Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS VOLUMETRIK GAS

Membahas penentuan campuran gas dan jumlah gas yang dihasilkan pada reaksi kimia selama proses pengukuran. Perhitungan jumlah gas mengasumsikan berlakunya hukum gas ideal. Analisis gas dapat dilakukan dg cara: - pengukuran volume (volumetric) - Pengukuran fisik - Titrasi volumetric pengukuran volume campuran gas dilakukan pd kondisi standar atau pd tekanan (P) dan temperatur (T) tertentu. Penghukuran Fisik: refraktometer !pektrofotometer untuk mengkarakterisasi indeks panas" konduktivitas Panas dan densitas Panas. Titrasi #olumetri: $as%gas yang larut dalam air" seperti& amonia" '()" '(l. *eberapa alat untuk pengukuran #olumetrik: Pesa+at 'ample" ,rsat" -mber dan *ole +hell. Prinsip kerja alat semuanya sama yaitu: gas dari penampungan dile+atkan kolom kaca melalui pipa kaca. .ari buret" gas mele+ati sederet botol kaca yg berisis adsorben yg spesifik mengadsop gas ttt. .engan mengamati tinggi 'g pd skala pengamat dan jenis adsorben maka gas dapat ditentukan. (ontoh: (, dile+atkan pd /0,1 shg terbentuk (,0 dan /0. (,0 ditangkap dg *a(,')0 membentuk 2ndapan *a(,3. 2ndapan kmd ditimbang utk menentukan jumlah (, secara stoikiometris. -tau menentukan kadar / 0 yg terbentuk dg )a0!0,3. *2*24-P- '565M $-! /.2-7 8-)$ M2).-!-4/ P2)$5654-) #,75M2T4/6 $-!: 9. '565M *,872 #olume sejumlah ttt gas pd temperature tetap berbanding terbalik dg tekanannya P# : P;#; : k 0. '565M ('-472! #olume sejumlah gas berbanding lurus thdp suhu mutlaknya. # T %%%% : %%%%% #; T; 'k *oyle dan (harles dpt digabung mjd: P# P;#; %%%%% : %%%%%%%% T T; 3. '565M .-7T,)

Tekanan dr bbrp gas merupakan penjumlahan r tekanan masing%masing komponen gas. Tekanan gas tunggal sama dengan tekanan parsial gas tsb pd volume sama. Pt : p9 < P0 < P3 < p=< >>.< Pn =. '565M $-8%75!!-( 5ntuk gas%gas yg berekasi atau gas yg terbentuk pada P dan T sama merupakan rasio bilangan kecil dan bulat. 0'0 < ,0 0 '0,. 1. 'ukum -vogadro Pada kondisi P dan T yg sama. ?umlah molekul 9 mol gas sama dg @"A03.9A03 (bilangan avogadro). Pengukuran volume gas harus memperhitungkan yg berada di atas cairan harus memperhitungkan faktor penjenuhan uap cairan. Menurut 'ukum dalton" tekanan gas murni pd keadaan ini adalah tekanan barometrik dikurangi P uap cairan pada T tsb. (ontoh: sesuai hk. *oyle%(harles" bila suatu gas kering pd Tekanan B11 mm'g dan suhu 0@o ( memiliki volume 1A ml" mk pd kondisi standar volume gas adalah& 1A ml C B11 B@A C 0B3 0DD : =1"1 ml. Ttp bila pengukuran diatas permukaan air mk: P uap air pd 0@o ( adalah 01 mm'g" sehingga P parsial gas: B11%01 : B3A mm'g. ?adi #olume gas pd kondisi diatas adalah: 1A ml C B3A B@A C 0B3 0DD : =3"D ml. (-4- -)-7/!/! $-! -.- 0 (-4-" 8-/T5& 9. Metode -dsorpsi (ampuran gas dile+atkan pd suatu seri adsorben pd P dan T konstan selama pengukuran. !elisih # gas sesudah dan sebelum dile+atkan adsorben menunjukkan jumlah gas yg terserap dan jumlah ini biasanya ditunjukkan sbg Persen (E). Tabel Reagen sebagai ads rben gas )o $as -dsorben 9 (,0 )a,' 6,' 0 '( jenuh -ir *rom '0!,= berasap -g0!,= 3 ('=" (0'@ (u, pd @AAo ( = ,0 7art Pyrogallol alkalin Fosfor kuning (a(l0 1 (, (u(l amoniakal (u, pd 0F1o ( @ '0 *usa Paladium 7art palladous chlorida 7art koloidal palladium

0. Metode Pembakaran ?ika suatu campuran gas mengandung satu atau lebih komponen dibakar olek oksigen maka komposisinya campurannya dpt ditentukan dg pengukuran tsb. Misal: 0(, < ,0 %%%%%%%%%%%%% 0(,0 Menurut $ay%7ussac mk perbandingan #olume (,:,0:(,0 adalah 0:9:0. Pembakaran akan diikuti dg kontraksi penurunan setengah # (, dan menghasilkan (,0 sebanyak jumlah # (, a+al. (atatan: jk gas pembakar udara maka diasumsikan jumlah , 0 yg bereaksi adalah 0A"DE dr volume udara.

Tabel reaksi pe!bakaran dan k ntraksi " lu!e Gas ,0 yg (,0 yg 4eaksi pembakaran # gas diperluka 6ontrak dihasilkan n si 0'0 < ,0 0'0, 9 G 9"1 A 0 (, < ,0 0 (,0 9 G A"1 9 ('= < 0,0 (,0 < '0, 9 0 0 9 0(0'0 < 1,0 =(,0 < 9 0"1 9"1 0 '0 9 3 0 0 (0'= < 3,0 0(,0 9 3"1 0"1 0 <0'0, 9 ="1 0"1 0 0(0'@<B,0 =(,0 < 9 1 3 3 @'0, 9 @"1 3"1 = 3(0'@<D,0 @(,0<@'0, (3'F < 1,0 3(,0<='0, 0(='9A<93,0 F(,0<9A'0,

S al#s al
9. !ampel gas sebanyak DD ml dile+atkan deretan adsorben: 6,'" asam sulfat berasap" larutan pirogallol alkalin dan larutan (u(l amoniakal. !etelah mele+ati deretan adsorben pd P dan T tetap mk volume gas setelah mele+ati masing%masing adsorben adalah: FA" B1"B=" dan BA ml. tentukan komposisi (E) sample gas tsb. 0. (ampuran gas mengandung (," ('= dan asetilen. 6e dalam 1A ml sample ditambahkan 9=A ml ,0 dan campuran terbakar.

!etelah pendinginan diperoleh volume 99@ m7" dan setelah dile+atkan larutan 6,' disisakan volume 1= n7. Tentukan komposisi (E) campuran tsb. 3. 0A m7 campuran gas mengandung (," ('= dan )0. sebanyak FA m7 ,0 ditambahkan untuk membakarnya. !telah pendinginan volume gas adalah BD m7. setelah gas dile+atkan 6,' volume residu jadi @9 m7. tentukan komposisi campuran tsb. =. (ampuran (0'@" '0" (," dan )0 sebanyak 0@ m7 dibakar dg BA m7 ,0. setelah pendinginan diperoleh residu @A ml. perlakuan dg 6,' mencatat residu kedua 3= m7 dan pd pengaliran mele+ati fosfor kuning menyisakan = m7 gas. Tentukan komposisinya.