Anda di halaman 1dari 6

Media Kedokteran Hewan Vol. 23, No.

3, September 2007
173
VaksInasI BCG McnIngkatkan AktIvItas Makrofag da!am SckrcsI Reactlte Oxgen
|ntermedlate (ROI) pada AnjIng yang DIInfcksI Mcobacterlum tuberculosls
BCG VaccInatIon Incrcascd ROI SccrctIon In Dogs Macrophagc Infcctcd
wIth Mcobacterlum tuberculosls
Ida TjahajatI
agian Ilmu Penyakil Dalam, Iakullas Kedokleian Hevan, Univeisilas Cadjal Mada,
}l. Olal Raga, Kaiang Malang Yogyakaila 55281, H:O8157889O5OO
email: ida_ljalajaliyaloo.com
Abstract
Tle aim of llis exeiimenl is lo sludy lle effecl of CC vaccinalion on ROI secielion aclivily
in dog eiiloneum maciolage vlicl infecled vill M. |uccrcu|csis. Tle exeiimenl used lvenly foui
leallly dogs. Tle animals veie divided in 2 gious, 12 dogs in eacl giou . Ciou I veie vaccinaled
by CC, giou II veie conliol giou vlicl unvaccinaled. CC vaccinalion vas done lvice vill lvo
veeks inleival. Tvo days aflei vaccinalion eacl dog vas infecled by 1O
4
cfu M. |uccrcu|csis
inliaeiiloneally. Tle aclivily of maciolages veie measuied al 1
sl
, 2
nd
, 12
ll
, and 24
ll
, aflei infeclion
using NT ieduclion assay. Tliee dogs veie used lo measuie lle maciolage aclivily in eacl eiiod,
using liilicale samle foi eacl dog. Tle iesulls of lle exeiimenl sloved llal lle ROI sec ielion
incieased significanl defeience in vaccinalion giou (P<O.O1) comaie d vill lle conliol giou, and
llese aclivilies ieacled lo lle laleau level al 2 veeks aflei infeclion. Alllougl llese enlanced
aclivilies veie giadually diminisled lleieaflei, lig lei levels of llese aclivilies veie consislenlly
obseived unlil lle end of exeiimenl comaie d vill conliol giou. Tlese iesull indicaled llal CC
vaccinalion incieased lle cellulai i mmunily esecially ROI secielion aclivilies in dog infecled vill M.
|uccrcu|csis
Kcy words. CC, ROI, M. |uccrcu|csis, dogs

Pcndahu!uan
}umlal endeiila lubeikulosis di Indonesia
menemali osisi nomei liga leibesai di dunia
selelal India dan Clina. Menuiul Sub Diiekloial
Pembeianlasan Penyakil Tubeikulosis (P2T) Diljend
Pengendalian Penyakil dan Penyelalan Iingkungan
Deailemen Keselalan Reublik Indonesia, angka
insidensi kasus baiu mencaai 1O7 ei 1OO iibu
enduduk (Sisvono, 2OO6). Tubeikulosis meiuakan
enyebab kemalian nomoi dua leibesai di Indonesia
selelal enyakil kaidiovaskulei, dan meiuakan
enyebab kemalian nomoi salu daii kelomok e -
nyakil infeksi (Manaf, l997). Penyakil ini disebabkan
olel Mqcccac|crium |uccrcu|csis yang meiuakan
enyebab kemalian lamii 3 jula manusia, d an
leidaal 8-12 jula kasus baiu selia lalunnya
(Raviglione c| a|., l999). Menuiul lcr| Hca||n
Organiza|icn (WHO) dieikiiakan enyakil lelal
menyeiang seeiliga enduduk dunia, dan mem -
unyai olensi beikembang ke ai al enyakil ieaklif
(Dolin, 1994). Dengan beikembangnya numan immu-
nccficicncq tirus/acquirc immunccficicncq sqnrcmc
(HIV/AIDS) seila adanya masalal kekebalan kuman
leilada beibagai obal lubeikulosis ( mu||i rugs rcsis-
|an| M. |uccrcu|csis, MDR-T), menyebabkan lubeiku-
losis menjadi masalal keselalan dunia (Nikmavali c|
a|., 2OO6). Mycobacleiium daii M. |uccrcu|csis ccmp|cx
yang menyeiang manusia lelal dikelalui juga daal
menyebabkan lubeikulosis benluk ulmonaii, gaslio -
inleslinal, alau benluk menyebai ada levan leima -
suk anjing dan kucing (Snidei c| a|., 1971, ennel dan
Caskell, l996, Monlali c| a|., 2OO1).
