Anda di halaman 1dari 22

TUGAS 3 ILMU SOSIAL DASAR

Nama NPM Kelas

: Harry Wicaksono : 1A113137 : 4KA36

3. 1 Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.984 pulau, Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 230 juta meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India. Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama

Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat. Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD. Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia-Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indi), atau Hindia (Indi); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda). Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 18841894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.

3.2 Waga Negara

Warga negara diartikan sebagai orangorang yang menjadi bagian dari suatu

penduduk yang menjadi unsur negara. Istilah warga negara lebih sebagai sesuai orang dengan merdeka

kedudukannya

dibandingkan dengan istilah hamba atau kawula Negara. karena warga negara mengandung arti peserta, anggota, atau warga dari suatu negara, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapan hukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab. Pengertian warga negara menurut para ahli : A.S. Hikam : Mendefinisikan bahwa warga negara merupakan terjemahan dari citizenship yaitu anggota dari sebuah komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Istilah ini menurutnya lebih baik ketimbang istilah kawula negara lebih berarti objek yang berarti orang- orang yang dimiliki dan mengabdi kepada pemiliknya. Koerniatmanto S : Mendefinisikan warga negara dengan anggota negara. Sebagai anggota negara, seorang warga negara mempunyai kedudukan yang khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya. UU No. 62 Tahun 1958 : menyatakan bahwa negara republik Indonesia adalah orang orang yang berdasarkan perundang undangan dan atau perjanjian perjanjian dan atau peraturan peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 agustus 1945 sudah menjadi warga negara republik Indonesia. Jadi dari ketiga pendapat diatas warga negara dapat disimpulkan sebagai sebuah komunitas yang membebtk negara itu sendiri yang berdasarkan perundang undangan atau perjanjian perjanjian dan mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik. Untuk menentukan siapa- siapa saja yang menjadi warga negara, digunakan dua kriteria, yaitu kriteria kelahiran menurut asas keibubapaan atau disebut pula Ius Sanguinis.

Di dalam asas ini, seseorang telah memperoleh kewarganegaraan suatu negara berdasarkan asas kewarganegaraan orangtuanya, dimanapun ia dilahirkan. Kriteria yang kedua yaitu kriteria kelahiran menurut asas tempat kelahiran atau disebut juga Ius Soli. Di dalam asas ini, seseorang memperoleh kewarganegaraannya berdasarkan negara tempat di mana ia dilahirkan, meskipun orangtuanya bukan warga negara dari negara tersebut. Kedua prinsip ini digunakan secara bersama dengan mengutamakan salah satu, tetapi tanpa meniadakan yang satu. Konflik antata Ius Soli dan Ius Sanguinis akan menyebabkan terjadinya kewarganegaraan rangkap (bipatride) atau tidak mempunyai kewarganegaraan sama sekali (a-patride). Berhubung dengan itu, maka untuk menentukan kewarganegaraan seseorang digunakan 2 stelsel kewarganegaraan yaitu stelsel aktif dan stelsel pasif.. Pelaksanaan kedua stelsel ini dibedakan menjadi 2, yaitu hak opsi dan hak repudiasi. Hak opsi yaitu hak untuk memilih kewarganegaraan (pelaksanaan stelsel aktif). Kemudian hak repudiasi adalah hak untuk menolak kewarganegaraan (pelaksanaan stelsel pasif). Syaratsyarat warga negara republik Indonesia adalah orang-orang yang berdasarkan perundangundangan dan atau perjanjian-perjanjian dan atau peraturan-peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah warga negara republik Indonesia. Lalu orang yang pada waktu lahirnya mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya, seorang warga negara RI. Kemudian anak yang lahir dalam 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia, orang yang pada waktu lahirnya ibunya warga negara Indonesia, orang yang lahir di dalam wilayah Indonesia selama tidak diketahui kedua orangtuanya, dan orang yang mempunyai kewarganegaraan RI menurut aturan undang-undang ini. Selanjutnya kewarganegaraaan Indonesia diperoleh karena kelahiran, pengangkatan, dikabulkan permohonan, naturalisasi, sebagai akibat dari perkawinan, turut ayah/ibunya, dan pernyataan. Naturalisasi adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syaratsyarat tertentu mempunyai kewarganegaraan negara lain. Bagi warga Negara asing yang ingin menjadi warga negara Indonesia (naturalisasi) harus memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut adalah telah berusia 21 tahun, lahir di wilayah Republik Indonesia atau bertempat tinggal yang paling akhir minimal 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut, apabila ia seorang laki-laki yang sudah menikah, ia perlu mendapat persetujuan istrinya. Kemudian orang tersebut harus dapat berbahasa Indonesia, sehat jasmani dan rohani, bersedia membayar kepada kas negara tergantung kepada penghasilan setiap

