Anda di halaman 1dari 7

Mikrobiologi Periodontal Dalam jaringan periodontal (gusi sekitarnya), ternyata mengandung banyak sekali kehidupan mikroorganisme didalamnya.

Bakteri flora normal ataupun bakteri yang sekedar numpang lewat, ramai dan berinteraksi di dalam jaringan periodontal kita. Sehat tidaknya jaringan gusi kita sangat tergantung dari keseimbangan dan harmonisasi dari host dan bakteri. Mikrobiologi periodontal merupakan penjelasan singkat tentang kehidupan makhluk ke il di jaringan periodontal kita.

Se ara umum, berdasarkan hubungan dengan gingi!a margin plak terbagi menjadi " #.Pla$ue supra gingi!a " %.Pla$ue subgingi!a

Plak Supragingi!a " &erdiri atas " pla$ue oronal " berkontak hanya dengan permukaan gigi pla$ue marginal " berkontak pada permukaan gigi bagian gingi!al margin.

Pla$ue supra gingi!a dapat dideteksi se ara klinik bila telah men apai ketebalan tertentu, akan tetapi dalam jumlah yang ke il tidak dapat dilihat ke uali dengan 'dis losing solution(. Pla$ue teridiri dari " terutama M) yang berfloriferasi bersama dengan sel epitel yang tersebar, leukosit dan makrofag pada suatu matri* interseluler. Pla$ue mengandung +,-.,/ bakteri .Dalam # mg pla$ue mengandung #,. bakteri dan mempunyai susunan yang sangat kompleks.

0umlah pl$ue supra gingi!a dapat ditemukan dalam waktu # jam setelah gigi dibersihkan dan akumulasi dari plak berhubungan dengan ke epatan pembentukan dan akumulasi dari pla$ue. Dimana ke epatan pembentukannya berbeda diantara indi!idu baik pada gingi!a yang berbeda dalam satu mulut dan pada permukaan yang berbeda dalam satu gigi.

1al ini dipengaruhi oleh " Makanan 2mur )ral hygiene Susunan gigi Penyakit sistemik 3aktor host

Bagian pla$ue yang bukan bakteri disebut sebagai matriks inter bakteri meliputi hampir %,-4,/ !ol. Pla$ue. Bagian organik dari matriks ini adalah " protein dan polisakarida 4,/ dan lipid #5/. D67&89: " merupakan komponen karbohidrat terdapat dalam jumlah besar dalam matriks pla$ue supragingi!al. ;emudian komponen matriks lainnya adalah " le!an,galaktosa dan metylpentosa dalam bentuk rhamnosa. ;omponen anorganik matriks pla$ue supra gingi!al "kalsium.phosfor, dan sejumlah ke il maghnesium,potassium dan sodium.

Sebelum bakteri berkolonisasi pada permukaan gigi, didahului oleh suatu lapisan yang disebut pelli le. Pelli le merupakan struktur organik yang dapat berubah menjadi pla$ue dengan sangat epat. ;olonisasi pertama adalah <o us, dengan sejumlah ke il sel epitel dan polimorphonu lear leukosit. Mikroorganisme yang pertama membentuk lapisan monosel baik tunggal atau dalam kelompok ke il. Selanjutnya terjadi pertumbuhan bakteri bertambah dalam hal !ol. Dan luas selanjutnya bergabung dengan sekitarnya.

Selama lima jam pertama bakteri melekat berproliferasi dan membentuk koloni ke il dari o us yang disebut makro koloni yang selanjutnya pla$ue yang sudah sempurna ditandai dengan kompleksitasnya. Perlekatan bakteri mulut sangat berbeda-beda dalam kemampuannya untuk melekat dengan permukaan mulut. ;emampuan ini bukan di sebabkan karena perbedaan kemampuan ke epatan pertumbuhan tetapi karena perbedaan kemampuan perlekatan bakteri.

Pada perkembangan plak % proses adhesi yang diperlukan #.Bakteri harus melekat pada permukaan pelli le dan menjadi ukup melekat untuk menanggulangi tekanan pembersihan mulut. %.1arus tumbuh dan melekat satu sama lain untuk memungkinkan penimbunan plak.

Perlekatan bakteri terjadi interaksi antara bakteri spesifik dan pelli le pada proses interaksi ini ditunjang oleh proses kimia dan fisik yaitu "

#.&ekanan elektrostatis " perlekatan bakteri pada pelli le email dapat terjadi melalui interaksi elektrostatis. %.=nteraksi hidrofobik " hubungan ini di dasarkan pada kesesuaian struktur yang dekat antara molekul-molekul. 4.)rganik absolut " komponen organik dalam sali!a dan airan jaringan lainnya mempunyai pengaruh terhadap adhesi dan kolonisasi.