Usala encegalan leilada lubeikulosis lelal
lama diuayakan yailu dengan melakukan vaksinasi
menggunakan M. cctis sliain 3aci||us Ca|mc||c-Gucrin
(CC) yang lelal dilemalkan. Vaksin ini eilama kali
digunakan ada manusia lalun 1921, selanjulnya
alikasi enggunaannya meluas ke beibagai negaia
di dunia dengan lingkal ioleklivilas yang beivaiiasi
(Huebnei dan Comslock, l994, Huebnei, l996). Sifal
Tjahajati; Vaksinasi BCG Meningkatkan Aktivitas Makrofag dalam Sekresi Reactive Oxygen Intermediate ...
174
imunoolensialoi CC ada levan eicobaan lelal
banyak dielajaii dan leibukli daal meningkalkan
ieaklivilas imunologis dengan beibagai mekanisme.
3aci||us Ca|mc||c-Gucrin daal meiubal bebeiaa
komonen ieson imun, mengubal bebeiaa lie sel,
dan daal mendoiong leijadinya efek slimulasi alau
englambalan ada sislem imun leiganlung ada
bagaimana caia menggunakannya (Hennesey dan
akei, l994). Selain memacu ieson imun yang
dieianlaiai sel T, CC juga dikelalui daal mening -
kalkan jumlal limfosil. Secaia in ti|rc embeiian CC
daal meningkalkan jumlal limfosil CD4+ yang
leibukli dengan meningkalnya jumlal sel -sel blasl
CD4+ dalam kullui (Yaqoob dan Caldei, l995).
Puncak iolifeiasi limfosil leijadi 2 minggu selelal
infeksi ada levan coba yang diinfeksi dengan CC
(Demangel c| a|., l999).
Pengaiul CC leilada kemamuan fagosi losis
dan daya bunul makiofag ada infeksi S|apnq|cccccus
aurcus dan efeknya dalam meningkalkan ioduk si
|umcr nccrcsis fac|cr a|pna (TNI-u) olel makiofag lelal
dilaoikan olel Djamialun c| a|. (1988). Peningkalan
aklivilas embunulan leilada in|racrq|nrccq|ic
P|asmcium qcc|ii secaia in ti|rc kaiena efek CC juga
lelal dilaoikan olel Suaigiono (1993 ). Iaoian lain
mengenai efek CC leilada embunulan P|asmc-
ium ccrgnci olel makiofag lelal diublikasikan olel
Wijayanli (l996). Hasil enelilian leidalulu menun-
jukkan balva infeksi lubeikulosis ada kucing juga
mengikuli aiadigma Talun 1 dan Talun 2 yang
melibalkan aklivilas makiofag dan T lelei (Tjalajali
c| a|., 2OO4
a
). Dikalakan olel Issac c| a|. (l983) balva
anjing lebil mudal leiinfeksi olel M. |uccrcu|csis
dibanding dengan kucing. Namaknya aklivilas ma-
kiofag klususnya dalam sekiesi ROI dan fagosilosis
dalam meieson infeksi M. |uccrcu|csis ada anjing
dan kucing sedikil beibeda (dala dalam ioses
ublikasi). Meskiun CC samai saal ini digunakan
di laangan dan lelal dikelalui beisifal imunoolen -
sialoi, namun bagaimana engaiulnya leilada
imunilas selulei klususnya aklivilas makiofag dalam
sekiesi ROI ada anj ing belum einal dilaoikan.
