Anda di halaman 1dari 4

TEORI POSITIF KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PENGUNGKAPAN

Teori Positif Kabijakan Akuntansi Teori positif berdasar bahwa manajer, pemegang saham, dan dan pembuat kebijakan cukup rasional untuk berusaha memaksimalkan kegunaan mereka yang langsung berkaitan dengan kompensasi atau kesejahteraan mereka. Ide utama dari pendekatan positif adalah untuk mengembangkan hipotesis atau faktor-faktor yang mempengaruhi dunia praktek akuntansi dan untuk menguji validitas dari hipotesis ini secara empiris. Pilihan kebijakan akuntansi didasarkan pada biaya kontrak dan manfaat yang secara langsung digunakan untuk memaksimalkan kegunaannya. Biaya kontrak ini misalnya, biaya transaksi : contoh, biaya komisi perantara, biaya agensi : contoh, biaya pemantauan, biaya obligasi, dll, biaya informasi : contoh, biaya untuk mendapatkan informasi, biaya negosiasi ulang : contoh, biaya penulisan kembali kontrak , biaya kepailitan : contoh, biaya hukum untuk memailitkan dan biaya keputusan yang disfungsional). Evaluasi Pendekatan Positif Pendekatan positif berkembang sebagaimana adanya dengan tujuan untuk menjelaskan dan/atau meramalkan peristiwa akuntansi dan berusaha untuk menentukan suatu teori yang menjelaskan fenomena yang diamati. Kritik keras terhadap teori akuntansi positif berasal dari Sterling dengan komentarnya bahwa:

Studi bebas-nilai dan praktek akuntansi adalah hal yang tidak bersifat substantif Pendukung ekonomi dan ilmu dari teori adalah salah Nihil dalam pencapaian hasil.

Teori keagenan Teori keagenan menyatakan adanya hubungan kerja antara pihak yang memberi wewenang (prinsipal) yaitu investor dengan pihak yang menerima wewenang (agensi) yaitu manajer, dalam bentuk kontrak kerja sama. Teori agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. Pemegang saham sebagai principal diasumsikan hanya tertarik kepada hasil keuangan yang bertambah atau investasi mereka di dalam perusahaan. Sedang para agen disumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut. Karena perbedaan kepentingan ini masing-masing pihak berusaha memperbesar keuntungan bagi diri sendiri. Salah satu hipotesis dalam teori ini adalah bahwa manajemen dalam mengelolah perusahaan cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada meningkatkan nilai perusahaan. Akibatnya bisa saja terjadi creative accounting dan income smooting, misalnya adanya piutang yang tidak mungkin tertagih yang tidak dihapuskan,capitalisasi expense yang tidak semestinya, Pengakuan penjualan yang tidak semestinya; yang kesemuanya berdampak pada besarnya nilai aktiva dalam neraca. Akhirnya, akuntansi menjadi alat yang powerfull untuk memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal di satu sisi, juga dapat memberikan manfaat injeksi modal dan investasi yang makin besar dan linier kepada agen dari pemilik modal, yaitu manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan.

Penelitian Empiris Teori Akuntansi Positif Penelitian Lev (1979) memberi gambaran bagaimana reaksi manajer dan investor terhadap perubahan kebijakan akuntansi dari full cost ke successful efforts. Penelitian tersebut memberikan gambaran tentang mengapa perusahaan memilih standar yang berbeda, mengapa manajer menolak perubahan standar dan mengapa investor bereaksi dengan adanya perubahan

standar yang mengakibatkan perubahan net income. Penelitian lain yang dilakukan oleh Healy (1985) yang menemukan bukti bahwa manajer dengan bonus plan akan cenderung memilih kebijakan accrual untuk memaksimalkan bonus yang dia terima. Penelitian oleh Sweeney (1994) melaporkan pengujian hipotesis kovenan utang. Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa pelanggaran sering terjadi bersangkutan dengan maintenance of working capital dan pemegang saham misal, kenaikan security, pembatasan pinjaman, dan tingginya tingkat suku bunga. Selain itu dikatakan bahwa perusahaan bisa melakukan manipulasi net income yang dilaporkan pada waktu adopsi standar akuntansi yang baru. Dia menemukan terdapat kecenderungan untuk perusahaan yang menerapkan lebih awal standar yang mengakibatkan kenaikan income dan akan menunda standar yang mengakibatkan penurunan income. Perusahaan yang dijadikan sampel kontrol tidak berperilaku demikian.

Pemisahan Oportunistik dan Efisiensi Kontrak Versi dari Teori Akuntansi Positif Hipotesis yang dinyatakan diatas adalah suatu bentuk oportunistik yang mengasumsikan bahwa manajer memilih kebijakan akuntansi untuk memaksimalkan harapannya. Hipotesis juga dinyatakan sebagai suatu bentuk efisiensi. Akibatnya sulit untuk mengetahui apakah perusahaan dalam memilih kebijakan akuntansinya mempertimbangkan oportunistik atau efisiensinya. Pengungkapan Pengungkapan adalah bagian integral dari pelaporan keuangan dan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi. Tujuan umum pengungkapan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang mempunyai kepentingan berbeda-beda. Dalam pengungkapan tentennya berkaitan dengan bagaimana luas pengungkapannya. Hal ini penting karena mempunyai implikasi terhadap apa yang harus diungkapkan.

Berbagai hal menjadi pertimbangan penyusun standart atau badan pengawas untuk menentukan seberapa banyak informasi harus diungkapkan. Kendala pada umumnya timbul dari kacamata perusahaan. Dalam pengungkapan, tentunya dibutuhkan regulasi yang jelas untuk mengaturnya. Hal tersebut penting untuk menghindari penyalahgunaan, eksternalitas, asimetri informasi, dan keengganan manajemen. Dalam pengungkapan terdapat metode yang digunakan secara teknis untuk menyajikan informasi kepada pemakai dalam satu perangkat statemen keuangan beserta informasi lain yang berpaut. Metode pengungkapan yakni dengan laporan keuangan, catatan kaki (metode pengungkapan untuk informasi yang tidak praktis atau tidak memenuhi kriteria untuk disajikan dalam bentuk pos atau elemen statemen keuangan), penggunaan istilah teknis (istilah yang tepat harus digunakan secara konsisten untuk nama pos, elemen, judul, atau subjudul), penjelasan dalam kurung (penjelasan singkat berbentuk tanda kurung mengikuti suatu pos), lampiran dan penjelasan auditor dalam laporan auditor dan komunikasi manajemen dalam bentuk surat atau pernyataan resmi.