Anda di halaman 1dari 6

ANGKA KEJADIAN ABORTUS Kasus aborsi atau pengguguran kandung di Indonesia diperkirakan mencapai angka 2,5 juta per

tahun. Wakil Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialias Andrologi Indonesia (Persandi), Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd, mengatakan kasus aborsi ini tersebar merata dari kota sampai desa dan pelakunya terdiri dari perempuan usia remaja hingga dewasa. Dari 2,5 juta kasus itu, antara 10%-20% pelakunya perempuan usia remaja, katanya kepada wartawan di sela Life Extension Strategies and Recent Reproductive Healt Issues di Hotel Patra Semarang, Rabu, 18 Apr. Kalau di wilayah perkotaan, untuk melakukan aborsi ditangani oleh dokter, sedang di wilayah pedesaan yang melakukan aborsi adalah dukun. Menurutnya angka kasus aborsi di Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan negara lain di Asia, seperti Singapura dan Korea Selatan. Tingginya kasus aborsi ini, lanjut Prof Wimpie, antara lain karena semakin terbukanya perilaku pacaran, serta peran keluarga yang longgar dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Seks sekarang ini bukan sesuatu yang 'suci' lagi bagi sebagian kalangan remaja, sehingga kalau ada kesepakatan dalam pacaran cenderung melakukan hubungan seks, ujarnya. Lebih lanjut, ketua Asosiasi Seksologi Indonesia ini menyatakan berdasarkan data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKN) tercatat 30% mereka yang berpacaran telah melakukan hubungan pranikah. Namun dari pengamatan saya di lapangan angkanya mencapai 50%, tandasnya. Untuk mencegah maraknya kasus aborsi, Prof Wimpie yang juga Guru Besar Andrologi Universitas Udayana, Bali mengusulkan agar pemerintah memasukkan kurikulum pendidikan seks di sekolah. Terpisah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof dr Susilo Wibowo, mengatakan penyebab aborsi ini multi faktor, bisa faktor sosiologi, agama, dan ekonomi. Dalam dunia kedokteran ujar dia, dokter boleh melakukan tindakan aborsi dengan syarat kehamilan tersebut membahayakan keselamatan ibu hamil atau bayi yang dikandungnya, ujar dia. (aw) DAMPAK ABORTUS DI INDONESIA EFEK ABORSI 1. Efek Jangka Pendek Rasa sakit yang intens Terjadi kebocoran uterus Pendarahan yang banyak Infeksi Bagian bayi yang tertinggal di dalam Shock/Koma Merusak organ tubuh lain Kematian

2. Efek Jangka Panjang Tidak dapat hamil kembali Keguguran Kandungan Kehamilan Tubal Kelahiran Prematur Gejala peradangan di bagian pelvis Hysterectom

1. Timbul luka-luka dan infeksi-infeksi pada dinding alat kelamin dan merusak organorgan di dekatnya seperti kandung kencing atau usus. 2. Robek mulut rahim sebelah dalam (satu otot lingkar). Hal ini dapat terjadi karena mulut rahim sebelah dalam bukan saja sempit dan perasa sifatnya, tetapi juga kalau tersentuh, maka ia menguncup kuat-kuat. Kalau dicoba untuk memasukinya dengan kekerasan maka otot tersebut akan menjadi robek. 3. Dinding rahim bisa tembus, karena alat-alat yang dimasukkan ke dalam rahim.

4. Terjadi pendarahan. Biasanya pendarahan itu berhenti sebentar, tetapi beberapa hari kemudian/ beberapa minggu timbul kembali. Menstruasi tidak normal lagi selama sisa produk kehamilan belum dikeluarkan dan bahkan sisa itu dapat berubah menjadi kanker.

ANGKA KEJADIAN NAPZA DI INDONESIA

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat saat ini jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai empat juta. Sekitar 70 persen dari jumlah tersebut adalah pengguna dari golongan pekerja.

Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto mengatakan jumlah pengguna narkoba di dunia mencapai tiga ratus juta orang. Sementara untuk di Indonesia saat ini sekitar empat juta orang.

"Untuk penggunanya 70 persen pekerja, 22 persen kelompok pelajar atau mahasiswa, serta delapan persen pengangguran dan lainnya," katanya di Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Kamis (1/8).

Menurut Sumirat, jumlah pengguna pada dasarnya harus bisa ditekan sebelumnya sekitar 2,32 persen sekarang ini menjadi 2,2 persen dari penduduk di Indonesia.

Ia mengatakan pada rentang tahun 2004 sampai 2008 ada sekitar 100 ribu pengguna per tahunnya. Sedangkan pada 2008 sampai 2012 sekitar 75 ribu pengguna per tahunnya. Salah satu upaya untuk menekan jumlah pengguna adalah dengan pengadaan tempat rehabilitasi yang memadai.

Ia mengatakan saat ini, ada sekitar 18 ribu tempat tidur untuk rehabilitasi. Jumlah tersebut belum cukup karena tidak bisa memfasilitasi jumlah pengguna. "Setiap daerah harusnya punya tempat rehabilitasi minimal 10 tempat tidur," ucapnya.

Menurut dia, seorang pengguna yang telah menjalani hukuman tidak bisa dibiarkan bebas begitu saja. Tetapi harus ada upaya rehabilitasi untuk membuatnya jera agar tidak mengulangi tindakan tersebut.

Saat ini, akan membangun tempat rehabilitasi di daerah Batam untuk wilayah Sumatera. Sebelumnya sudah ada di daerah Samarinda untuk wilayah Kalimantan dan Makasar untuk wilayah Sulawesi. Ia pun menghimbau apabila ada yang melakukan kegiatan CSR untuk membantu masalah rehabilitasi.

Sumirat menambahkan tindakan pengawasan untuk peredaran narkoba terus ditingkatkan di setiap perbatasan. Di antaranya pada perbatasan darat, perbatasan laut, maupun perbatasan udara. Selain itu, dengan membentuk satgassatgas di sejumlah perbatasan. DAMPAK BILA TIDAK DI TANGANI Akhir-akhir ini telah terjadi penyalahgunaan narkoba. Banyak narkoba beredar di pasaran, misalnya ganja, sabu-sabu, ekstasi, dan pil koplo. Penyalahgunaan obat jenis narkoba sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Narkoba menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, persepsi,dan kesadaran.

Pemakaian narkoba secara umum dan juga psikotropika yang tidak sesuai dengan aturan dapat menimbulkan efek yang membahayakan tubuh.

Berdasar efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba dibedakan menjadi 3, yaitu:

Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabushabu dan Ekstasi. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.

Dampak penyalahgunaan Narkoba

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organorgan tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. 1) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap fisik

Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim

Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid) Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

2) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis

Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

3) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungan sosial

Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan Merepotkan dan menjadi beban keluarga Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua , mencuri , pemarah , manipulatif dll