Pada enelilian ini dielajaii bagaimana
engaiul vaksinasi CC leilada aklivilas makiofag
klususnya dalam aklivilas sekiesi ROI ada anj ing
yang diinfeksi M. |uccrcu|csis. Telal dikelalui meka-
nisme ieson imun leilada infeksi M. |uccrcu|csis
dieiankan olel imunilas selulei yailu sel makiofag
dan sel T (T-cc|| mcia|c immuni|q), dengan mekanis-
me ulama meningkalnya aklivilas makiofag dan sel T
(Cialam dan lomm, l994, Ryan, l997, Ilyn, 2OO1).
Didasaikan ada CC yang beisifal imunoolensi -
aloi, maka liollesis dalam enelilian ini adalal
anjing yang divaksin dengan CC selelal diinfeksi
dengan M. |uccrcu|csis akan menunjukkan aklivilas
makiofag dalam sekiesi ROI yang lebil linggi
dibanding dengan kelomok yang lidak divaksin
CC dalam usalanya membeiikan ioleksi unluk
memusnalkan M. |uccrcu|csis yang masuk dalam
lubul anjing.
Mctodc Pcnc!ItIan
Hcwan pcrcobaan
Dua ulul emal anj ing selal (jenis kelamin
janlan dan belina, umui 1-2 lalun, beial badan 6-1O
kg) dibagi secaia acak dalam 2 kelomok masin g-
masing 12 ekoi. Kelomok I yailu kelomok yang
divaksinasi dengan CC dan kelomok II adalal
kelomok konliol yailu kelomok yang lidak
divaksin CC. Slimulasi CC dilakukan secaia
inliaeiiloneal, sebanyak 2 kali dengan inleival 2
minggu dengan dosis O, 1 ml. Dua laii selelal
vaksinasi semua anjing diinfeksi M. |uccrcu|csis
dengan dosis 1O
4
cfu secaia inliaeiiloneal.
Mqcccac|crium yang digunakan dalam enelilian ini
adalal M. |uccrcu|csis sliain H37Rv yang dieiolel
daii alai Iaboialoiium Keselalan Daei al, Daeial
Islimeva Yogyakaila.
PcrIodc waktu pcmcrIksaan aktIvItas makrofag
Aklifilas fagosilosis makiofag eiiloneum
anjing diukui ada minggu ke-1, 2, 12, 24 selelal
dilakukan infeksi. Pada masing-masing eiiode
engukuian aklivilas makiofag diguna kan 3 ekoi
anjing, dan masing-masing anjing dibual ielikasi 3
kali.
Iso!asI dan ku!tur makrofag pcrItoncum
Pada jadval vaklu yang lelal dilenlukan anj ing
dianaslesi dengan menggunakan Anesjecl
R
(kellami-
ne) dengan dosis O,1 mg/kg , disunlikkan secaia
inliamuskulei. Selelal anjing leilidui, kemudian
dilelakkan ada osisi leilenlang ( crsc |a|cra|) ada
gabus yang lelal dilaisi dengan aluminium foil sleiil,
kemudian kulil bagian eiul didesinfeksi dengan
alkolol 7O, selanjulnya kulil abdomen dibuka
dengan gunling sleiil, selingga lamak laisan
mesenleiium dan cavum eiiloneum beseila isinya
daal leililal dengan jelas (Coligan c| a|., l997).
Medium RPMI dingin kuiang lebil 1OO ml
diinjeksikan ke dalam iongga eiiloneum dan di -
massagc kuiang lebil 3 menil, kemudian medium
diasiiasi kembali. Asiial yang lelal dieiolel
dilamung dalam labung senliifus sleiil, kemudian
disenliifus ada kecealan 12OO im, 4
o
C selama 1O
menil. Sueinalan dibuang kemudian dilambalkan 3
ml medium RPMI lengka (mengandung I CS 1O)
ada elel yang lelal dieiolel (Ieijl, l986).
}umlal makiofag dililung dengan mengguna -
kan lemosilomelei kemudian diiesusensikan lagi
dengan medium RPMI lengka selingga didaal sel
Media Kedokteran Hewan Vol. 23, No. 3, September 2007
175
dengan keadalan 2,5 x 1O
6
sel/ml. Susensi sel yang
lelal dililung, kemudian dikullui ada sumuian
micrcp|a|c 24 yang lelal dibeii cctcr s|ips bulal, selia
sumuian 2OO l (5 x 1O
5
sel), kemudian diinkubasi
dalam inkubaloi CO2 5, 37
o
C selama 3O menil.
