Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN SEPSIS NEONATORUM

BY Purgaryantyas S

Sepsis Neonatorum

Infeksi berat yang diderita neonatus dengan gejala sistemik dan terdapat bakteri dalam darah Sepsis adalah sindrom yang dikarekteristikkan oleh tanda-tanda klinis dan gejala-gejala infeksi yang parah yang dapat berkembang kearah septikemia dan syok septik (Dongoes, 2000)

Klasifikasi Sepsis neonatorum


Awitan dini Usia bayi < 72 jam Di dapat saat persalinan Penularan vertikal dari ibu ke bayi

Awitan lanjut Usia bayi > 72 jam Di dapat dari lingkungan Didapat secara nosokomialdi RS

Etiologi
1. 2.

Sepsis awitan dini KPD > 18 jam Karioamnionitis maternal Cairan ketuban berbau Penanganan oleh bidan yang tdk terlatih Infeksi saluran kemih ibu Persalinan prematur Sepsis awitan lanjutan Prematuritas / BBLR Di RS Prosedur infasif, ventilator, infus, kateter Kontak dgn infeksi dr dokter, perawat bayi, Tdk mendapat asi Buruknya kebersihan NICU

Bakteri penyebab sepsis

Sepsis awaitan dini Kuman gram negatif seperti E coli, Klebsiella Enterococcus Group B Streptococcus
Sepsis awitan lanjut Kuman gram negatif seperti pseoudomonas dan klebsiella Staph aureus Coagulasi negative staphylococci

Faktor predisposisi

Ante natal Kuman dr ibu plasenta dan umbulikalis janain Intranatal kuman ada pada vagina dan serviks korion amnio amnionitis dan korionitis umbilikus saat persalinan cairan amnion melalui kulit bayi saat bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman Pos natal Faktor infeksi nosokomial dari lingkungan yg mempengaruhi

Faktor predisposisi
1.

2. 3. 4.

5. 6.

7. 8. 9. 10.

Penyakit infeksi yang derita ibu selama hamil ANC yang tdk memadai Ibu dgn eklamsia, DM Pertolongan persalinann yang tdk hygienes, partus lama, partus dengan tindakan Kelahiran KB, BBLR, cacat bawaan Adanya trauma lahir, asfiksia neonatus, tindakan infasif Tidak manerapkan rawat gabung Sarana perawatan yang kurang baik KPD, amnion hijau kental dan bau Minum dgn botol / PASI

Pencegahan dan pengobatan


Masa antenatal Imunisasi Gizi bumil ANC yg teratur Saat persalinan Tindakan persalinan scr aseptik Meminimalkan tindakan infasif pd ibu

Sesudah persalinan Rawat gabung Asi sedini mungkin Perawatan luka umbilikalis yg steril Lingkungan dan perawatan tetap bersih

Gejala klinis
Tampak sakit Malas minum Intoleransi pemberian susu Kontrol suhu buruk, hipotermi, hipertermi Sklerema oedema

Pemeriksaan penunjang
Darah lengkap Elektrolit Kultur darah

Pengkajian
1. 2.

Riwayat ANC Pemeriksaan fisik BBL, BBLR Persystem Sistem sirkulasi pucat, cyanosis, kulit dingin & lembab, hipotensi, edema, bradikardi, takikardi Sistem pernafasan pernafasan tdk teratur, apnea, cyanosis, mengorok, dispnea, retraksi

3. a.

b.

c.

Sistem saraf pusat Penurunan aktifitas syaraf, letargia, hipofleksi, koma Peningkatan aktifitas, peka rangsang, tremor kejang Fontanel penuh Peningkatan / penurunan tonus Gerakan mata abnormal Sistem gastro intestinal Menyusu buruk Muntah, peningkatan residu lambung setelah menyusu Diare / penurunan defekasi Darah samar pd feses Distensi abdomen, hepatomegali

c.

e.

Sistem hepatopoetik icterik, pucat, purpura, petikie, ekimosis, splenomegali, perdarahan

Patofisiologi
septikemi

Endotoksin

GI

hipotalamus

Medula oblongata

S syaraf

Mukosa usus

Suhu tubuh Apnea Sianosis Takikardi Ggn neuro

Peristaltik usus

Diare , konstipasi, kembung

Letargi Irritabilitas kejang

Masalah keperawatan ?