=nteraksi molekul plak pada permukaan plak sel bakteri mempunyai reseptor spesifik yang disebut 9D16S=: dan reseptor ini bertindak sebagai bahan yang menyerupai >6<&=:. >e tin bakteri akan mengenali struktur karbohidrat spesifik dalam pelli le. Semua mekanisme ini penting dalam perlekatan bakteri untuk tetap hidup dalam lingkungan yang kompleks.

Pertumbuhan dan Proliferasi bakteri. Bila pelli le menjadi penuh dengan tempat ikatan bakteri pertumbuhan selanjutnya akan menyebabkan pertumbuhan abkteri dan meningkatkan massa plak. ;omposisi dan patogenesis plak gigi tergantung faktor bakteri, lingkungan dan hostnya. <ontoh beberapa mikroorganisme " S. Sanguis S. Mutans S. Mitis

S. Sali!arius

Dan beberapa spesies laktobasilus mempunyai kemampuan untuk membentuk polymer ekstra seluler dari ;1 dalam bahan makanan. Polisakarida ekstraseluler ini tidak larut dan menyebabkan meningkatnya adhesi bakteri salah satu polisakarida ekstraseluler yang dihasilkan S. Mutans. ?lu an yang sifatnya lengket dan tidak larut sehingga menyebabkan media terperangkapnya M) nonspesifik lainnya dari airan mulut yang dapat menyebabkan peningkatan penimbunan bakteri-bakteri lainnya.

3ermentasi ;1 menghasilkan P1 yang rendah dan lingkungan yang bersifat asam, jadi hanya bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan seperti itu akan membentuk koloni yang banyak jumlahnya yang menyebabkan plak supra gingi!a menjadi kariogenik. (terjadi karies). )ksigen yang dihasilkan merupakan ekologi penting karena mempengaruhi kemampuan bakteri plak untuk tumbuh dan bertambah banyak. <ontoh strepto o us dan laktoba illus tumbuh pada keadaan fakultatif dimana menggunakan sebagian besar oksigen dan menghasilkan produk destruktif yang sangat reaktif.

Bila terjadi penimbunan bakteri seperti dalam plak yang sudah sempurna, jumlah oksigen menjadi sangat ke il yang memungkinkan pertumbuhan bakteri yang sudah didominasi oleh anaerob obligatif. Pembentukan plak supragingi!a hampir semua nutrien disediakan sali!a Strepto o us dan Sp. 9 tynomi es menggunakan ;1 dari sali!a sebagai nutrisi.Selanjutnya setelah mendapat tempat yang tetap, bakteri ini akan menghasilkan senyawa yang dapat merupakan nutrisi penting dan faktor pertumbuhan untuk M) lain. =nteraksi nutrisi diantara bakteri penting untuk keberhasilan mikroba pada proses maturasi dari pla$ue supra gingi!al. Mekanisme yang lain produksi ba teriosin oleh spe ies tertentu akan dapat mempengaruhhi ekologi bakteri dengan meningkatkan atau menghambat inflantasi bakteri tertentu.

3aktor 1ost Mekanisme pembersihan seperti aliran sali!a, pengunyahan dan gerakan lidah dan pipi, penting dalam mengontrol plak supragingi!al.Sali!a memberikan efek utama terhadap metabolisme dan komposisi mikroba plak gigi. Selain pasokan ;1 sebagai nutrisi penting untuk bakteri spesifik, sali!a

sendiri mengandung beberapa bahan penghambat bakteri seperti " >aktoperoksidase >aktoferin >y@osym

Semuanya untuk men egah tetapnya organisme yang sensitif. 8espon imun host juga mempengaruhi komposisi plak gigi. ;omponen imun berasal dari sekresi mulut, terutama =g.9 yang di sekresi gland. Sali!arius bekerja terutama men egah perlekatan bakteri.9ntibodi dalam aoran re!i ular, bersama-sama dengan leukosit dan komponen imun lainnya seperti, komplemen berfungsi " terutama dalam subgingi!al sebagai suatu respon oleh adanya antigen dalam lingkungannya (mikro).