Selelal ilu dilambalkan medium RPMI lengka
sebanyak 1 ml ada sel ia sumuian kemudian
diinkubasikan lagi selama 2 jam. Selanjulnya sel
dicuci dengan RPMI sebanyak 2 kali, kemudian
dilambalkan medium RPMI lengka 1 ml ada lia
sumuian dan selanjulnya diinkubasikan selama 24
jam (Ieijl c| a|., 1986).
UjI sckrcsI ROI
Kemamuan makiofag eiiloneum anjing
dalam mensekiesi rcac|itc cxqgcn rcac|itc (ROI) diukui
dengan ni|rcc|uc |c|razc|ium (N3T) rcuc|icn assaq .
Pada assay ini Ploibol 12-Myiislale 13-Acelale (PMA)
akan menslimulasi makiofag unluk mensekiesi ROI,
dan adanya ROI (anion sueioksida, O2-) akan menye-
babkan NT leieduksi selingga membenluk iesiilal
foimazan yang lidak leilaiul (Ieijl c| a|., 1986)
Unluk menslimulasi sekiesi anion sueioksida,
kullui sel dislimulasi dengan PMA dengan konsen-
liasi aklii 125ng/ml . Uiulan caia keija adalal
sebagai beiikul. Kullui makiofag dicuci 2 kali dengan
RPMI, kemudian dilambalkan 5OO l laiulan NT
(1mg/ml PS) yang mengandung 125 ng/ml PMA
unluk lia sumuian dan diinkubasikan ada inkuba-
loi CO2 5, 37
o
C selama 1 jam. Sel kemudian dicuci
dengan PS 3 kali, dikeiingkan ada sulu kamai dan
difiksasi dengan mellanol absolule selama 3O delik.
Selelal keiing diulas dengan 2 Neulial Red
Solulion selama 15 menil, kemudian dicuci dengan
aquades. Selelal keiing cctcr s|ips diangkal daii
sumuian micrcp|a|c unluk dililal di baval mikiosko
calaya dengan eibesaian 4OO kali (Ieijl c| a|., 1986).
Aklivilas makiofag unluk mensekiesi ROI
diukui dengan menglilung eisenlase makiofag
yang mensekiesi ROI yailu yang menunjukkan
embenlukan foimazan (vaina gela), dililung 1OO
makiofag yang leililal dibaval mikiosko calaya,
dan skoi deiajal embenlukan foimazan olel lia 1OO
makiofag, dililung dengan caia menjumlalkan
besainya skoi yang dicaai olel 1OO makiofag. Skoi O
jika ada makiofag li dak leibenluk foimazan, skoi 1
jika ada makiofag leibenluk foimazan lelai lidak
memenuli seluiul sel, dan skoi 2 jika foimazan yang
leibenluk memenuli seluiul sel (Ieijl c| a|., 1986).
Ana!IsIs data
Unluk mengelalui efek CC leilada aklivilas
makiofag dalam sekiesi ROI anlaia kelomok anjing
eilakuan dan konliol, lasil englilungan eisenlase
makiofag dan skoi ROI yang dieiolel dianalisis
dengan menggunakan uji T (Kinneai dan Ciay, l999).
Dalam inleiieslasi dan englilungan jumlal sel,
selalu menyeilakan oiang kedua unluk daal
dieiolel konfiimasi englilungan dan inleiielasi
lasil yang obyeklif.
HasI! dan Pcmbahasan
Aklivilas makiofag eiiloneum anj ing yang
mensekiesi ROI diukui dengan NT rcuc|icn assaq,
engukuian dilakukan daii dua asek yailu eisen-
lase makiofag yang mensekiesi ROI dan skoi ROI
yang dililung beidasaikan ada deiajal embenlu-
kan foimazan. Hasil folo mikioskois a klivilas
makiofag eiiloneum anj ing yang mensekiesi ROI
ada kelomok anj ing yang divaksin CC dan
konliol yang lidak divaksin disajikan ada Cambai 1 .
