Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL

CASCADE COUNTER

Disusun oleh : Nama : Vanny Elsyavitriani Bowo Nim : 121344031 Kelas : 1 C / 1 TNK-2 Tanggal praktikum : 8 Maret 2013 Partner praktikum : Triyas Nurul Fathonah (121344030 )

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

I. TUJUAN PERCOBAAN

1. Mahasiswa dapat memahami apa yang dimaksud dengan system rangkaian cascade counter dan teknik pembuatan rangkaian cascade counter dengan membuat secara langsung rangkaian tersebut. 2. Mahasiswa dapat menganalisa rangkaian tersebut.
II. PERALATAN DAN KOMPONEN

1. IC 7414 (Clock) 2. IC 7406 (Buffer) 3. IC 7490 4. IC 7408 5. IC 7447 6. Decorder BCD to 7 segment 7. Resistor 330 ohm 8. Potensiometer 9. LED 10. Decorder BCD to 7 segment 11. Protoboard 12. Kabel Pejal 13. Power supply 14. Multimeter 15. Kabel power supply

III. LANDASAN TEORI

Rangkaian cascade counter adalah suatu rangkaian penghitung bilangan biner lebih dari satu digit yaitu dapat berupa bilangan puluhan, ratusan bahkan ribuan. Rangkaian ini dibangun dari lebih dari satu rangkaian clock pembangkit pulsa, decoder BCD to 7-segment dan IC 7490 dengan modulus 10. IC ini akan menghitung dari 0-9 karena karena memiliki modulus 10. Sistem kerja dari rangkaian praktikum kali ini adalah pertama kita akan membuat rangkaian counter pertama yang terdiri dari rangkaian clock pembangkit pulsa, decoder BCD to 7segment dan IC 7490. Setelah counter pertama selesai kita rangkai, kita gabungkan rangkaian yang telah kita buat dengan kelompok lain agar bisa menjadi rangkaian cascade counter.

IV. LANGKAH KERJA

1. Pertama kita atur terlebih dahulu tegangan yang ada pada power supply sebesar 5 volt. 2. Setelah itu buat jalur Vcc dan ground pada protoboard. Setelah semua rangkaian selesai dirangkai baru kita sambungkan ke power supply dengan kabel penyambung. 3. Lalu kita buat rangkaian clock, buffer indicator dengan menggunakan LED dan decoder BCD to 7 segment. Untuk mengefisienkan waktu kita persiapkan terlebih dahulu ketiga rangkaian tersebut. Rangkaian tersebut dapat kita buat dengan pada papan pcb atau pada protoboard. a) Gambar rangkaian clock dan indicator buffer setelah disambungkan

II

OC

b) Gambar rangkaian decoder BCD to 7 segment + IC 7447

4. Setelah itu rangkai dan analisa Rangkaian Up Counter Modulus 10 yang dibangun dari IC 7490, 74447, 7-segment Display LED. Hubungkan dengan pembangkit pulsa clock dengan frekuensi sekitar 1 Hz. Gambar rangkaiannya seperti di bawah ini :
Rangkaian decoder BCD to 7 segment

Clock Gen

Counter 1 Decade Counter

5. Kemudian kita uji rangkaian diatas. Tolak ukur keberhasilan rangkaian ini ada pada tampilan 7-segment. Apabila berhasil, 7-segment akan menampilkan angka 0 sampai 9. 6. Setelah berhasil kita gabungkan rangkaian ini dengan rangkaian kelompok lain yang memiliki rangkaian yang sama yaitu Rangkaian Up Counter Modulus 10agar membentuk Cascade Counter. Dalam rangkaian ini kita menambahkan IC 7408 yang berfungsi sebagai Gambar rangkaiaannya seperti di bawah ini :
Rangkaian decoder BCD to 7 segment Rangkaian decoder BCD to 7 segment

Clock Gen

Counter 1 Decade Counter (IC 7490)

Counter 2 Decade Counter (IC 7490)

7. Lalu kita coba rangkaian tersebut dengan membuat modulus 60. Untuk membuat modulus 60, Qb dan Qc pada counter 2 dihubungkan menjadi input and-gate. Output pada and-gate nya dihubungkan ke kaki 2,3,6 pada counter 2. Modulus 60 menghitung dari 0-59. Pada modulus 60 Sistem kerjanya adalah, counter yang bertindak sebagai puluhan dengan frekuensi sebesar 1 Hz akan menghitung dari 0-5. Sedangkan counter yang bertindak sebagai satuan yang memiliki frekuensi 0.5 Hz akan menghitung 0-9 sebanyak 9 kali. Counter puluhan berdetak sedikit lebih lambat dibandingkan counter satuan. Gambar rangkaiannya seperti pada gambar rangkaian pada langkah nomor 6. 8. Selanjutnya kita buat rangkaian dengan modulus 24. Kita jadikan Qc pada counter 2 dan Qb pada counter 1 menjadi input and gate. Output pada and-gate nya dihubungkan ke kaki 2,3,6 pada counter 2. Modulus 24 menghitung dari 0-23. Pada modulus 24 Sistem kerjanya adalah, counter yang bertindak sebagai puluhan dengan frekuensi sebesar 1 Hz akan menghitung dari 0-2. Sedangkan counter yang bertindak sebagai satuan yang menghitung sebanyak 3 kali dengan frekuensi 0.5 Hz akan menghitung 0-9 sebanyak 2 kali, kemudian 0-3 sekali untuk yang ketiga kalinya. Counter puluhan berdetak sedikit lebih lambat dibandingkan counter satuan. 9. Selanjutnya kita buat rangkaian dengan modulus 35. Kita jadikan Qa dan Qc pada counter 2 dan Qa dan Qb pada counter 1 menjadi input and gate. Output pada and-gate nya dihubungkan ke kaki 2,3,6 pada counter 2. Modulus 35 menghitung dari 0-34. Pada modulus 35 Sistem kerjanya adalah, counter yang bertindak sebagai puluhan dengan frekuensi sebesar 1 Hz akan menghitung dari 0-3. Sedangkan counter yang bertindak sebagai satuan yang menghitung sebanyak 4 kali dengan frekuensi 0.5 Hz akan menghitung 0-9 sebanyak 3 kali, kemudian 0-4 untuk yang keempat kalinya. Counter puluhan berdetak sedikit lebih lambat dibandingkan counter satuan.

V. ANALISA

Analisa dari praktikum kali ini adalah bahwa rangkaian cascade counter berfungsi untuk melakukan perhitungan bilangan biner lebih dari 1 digit.

VI. KESIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah bahwa rangkaian cascade counter dapat dibuat harus dengan menggunakan lebih dari 1 rangkaian counter. Karena bila kita hanya menggunakan 1 rangkaian counter, fungsi dari rangkaian cascade counter itu sendiri tidak dapat berfungsi.