Anda di halaman 1dari 7

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik yaitu mencari hubungan antara variabel bebas (faktor-faktor pemilihan kontasepsi suntik) dengan variabel terikat (pemilihan kontasepsi suntik). Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional yaitu pendekatan yang digunakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dalam waktu yang bersamaan.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang tercatat sebagai peserta KB di wilayah Puskesmas Kedungmundu Semarang periode bulan Februari 2011 sebanyak 32 orang. Berdasarkan hal tersebut maka populasi penelitian yang akan dilakukan pada bulan Juli 2011 berjumlah 32 orang. 2. Sampel Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik quota sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quontum atau jatah (Notoatmodjo, 2005). Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah ibu peserta KB di Puskesmas Kedungmundu Semarang periode bulan Juli 2011 yang tetapkan sebanyak 32 orang.

25

26

C. Definisi Operasional Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Variabel 1. Pendidikan Pendidikan formal yang berhasil ditempuh oleh ibu Kuesioner A Dengan kategori Ordinal a. SD b. SMP c. SMA d. Pendidikan tingg Jumlah skor dukungan suami tertinggi 34 dan terendah 17 Ordinal Definisi Operasional Parameter Hasil Ukur Skala

2. Dukungan Suami

Dukungan suami terhadap ibu dalam pemilihan penggunaan KB suntik

Kuesioner B Yang terdiri dari 17 pernyataan dengan jawaban Ya skor 2 dan pernyataan tidak skor 1 Kuesioner B Terdiri dari 14 pernyataan Kategori jawaban : 1. Jawaban benar skor 2 2. Jawaban salah skor 1 Kuesioner B Terdiri dari 1 pernyataan dengan kategori : 1. Jawaban benar skor 2 2. Jawaban salah skor 1

Pengetahuan yang dimiliki 3. Tingkat Pengetahuan ibu tentang KB suntik

Jumlah skor pengetahuan tertinggi 28 dan terendah 14.

Interval

4. Penggunaan KB Suntik

Keputusan ibu PUS untuk menggunakan alat kontrasepsi KB Suntik

Dengan kategori 1. Menggunakan 2. Tidak menggunakan

Nominal

27

D. Tempat penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kedungmundu Semarang.

E. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada periode bulan Juli 2011.

F. Etika Penelitian 1. Informed Concent (Lembar Persetujuan) Peneliti memberikan penjelasan kepada responden penelitian tentang maksud dan tujuan penelitian. Setelah itu peneliti memberikan lembar persetujuan kepada responden yang telah terpilih sesuai dengan kriteria. Responden mengerti dan menyetujui berpartisipasi dalam penelitian ini kemudian diminta menandatangani lembar persetujuan yang telah peneliti persiapkan (Nursalam, 2003). 2. Anonimity (Kerahasiaan identitas) Peneliti menjaga kerahasiaan identitas responden dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian, dengan cara memberikan kode atau tanda pada lembar kuesioner yang kode itu hanya diketahui oleh peneliti (Nursalam, 2003). 3. Confidentiality (Kerahasiaan informasi) Kerahasiaan informasi responden dijamin peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian. Peneliti menyimpan dengan baik hasil kuesioner dan setelah jangka waktu 5 tahun data ini peneliti musnahkan sesuai ketentuan akademik (Nursalam, 2003).

G. Alat Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dukungan suami dan pengetahuan akseptor KB suntik Pasangan Usia Subur (PUS) di

28

Puskesmas Kedungmundu adalah berupa kuesioner. Jumlah item pertanyaan dalam kuesioner ini secara keseluruhan yaitu 40 item pernyataan. b. Kuesioner A : Berisi tentang karakteristik responden berupa pendidikan dan jenis kontrasepsi yang digunakan. c. Kuesioner B : Berisi tentang pengukuran dukungan suami yang terdiri dari 17 pernyataan favorable dan unfavorable. Untuk pernyataan favourable (positif) skor jawaban Ya (2) dan Tidak (1) untuk pernyataan unfavorable (negatif), skor jawaban Ya (1) dan Tidak (2). Pernyataan favorable (positif) terdapat pada nomor :

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15 dan 16 sedangkan pernyataan unfavorable (negatif) terdapat pada nomor : 17. Skor tertinggi 34 dan terendah 17, jumlah skor 17 - 25 termasuk dalam kategori Tidak Mendukung dan skor 26 - 34 termasuk kategori Mendukung. d. Kuesioner C : Berisi tentang pengukuran tingkat pengetahuan ibu yang terdiri dari 14 item pertanyaan favorable (positif) dan unfavorable (negatif). Untuk pernyataan favorable dengan pilihan jawaban benar skor (2) dan salah (1) untuk pernyataan unfavorable jawaban benar skor (1) dan salah (2). Pernyataan favorable (positif) terdapat pada nomor : 1,2,3,4,6,10,11,12 dan 13 sedangkan pernyataan unfavorable (negatif) terdapat pada pernyataan nomor : 5 dan 14. Nilai tertinggi 40 dan terendah 20, dibagi dalam kategori Baik (33 40), Cukup (26 32) dan Kurang (20 25). 2. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Uji Validitas Suatu uji instrumen yang mana digunakan untuk mengukur apakah sebuah instrumen penelitian tersebut valid atau sahih. Uji validitas ini telah diujikan pada ibu akseptor KB suntik di BPS (Bidan Praktek Swasta) Ny. Okta Firtriana terhadap 20 orang. Jenis uji validitas yang