Hasil kemamuan aklivilas sekiesi ROI
makiofag kelomok anjing yang divaksin CC dan
kelomok anjing konliol selelal diinfeksi dengan M.
|uccrcu|csis disajikan ada Cambai 2 dan 3. Seeili
leililal ada Cambai 2 aklivilas sekiesi ROI yang
dinilai daii eisenlase makiofag yang mensekiesi
ROI, menunjukkan balva eisenlase makiofag yang
mensekiesi ROI kelomok anjing yang divaksin CC
lebil linggi dibandingkan dengan kelomok konliol.
Cambaian ola iesenlase makiofag yang mense-
kiesi ROI menunjukkan adanya kecende iungan
adanya eningkalan ada minggu eilama dan
mencaai uncaknya ada minggu kedua, kemudian
diikuli enuiunan aklivilas sekiesi sesuai dengan
beijalannya vaklu samai aklii enelilian.
Hasil englilungan skoi ROI namaknya mem-
beiikan gambaian yang seiua dengan eisenlase
makiofag yang mensekiesi ROI (Cambai 3). Skoi ROI
yang disekiesi olel makiofag (foimazan yang
leibenluk) dieiolel lebil linggi ada kelomok
anjing yang divaksin CC dibanding dengan
kelomok konliol, dengan uncak leilinggi skoi ROI
ada minggu kedua selelal infeksi. Selelal minggu
kedua, skoi ROI beiangsui -angsui menuiun sesuai
beijalannya vaklu dan lela lebil linggi dibanding
dengan kelomok konliol samai aklii enelilian.
Hasil analisis dengan uji T leilada aklivilas
sekiesi ROI olel makiofag menunjukkan balva
leidaal eibedaan yang beimakna (P<O,O1) anlaia
eisenlase makiofag yang mensekiesi ROI ada
kelomok anjing yang divaksin CC dan kelomok
konliol yang lidak divaksinasi CC. Demikian juga
lasil analisis leilada skoi ROI yang disekiesi olel
makiofag, menunjukkan adanya eibedaan yang
beimakna (P<O,O1) anlaia kelomok anjing yang
divaksin CC dan yang lidak divaksin CC.
Tjahajati; Vaksinasi BCG Meningkatkan Aktivitas Makrofag dalam Sekresi Reactive Oxygen Intermediate ...
176
A
Gambar 1. Iolo mikioskoik makiofag eiiloneum anj ing yang mensekiesi ROI selelal infeksi M.|uccrcu|csis
dosis 1x1O
4
cfu ei ekoi anjing (Pevainaan Neulial Red, 4OOx). Teililal makiofag yang mensekiesi
ROI (a): Kelomok konliol yang lidak divaksin CC (b): Kelomok eilakuan yang divaksin CC.
Tanda anal menunjukkan foimazan ada makiofag yang mensekiesi ROI.
Gambar 2. Rala-iala eisenlase makiofag yang mensekiesi ROI kelomok anji ng yang divaksin CC dan
kelomok konliol, selelal diinfeksi M.|uccrcu|csis dosis 1O
4
cfu.
Gambar 3. Rala-iala skoi ROI makiofag kelomok anj ing yang divaksin CC dan kelomok konliol, selelal
diinfeksi M.|uccrcu|csis dosis 1O
4
cfu.
Daii lasil leisebul menunjukkan balva vaksi-
nasi CC ada anjing daal meningkalkan aklivilas
makiofag dalam sekiesi ROI dalam usalanya unluk
memusnalkan M.|ucurcu|csis yang masuk ada lubul
anjing. Hasil enelilian leidalulu menunjukkan
balva adanya infeksi M.|uccrcu|csis ada kucing
meningkalkan sekiesi ROI olel makiofag da n menca-
ai uncaknya ada minggu kedua selelal infeksi,
yang dilubungkan dengan mekanisme embunulan
efeklif leilada M.|uccrcu|csis (Tjalajali c| a|., 2OO4
b
).
