Anda di halaman 1dari 31

Sitoskeleton

Zeti Harriyati

Sitoskeleton

Jalinan serabut yang membentang diseluruh sitoplasma

Sitoskeleton

Sitoskeleton

Sitoskeleton

Peran utama:

Pengorganisasian struktur dan aktivitas sel Memberi tumpuan struktural pada sel dan juga berfungsi dalam motilitas dan pengaturan sel Memberikan dukungan mekanis pada sel dan mempertahankan bentuknya. Pengaturan aktivitass biokimia sel

Sitoskeleton dapat menghantarkan gaya mekanis dari permukaan sel kebagian dalam.

Motilitas sel mencakup perubahan tempat sel maupun pergerakan bagian yang tidak terbatas. Motilitas sel membutuhkan interaksi sitoskeleton dengan protein yang disebut molekul motor.

Sitoskeleton
Terdiri dari: Mikrotubula, paling tebal Mikrofilamen, disebut juga filamen aktin Filamen intermediet.

Mikrotubula

Ditemukan dalam sitoplasma semua sel eukaryotik Struktur berbentuk tubulus/saluran halus Mempunyai diameter 25 nm dan mempunyai panjang 200nm 25 um. Disusun oleh protein globular yang disebut tubulin. Setiap molekul tubulin terdiri dari 2 sub unit polipeptida, dan , membentuk dimer ----polimerisasi----protofilamen---dinding mikrotubule

Mikrotubule

Memberi bentuk dan mendukung sel Berfungsi sebagai jalur yang dapat digunakan organel yang dilengkapi dengan molekul motor untuk dapat bergerak. Terlibat/berperan dalam pemisahan kromosom selama pembelahan sel. Pergerakan dari sel (cilia dan flagelata)

Sitoskeleton

Mikrotubul

Dalam sel:

Mikrotubu dinamik dan mikrotubul stabil

Mikrotubul dinamik, -- mengalami polimerisasi dan depolimerisasi sesuai kebutuhan sel, terdapat pada spindel, mempunyai struktur polar. Salah satu ujung spindel disebut ujung (+), mempunyai kemampuan dengan polimerisasi sub unit (tubulin) Ujung lain disebut ujung (-), bersifat stabil tidak mengalami polimerisasi.

Mikrotubul

Ujung (-) terfiksasi/terikat dengan stabil pada sentrosom, ujung (+) bebas tidak terikat organel. Pada sentrosom dapat terfiksasi ratusan mikrotubul membentuk aster pada ujung (-) Mikrotubul mengikat kromosom membentuk komplek----mengalami depolimerisasi (memendek) menarik kromatida kearah kutub berlawanan.

Mikrotubul

Mikrotubul stabil (tidak berdepolimerisasi) terdapat pada silia dan flagela, membentuk susunan spesifik disebut aksonem, berfungsi sebagai alat motilitas. Aksonem terdiri dari 2 mikrotubul singlet dan 9 mikrotubule doublet diperifer.

Mikrofilamen

Komponen sel dalam sitoplasma berupa benang-benang, dengan diameter 5-6 nm Fungsi :

Sitoskeleton, menentukan bentuk sel Motilitas sel dan kontraksi otot Aliran sitoplasma

Mikrofilamen(aktin filamen)

Polimer dari protein globuler G aktin, membentuk protofilamen--- 2 protofilamen membentuk struktur helik disebut Faktin.

Filamen Intermediet

Berbentuk serat tali yang padat , disusun oleh protein fibrosa. Filament intermediet terdiri dari keratin Fungsi : Memperkuat sel, ditemukan sebagai komponen lamin pada membran inti. Pada bagian sel mesenkim ditemukan dalam bentuk vimentin sedangkan pada sel epitel ditemukan dalam bentuk keratin.

Protein Motor

Pergerakan intra sel pada eukaryotik dihasilkan oleh protein motor yang terikat pada aktin filamen atau mikrotubul dan menggunakan energi yang berasal dari hidrolisis ATP.

Protein motor
Myosin--- protein yang menggerakkan/memindahkan filamen aktin dan khususnya banyak ditemukan pada otot rangka. Protein motor yang memindahkan mikrotubul, Kinesin (pada ujung +). Berperan pada proses pembentukan benang spindel pada waktu pemisahan kromosom dan Dynein

Kontraksi otot

Digunakan untuk berbagai kegiatan Tegantung pada pengikatan ATP dan pergerakan myosin pada mikrofilament Elemen kontraktil = myofibril Unit kontraktil = sarkomer Kontraksi otot dipengaruhi oleh Ca+2

Kontraksi Otot

Ca+2 dan troponin---- perubahan konformasi sehingga tropomiosin mengalami perubahan ---myosin berikatan dengan mikrofilament sehingga terjadi kontraksi otot.

Daftar Pustaka