29

digunakan adalah uji validitas konstruk dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson Product moment. Keputusan hasil uji validitas adalah dikatakan valid jika rhitung > rtabel pada 5% (Riwidikdo, 2007). Hasil pengujian validitas adalah sebagai berikut : 1) Variabel dukungan suami : hasil uji validitas menunjukkan bahwa terdapat 3 nomor yang tidak valid yaitu 1, 9, dan 10 sehingga dikeluarkan dari konstruk, sementara untuk nomor lainnya didapatkan rentang r hitung antara 0,515 - 0,875. Nilai tersebut lebih besar dari r tabel sebesar 0,444 sehingga dinyatakan valid. 2) Variabel pengetahuan : hasil uji validitas menunjukkan terdapat 6 nomor yang tidak valid yaitu 5, 10, 12, 17, 18 dan 20 sehingga dikeluarkan dari konstruk, sementara untuk nomor lainnya didapatkan rentang r hitung antara 0,456 0,847. Nilai tersebut lebih besar dari r tabel sebesar 0, 444 sehingga dinyatakan valid. b. Uji Reliabilitas Suatu uji terhadap instrument penelitian yang menunjukkan bahwa suatu instrumen tersebut dapat dipercaya dan diandalkan (Arikunto, 2006). Uji reliabilitas dilakukan dengan uji alpha cronbach. Instrumen dinyatakan reliabel bila nilai alpha 0,60 atau mendekati 1 (Ghozali, 2005). Hasil uji reliabilitas didapatkan koefisien Cronbach Alpha sebesar 0,943 untuk variabel dukungan suami dan 0,891 untuk variabel pengetahuan yang lebih besar dari 0,6 sehingga semua variabel dinyatakan memiliki reliabilitas tinggi. H. Prosedur Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Peneliti mendatangi Ibu akseptor KB di Puskesmas Kedungmundu Semarang. 2. Memberikan penjelasan pada responden penelitian tentang tujuan penelitian dan sifat keikutsertaan responden penelitian dalam kegiatan penelitian.

30

3. Membagikan

kuesioner

kepada

responden

penelitian

dan

menginformasikan tentang cara pengisian kuesioner. 4. Meminta pada responden penelitian untuk mengumpulkan kuesioner yang telah diisi lengkap pada responden, untuk selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisis data.

I. Teknik Pengolahan dan Analisis Data 1. Teknik Pengolahan Data Pengolahan data pada penelitian ini dilaksanakan dengan tahap sebagai berikut : a. Editing Mengecek kembali kuesioner yang telah diberikan kepada responden. b. Coding Dilakukan dengan memberi tanda pada masing-masing jawaban dengan kode berupa angka, sehingga memudahkan proses pemasukan data di komputer. Variabel tingkat pendidikan SD kode 1, SMP kode 2, SMA kode 3, dan Pendidikan Tinggi kode 4. Variabel pekerjaan kategori Ibu RT kode 1, Buruh kode 2, Petani kode 3, Swasta kode 4 dan PNS kode 5. Variabel pendapatan kategori Rendah (< UMR = Rp 961.323) kode 1 dan kategori Tinggi (> UMR = Rp 961.323) kode 2. Variabel dukungan suami kategori Mendukung kode 2 dan Tidak Mendukung kode 1. Variabel pengetahuan kategori Baik kode 3, kategori sedang kode kode 2 dan kurang kode 1. c. Skoring (penilaian) Pada tahap skoring ini peneliti memberi nilai pada data sesuai dengan skor yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden.

31

d. Tabulating (tabulasi) Kegiatan tabulating meliputi memasukkan data-data hasil penelitian ke dalam tabel-tabel sesuai kriteria yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner yang telah ditentukan skornya. e. Data Entry (memasukkan data) Tahap terakhir dalam penelitian ini yaitu memasukkan data dari kuesioner ke dalam paket program komputer. f. Processing Setelah diedit dan dikoding, diproses melalui program komputer.

2. Analisis Data a. Analisis Univariat Peneliti melakukan analisis univariat dengan tujuan menganalisis secara deskriptif variabel karakteristik, pengetahuan dan praktik pemilihan KB suntik. Analisa univariat digunakan untuk mengestimasi parameter populasi, untuk data numerik terutama ukuran-ukuran tendensi sentral dengan nilai mean, modus, median, standar deviasi, maksimum, minimum sedangkan untuk variabel pengetahuan dan penggunaan KB suntik berbentuk kategorik dengan menggunakan analisis berbentuk distribusi frekuensi. b. Analisis bivariat Analisis bivariat adalah analisis yang digunakan untuk menganalisis dua variabel yang diduga berhubungan (Notoatmodjo, 2005). Analisis ini berfungsi untuk mengetahui karakteristik, pengetahuan dan dukungan suami dengan penggunaan KB suntik. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-square (X2). Uji ini digunakan karenda data pada variabel terikat berbentuk nominal atau kategori.