Anda di halaman 1dari 4

DIET MAKANAN PADA IBU HAMIL Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus dipenuhi.

Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, IUGR, inersia uteri, perdarahan pasca persaninan, sepsis puerperalis, dan lain-lain. Sedangkan kelebihan makanan karena beranggapan pemenuhan makanan untuk dua orang akan berakibat kegemukan, pre-eklampsi, janin terlalu besar, dan sebagainya. Hal penting yang harus diperhatikan sebenarnya adalah cara mengatur menu dan pengelolaan menu tersebut dengan berpedoman pada PedomanUmum Gizi Seimbang. Status gizi ibu yang kurang baik sebelum dan selma kehamilan merupakan penyebab utama dari berbagai persoalan kesehatan yang serius pada ibu dan bayi, yang berakibat terjadinya bayi lahir dengan berart badan rendah, kelahiran prematur, serta kematian neonatan maupun prenatal. Padahal usaha perbaikan status giziibu hamil telah banyak dilakukan diberbagai negara. Pengaruh suplementasi multi gizi mikro (MGM) dan Fe-folat terhadap status gizi makro ibu hamil dengan menggunakan penambahanberat badan hamil (PBBH) sebagai indikato, masih sangat sedikit. Padahal, BPBH merupakan indikator utama yang menentukan hasil kehamilan. Disamping berat badan prahamil(BBPH). Berat badan sebelum hamil, PBBH, dan indeks masa tubuh( IMT) masih merupakan indikator yang banyak dipakai untuk menentukan status gizi ibu. Rendahnya PBBH yang diperburuk oleh rendahnya berat badan sebelum hamil dan otomatis rendahnya IMT ditengarahi akan meningkatkan resiko kehamilan, seperti BBLR, kelahiran prematur, dan komplikasi pada saat melahirkan. PBBH yang terlalu tinggi beresiko terhadap komplikasi kehamilan seperti hipertensi. Diabeter dan pre-eklampsi, komplikasi waktu melahirkan serta makrosomia. Untuk menghindari resiko tersebut, ibu hamil harus memperhatikan asupan gizi sebelum, ketika, dan setelah hamil, karena rerata PBBH yang dianjurkan dinegara berkembang adalah 12,5 kilogram. (Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Ari Sulistya, Salemba Medika , Jakarta 2009)

PERAWATAN KEHAMILAN 1. Kebutuhan Gizi Kebuuhan gizi pada ibu hamil ditentukan pada kenaikan berat badab janin dan kecepatan janin mensintesis jaringan. Gizi dalam kehamilan digunakan untuk: a. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan. b. Pertumbuhan janin. c. Agar luka-luka persalinan cepat sembuh. d. Cadangan pada masa lactation. Yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan gizi dalam kehamilan adalah: a. Zat putih telur, zat tepung, zat lemak, garam-garam terutama garam kapur, fosfor, besi dan vitamin. b. Makanan hendaknya beraneka ragam, berganti-ganti, jangan selalu menu yang sama, supaya kekurangan menu hari ini bisa diimbangi menu berikuatnya. c. Cara pengolahan diperhatiakan karena dapat mengurangi nilai makanan. d. Perhatikan kualitas dari pada kuantitas. Pada umumnya kalori dalam kehamilan tidak usah ditambah, malah jika BB terlalu naik maka harus dikurangi, memang pada kehamilan tua, metabolisme bertambah tetapi hal ini diimbangi oleh aktivitas yang berkurang. Penambahan BB pada saat hamil kuarang lebih 10-12kg, hal ini penting sebagai tanda pertumbuhan anak baik. Pada wanita gemuk penambahan BB tidak seterti diatas tanpa menggangu pertumbuhan anak. e. Umumnya penambahan BB yang kurang dapat sebagai tanda gangguan pertumbuhan anak dirahim.Pertambahan BB berlebihan dapat disebabkan oleh kehamilan kembar / retensi air yang berlebih. f. Kebutuhan Zat Tidak hamil Hamil Laktasi Klori 2500 2500 3000 Protein ( gr) 60 85 100 Cakcium ( gr) 0,8 1,5 2 Ferrum (mg) 12 15 15 Vit A ( satuan 5000 6000 8000 internitas) Vit B ( mg) 1,5 1,8 2,3 Vit C ( mg) 70 100 150 Ribovlavin ( mg) 2,2 2,5 3 As. Nicotin (mg) 15 18 23 Vit D ( S.I) + 400-800 400-800 a. Protein Karena metabolime bertambah untuk pertmbuhan janin, pertumbuahan rahim, perkembangan buah dada, dan penambahan volume darah. Sedapatnya separo protein dari hewan. Kekurangan protein: anemia, toxaemia gravidarium, oedem, dan prematurisasi.

b. Garam ( Ca, P, Fe) Fe dari makanan saja tidak cukup, jadi perlu tambah Fe. Misal Sulfat Ferrosus 3 x 200 mg. Ca dan P untuk pertumbuhan tulang janin. Untuk pembuatan Hb janin. c. Vitamin Kekurangan : kelainan dan abortus. Vit A: menambah daya tahan terhadap infeksi. Vit B kompleks terdiri dari Vit B 1 ( Thiamin), Ribovlavin, As. Nikotin, dan Vit B6 ( Pyrydoxin). Vit B1 : antineuritis As. Nicotin : anti pellagra Kekurangan Riboflafin ( vit B2) : menyebabkan Cheilosis Kekurangan vit B komplek : perdarahan pada bayi, menambah perdarahan post partum dan atrofi dari ovaria. Vit C: cegah scorbut, penting untuk pertumbuhan janin. Vit D: anti rachitis, Vit D sangat penting untuk daerah kurang sinar matahari. Vit E :untuk reproduksi dan pertumbuhan embrio. Air cukup minum kurang lebih 6-8 gelas/ hari, air menabah keringat dan pengeluaran racun melalui usus dan ginjal. ( Asuhan Keperawatan Maternitas, Wahyu Purwaningsih, S.Kep, Siti Fatimawati S.Kep, Ns.2010. Nuha Medika. Yogyakarta)

Kebutuhan dan contoh menu makan sehat untuk ibu hamil/ menyusui Kebutuhan sehari Ibu hamil trimester II & III Bahan Gram Beras 400 Lauk pauk : 1. daging 75 2. tempe 100

U.R.T 2 gelas 3 potongan kecil seperti kotak korek 4 potongan kecil seperti kotak korek Padat 3 gelas/ daun 6 gelas 8 potongan kecil sebesar kotak korek gelas

sayuran Buah ( pepaya)

300 200

Susu 100cc U.R.T: ukuran rumah tangga

Contoh menu untuk ibu hamil Waktu makan Menu murah 7.00 - nasi - sayur kacang panjang -tempe goreng 10.00

12.00

16.00

18.00

20.00

Menu sedang - Nasi - Sayur kacang panjang - Telur ceplok - bubur kacang hijau -bubur kacang ijo - pisang kepok - susu - pisang goreng - nasi - nasi - sayur bayam + jagung - gado-gado komplit madu - ayam goreng -pepes ikan - selada buah - pepaya - pepaya + tomat - kue onde-onde isi - lemper kacang hijau - Air jeruk - teh manis - nasi - nasi - pecel : kangkung + - cah sawi hijau = daging taoge + kacang panjang - ikan bumbu acar - pisang ambon - pisang raja - Pisang kukus

( perawatan ibu dan anak di rymah sakit dan pusat kesehatan masyarakat. Biro hukum dan humas depkes RI 1996-1997, jakarta)