Anda di halaman 1dari 13

EMPATI

Dr. Mahesa Paranadipa,MH


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH

Apa yang anda rasakan ketika melihat ini?

Apa yang anda rasakan ketika melihat ini?

Apa yang anda rasakan ketika melihat ini?

SEJARAH
Istilah empati masuk ke dalam bahasa Inggris, yaitu EMPHATY, bermula dari istilah Einfuhlung yang diperkenalkan pertama kali oleh seorang filosof Jerman bernama Robert Vischer (1847-1933). Dalam tesis doktoralnya, istilah einfuhlung diartikan sebagai in-feeling atau feeling into, yang artinya proyeksi perasaan seseorang terhadap orang lain atau benda di luar dirinya. Tahun 1895, Vernon Lee, seorang novelis di London, menerjemahkan einfuhlung sebagai simpati yang diartikan sebagai with feeling. Sejak saat itu istilah simpati digunakan secara masif oleh banyak ilmuwan. Tahun 1905, Theodor Lipps, yang dikenal juga sebagai Bapak teori Einfuhlung, menyatakan bahwa dalam memahami orang lain kita tidak perlu menanyakannya secara langsung, tetapi kita bisa memahami dari apa yang terlihat dari isyarat tubuhnya.

PERSPEKTIF EMPATI
1. Perspektif

Psikoanalisis

Empati merupakan pusat dari hubungan interpersonal. Harry S. Sullivan (salah satu tokokh psikoanalisis) memandang ibu dan anak berada di dalam satu ikatan empatik yang saling membutuhkan. Dia menyebutnya sebagai Empati Primitif.

Jauh sebelum teori Sullivan, terdapat sebuah Hadits yang berbunyi :


al jannatu tahta aqdamil ummahat (Surga berada di bawah telapak kaki ibu)

2. Perspektif

Behaviourisme

Para tokohnya menghubungkan empati dengan prilaku menolong yang di awali dengan sebuah pertanyaan mendasar Mengapa orang menolong? Menjawab pertanyaan ini mereka berpijak pada teori classical conditioning dari Ivan Pavlov, yaitu perilaku menolong merupakan hasil pembelajaran sosial, yang meliputi conditioning (pembiasaan), modeling (keteladanan), dan insight (pemahaman) 3. Perspektif

Humanistik

Dalam psikologi kesehatan bahwa dukungan, pemahaman, perhatian keluarga dan orang-orang yang dicintainya sangat besar pengaruhnya bagi kesembuhan pasien. Hal ini menunjukkan bahwa empati adalah obat.

Rasullallah bersabda : Tiga macam, ketiga-tiganya kewajiban tiap muslim: menjenguk orang sakit dan menghadiri jenazah, dan mendoakan orang bersin jika membaca Alhamdulillah (H.R Bukhari)

DEFINISI EMPATI
Berbagai definisi empati: sebagai skill dan bagian kepribadian (Brems,1989; Brown, 1989; Davis, et al.,1994), sebagai satu trait yang fundamental (Eysenck & Eysenck, 1978), sebagai karakter afektif yang mempengaruhi pengalaman terhadap emosi orang lain (Mehrabian & Epstein, 1972), sebagai kemapuan kognitif untuk memahami emosi-emosi orang lain (Hogan, 1969). Jika disimpulkan, empati merupakan aktivitas untuk memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang lain, serta apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh yang bersangkutan terhadap kondisi yang sedang dialami orang lain, tanpa yang bersangkutan kehilangan kontrol dirinya.

KOMPONEN EMPATI
Terdapat 4 komponen empati :

1.

Kognitif

merupakan perwujudan dari multiple dimensions, seperti kemampuan seseorang dalam menjelaskan suatu perilaku, kemampuan untuk mengingat jejak-jejak intelektual dan verbal tentang orang lain, dan kemampuan untuk membedakan atau menselaraskan kondisi emosional dirinya dengan orang lain.

2. Afektif
merujuk pada kemampuan menselaraskan pengalaman emosional pada orang lain. Dua komponen afektif: yaitu kemampuan untuk mengalami secara emosi dan tingkat reaktivitas emosional yang memadai.

3. Kognitif-Afektif

4. Komunikatif
Adalah ekspresi dari pikiran-pikiran empatik dan perasaan-perasaan terhadap orang lain yang dapat diekspresikan melalui kata-kata dan perbuatan.

PERBEDAAN EMPATI-SIMPATI
Simpati
1) feeling with 2) Proses yang terjadi kurang begitu mendalam 3) Didasarkan faktor kesamaan 4) Merupakan respon atas need for closeness and support

5) Lebih spontan, biasanya dalam bentuk reaksi emosional

Empati
1) feeling in 2) Proses yang terjadi lebih mendalam 3) Didasarkan pada penerimaan perbedaan individual 4) Merupakan upaya-upaya pemahaman terhadap kondisi orang lain

5) Berbasis pada faktor kognitif dan afektif

ALTRUISME
Term ini pertama kali digunakan oleh sosiolog ternama Auguste Comte (1798-1857). Berasal dari kata alter yang artinya orang lain. Secara bahasa altruisme adalah perbuatan yang berorientasi pada kebaikan orang lain.

Comte membedakan ada 2 jenis perilaku menolong yang dibedakan berdasarkan motifnya :
1. Perilaku menolong Altruis, yaitu perilaku menolong yang ditujukan semata-mata untuk kebaikan orang ditolong. 2. Perilaku menolong Egois, yaitu yang bertujuan justru mencari manfaat untuk diri si penolong atau dia mengambil manfaat dari orang yang ditolong.

Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. . (Al-Hujurat: 10) Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain (HR. Thabrani) Kasihilah makhluk di bumi, nanti engkau dikasihi yang di langit (HR. Thabrani)

Terima kasih