Anda di halaman 1dari 35

PRESENTASI KASUS

VERTIGO VESTIBULAR PERIFER

Penyaji: Gita Tiara Paramita Ika Fajarwati Narasumber: dr. Eva Dewati,Sp.S (K)

Pendahuluan
Vertigo gejala bukan suatu penyakit Vertigo gejala utama dari gangguan keseimbangan Sensasi berputar yang terjadi sebagai akibat gangguan keseimbangan, perasaan berputar, lightheadedness dan ketidakstabilan Sensasi berputar vertigo yang bersifat subjektif Persepsi lingkungan sekitarnya berputar vertigo yang bersifat objektif.

Pendahuluan
Masalah kesehatan utama pada orang dewasa Insiden terjadinya vertigo di Amerika Serikat sekitar 40% Prevalensi lebih tinggi terdapat pada perempuan dibandingkan laki-laki dan meningkat sesuai usia.

Pendahuluan
Vertigo Vertigo vestibular nonvestibular Vertigo sentral Vertigo perifer Vertigo

Ilustrasi Kasus

Identitas
Nama Usia Alamat Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Status pernikahan Masuk RSUPNCM : Tn. MA : 72 tahun : Kemayoran : Islam : Jawa : SMA : Pensiun PNS : Menikah : 29 Mei 2007

Anamnesis
Autoanamnesis tanggal 29 Mei 2007 Keluhan Utama Pusing berputar sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit (SMRS)

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
1 bulan SMRS
Pusing berputar, lingkungan sekitarnya berputar setelah pasien menolehkan kepalanya ke kanan Keringat dingin(+), mual (-), muntah (-) Pusing tidak berkurang jika pasien memejamkan mata Tidak dicetuskan oleh situasi ramai Pusing berputar dirasakan hilang timbul Telinga kanan berdenging seperti peluit Sejak tahun 2002 selama ini berobat ke alternatif Penurunan kesadaran, sakit kepala hebat, gangguan penciuman, pandangan ganda, pandangan berkurang, gangguan gerakan bola mata, rasa baal di wajah, mulut dan rahang bawah mencong, bicara cadel, tersedak jika minum air, kelemahan tubuh satu sisi, rasa baal disekitar mulut (-)

Terutama bila berubah posisi dari

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang
1 bulan SMRS
Sebelum serangan pasien tidak mengalami cedera kepala, demam, nyeri pada telinga, keluar cairan pada telinga, pendengaran berkurang disangkal Pasien tidak merasakan berat badannya turun dalam waktu 6 bulan terakhir, nafsu makan pasien baik, tidak terdapat keluhan benjolan di tubuh Pasien mengobati keluhannya dengan menggunakan obat dari terapi alternatif , pasien merasakan

5 hari SMRS
Pasien kembali merasakan pusing berputar seperti sebelumnya Terapi alternatif perbaikan (-) Pasien berobat ke dokter penyakit dalam dan dirujuk ke bagian saraf Pasien diberikan mertigo dan keluhan berkurang.

Anamnesis
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi (+) sejak tahun 2002, pasien berobat dan kontrol teratur. Riwayat diabetes mellitus (-) Riwayat sakit jantung (-). Riwayat stroke (-). Riwayat keganasan (-) Riwayat trauma (-)

Anamnesis
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat hipertensi (+), ayah kandung pasien Riwayat diabetes mellitus (-) Riwayat sakit jantung (+), ayah kandung pasien Riwayat stroke (?), ayah kandung pasien menderita kelemahan tubuh sesisi namun tidak diobati Riwayat keganasan (-)

Anamnesis
Riwayat sosial ekonomi Pensiunan PNS Biaya kesehatan menggunakan ASKES. Pasien merokok (sejak ?), sudah berhenti sejak kira-kira 20 tahun lalu Pasien tidak mengkonsumsi alkohol.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan umum (29 Mei 2007)
Tanda vital
Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan : kompos mentis : 120/70 mmHg : 80 x/menit : 35,8 0C : 20 x/menit

