Anda di halaman 1dari 2

Sumber : Statistik Indonesia http://www.datastatistik-indonesia.

com/content/view/410/410/

ANG A !"A#IAN ASA$ Konsep Dasar Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. Penduduk tua mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang masih muda. Kegunaan Angka Kematian Kasar adalah indikator sederhana yang tidak memperhitungkan pengaruh umur penduduk. Tetapi jika tidak ada indikator kematian yang lain angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah.
Definisi

Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu, di suatu wilayah tertentu Rumus

dimana !" #Crude Death Rate ( Angka Kematian Kasar) ! # $umlah kematian (death) pada tahun tertentu P # $umlah Penduduk pada pertengahan tahun tertentu K # %ilangan konstan 1000 atatan1& P idealnya adalah 'jumlah penduduk pertengahan tahun tertentu' tetapi yang umumnya tersedia adalah 'jumlah penduduk pada satu tahun tertentu' maka jumlah dapat dipakai sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari ( data dengan tahun berurutan, maka rata)rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.

atatan(& dari *usenas (00+ ter,atat sebanyak -.-.-/0 kematian, sedangkan jumlah penduduk pada tahun tersebut diperkirakan sebesar (1/.+-.00. jiwa. *ehingga Angka

Kelahiran Kasar yang terhitung adalah sebesar +,12. Artinya, pada tahun (00+ terdapat + atau / kematian untuk tiap 1000 penduduk.
Contoh Angka Kelahiran Kasar di beberapa propinsi dan kabupaten di 3ndonesia.terdapat dalam Tabel 1.
Tabel 1 Angka Kelahiran Kasar menurut Propinsi dan Kabupaten, (00/ Propinsi4Kabupaten 5aki)laki Perempuan Total *umatera *elatan .,0( /,.+ 1,+( Kab. 6K3 .,-( /,0( .,02 Kota Palembang /,.1 1,0( /,(( $awa %arat -,11 1,-2 .,.Kab. Kuningan 10,21 10,2. 0,.( Kota %andung /,0+,10 /,(+ 7TT 2,(0 .,(. -,(+ Kab. 8lores Timur .,2+ 1,12 .,1. Kab. Timor Tengah 9tara -,0+ /,01 1,00
*umber data& 3ndikator untuk propinsi diambil dari *9*:7A* (00/. Karena sampel yang terlalu ke,il perhitungan untuk tingkat kabupaten dilakukan melalui rata)rata dari penggabungan antara *usenas (00+ dan (00/ (%adan Pusat *tatistik dan 978PA, (001)