titik minimumnya terletak di koordinat (0,2:1). Dari teori-teori dan hasil percobaan diatas didapatkan bahwa hasil percobaan yang dilakukan hampir sesuai dengan teori, dimana titik komposisi terbaik itu berada terdapat saat perbandingan volume kedua larutan sama, satu banding satu (1:1), yaitu 15 mL dan 15 mL. Namun pada percobaan sistem NaOH dan CuSO4 komposisi terbaik terdapat di percobaan nomor 2 saat perbandingan volume 2:1. dan titik komposisi terburuk terdapat saat kedua larutan mempunyai perbandingan volume yang jauh, seperti 1:5 atau 5:1 yang terdapat pada percobaan nomor 1 dan 5 pada kedua sistem percobaan. Titik maksimum dalam stoikiometri adalah titik maksimal yang dicapai pada angka yang dihasilkan

dari suatu larutan dengan perbandingan suhu dan kuantitas molar pereaksinya. Titik minimum dalam stoikiometri adalah titik terendah yang dicapai pada angka yang dihasilkan dalam tabel. Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoikheion yang berarti elemen dan metria yang berarti ukuran. Stoikiometri dalam ilmu kimia dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari suatu reaktan dan produk dalam reaksi kimia atau dalam persamaan kimia (Anonim, 2013). Aplikasi stokhiometri di bidang pangan adalah dalam proses pengalengan suatu produk pangan, untuk mengetahui konsentrasi dan temperatur dari suatu bahan pangan dalam suatu olahan makanan, mengetahui kadar suatu kandungan zat dalam bahan pangan dan mengetahui komposisi terbaik dalam membuat suatu olahan bahan pangan. Penyebab kesalahan yang dilakukan praktikan adalah termometer yang menyentuh tangan sehingga pengukuran suhu tidak tepat, salah dalam membandingkan sistem NaOH dan CuSO4, dalam melakukan percobaan praktikan kurang sigap dan kurang cekatan sehingga waktu kurang efisien.

KESIMPULAN
Dari percobaan stoikiometri dapat disimpulkan bahwa dari beberapa variasi volume sistem yang digunakan didapatkan titik maksimum pada pencampuran antara dua larutan yang volumenya seimbang dengan parameter suhu, di mana larutan yang memiliki perubahan suhu tertinggi merupakan campuran sempurna. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2013. Stoikiometri. http://id.wikipedia.org. (26 Oktober 2013)

Anonim. 2013. Stoikiometri. www.scribd.com. (26 Oktober 2013)


Brady, E. James. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Binapura Aksara : Jakarta. Chang, Raymond. 1989. Kimia Dasar Konsep Konsep Inti.Erlangga : Jakarta Middlecamp, Catherine dkk. 1985. Panduan Belajar Kimia Dasar.PT Gramedia: Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai