Anda di halaman 1dari 6

1.

Protokol DCOM (Distributed Component Object Model) Definisi Protokol DCOM adalah protokol yang berfungsi untuk mengaktifkan komponen padaperangkat lunak (software) agar dapat berkomunikasi langsung dengan jaringan. (Spangler, 2004).Tujuan DCOM adalah agar komponen yang telah dibuat dapat diregister di suatu komputer dan di akses oleh banyak komputer lain. DCOM sendiri bukan merupakan teknologi beru karena teknologi ini banyak dipakai dalam sistem distribusi pada sistem jaringan TCP/IP. Protokol yang digunakan oleh DCOM dapat meliputi: Protokol TCP/IP Protokol UDP/IP Protokol HTTP Protokol RPC Secara umum DCOM menerapkan sistem Klien-Server sehingga terdapat istilah DCOM klien dan DCOM server. Cara Kerja DCOM Cara kerja DCOM yang menggunakan Remote Procedure Call dimana Object diletakkan di dalam Back-End (Server) dalam bentuk file Dll (Dynamic Linking Library) dan klien akan mengakses objek tersebut melalaui media jaringan yang ada. DCOM merupakan ektensi dari Component Object Model (COM). Pada COM kita melihat bagaimana suatu komponen client saling berinteraksi. Interaksi ini dapat didefinisikan sebagai hubungan secara langsung antara komponen (COM Server) dan COM Client. Aplikasi client memanggil method yang ada di komponen COM tanpa perantara apapun dan terjadi dalam suatu proses baik pada aplikasi client maupun komponen itu sendiri. Sedangkan pada sistem operasi yang baru proses akan dilindungi dari gangguan proses yang lain sehingga aplikasi client tidak akan langsung mamanggil komponen tetapi melalui interproses yang disediakan oleh sistem operasi. Ketika client dan server pada tempat yang berbeda, DCOM akan menggantikan lokal interproses yang berkomunikasi dengan sebuah jaringan protokol. Melalui protokol DCOM ini, aplikasi client dapat mengakses DCOM server. DCOM juga menyembunyikan lokasi suatu komponen sehingga aplikasi tinggal langsung memanggil method yang ada di komponen DCOM. Lokasi DCOM yang independen inilah yang membuat penyederhanaan pada penerapan sistem distribusi suatu komponen dan juga meningkatkan performance. Bayangkan kita mempunyai komponen yang banyak dan kemudian dilakukan distribusi ke jaringan LAN, maka hal ini akan

meningkatkan laju trafik jaringan sehingga komunikasi data pada jaringan LAN ini akan jauh lebih lambat. Dengan adanya DCOM maka semua komponen didistribusikan dalam suatu protokol DCOM dan proses yang sama. Ketika suatu aplikasi mengakses komponen melalui DCOM maka DCOM akan melakukan proses validasi komponen, tujuanya untuk mengakses apakah komponen yang dipanggil ini ada didalam DCOM. Arsitektur DCOM DCOM merupakan ektensi dari Component Object Model (COM). Pada COM kita melihat bagaimana suatu komponen client ini saling dapat

berinteraksi. didefinisikan

Interaksi sebagai

hubungan

secara langsung antara komponen (COM Server) dan COM Client. Aplikasi client memanggil method yang ada di komponen COM tanpa perantara apapun dan terjadi dalam suatu proses baik pada palikasi client maupun komponen itu sendiri. Sedangkan pada sistem operasi yang baru proses akan dilindungi dari gangguan proses yang lain sehingga aplikasi client tidak akan langsung mamanggil komponen tetapi melalui interproses yang disediakan oleh sistem operasi. Ketika client dan sever pada tempat yang berbeda, DCOM akan menggantikan local interprosses yang berkomunikasi dengan sebuah jaringan protokol. Malalui protocol DCOM ini, aplikasi client dapat mengakses DCOM server. DCOM juga menyembunyikan lokasi suatu komponen sehingga disis aplikasi tinggal langsung memanggil method yang ada di komponen DCOM. Lokasi DCOM yang independen inilah yang membuat penyederhanaan pada penerapan sistem distribusi suatu komponen dan juga meningkatkan performance. Bayangkan kita mempunyai komponen yang banyak dan kemudian dilakukan distribusi ke duatau jaringan LAN, maka hal iini akan meningkatkan laju trafik jaringan sehingga komunikasi data pada jaringan LAN ini akan jauh lebih lambat. Dengan adanya DCOM maka semua komponen didistribusikan dalam suatu protokol DCOM dan proses yang sama. Ketika suatu aplikasi mengakses komponen melalui DCOM maka DCOM akan melakukan proses validasi komponen, tujuanya untuk mengakses apakah komponen yang dipanggil ini ada didalam DCOM.