bulan, mempunyai mata pencaharian tetap, dan tidak mempunyai kewarganegaraan lain apabila ia memperoleh kewarganegaraan atau kehilangan kewarganegaraan RI. Persyaratan tersebut di atas merupakan persyaratan naturalisasi biasa. Untuk naturalisasi istimewa, diberikan kepada warga negara asing yang telah berjasa kepada Negara RI dengan pernyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi WNI, atau dapat diminta oleh pemerintah negara Republik Indonesia. Beberapa ketentuan hak-hak warga negara adalah tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, berhak ikut serta dalam usaha pembelaan negara, berhak mendapatkan pengajaran, bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, bebas memeluk agama dan kepercayaan masing-masing, dan kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan. Disamping itu, setiap warga negara berkewajiban untuk menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Kemudian tiap warga negara wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Pembedaan penduduk suatu negara menjadi warga negara dan orang asing tersebut adalah untuk membedakan hak dan kewajibannya saja.

3.3 Pertumbuhan Penduduk di Indonesia Indonesia memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun. Sensus penduduk yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata rata pertambahan jumlah penduduk 4,3 juta per tahun (2008 2011). Sebuah angka yang sangat besar ketika kita membandingkan dengan Mexico (luas wilayah hampir sama dengan Indonesia) dengan pertambahan penduduk 1,4 juta setiap tahunnya (2008 2011). Setiap tahun kita mengalami pertambahan penduduk. Secara logika, kita akan berpikir bahwa ini seharusnya baik untuk Indonesia. Banyak penduduk maka barang dan jasa yang dihasilkan juga banyak. Ternyata kalimat ini salah. Pada tahun 2010, Real GDP (Gross Domestic Bruto) Indonesia berada pada angka 6,22% dengan jumlah penduduk 240,6 (juta) jiwa. Hal tidak sebanding dengan negara Thailand pada tahun yang sama, Real GDP berada pada 7,8% dengan jumlah penduduk 69,1 (juta) jiwa. Dari data di atas kita bisa simpulkan bahwa barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara tidak semata mata tergantung

pada jumlah penduduk saja, tetapi lebih pada efesiensi dan produktivitas dari penduduk tersebut. Banyak anak banyak rejeki. Kalimat ini sungguh bertolak belakang jika kita terapkan pada kehidupan kita dewasa ini. Bukankah suatu pekerjaan akan cepat selesai ketika dikerjakan oleh banyak orang? Ya, pernyataan ini benar adanya. Permasalahan akan timbul apabila setiap peningkatan penduduk menyebabkan suatu penyusutan pada sumber penghasilan perkapita yang wajar. Inilah yang terjadi di negara kita. Angka Pengangguran pada tahun 2012 berada pada 7,24 (juta) jiwa. Hal inilah membuat kemiskinan semakin besar sehingga penduduk Indonesia masih banyak belum pernah duduk di bangku sekolah. Perampokan dan berbagai tindakan kriminal akan semakin berkembang. Tingginya angka pengangguran dan rendahnya SDM Indonesia mempunyai dampak pertumbuhan ekonomi secara nasional. Mutu TKI masih terlalu rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara maju. Penghasilan jasa yang dihasilkan oleh negara juga rendah. Tingkat pengetahuan juga turut mempengaruhi produktivitas dari penduduk Indonesia. Pemanfaatan teknologi baru dalam menghasilkan barang dan jasa membutuhkan masyarakat yang berpengetahuan dan terampil. Apakah negara kita sudah cukup baik? Jawabannya tidak. Kita harus tumbuh dan tetap maju. Negara kita mampu bertahan menghadapi krisis global pada tahun 2009. Pada tahun tersebut, Real GDP bangsa kita masih bertahan pada angka 4,58%. Dari uraian di atas, kita menarik kesimpulan bahwa salah satu akar permasalahan yang ada di negara kita adalah tingginya jumlah penduduk. Kemiskinan, pengangguran dan rendahnya SDM merupakan dampak yang ditimbulkannya. Untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pengurangan laju pertumbuhan penduduk. 3.3.1 Bagaimana cara mengatasinya? Salah satu cara yang mugkin sering kita dengar adalah dengan penggalangan program Keluarga Berencana ( KB ). KB merupakan sebuah program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Misi BKKBN adalah mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Program

