Anda di halaman 1dari 0

BUDAYA ORGANISASI

BAB 5
ADAPTASI EKSTERNAL DAN
INTEGRASI INTERNAL DALAM
BUDAYA ORGANISASI
NURCHOLIS AKBAR FAJRIN
1.12.1.0344
ADAPTASI EKSTERNAL BUDAYA ORGANISASI
Menurut Schein (1997), Adaptasi eksternal
dikhususkan untuk mengatasi siklus berbagai
system yang terkait dengan perubahan lingkungan.
Ia juga membagi adaptasi eksternal budaya
organisasi ke dalam lima unsur :
1. Misi dan Strategi
2. Tujuan
3. Cara atau Alat
4. Pengukuran
5. Koreksi
1. Misi dan Strategi
Misi merupakan tugas inti yang harus mendapatkan
hierarki prioritas dimana hierarki ini dapat berubah
sesuai dengan perubahan lingkungan internal dan
eksternal tetapi dalam hal tertentu bisa menjadi
prioritas utama.
Mintzberg et al (1988), menyatakan bahwa pada
hakikatnya strategi kewirausahaan adalah
campuran dari strategi yang dibuat secara sengaja
(deliberate strategy) dan strategi yang dibuat
secara darurat (emergency strategy).
2. Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran lebih lanjut
dari misi organisasi yang tujuan utamanya
tidak secara otomatis menyatakan bahwa
anggota-anggota kelompok akan
mempunyai tujuan yang sama
3. Cara atau Alat
Cara atau alat merupakan suatu consensus
tentang sarana untuk mencapai tujuan
organisasi seperti : struktur organisasi,
divisi (bagian) tenaga kerja, gaya
kepemimpinan, hadiah dan system imbalan,
system pengadilan dan system informasi.
4. Pengukuran
Pengukuran merupakan pengembangan
consensus menyangkut kriteria yang
digunakan untuk mengukur kinerja
kelompok dalam mencapai tujuan dan
target yang telah ditetapkan seperti system
informasi dan system pengendalian.
5. Koreksi
Koreksi merupakan consensus terhadap
strategi-strategi perbaikan atau yang perlu
diperbaharui jika kelompok tidak mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
INTEGRASI INTERNAL BUDAYA ORGANISASI
Menurut Schein, integrasi internal dipengaruhi oleh
system adaptasi eksternal. Ia juga membagi
integrasi internal menjadi enam unsur :
1. Bahasa yang sama dan kategor konseptual;
Merupakan kategori-kategori konseptual dan
bahasa yang dipakai bersama untuk
berkomunikasi antar individu.
2. Batas-Batas Kelompok dan Kriteria Inklusif dan
Ekslusif; Merupakan consensus tentang : siapa
orang dalam atau orang luar dan apa saja
kriteria untuk menentukan keanggotaan.
6. Kekuatan dan Status; Merupakan consensus
tentang kriteria dan peraturan bagaimana
seseorang memperoleh, membina, dan
kehilangan suatu kekuatan.
7. Hubungan Keintiman, Kekeluargaan dan Cinta;
Konsensus ini menyangkut kriteria normal
hubungan antara seseorang dengan orang
lainnya seperti keintiman, persahabatan, dan
hubungan cinta.
8. Imbalan (Hadiah) dan Hukuman; Merupakan
kriteria bagi pemberian hadian dan hukuman.
9. Agama dan Ideologi.