0
10
20
30
40
50
60
70
80
Mgg-1 Mgg-2 Mgg-12 Mgg-24
Waktu
Kontrol
Perlakuan
0
20
40
60
80
100
120
Mgg-1 Mgg-2 Mgg-12 Mgg-24
Waktu
Kontrol
Perlakuan
Media Kedokteran Hewan Vol. 23, No. 3, September 2007
177
Peningkalan aklivilas makiofag dalam sekiesi ROI
yang mencaai uncaknya ada minggu kedua
selelal infeksi, juga didukung dengan lasil enelilian
beiikulnya yang menunjukkan balva ada minggu
kedua selelal infeksi selain aklivilas sekiesi ROI yang
mencaai uncak, aklivilas makiofag dalam fagosilo -
sis juga mencaai uncaknya ada vaklu yang sama
(Tjalajali c| a|., 2OO4
c
). Rcac|itc cxqgcn in|crmcia|c
(ROI) meiuakan ioduk oksidalif makiofag yang
memainkan eianan enling dalam mekanisme em -
bunulan M.|uccrcu|csis, yang aklivilasnya diinduksi
olel silokin IIN- dan TNI-u (aines c| a|., l994,
Akaki, 2OOO). Kemamuan CC dalam menslimulasi
ieson imun selulei klususnya dalam mekanisme
sebagai efekloi oksidalif ada mencil lelal b anyak
dilaoikan. Suaigiono (1993) melaoikan eningka-
lan aklivilas oksidalif makiofag mencil dalam usala
membunul in|racrq|nrccq|ic P|asmcium qcc||i secaia
in ti|rc. Peicobaan seiua juga lelal dilakukan olel
Sleai (l989) dalam embunulan P|asmcium |nc|csi ,
dan juga dalam embunulan P|asmcium ccrgnci ada
likus eicobaan (Sleai, l989)). Aklivilas embunulan
oksidalif leilada Tcxcp|asma gcnii juga lelal
dilaoikan olel Mullmainal (2OO2 ). Daii dala lasil
aklivilas makiofag eiiloneum anj ing enelilian yang
dieiolel, membuklikan balva CC juga mamu
meningkalkan ieson imun ada a njing melalui
eningkalan aklivilas sekiesi ROI dalam usalanya
memioleksi unluk memusnalkan M.|uccrcu|csis
yang masuk dalam lubul anj ing.
Daii lasil enelilian juga daal leililal balva
ada kelomok anjing yang divaksin CC, namak
eningkalan aklivilas makiofag dalam sekiesi ROI
mengalami eningkalan sejak aval infeksi M.
|uccrcu|csis samai aklii enelilian. Walauun
eningkalan aklivilas makiofag dalam sekiesi ROI
juga namak ada kelomok konliol yang lidak
divaksin CC, namun eningkalan ada kelom ok
konliol lidak selinggi yang dicaai o lel kelomok
yang divaksin CC. Pengaiul vaksinasi CC leilada
eningkalan aklivilas makiofag yang leililal sejak
aval infeksi M.|uccrcu|csis samai aklii enelilian,
dibanding dengan kelomok konliol, daal diailikan
balva damak eilindungan enga iul vaksinasi
CC yang dibeiikan daal dieilalankan dalam
vaklu yang lama, yang dilaiakan dalam alikasi -
nya di laangan daal membeiikan eilidungan yang
efeklif leilada infeksi kuman leisebul.
KcsImpu!an
Daii lasil dan diskusi leisebul di alas daal
disimulkan balva engaiul vaksinasi CC ada
anjing daal meningkalkan ieson imun selulei
leilada infeksi M. |uccrcu|csis yailu melalui ening-
kalan aklivilas makiofag dalam sekiesi ROI.
Ucapan TcrImakasIh
Penulis mengucakan leiimakasil keada yang
leiloimal Piof. Di. Maiselyavan HNL, Piof. di.
Suaigiono, Pl.D., Piof. di. Haidyanlo Soebono,
SKk., di. Yanii Wijayanli Subionlo, Pl.D. , S.PD.,
IK-UCM, dan Piof. dil. Widya Asmaia, M.Sc.,Pl.D.,
IKH-UCM, yang lelal banyak membeiikan masukan
dan saian. Ucaan leiimakasil juga enulis laluikan
keada IPPT UCM, dan Dil. Wieklali, MS., selaku
Keala agian Mikiobiologi, alai Iaboialoiium
Keselalan Daeial, DIY yang lelal membeiikan ijin
dan banluan fasililas selama enel ilian.