ini berupaya untuk menciptakan penduduk yang berkualitas yang akan mempercepat tercapainya pertumbuhan ekonomi dan tujuan pembangunan. 2 anak cukup. 1. Tujuan utama dari pendidikan KB adalah agar generasi muda memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku reproduksi yang rasional dan bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan dalam rangka pelembagaan dan pembudayaan norma keluarga kecil dan bahagia dan sejahtera. 2. UU Republik Indonesia Nomor 1 Tentang Perkawinan Menyatakan bahwa Perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 tahun (sembilan belas) tahun dan pihak wanita usia mencapai usia 16 (enam belas) tahun. Walaupun pemerintah telah mengizinkan pria umur 19 (sembilan belas) tahun dan wanita umur 16 (enam belas) tahun bisa melangsungkan perkawinan, yang perlu diketahui adalah kedua pihak tersebut telah melakukan persiapan yang baik sebelum melakukan perkawinan. Persiapan itu antara lain: a. Pembinaan kesehatan, Kesehatan calon suami dan istri sangat berpengaruh dalam membangun sebuah keluarga. Suami istri yang sehat akan menjamin ketentraman berkeluarga. b. Umur untuk melangsungkan perkawinan. Calon suami dan istri telah dewasa baik fisik maupun mental. Usia perkawinan sebaiknya antara 20 tahun untuk wanita dan 25 tahun pria. Wanita pada umur tersebut telah dewasa secara fisik dan mental untuk menjadi ibu rumah tangga dan pria telah siap dan mampu menjadi pelindung keluarga. c. Kelangsungan untuk membiayai kehidupan rumah tangga. keluarga yang memiliki ekonomi yang cukup, memiliki kemungkinan untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Menikah di usia dini bagi perempuan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan karena organ tubuh terutama yang berkaitan dengan alat reproduksi. Bahkan, anak yang dilahirkan pun sangat besar kemungkinan lahir dengan berat badan rendah dan berisiko tubuh pendek atau stunting (kuntet). 3. Mengatur jumlah anak yang diinginkan. Hal ini yang sering diabaikan oleh pasangan yang telah membentuk rumah tangga. Mereka seakan tidak peduli dengan kelangsungan hidup keluarga yang telah mereka bentuk. Hal apa saja yang dianjurkan:

a. Anak adalah anugerah Tuhan. Anak mendapatkan kasih sayang yang cukup, kesehatan, pendidikan dan bimbingan dari kedua orang tua. Jadi, orang tua harus merencanakan semuanya dengan baik. b. Setelah melahirkan anak, seorang ibu memerlukan waktu yang cukup untuk mengembalikan kesehatannya. Biasanya membutuhkan waktu 3 tahun. Disamping itu, perlu juga diperhitungkan biaya yang dibutuhkan dimulai dari mengandung hingga melahirkan. c. Setelah mengandung, seorang ibu menyusui bayinya. ASI (Air Susu Ibu) paling sempurna untuk bayi karena padat gizi, praktis dan terjamin kebersihannya. Bila ibu yang menyusui hamil kembali, kemungkinan besar air susu ibu akan berhenti. d. Kemampuan seseorang dalam memperoleh pengahasilan relatif terbatas. Oleh karena itu biaya kehidupan keluarga kecil relatif lebih ringan dibandingkan dengan keluarga besar. e. Dari segi kesehatan, usia terbaik bagi seorang ibu untuk melahirkan adalah 20 - 30 tahun. Bila seorang ibu melahirkan sebelum dua puluh tahun atau sesudah tiga puluh tahun, maka resiko kematian ibu karena melahirkan jauh lebih tinggi dari persalinan yang terjadi pada usia 20 30 tahun. Dari ke lima penjelasan di atas berdasarkan pertimbangan kependudukan dan kesehatan dapat disimpulkan bahwa jumlah anak ideal adalah 2 (dua), atau 3 (tiga) saja. 4. Anjuran perencanaan keluarga. a. Tahap menunda kesuburan atau menunda kelahiran anak pertama. Dianjurkan sebaiknya wanita menunda kelahiran anak pertama sampai berumur 20 tahun. Pada tahap ini kontrasepsi dipakai paling lama 4 tahun, dituntut sangat aman, sangat [4]reversibel. Kegagalan tidak dianggap malapetaka. b. Tahap menjarangkan kehamilan. Kontrasepsi sekurang-kurangnya dipakai satu tahun atau selama-lamanya 3 tahun. Hal ini dilaksanakan untuk menjarangkan kelahiran sehingga ibu dapat menyusui anaknya dengan cukup banyak dan lala. Efektifitas kontrasepsi tidak dituntuk terlalu tinggi, akan tetapi reversibilitas masih dituntut setinggi mungkin. Kegagalan tidak dianggap malapetaka. c. Tahap menyudahi kesuburan. Tahap ini menolak kelahiran anak selanjutnya. Efektifitas kontrasepsi dituntut sangat tinggi, karena kegagalan tidak dapat diterima. Kontrasepsi akan

