Anda di halaman 1dari 3

Short Thesis Peran Koefisien Pengerasan Regang (Strain Hardening Coeficient), n, dalam Pembentukan Logam Oleh : Tri Wiatno

(12311006) dan Azmitia Ningrum (12311305) 1

Proses pembentukan logam (metal forming) yang dilakukan pada temperatur rendah dibawah temperature rekristalisasi yang disebut dengan pengerjaan dingin (cold working). Pada proses ini, deformasi akan mengakibatkan kekuatan atau kekerasan logam. Peningkatan kekuatan atau kekerasan ini akan tergantung pada seberapa besar deformasi atau regangan yang diterima oleh benda kerjanya.

Bertambahnya kekuatan atau kekerasan suatu logam akibat regangan atau cold working, disebut dengan pengerasan regang (work hardening). Seiring dengan bertambahnya regangan, maka tegangan yang dibutuhkan untuk proses deformasi semaikin besar pula.

Efek penguatan yang disebut sebagai efek pengerasan regang dapat dipresentasikan dengan karakteristik bahan dari hasil uji tarik uniaksial. Pada daerah deformasi plastis, hubungan tegangan regangan dapat dinyatakan menurut persamaan Holloman :

= Tegangan sebenarnya, N/mm2 = Konstanta kekuatan, N/mm2 = Regangan sebenarnya = Koefisien pengerasan regang

1 Mahasiswa Program Studi Teknik Metalurgi dan Material Institut Teknologi dan Sains Bandung Angkatan 2011

s
Deformasi Plastis Strain Hardening

e Gambar 1. Area strain hardening

Bila persamaan Holloman kita buat persamaan garis lurusnya, dengan kurva antara log dan log yang diregresikan, maka akan didapat persamaan :

log

= log

+ n log

= mx +c

Nilai n merupakan gradient garis lurus yang didefinisikan sebagai koefisien pengerasan regang yang menunjukkan efek penguatan yang disebabkan oleh deformasi yang mengakibatkan regangan sebesar .

Gambar 2. Kurva log vs log

Koefisien n pada persamaan tersebut merupakan suatu parameter penting yang menunjukkan karakteristik suatu material. Nilai n menyatakan kecenderungan pengerasan logam saat mengalami regangan. Material yang memiliki nilai n yang besar dapat dideformasi seragam (uniform) sampai regangan yang besar sebelum tercapainya penyempitan setempat (necking).

Jadi, semakin besar nilai n, maka semakin besar nilai regangan, yang menyebabkan logam semakin mudah terdeformasi, dan kekuatan/kekerasannya akan meningkat. Selain itu, nilai n dalam pembentukan logam juga berfungsi untuk memperkirakan besarnya kuat luluh material setelah mengalami deformasi dengan regangan sebesar

Daftar Pustaka http://idayhidayatulla.blogspot.com/2013/01/strain-hardening-annealingsifat.html http://kk.mercubuana.ac.id/.../92039-2-35737026...

http://ardra.biz/metalurgi/pembentukan-logam-metalforming/pengerasan-regang