Daftar Pustaka
Akaki T, Tomioka H, Slimizu, Dekio S, and Salo K.
2OOO. Comaialive ioles of fiee fally acids vill
ieaclive niliogen inleimediales and ieaclive
oxygen inleimediales in exiession of lle anli -
miciobial aclivily of maciolages agains Mqcc-
cac|crium |uccrcu|csis. Clinical and Lxeiimenlal
Immunology. 121: 32O-332.
Aianaz A, Iiebana L, Pickeiing X, Novoa C, Maleos A,
and Dominguez I. l996. Use of olymeiase
clain ieaclion in lle diagnosis of lubeiculosis in
cal and dogs. Vel. Rec. 138: 53-58.
aines PI, Modlin RI and Lllnei }}. l994. In
lubeiculosis allogenesis and conliol. bloom,
.R. Ldiloi. Ameiican Sociely foi Miciobiology,
Waslinglon, DC.
ennel M, and Caskell RM. l996. Ieline and Canine
Infeclious Diseases. lackvell Wissensclafls-
veilag CmbH kuifuislendamm, eilin, Ceimany.
Coligan }L, Kiuisbeek AM, Maigulies DH, Slevacl
LM, and Sliobei W. l997. Cuiienl Piolocols in
Immunology. Volume III. }oln Wiley and Sons.
Inc. Uniled Slaled of Ameiica.
Demangel C, ean AC, Mailin L, Ieng CC. l999.
Pioleclion Againsl Aeiosol Mqcccac|crium
|uccrcu|csis using Mqcccac|crium cctis 3aci||us
Ca|mc||c-Gucrin infecled dendiilic cell. Lui. }.
Immunol. 29 (6): 1972-1979.
Djamialun K, Dlaimana L, Kiislina T, Indai R. l998.
Pengaiul vilamin A dan CC ada ioduksi
TNI-u dan aklivilas fagosilosis makiofag
leilada S|apnq|cccccus aurcus. Iaoian Aklii
Talun I Risbin Ilekdok.
Dolin }P. l994. Clobal lubeiculosis incidens and
moilalily duiing 199O-2OOO. ulelin Woild
Healll Oiganizalion. 72(2): 213-22O.
Tjahajati; Vaksinasi BCG Meningkatkan Aktivitas Makrofag dalam Sekresi Reactive Oxygen Intermediate ...
178
Cialam A., Rook W, and loom R. l994.
Meclanism of Plallogenesis in Tubeiculosis. In
Tubeiculosis Pallogenesis and Conliol. loom,
.R. Ldiloi. Ameiican Sociely foi Miciobiology.
Waslinglon. DC.
Hennesey IR, and akei }R. l994. Immunomodulaloi
dalam asic and Clinical Immunology. Ld. Sliles.
D.P. Teii Al. 8
ll
Ld. Coneclicul: Alelon and
Iange.
Huebnei RL, dan Comslock CW. l994. CC Vaccine
dalam Iiiedman. I.N. Ld. Tubeiculosis Cuiienl
Concels and Tiealmenl. CRS Piess. Iloiida.
Huebnei RL. l996. CC Vaccinalion in lle Conliol of
Tubeiculosis dalam Slinnick. TM Ld.
Tubeiculosis. Siingei. eilin.
Isaac }, Wlilelead }, Adams }W, ailon MD, and
Coloe P. l983. An oulbieak of Mqcccac|crium
cctis infeclion in cals in an animal louse. Ausl.
Vel. }. 6O: 243-245
Kinneai PR, and Ciay CD. l999. SPSS foi Windov
Made Simle 3
id
Ld. Iavience Libaum. ISN O-
86377-827-5.
Ieijl PC}, Iuil RV, and Zvel TIV. l986. In Vilio
Deleiminalion of Plagocyle and Inliacellulai
Killing by Polymoilonucleai and Mononucleai
Plagocyle. Dalam Weii, D.M. Ld. Cellulai
Immunology. lackvell Scienlific Publicalion.
Iondon.