dipakai dalam waktu lama, kira-kira 10-15 tahun sampai wanita mengalami mati haid (menopause). 3.3.2 Program-program untuk Mengatasi Ledakan Pertumbuhan Penduduk 1. Pendidikan dan pendidikan kependudukan Intensifikasi pendidikan baik formal maupun nonformal akan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai masalah penduduk dan pentingnya pelaksanaan keluarga berencana. Te-tapi untuk lebih menyebarluaskan informasi mengenai kependu-dukan maka pendidikan kependudukan diintegrasikan ke dalam sistim pendidikan dan mencakup lembaga pendidikan guru, pen-didikan tingkat sekolah menengah dan pendidikan orang dewasa. Para lulusan sekolah menengah dan orang dewasa amat memerlukan informasi mengenai kependudukan oleh sebabmereka inilah yang akan membentuk keluarga dalam waktu 2. Motivasi ke arah keluarga kecil Usaha untuk memberikan motivasi ke arah tercapainya keluarga kecil dengan jumlah anak yang sedikit ditingkatkan. Dalam hubungan ini pemberian tunjangan keluar-ga dan kelonggaran lainnya di dalam sistem penggajian, pajak dan lain-lain, akan ditinjau dan disesuaikan dengan kebijaksanaan kependudukan. Selanjutnya sistem jaminan sosial teruta-ma untuk hari tua setahap demi setahap mulai ditingkatkan. Peningkatan sistem jaminan sosial ini penting oleh sebab masih luasnya pandangan bahwa banyak anak berarti banyak rezeki. 3. Menurunkan angka kematian anak-anak Salah satu motivasi untuk mempunyai jumlah anak yang ba-nyak ialah bahwa anak merupakan sumber untuk meningkatkan pendapatan bagi keluarga berpendapatan rendah. Banyaknya anak yang tidak meneruskan sekolah adalah keadaan yang tim-bul oleh sebab rendahnya pendapatan orang tua mereka dan anak-anak ini dibutuhkan untuk dapat sekedar menambah pen-dapatan keluarga. Semakin tinggi tingkat kematian dikalangan anak dan bayi semakin besar pula kebutuhan akan tingkat kelahiran yang tinggi. Semakin banyak anak-anak yang lahir dan hidup dan mencapai umur dewasa semakin kecil kebutuhan untuk jumlah relatip singkat.

kelahiran yang besar. Oleh karena itu usaha untuk lebih meratakan hasil pembangunan akan menunjang usaha keluarga berencana di dalam menurunkan angka kela-hiran. Selanjutnya usaha-usaha di bidang kesehatan umumnya dan usaha meningkatkan kesehatan ibu dan anak

dan menu-runkan angka kematian anak khususnya merupakan bagian daripada ikhtiar menurunkan tingkat kelahiran 4. Program Kesehatan Reproduksi Remaja Tujuan program ini untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang. Kegiatan pokok yang dilakukan antara lain meliputi: a. Mengembangkan kebijakan pelayanan kesehatan reproduksi remaja bagi remaja. b. Menyelenggarakan promosi kesehatan reproduksi remaja, termasuk advokasi, komunikasi, informasi, dan edukasi, dan konseling bagi masyarakat, keluarga, dan remaja. c. Memperkuat dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan program kesehatan reproduksi remaja yang mandiri. 3.3.3 Penyebaran Penduduk yang Tidak Merata dan Solusinya Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar, dari tahun ke tahun kecenderungan jumlah penduduk Indonesia terus meningkat. Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dari tahun 2000 sampai 2010 dengan laju pertumbuhan penduduk cenderung menurun sampai tahun 2000 dan meningkat pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 meningkat dari 205.132.458 jiwa pada tahun 2000 menjadi 237.556.363 jiwa dengan laju pertumbuhannya sebesar 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia antara tahun 2000-2010 adalah sebesar 1,49 persen, artinya setiap tahun antara tahun 2000 sampai tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia bertambah sebesar 1,49 persen-nya. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2000-2010 yang mengalami peningkatan dibandingkan laju pertumbuhan penduduk tahun 1990-2000 menunjukan pertambahan jumlah penduduk yang semakin besar selama periode tahun 2000-2010 dibandingkan dengan tahun 1990-2000. Tingginya laju pertumbuhan penduduk dan jumlah penduduk yang semakin besar ini dapat menimbulkan banyak permasalahan jika tidak ditangani dengan baik. Hal ini disebabkan antara lain karena laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tidak diimbangi dengan pemerataan penyebaran penduduk, selain itu jumlah