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan umum (29 Mei 2007)
Status generalis
Kulit : deformitas (-), lesi (-), gatal (-) Kepala : bentuk bulat, deformitas (-), nyeri tekan sinus (-/-) Rambut : warna hitam, pertumbuhan baik, tidak mudah dicabut Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor (diameter 3mm), refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung (+/+) Telinga : deformitas (-/-). membran telinga sulit dinilai, serumen (+/+), tes berbisik kiri = kanan Hidung : deviasi septum (-). Sekret (-/-), mukosa lembab Tenggorok : faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan umum (29 Mei 2007)
Status generalis
Gigi dan mulut : oral higiene baik Leher : JVP 5-2 cmH2O, deformitas (-) Dada
Paru (-/-) Jantung : vesikuler, rhonki basah kasar (-/-), wheezing : BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : datar, lemas, hati & limpa tidak teraba, bising usus (+) normal Punggung : dalam batas normal Alat kelamin : tidak diperiksa Anus : tidak diperiksa Anggota gerak : simetris, akral hangat, perfusi perifer cukup

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis (29 Mei 2007)
GCS E4V5M6 = 15 Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk (-), Lasegue >70o / > 70o, Kernig >135o / > 135o. Brudzinski I (-), Brudzinski II (-) Pemeriksaan saraf kranial :
NI : tidak ada gangguan penghidu N II : pupil isokor, refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung (+/+), visus > 1/300, lapang pandang baik N III : gerak bola mata normal, diplopia (-/-), ptosis (-/-) N IV : gerak bola mata normal, diplopia (-/-) N V : sensibilitas dekstra menurun, refleks kornea (+/+), trofik otot maseter dan temporalis baik N VI : gerak bola mata normal, diplopia (-/-) N VII : paresis N VII sentral dekstra

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis (29 Mei 2007)
GCS E4V5M6 = 15 Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk (-), Lasegue >70o / > 70o, Kernig >135o / > 135o. Brudzinski I (-), Brudzinski II (-) Pemeriksaan saraf kranial :
N VIII :
Uji kasar pendengaran baik, tes Rinne, Weber dan Schwabah belum dilakukan Hall-pike manuver: tidak ditemukan nistagmus Tes Romberg: Pasien jatuh ke sisi kanan saat mata tertutup Tes Romberg dipertajam: pasien jatuh ke sisi kanan saat mata tertutup Stepping test: > 300 ke kanan Tandem gait: pasien jatuh ke sisi kanan Pass-pointing test: tidak terdapat deviasi

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis (29 Mei 2007)
GCS E4V5M6 = 15 Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk (-), Lasegue >70o / > 70o, Kernig >135o / > 135o. Brudzinski I (-), Brudzinski II (-) Pemeriksaan saraf kranial :
N IX : arkus faring dekstra lebih rendah, deviasi uvula sulit dinilai N X : arkus faring dekstra lebih rendah, deviasi uvula sulit dinilai N XI : tidak ada paresis N XII : lidah miring ke kanan saat dijulurkan (paresis N XII dekstra)

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis (29 Mei 2007)
Motorik : 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 tonus otot baik, tidak ada atrofi Sensibilitas :
Eksteroseptif : hipestesi (-) Propioseptif : baik

Refleks fisiologis
Biseps : (++/++) Triseps : (++/++) Brakioradialis : (++/++) Ulnaris : (++/++) Patela : (++/++) Tendon achiles : (++/++)

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis (29 Mei 2007)
Refleks patologis
Babinski : (-/-) Chadock : (-/-) Oppenheim : (-/-) Gordon : (-/-) Schaefer : (-/-) Gonda : (-/-) Mendel-Bathrow Rossolimo : (-/-) Hoffman : (-/-) Trommer : (-/-)

: (-/-)

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan neurologis (29 Mei 2007)
Fungsi serebelum:
Disdiadokinesis : baik Tes tunjuk hidung : baik Tes knee to heel : baik Tes finger to finger: baik

Fungsi luhur : Tidak dilakukan pemeriksaan Fungsi saraf otonom : baik

Pemeriksaan Penunjang
Elektrokardiografi (23 Mei 2007) Sinus rhytm, rate 100, gelombang P 108 ms, gelombang QRS 86 ms, segmen ST isoelektrik, LVH (-), RVH (-). Laboratorium (15 Maret 2007)
WBC : 8300 /mm3 (N: 4.500-11.000) RBC : 4,61 x 106 (N: 4,5-5,9 x 106) Hb : 13,8 g/dl (N: 13,5-17,5) Ht : 39,2 % (N: 41-53) MCV : 85 m3 (N: 78-100) MCH : 29,9 pg (N: 26-34) MCHC : 35,2 g/dl (N: 31-37) Platelet : 334.000 /mm3 (N: 150.000-350.000) Kreatinin darah : 1,1 mg/dl (N: 0,5-1,5) Kolesterol total TG HDL LDL Kreatinin darah Asam urat : 257 : 220 : 55 : 181 : 1,5 : 9,8