Manaf A. l997. Peimasalalan Pembeianlasan
Tubeikulosis di Indonesia. Seminai Nasional
Tubeikulosis dan Ieia. Pusal Kedokleian
Tiois Univeisilas Cadjal Mada . Yogyakaila.
Monlali R}, Mikola SK, and Cleng II. 2OO1.
Mqcccac|crium |uccrcu|csis in zoo and vildlife
secies. Rev. sci Tecl. 2O(1O): 291-3O3.
Mosmann TR, and Sad S. l996. Tle Lxanding
Univeise of T-cell subsel: Tl1, Tl2 and moie.
Immunol. Today 17: 138-146.
Mullmainal. 2OO2. Sludi lenlang aklivilas makiofag
mencil yang dislimulasi dengan iolein soluble
Toxolasma dan CC selama infeksi Tcxcp|asma
gcnii. Tlesis. Piogiam Sludi Ilmu Kedokleian
Tiois. Pascasaijana. Univeisilas Cadjal Mada
Yogyakaila.
Nikmavali A, Windaivali, dan Haidjoeno. 2OO6.
Resislensi Mqcccac|crium |uccrcu|csis leilada
obal anli lubeikulosis. Indonesian }ouinal of
Clinical Pallology and Medical Iaboialoiy . 12
(2): 58-61.
Raviglione MC, Snidei }i DL, and Kocli A. l999.
Clobal eidemiology of lubeiculosis: moibidily
and moilalily of a voidvide eidemic. }AVMA
273: 22O-226.
Ryan }I. l997. acleiial Disease in Medical
Immunology, 9
ll
Ld. Sliles., Teii DP, Paislov AI,
T.C. Pienlice-Hall Inleinalional Inc. Iondon.
Sleai HI. l989. Tle Role of Maciolage in Resislance
lo Malaiia, dalam Malaiia: Hosl Resonses lo
Infeclion. Slevenson. M.M. Ld. C.R.C. Piess. Inc.
oca Ralon. Iloiida.
Sisvono 2OO6. }umlal Pendeiila Tubeikulosis di
Indonesia Nomei Tiga di Dunia.
lll://vvv.mediaindo.co.id
Snidei W.R. 1971. Tubeiculosis in Canine and Ieline:
Reviev of lle lileialuie. Am. Rev. Resii. 1O4:
877-887.
Suaigiono. l993. Pioduclion, Piolifeialion and
Iunclional Aclivilies of Mononucleai
Plagocyles duiing Plasmodi um vinkei elleii
Infeclion in Mice. PlD Tlesis. Kings College
Iondon. UK.
Tjalajali I, Piodjolaijono S, Soebono H, Asmaia W,
Subionlo YW, dan Haiada N. 2OO4
a
. Piofil
silokin Tl1-Tl2 leilada infeksi M.|uccrcu|csis
ada kucing. Media Medika Indonesiana. 39 (3):
137-145.
Tjalajali I, Piodjolaijono S, Soebono H, Asmaia W,
dan Haiada N. 2OO4
b
. Aklivilas sekiesi rcac|itc
cxqgcn in|crmcia|c (ROI) ada makiofag
eiiloneum kucing yang diinfeksi dengan
M.|uccrcu|csis. }ouinal Sain Veleiinei. Vol XXII
(1): 46-53.
Tjalajali I, Piodjolaijono S, Soebono H, Asmaia W,
dan Haiada N. 2OO4
c
. Peningkalan aklivilas
fagosilosis ada makiofag eiiloneum kucing
yang diinfeksi dengan M.|uccrcu|csis. }ouinal
Sain Veleiinei. Vol XXII (2): 61-65.
Wijayanli MA l996. Peianan makiofag dalam
imunilas leilada infeksi malaiia: Kajian
kemamuan fagosilosis dan sekiesi ROI
makiofag eiiloneum mencil yang diimunisasi
dan lidak diimnisasi in ti|rc. Tlesis. Piogiam
Sludi Ilmu Kedokleian Tiois . Pascasaijana.
niveisilas Cadjal Mada. Yogyakaila.
Yaqoob P, dan Caldei PC. l995. Tle effecl of dielaiy
liid maniulalion on lle ioduclion of muiine
T-cell deiived cylokine. Cylokine. 7: 548-553