penduduk yang terus meningkat juga diikuti dengan kenaikan jumlah angkatan kerja yang tinggi. Pada tahun 2010, sebanyak 57,48 persen penduduk Indonesia berada di pulau Jawa, sedangkan penduduk yang tinggal di pulau Maluku dan Papua tidak lebih dari 3 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal jika dibandingkan, luas wilayah pulau Jawa hanya sekitar 7 persen dari seluruh wilayah daratan Indonesia, sedangkan gabungan pulau Maluku dan Papua memiliki luas wilayah sekitar 24 persen dari seluruh luas Indonesia. Pulau dengan luas wilayah yang lebih besar dari pulau Jawa lainnya seperti Kalimantan dan Sulawesi juga hanya dihuni oleh tidak lebih dari 13 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Hal ini menunjukkan persebaran penduduk di Indonesia pada tahun 2010 masih terpusat di pulau Jawa walaupun dengan luas wilayah yang tidak begitu luas. Sedangkan pulau-pulau yang memiliki luas wilayah lebih besar dari pulau Jawa justru hanya dihuni oleh sedikit penduduk dari total penduduk Indonesia, kecuali pulau Sumatera yang memiliki persentase sebesar 21 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Secara lebih rinci persebaran penduduk di Indonesia berdasarkan propinsi pada tahun 2000 dan 2010 terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1. Peta Persebaran Penduduk Indonesia Menurut Propinsi Tahun 2000

Gambar 2. Peta Persebaran Penduduk Indonesia Menurut Propinsi Tahun 2010 Pada gambar 1 di atas terlihat bahwa pada tahun 2000, propinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah propinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia (ditandai dengan warna merah pada peta), sedangkan propinsi Banten memiliki tingkat kepadatan lebih rendah dibandingkan ketiga propinsi tersebut. Propinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki jumlah penduduk cukup besar adalah Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan (ditandai dengan warna biru pada peta). Pada gambar 2 terlihat bahwa pada tahun 2010, propinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah propinsi yang masih memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Sedangkan propinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki jumlah penduduk cukup besar adalah Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Jika kita bandingkan jumlah penduduk berdasarkan propinsi pada tahun 2000 dan 2010 terlihat bahwa propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur mengalami percepatan pertumbuhan penduduk dibandingkan propinsi lainnya. Hal ini terlihat dari peta dimana pada tahun 2000 kedua propinsi ini masih berwarna orange sedangkan pada tahun 2010 sudah berubah menjadi hijau.

Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kotakota besar perlu mendapat perhatian khusu oleh karena itu perlu adanya upaya untuk

meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah. Upaya-upaya tersebut adalah: 1. Pemerataan pembangunan. 2. Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan. 3. Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.

Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi. Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu: a. b. c. d. e. f. g. Meratakan persebaran penduduk di Indonesia. Peningkatan taraf hidup transmigran. Pengolahan sumber daya alam. Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.

Untuk mengatasi kepadatan penduduk, pemerintah menggalakkan program transmigrasi. Untuk mengatur kelahiran penduduk, pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana dalam rangka mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Program KB juga mengarah pada catur warga, yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak. Ternyata program KB di Indonesia berhasil sangat baik dan bahkan dijadikan contoh oleh banyak negara untuk mengatasi masalah kependudukan.

