Anda di halaman 1dari 15

Batu Kalsium Ginjal

Calcium kidney Stone

Pendahuluan
Di amerika serikat prevalensi batu ginjal meningkat pd usia > 30 tahun Pada pria 11% dan pada wanita 5,6% Sekitar 80% batu mengandung kalsium oksalat juga dengan kalsium fosfat Diagnosis batu kalsium membutuhkan analisis setelah pengangkatan batu ginjal karena dapat beresiko kambuh

PATOGENESIS
Faktor physicochemical
supersaturasi sering digambarkan dengan rasio kosentrasi calcium oxalat urin atau phospat yang melebihi batas kelarutan merupakan faktor utama pembentukan batu. Supersaturasi biasanya meningkat pada pasien dengan batu ginjal recurent daripada pasien yang belum. Jenis dari batu yang terbentuk berkaitan dengan supersaturasi urin. Supersaturasi dari kalsium okslaat tidak tergantung PH urin tapi supersaturasi kalsium fosfat meningkat tajam dengan urin yang PH 6-7. Urin juga mengandung sitrat yang dapat memperlambat pertumbuhan kalsium kristal. Abnormalitas sepeti Uretropelvicaljunction obstruksi. Horseshoe kidney dapat memperburuk pembentukan batu. Faktor metabolik Ketidak seimbangan eksresi kalsium, oksalat dan air dapat membuat supersaturasi. Hiperkalsiuria yang paling banyak menyebabkan batu kalsium.

lanjutan
Hipositrat adalah faktor resiko terjadinya batu.. Citrat di urine akan menurunkan supersaturasi dan menurunkan pembentukan batu. Hiperurikosuria disebabkan krn diet tinggi purin dapat meningkatkan batu kalsium karena mereduksi kelarutan kalsium oksalat

Histopatology
Pada permukaan papillary, dimana batu kalsium phospate idiopatic dihubungkan dengan penumpukan kristal di duktus koleduktus.

STRATEGI DAN PETUNJUK

Pasien yang memiliki riwayat batu ginjal perlu dievaluasi untuk menyingkirkan penyakit sistemik dan mengikuti panduan terapi pencegahan Evluasi meliputi : mencari kemungkinan penyebab potensial pencarian batu. CT, renal USG, tanpa menggunakan material kontras dapat memberikan informasi untuk mengetahui keadaan, ukuran, lokasi batu untuk mengetahui abnormalitas anatomi ginjal. Tes metabolik dilakukan setelah pasien melewati keadaan ginjal yang akut dan setelah pasien pulih. Evaluasi meliputi tes darah untuk mengetahui adanya hiperkalsiuria dan penyakit ginjal kronik. Analisis urin 24 jam harus dilakukan 2 kali, untuk mendeteksi kelainan metabolik karena ekskresi mineral berubah dari hari ke hari.

Treatment

Batu yang terbentuk di ginjal tidak harus diambil atau dipecah kecuali menyebabkan obstruksi, infeksi, perdarahan masif atau sakit yang menetap. Batu ureter dengan diameter < 10 mm dapat diatasi dengan tatalaksana konservatif bila tidak ada demam, infeksi atau gagal ginjal . Contohnya Analgesik opioid dan anti inflamasi non steroid efektif untuk meredakan nyeri kolik. Terapi dengan obat reseptor alfa 1 adrenergik reseptor blocker atau bloker kanal kalsium kemungkinan memudahkan batu melewati ureter Secara umum batu yang > 10 mm tidak dapat melewati ureter, dan batu yang lebih kecil dari 5 mm dapat melewati ureter. Sedangkan batu dgn d 5-10 mm bisa melewati bisa tidak.

Jika batu tidak keluar maka dapat dilakukan operasi :


ESWL atau ureteroscopy dengan laser litotripsi. Ureteroscopy lebih meningkatkan komplikasi yaitu sepsis dan injury ureter. ESWL dan ureteroscopy digunakan pada batu yang kecil sedangkan batu yang besar dan tunggal memakai metode percutaneus nefrolitotomy

Pencegahan batu kalsium oksalat

Pencegahan batu ginjal yang kambuh yaitu dengan mengurangi supersaturasi yaitu dengan meningkatkan volum urin
mengurangi makan-makanan yang mengandung protein hewani,sodium 50 mmol/day dan oksalat 200 mg/ hari dengan kalsium intake sebesar 1200 mg/hari Diuretik golongan thiazide dapat menurunkan ekskresi kalsium urin. Strategi : volum urin 2-2,5 liter dengan air rendah natrium, rendah karbohidrat Dengan mengurangi kadar asam urat dengan alupurinol 300 mg /hari.

Pencegahan batu kalsium fosfat


Pencegahan sama seperti batu kalsium oksalat Dikarenakan potasium alkali dapat meningkatan PH
maka penggunaannya harus hati-hati.

Kesimpulan dan rekomendasi


Perawatan pencegahan kambuhnya batu ginjal diindikasikan
bagi pasien yang pernah mengalami batu ginjal, jika tidak terjadi penyakit sistemik, perawatan fokus pada abnormalitas metabolisme Pasien dianjurkan minum 2 liter per hari dan mengurangi natrium 230 mg dan protein 0,8-1 g /kgbb. Thiazide 25 mg clorthalidone /day utuk mengurangi ekskresi kalsium. Urin 24 jam dianalisis dan dilakukan dalam waktu 4-6 minggu untuk menilai keefektifan pengobatan utnuk mengurangi efeksamping seperti hipokalemia.

Penutupan
American urological Assosiation(www.uanet.org) First line ESWL dan Ureteroscopy dengan litotripsi