Makna klinis plak supragingi!al. 9pabila kumpulan mikroba ini pada permukaan gigi dapat di egah, maka gingi!a menjadi sehat. 9pabila plak dibiarkan bertumbuh maka akan mengakibatkan gingi!itis. Selain itu dapat pula mengakibatkan pembentukan lingkungan M) yang memungkinkan perkembangan plak supragingi!al. =tulah sebabnya plak supragingi!al sangat mempengaruhi pertumbuhan, penimbunan patologi dari plak subgingi!al, khususnya tahap awal gingi!itis dan periodontitis.

Plak Subgingi!a ;olonisasi organisme subgingi!al dan poket periodontal , berbeda dengan organisme plak supragingi!al. ?ambaran morfologi sulkus gingi!a dan poket periodontal menyebabkan mekanisme pembersihan alami kurang terlibat didalamnya. 1al ini menyebabkan maturasi dari penimbunan plak supragingi!a, yang menyebabkan perubahan inflamasi yang dimodifikasi hubungan anatomi dari gingi!al margin dan permukaan gigi. Menghasilkan lingkungan baru yang terlidungi supragingi!al dan terdapat airan gingi!al. ( re!i ular fluid).

6pithel, sel inflamasi dan produk akhir bakteri akan mempengaruhi proporsi M) subgingi!al.)rganisme dapat melekat pada bakteri lain, gigi, lumen

poket, epitel poket. Pada lumen poket M) akan langsung berhubungan dengan nutrien yang terdapat dalam airan gingi!a. >ingkungan yang mereduksi oksigen sedikit yang dapat menyebabkan hanya M) yang anaerob dapat tumbuh dengan epat.

Perlekatan baktei supragingi!al pada permukaan gigi. Pada bagian ini struktur dari plak subgingi!al A supragingi!al. >apisan sebelah dalam yang melekat pada permukaan gigi didominasi oleh flora, garam positif bentuk batang dan o i. S. Mitis,S.Sanguis, 6ubakterium, Bifidoba terium, Bakterioma Mathru hotii dan spesies lain. M) gram negatif bentuk batang dan o i yang selalu ditemukan pada perlekatan plak ini. ;omponen dari subgingi!al plak berhubungan dengan deposisi dari garam mineral dan pembentukan kalkulus, karies akar. Bila organisme berlebihan pada tempat ini misalnya. 9. =sraelli, 9.:aeslundii ditambah monokontaminan pada tikus yang bebas kuman membentuk pertumbuhan plak bakteri dan karies akar, hilangnya tulang al!. &ampak oleh adanya penekanan pada osteoblas.

Plak subgingi!al yang berhubungan dengan epitelium. ;omponen dari plak subgingi!al yang tidak melekat erat terletak pada hubungan langsung dengan epitel gingi!a ke gingi!al margin sampai ke epitel jun tion. Satu bagian berkontak dengan epitel dan bagian lain pada lumen poket yang mengandung bakteri gram negatif bentuk batang o i, bakteri berflagel dan spiro haeta. )rganisme ini tidak tersusun dalam pola spesifik. Berbeda dengan komponen non bakteri lainnya.

Bila organisme dari subgingi!al ditanam pada binatang per obaan yang bebas kuman dengan monokontaminan --B periodontitik phatik. Proporsi @ona subgingi!al tampak berkaitan dengan sifat dan aktifitas penyakit yang ada pada tempat tertentu. Pada lesi yang berkembang epat seperti lo ali@ed ju!enile periodontitis, komponen plak subgingi!al yang berkaitan dengan gigi tampak sedikit.

Poket periodontal ini mengandung hampir seluruh organisme gram negatif yang membentuk @ona plak subgingi!al yang berkontak dengan epitel bertambah luas. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa plak yang berdekatan dengan epitel sul us dan jun tional epitel merupakan bagian

yang pertama lesi periodontal berkembang.Pemeriksaan lebih jauh mengenai plak subgingi!al sifat khas masing-masing komponen.

Merupakan hal yang penting untuk memahami hubungan kelompok M) tertentu dengan penyakit plak subgingi!al yang berkaitan dengan gigi --B penting dalam pembentukan kalkulus, karies akar subgingi!al dan destruksi periodontal yang berkembang lambat. Sedangkan komponen bakteri yang tidak melekat berkaitan dengan destruksi periodontal epat.

;aries akar subgingi!al berasal dari plak subgingi!al yang berkontak dengan permukaan akar. Plak pada permukaan kalkulus dapat merupakan jalan masuk ke dalam jaringan periodontal karena iritasi dan trauma terhadap epitel poket tipis telah mengalami inflamasi yang disebabkan oleh kalkulus.