3.4 Definisi Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk

menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif atau batas

(migrasi

internal)

politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif

permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan

penghasilah yang diharapkan(expected income). Kerangka Skematik ini merupakan aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka disektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan dikota dan didesa, angka tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan dikota. Migrasi merupakan sebuah fenomena yang sebenarnya sudah sejak zaman dahulu kala telah terjadi. Salah satu contohnya pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia, sebenarnya pada saat itu dapat dikatakan jika orang-orang jepang melakukan migrasi ke Indonesia. Migrasi sendiri adalah perpindahan penduduk dengan niatan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat yang lain melewati batas administratif suatu wilayah karena adanya perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. Pada umumnya faktor ekonomi adalah alasan utama yang mendasari seseorang untuk melakukan migrasi. Seseorang memandang bahwa di daerah lain tersedia banyak lowongan pekerjaan yang mampu memperbaiki taraf hidupnya. Sampai saat ini pun fenomena migrasi ini masih terus terjadi. Hal itu dapat dilihat dari semakin banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja bukan di negara tempat asalnya. 3.4.1 Macam-macam Migrasi 1. Migrasi internasional (migrasi antarnegara) Migrasi internasional (migrasi antarnegara) adalah perpindahan penduduk dari suatu Negara ke Negara lain. Migrasi internasional meliputi imigrasi, emigrasi, dan remigrasi. 2. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari Negara lain ke suatu Negara dengan tujuan menetap. 3. Emigrasi, yaitu berpindahnya penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu Negara ke Negara lain dengan tujuan menetap. 4. Remigrasi, yaitu kembalinya penduduk dari suatu Negara ke Negara asalnya. 5. Migrasi internal (migrasi nasional) Migrasi internal (migrasi nasional) adalah perpindahan penduduk yang masih berda dalam lingkup satu wilayah Negara. Perpindahan yang merupakan migrasi internal antara lain sebagai berikut.

6. Urbanisasi Urbanisasi adalah prepindahan dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan. 7. Transmigrasi Transmigrasi adalah perpindahan penduduk, yang diprakarsai dan diselenggarakan pemerintah, dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang belum padat penduduknya. Macam-macam transmigrasi : a. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang dibiayai oleh pemerintah mulai dari daerah asal sampai ke daerah tujuan transmigrasi. b. Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri. c. Transmigrasi sektoral,yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antar pemerintah daerah asal transmigran dengan pemerintah daerah yang dituju. d. Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi dalam rangka pembangunan proyek-proyek tertentu, seperti transmigrasi bedol desa dan transmigrasi pramuka. e. Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh transmigran atau pihak lain (bukan pemerintah). Jenis-jenis migrasi lainnya - Evakuasi, yaitu perpindahan penduduk karena gangguan bencana alam atau keamanan Weekend, yaitu perginya orang-orang kota untuk mencari tempat berudara sejuk. - Forensen, yaitu orang-orang yang tinggal di desa tetapi bekerja di kota, sehinggasetiap hari menglaju (pergi dan pulang). - Turisme, yaitu orang-orangyang bepergian ke luar untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di daerah/Negara yang dituju. - Reuralisasi, yaitu kembalinya pelaku urbanisasi ke daerah pedesaan. 3.4.2 Faktor Penyebab Terjadinya Migrasi Terjadinya Migrasi penduduk karena ada faktor-faktor penyebabnya. Faktor-faktor penyebab meliputi faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor). 1. Faktor pendorong a. Faktor ekonomi

Faktor ekonomi merupakan faktor utama yang meyumbang kepada berlakunya proses migrasi ini. Kedudukan ekonomi yang mantap dan kukuh menyebabkan wujudnya banyak sektorsektor pertanian, pembinaan dan perkilangan, sekaligus membuka peluang kepada rakyat sesebuah negara termasuk juga golongan pendatang yang datang khususnya untuk mencari rezeki di negara orang. b. Taraf ekonomi yang rendah di negara sendiri.Bagi negara Malaysia khususnya, kemakmuran ekonomi seringkali dijadikan alasan untuk menjelaskan mengapa negara ini menarik perhatian ramai rakyat Indonesia dan Bangladesh malah termasuk juga negaranegara yang mengalami taraf ekonomi yang gawat. c. Faktor sosiobudaya