2. Protokol SOAP ( Simple Object Access Protokol) Definisi SOAP adalah singkatan dari Simple Object Access Protocol, merupakan sebuah protokol komunikasi client server yang mengirim dan menerima informasi "di atas HTTP". Data yang dikirim dan diterima dalam format XML. SOAP hampir sama dengan protokol XMLRP, hanya saja SOAP lebih cocok digunakan untuk data kompleks yang dikirim antar client-server. Secara konseptual SOAP dapat dianggap sebagai DCOM versi XML. SOAP merupakan mekanisme lain yang memungkinkan penggunaan remote procedure call. SOAP bersifat netral platform, netral bahasa dan tidak bergantung pada suatu objek model. Sehingga SOAP-enabled distributed application dapat menjangkau beragam operating sistem, dimana terdiri dari objek yang berasal dari vendor yang berbeda, ditulis pada bahasa yang berbeda, dan didasarkan pada objek model yang berbeda Arsitektur SOAP Pesan SOAP berbentuk seperti sebuah envelope yang berisi header (optional) dan body (required). Header berisi blok informasi yang berhubungan dengan bagaimana pesan tersebut diproses. Hal ini meliputi peroutingan dan delivery setting, authentication atau authorization assertions, and transaction contexts. Body berisi pesan sebenarnya yang dikirim dan diproses. Semua yang dapat ditampilkan dengan sintaks XML dapat dimasukk an dalam pesan body. Setiap elemen Envelope harus berisi tepat satu elemen Body. Elemen Body dapat berisi sebanyak mungkin child nodes yang diperlukan. Isi dari elemen Body adalah pesan. Elemen Body ditentukan dalam suatu cara dimana dapat berisi valid dan wellformed XML yang telah dibatasi oleh suatu namespace (qualified). Jika sebuah Envelope berisi elemen Header, harus berisi tidak lebih dari satu, dan harus tampak pada first child dari Envelope, sebelum elemen Body. Header dapat berisi valid, well-formed, dan dibatasi dengan namespace XML dimana hendak dimasukkan oleh pencipta pesan SOAP. Setiap elemen yang berada dalam Header disebut blok header. Tujuan dari blok header adalah untuk memberitahukan infomasi yang berhubungan dengan pemrosesan pesan SOAP.

Tujuan SOAP Banyak aplikasi saat ini berkomunikasi menggunakan Remote Procedure Calls (RPC), tetapi HTTP tidak dirancang untuk tujuan ini. Karena banyak firewall dan server proxy biasanya akan memblokir jenis lalu lintas, RPC memiliki kompatibilitas yang besar dan masalah keamanan. Cara terbaik untuk berkomunikasi melalui web melalui HTTP, HTTP hanya karena didukung oleh semua server Internet dan browser; SOAP diciptakan untuk mencapai hal ini. Keuntungan SOAP adalah protokol serbaguna yang dapat mengangkut pesan di protokol transport banyak seperti JMS dan SMTP, tidak hanya HTTP. Juga, karena SOAP terutama digunakan di atas protokol transport HTTP, dengan mudah dapat ditransfer melalui firewall dan proxy server yang ada tanpa perlu modifikasi dan dapat menggunakan infrastruktur yang sudah di tempat. Kekurangan dari SOAP SOAP bisa agak rumit dan lambat karena menggunakan XML, yang besar ketika ditulis dalam bentuk tertentu. Hal ini juga dapat memperlambat proses karena ketika HTTP digunakan sebagai protokol transport, firewall yang dirancang untuk memungkinkan web perlu browsing untuk melakukan analisis yang lebih rinci dari paket HTTP, yang dapat memperlambat proses bawah. HTTP adalah protokol transfer dan tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai protokol transportasi seperti yang sering adalah bila digunakan dengan SOAP.

3. RPC (Remote Procedure Call) Definisi Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus menghubungi port yang mana, client bisa me- request kepada sebuah matchmaker pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan port apa yang digunakan oleh prosedur yang diminta client. RPC masih menggunakan cara primitif dalam pemrograman, yaitu menggunakan paradigma procedural programming. Hal itu membuat kita sulit ketika menyediakan banyak remote procedure. RPC menggunakan socket untuk berkomunikasi dengan proses lainnya. Pada sistem seperti SUN, RPC secara default sudah ter- install kedalam sistemnya, biasanya

RPC ini digunakan untuk administrasi sistem. Sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya dari mana saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan. Umumnya protokol RPC yang digunakan pada saat ini adalah DCOM (Distributed Component Object Model). Saat ini ada alternatif protokol baru, yakni SOAP (Simple Object Access Protocol), yang berdasarkan pada teknologi XML. Implementasi RPC Sun Microsystems Open Network Computing (ONC) : RPC specification, XDR (eXternal Data Representation) standard, UDP atau TCP transport protocol. Xerox Courier : RPC model, Data representation standard, XNS (Xerox Network Systems) SPP (Sequenced Packet Protocol) sebagai transport protocol, Apollos Network Computing Architecture (NCA), RPC protocol, NDR (Network Data Representation).

Prinsip RPC dalam pemrograman Client-Server

Langkah-langkah dalam RPC

1. Client procedure memanggil client stub secara normal 2. Client stub membuat pesan, memanggil local OS 3. Clients OS mengirim pesan ke remote OS 4. Remote OS member pesan ke server stub 5. Server stub membuka parameters, memanggil server 6. Server bekerja, mengembalikan hasil ke stub 7. Server stub mengepak itu kedalam pesan, memanggil local OS 8. Server OS mengirim pesan ke client OS 9. Client OS member pesan client stub 10. Stub membuka hasil, mengembalikan ke client Contoh Implementasi RPC dengan SUN RPC Fungsi yg dipanggil client melalui RPC: - bin_date_1: No arguments. Result in long integer: waktu saat ini, dlm jumlah detik sejak 00:00:00 GMT, January 1, 1970. - str_date_1 Mengkonversi hasil bin_date_1 menjadi readable ASCII sring. Berkas yg dibuat programmer:

- Server procedure: date_proc.c - RPC specification file: date.x - Client main function: rdate.c date.x -> rpcgen ->

- Server stub: date_svc.c - date.h - Client stub: date_clnt.c Generate executable client program:

- cc o rdate rdate.c date_clnt.c lrpclib Generate executable server program:

- cc o date_svc date_proc.c date_svc.c lrpclib