Laboratorium (13 April 2007)


Ringkasan
Pasien laki-laki, 72 tahun, datang dengan keluhan pusing berputar sejak 1 bulan SMRS Pusing berputar disertai tinitus, tidak dipengaruhi objek visual, timbul tiba-tiba, dicetuskan perubahan posisi kepala, bersifat episodik, tidak disertai nausea dan kehilangan pendengaran serta defisit neurologis Pasien tidak mengalami demam, infeksi telinga, trauma kepala, keganasan. Pasien memiliki riwayat vertigo tahun 2002 dengan pola sama, berkurang dengan terapi alternatif Pasien penderita hipertensi terkontrol Keluarga pasien tidak mengalami keluhan serupa, ayah kandung pasien penderita hipertensi, sakit jantung dan mengalami kelemahan sesisi (dugaan stroke ?). Pemeriksaan fisik pasien dalam batas normal Pemeriksaan status neurologis didapatkan pasien jatuh ke sisi kaann ketika mata ditutup saat tes romberg biasa maupun yang dipertajam, stepping test > 300 ke kanan, tandem gait jatuh ke sisi kanan, normometri, nistagmus (-). Pemeriksaan laboratorium darah menunjukan dislipidemia, pemeriksaan EKG dalam batas normal.

Diagnosis
Diagnosis topis Telinga bagian dalam bagian kupula Diagnosis klinis Vertigo vestibular perifer Diagnosis patologis Kupulolitiasis Diagnosis etiologi Degenerasi atau pengerasan serumen di kupula (BPPV)

Rencana
Diagnosis
DPL Fungsi ginjal Fungsi hati LED, differential count GDS ENG Tes kalori Konsul ke THT

Rencana
Terapi
Betahistine 3x1 tablet Terapi rehabilitasi vestibular

Prognosis
Quo ad Vitam Quo ad Functionam bonam Quo ad Sanactionam bonam : bonam : dubia ad

: dubia ad

Pembahasan Kasus

Diagnosis
Pusing berputar dan seolah lingkungan sekitar pasien berputar

VERTIGO

Vertigo Vestibular

Tidak berkurang dengan menutup mata, namun berkurang jika pasien tidur Tinitus (+) seperti suara peluit di telinga kanan Gejala otonom seperti keringat dingin namun pasien tidak merasakan mual. Pencetus vertigoperubahan posisi kepala jika ditolehkan ke kanan Vertigo pada pasien tidak dicetuskan oleh situasi ramai

Diagnosis
Onset yang timbul mendadak dan bersifat hilang timbul Tidak semakin memberat Dipengaruhi perubahan posisi Intensitasnya berat Gejala otonom yang dominan Tinnitus (+) Defisit neurologis (-) Nistagmus (-)

Vertigo Vestibular Perifer

Diagnosis
Tes Romberg maupun Romberg yang dipertajam, jatuh ke sisi kanan

stepping test deviasi 300 ke kanan


Tandem gait cenderung jatuh ke kanan Nervus kranialis parese (-) Motorik pasien normal Gangguan proprioseptif maupun serebelum. (-)

Telinga kanan bagian dalam (kupula)

BPPV

Perubahan posisi kepala Lanjut usia Pengerasan kalsium karbonat di kupula


Infeksi (-), keganasan (-), trauma (-), tanda oklusi

Rencana
Pemeriksaan darah kemungkinan penyakit sistemik Pemeriksaan radiologis seperti CT scan atau MRI kepala (-) anamnesis dan pf tidak ditemukan kemungkinan kelainan sentral Elektronistagmografi pemeriksaan Hallpike manuver nistagmus pada pasien tidak muncul. Pasien juga direncanakan untuk menjalankan tes audiometri.

Terapi
Betahistin antagonis reseptor H1 (histamine 1) yang digunakan untuk gangguan vestibular atau motion sickness. Terapi rehabilitasi vestibular
usia pasien ada tidaknya gangguan fungsi kognitif kemampuan kordinasi dan motorik kesehatan pasien secara umum kekuatan fisik.

Prognosis
Ad vitam pasien bonam kondisi kesehatan umum pasien dalam keadaan baik Ad functionam dubia ad bonam gangguan yang terdapat pada pasien disebabkan adanya pengerasan atau degenerasi yang berdasarkan faktor usia Ad sanactionam dubia ad bonam penyebab utama tidak dapat dihilangkan dan bersifat menetap

Terima Kasih