Sebenarnya faktor sosiobudaya juga memainkan peranan utama menyebabkan pendatang Indonesia semakin bertambah dari hari ke hari ke negara kita. Bahkan boleh dikatakan faktor sosiobudaya ini memainkan peranan yang sama pentingnya dengan faktor ekonomi, menjadi daya tarikan kepada pendatang Indonesia ini. d. Faktor kestabilan politik Kestabilan politik sesebuah negara memainkan peranan yang penting dan berkait rapat dengan ekonomi negara dan proses migrasi antarabangsa. Sebuah negara yang aman dan makmur secara tidak langsung dapat mengelakkan berlakunya migrasi penduduk negara tersebut ke negara lain, sebaliknya menyebabkan penduduk negara lain berhijrah ke negara tersebut. 2. Faktor-faktor penarik (pull factor) terjadinya migrasi antara lain adalah: a. b. c. Adanya harapan akan memperoleh kesempatan untuk memperbaikan taraf hidup. Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan, misalnya iklim, perumahan,

sekolah dan fasilitas-fasilitas publik lainnya. d. Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar. Ada juga faktor penarik lain yang dikemukakan oleh Lee (1966) dan dikutip oleh Dilla dalam blognya meliputi empat empat faktor yang menyebabkan orang mengambil keputusan untuk melakukan migrasi yaitu: a. Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal.

b. c.

Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan. Rintangan-rintangan yang menghambat. Hal ini berbeda bagi masing-masing individu,

ada yang memandang ringan dan ada pula yang memandangnya sebagai hal yang berat (tidak dapat diatasi), contoh: Jarak yang jauh, dan biaya transport sehingga menjadi penghalang bagi seseorang untuk bermigrasi. d. Faktor-faktor pribadi yakni kepastian seseorang dalam mengambil keputusan untuk bermigrasi kedaerah lain.

3.5 Hak Asasi Manusia ( HAM )

Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai Maha makhluk Kuasa Tuhan Yang

dan yang

merupakan wajib

anugerah-Nya

dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan

harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999) Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf hidupnya, ayat (2) Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera, lahir dan bathin, dan ayat (3) Setiap orang berhak atas lingkun gan hidup yang baik dan sehat. Hak asasi adalah hak hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya. Hak asasi manusia meliputi hak hidup,hak kemerdekaan atau kebebasan, hak milik dan hak hak dasar lain yang melekat pada diri pribadi manusia dan tidak dapat diganggu gugat oleh orang lain. Hak asasi manusia hakikatnya semata mata bukan dari manusia sendiri tetapi dari tuhan yang maha esa, yang dibawa sejak lahir. Hak hak asasi ini menjadi dasar hak hak dan kewajiban kewajiban yang lain.

Kesadaran akan hak asasi manusia , harga diri , harkat dan martabat kemanusiaannya, diawali sejak manusia ada di muka bumi. Hal itu disebabkan oleh hak hak kemanusiaan yang sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak kodrati yang melekat pada diri manusia. Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai suatu usaha untuk menegakkan hak asasi manusia. Kebebasan dasar dan hak-hak dasar itulah yang disebut Hak Asasi Manusia yang secara kodratnya melekat pada diri manusia sejak manusia dalam kandungan yang membuat manusia sadar akan jatidirinya dan membuat manusia hidup bahagia. Setiap manusia dalam kenyataannyalahir dan hidup di masyarakat. Dalam perkembangan sejarah tampak bahwa Hak Asasi Manusia memperoleh maknanya dan berkembang setelah kehidupan masyarakat makin berkembang khususnya setelah terbentuk Negara. Kenyataan tersebut mengakibatkan munculnya kesadaran akan perlunya Hak Asasi Manusia dipertahankan terhadap bahayabahaya yng timbul akibat adanya Negara, apabila memang pengembangan diri dan kebahagiaan manusia menjadi tujuan. Berdasarkan penelitian hak manusia itu tumbuh dan berkembang pada waktu Hak Asasi Manusia itu oleh manusia mulai diperhatikan terhadap serangan atau bahaya yang timbul dari kekuasaan yang dimiliki oleh Negara. Negara Indonesia menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dan kewajiban dasar manusia. Hak secara kodrati melekat dan tidak dapat dipisahkan dari manusia, karena tanpanya manusia kehilangan harkat dan kemanusiaan. Oleh karena itu, Republik Indonesia termasuk pemerintah Republik Indonesia berkewajiban secara hokum, politik, ekonomi, social dan moral untuk melindungi, memajukan dan mengambil langkah-langkah konkret demi tegaknya Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar manusia.

3.5.1 Pelanggaran HAM Seorang TKI bernama Ruyati binti Satubi (54) meregang nyawa di tangan algojo pemerintah Arab Saudi. Ruyati dijatuhi hukuman pancung setelah ia divonis bersalah membunuh Khairiya Hamid binti Mijlid majikannya. Ironisnya, hukuman pancung itu dilakukan hanya empat hari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato tentang perlindungan pemerintah terhadap TKI di luar negeri, di sidang ILO ( International Labour Organization) ke-100, 14 Juni lalu. Dalam pidatonya SBY bertutur tentang perlindungan TKI yang bekerja sebagaipembantu rumah tangga (PRT).

