Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang lnstabilitas postural / jatuh adalah ketidakmampuan untuk

mempertahankan pusat kekuatan anti gravitasi pada dasar penyanggah tubuh (misalnya, kaki saat berdiri), atau memberi respon secara cepat pada setiap perpindahan posisi. Prevalensi instabilitas postural di AS 30% dari penduduk usia lebih 60 tahun pernah jatuh, di RSCM tahun 2003 sebesar 23,3%. Faktor risiko yang melatar belakangi terjadinya jatuh adalah faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor intrinsik terbagi dua sistemik

(pneumonia,hipotensi ortostatik, hiponatremi, gagal jantung, infeksi saluran kemih) dan lokal (OA servikal,Benign paroxiysmal positional vertigo (BPPV), gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, kelemahan otot tungkai bawah. Faktor risiko ekstrinsik merupakan faktor-faktor yang berada di lingkungan, yang memudahkan orang berusia lanjut mengalami jatuh. Berbagai faktor tersebut antara lain lampu ruangan yang kurang terang, lantai yang licin, basah atau tidak rata, furnitur yang terlalu rendah atau tinggi, tangga yang tak aman, kamar mandi dengan bak mandi, atau closet yang terlalu rendah atau tinggi dan tidak memiliki alat bantu untuk berpegangan, tali atau kabel yang berserakan di lantai, karpet membuat seseorang yang terlipat dan benda-benda di lantai yang

terantuk. Obat-obat juga dapat menyebabkan jatuh pada

orang usia lanjut, misalnya obat diuretika yang dikonsumsi menyebabkan seseorang berulang kali harus ke kamar kecil untuk buang air kecil atau efek mengantuk dari obat sedatif sehingga seseorang menjadi kurang waspada dalam berjalan. Jatuh memiliki penyulit yang cukup serius, mulai dari cedera ringan sampai fraktur femur. Dengan mengetahui faktor risiko jatuh sedini mungkin, maka kita dapat mencegah terjadinya jatuh dan penyulitnya.

1.2 Rumusan Masalah Tingginya angka kejadian jatuh pada lansia yang salah satunya

disebabkan faktor risiko lingkungan seperti lantai yang licin atau tinggi tempat tidur yang tidak sesuai menjadi alasan peneliti ingin meneliti mengenai hal ini di panti sosial tresna werdha budi mulya 4 margaguna. Dengan demikian masalah penelitian ini adalah apa faktor ekstrinsik jatuh di panti sosial tresna werdha budi mulya 4 margaguna? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Mengetahui faktor risiko jatuh pada lansia mandiri di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 4 Margaguna. 1.3.2 Tujuan Khusus Mengetahui faktor risiko ekstrinsik jatuh pada lansia mandiri di panti sosial tresna werdha budi mulya 4 margaguna Mendeskripsikan keadaan faktor lingkungan penyebab jatuh di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 4 Margaguna Memberikan feedback perbaikan faktor lingkungan penyebab jatuh di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 4 Margaguna 1.4 Manfaat Penelitian 1. Subjek Penelitian Mengetahui faktor risiko ekstrinsik jatuh akibat lingkungan 2. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dan pedoman untuk dapat dilakukan penelitian selanjutnya.

3. Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 4 Margaguna Hasil penelitian ini dapat dijadikan data pertimbangan dan pedoman bagi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 4 Margaguna untuk meningkatkan kualitas lingkungan panti sebagai bentuk pencegahan terjadinya kejadian jatuh pada para lansia. 4. Peneliti Melalui penelitian ini peneliti dapat belajar mengenai kejadian jatuh pada lansia akibat faktor risiko ekstrinsik lingkungan. Peneliti juga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam membuat penelitian ilmiah.

Definisi operasional No Variable 1. Lansia Definisi Usia >60 tahun Alat ukur Usia kronologis Hasil ukur Iya tidak 2. Jatuh Menurut frailty and Skala Ordinal

injury adalah kejadian yang oleh tidak disadari seseorang yang

terduduk dilantai/tanah atau tempat yang lebih rendah.