Kasus pembunuhan yang akhirnya menjerat Ruyati sebagai tervonis itu dimulai pada 10 Januari 2010. Ruyati, dituduh membunuh majikannya dengan menggunakan sebilah pisau dapur. Persidangan perdana kasus pembunuhan tersebut digelar pada Mei 2010. Selanjutnya, sidang pembacaan vonis digelar pada Mei 2011. Hakim pengadilan setempat menjatuhkan hukuman qisas kepada Ruyati sesuai dengan kejahatan yang telah diperbuat. Ruyati dijatuhi vonis hukuman mati karena dia telah membunuh. Sebenarnya, Ruyatibisa mendapatkan pengampunan. Syaratnya, ia memperoleh ampunan dari keluarga yang telah dibunuh. Sayang, hingga pembacaan vonis, pihak keluarga belum maumemafkan Ruyati. Ruyati sebelumnya pernah bekerja diArabSaudi sebanyak dua kali. Pada September 2008 lalu, dia berangkatlagikeArabSaudi menggunakan jasa Perusahaan PengerahTenaga KerjaIndonesia Swasta (PPTKIS) PT Dana Graha Utama Sejatinya, pada waktu itu secara syarat administrasi Ruyatisudah tidak bisa bekerja sebagai TKI. Tapi, oleh pihak PPTKIS, keterangan umur dalam paspor Ruyati dimudakan sembilan tahun. Sejatinya ia lahir pada 7 Juli 1957 kemudian dirubah menjadi 12 Juli1968. Dalam laporannya ke Migrant Care, Een Nuraeni, anak sulung Ruyati, mengatakan jika pada awal-awal bekerja ibunya tidak pernah mengeluh.Gaji sering dikirim setelah dirapel beberapa bulan.Tapi akhirnya muncul keluhan jika pembayaran gaji kerap telat hingga tujuh bulan. Kalaupun mau bayar gaji, harus direbut dulu, kata perempuan 36 tahun itu. Selain itu, Een juga mengatakan ibunya kerap dipukulimajikannya. Sejak penghujung Desember 2009, komunikasi Ruyati dengan keluarga di Bekasi terputus. Kabar Ruyati tersangkut pidana pembunuhan dan terancam hukuman pancung sampai juga ke keluarga. Pihak keluarga diwakili Een melapor ke pemirintah. Mulai dari Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian Tenaga Kerja danTransmigrasi. Dia juga melapor kasus ini ke Migrant Care.Een mengatakan mendapatkan kabar kematian ibunya akibat divonispancung. Kabar itu resmi, diberitahukan Kementerian Luar Negeri, tandasnya.

Komentar Pelanggaran ham terhadap tenaga kerja Indonesia diluar negeri kian marak, hal ini diperparah dengan banyaknya tenaga kerja ilegal yang bekerja diluar negeri tanpa melalui lembaga penyalur tenaga kerja . Untuk itu perlu peran pihak-pihak terkait unutk meningkatkan perhatianya kepada para TKI yang sedang berkerja diluar negeri. Karena

tidak sedikit TKI yang mengalami perlakuan yang tidak seharusnya mereka dapatkan , karena para TKI adalah warga negara Indonesia juga, apalagi para TKI adalah pahlawan devisa dan tidak sedikit pemasukan negara bagi Indonesia. Sebagaimana jasa-jasa mereka pada negeri ini sudah seharusnya mereka mendapatkan perhatiaan yang khusus untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan hidup mereka.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia http://soktauit.blogspot.com/2013/07/akar-permasalahan-indonesia-kependudukan.html http://arindhaayuningtyas.wordpress.com/2012/05/03/program-pemerintah-dalam-kebijakanpertumbuhan-penduduk/ http://ekanurdiyanto.blogspot.com/2013/04/jumlah-dan-persebaran-penduduk-di.html http://110.138.206.53/bahan-ajar/modul_online/geografi/MO_140/geo111_12.htm http://kodimsblog.blogspot.com/2010/04/jenis-jenis-migrasi-dan-faktor-faktor.html http://unknown-mboh.blogspot.com/2012/11/pengertian-dan-macam-macam-ham-hak.html http://ayoe29.blogspot.com/2012/12/makalah-pelanggaran-ham.html