Anda di halaman 1dari 26

ASSALAMUALAIKUM WR.

WB
PLENO TMS CASE 9 . HERPES ZOSTER KELOMPOK G

Mr. Heri ,56th laki-laki


Herpes Zoster

Keluhan utama: erythematous

Appendicitis

patches dengan papule, vesicle.


Erythematous base pada left side face, neck, upper chest since 3days.

Disertai discomfort, pain, numbness


and varies dr superficial itching, tingling/ burning sensation pada area yang terlibat
Contact Dermatitis Trigeminal Neuralgia

Children Periode : skin disease dengan rash pada face &

scalp, menyebar ke neck,trunk,extremitas.


Fever, chills, malaise, headache, sore troat & dry cough.

Varicella Zoster

General Exam: enlargement pada left axillar & neck lymph node

Herpes Zoster

Dermato Exam: rash unilateral pd left side, tdk melewati

midline, hanya pd area skin yang diinervasi oleh sensory ganglion


(trigeminal cabang opthalmic, trunk pada C7-T3. erythematous macules,grouped papule & vesicles pd erythematous base
Neurological Exam: paresthesia, hyperesthesia Lab. Finding: diff.count 1/0/0/56/42/2 (limfositosis)

Skin Tzanck smear: balloning cell & Tzanck cell


Histopathology: deeper pd st.spinosum terlihat acantholysis

Patomekanisme Mr. Heri ,56th

Kulit

Herpes Virus
Virion Genom Protein Bulat, d: 120-200 nm (kapsid ikosahedral, 100 nm) DNA untai ganda, linear Lebih dari 35 protein dalam virion

Selubung Mengandung glikoprotein virus, reseptor Fc Replikasi Inti, bertunas dari membrane inti

Ciri-ciri

Menyebabkan infeksi laten; bertahan dalam inang yang


terinfeksi; dapat diaktifkan kembali dalam inang yang fungsi imunnya tertekan.

Klasifikasi
Alfaherpesvirus Betaherpesvirus Gamaherpesvirus

Virus dan

sitolitik

yang

tumbuh lambat dan


bersifat sitomegalik (pembesaran masif sel yang terinfeksi) dan menjadi laten dalam kelenjar sekretorik dan ginjal;

menginfeksi
sel limfoid.

dan

tumbuh dengan cepat cenderung mengakibatkan infeksi laten dalam neuron

menjadi laten dalam

Ex: virus epstein-barr

Ex:

virus

herpes

simplek
varisela-zoster.

dan
Ex:Cytomegalovirus, Roseolovirus

Replikasi Herpes Virus


virus melekat dgn inangnya reseptor melalui protein inti dan memasuki terjadi DNA dipotong menjadi unit dalam ikosahedral kapsid dikeluarkan dari Partikel virus masuk inti dan terjadi sintesis panjang, dkemas dalam inti dan dibungkus pembungkus

(glikoprotein)
pada permukaan sel dari inangnya

replikasi DNA virus

ke sel melalui tahap


penetrasi (endositosis)

protein
glikoprotein)

virus

Pembungkus ikosahedral tumbuh melalui selaput inti, selubung lipoprotein mengandung glikoprotein virus

(poliribosom bebas dan

Pelepasan selubung terjadi dan replikasi dibawa siklus Kapsid melalui

Terjadi pengelupasan dan DNA berhubungan dengan Inti dari inangnya Virus matang dibawa di dalam vesikel ke selaput plasma. Dan terjadi pelepasan virus ke ruang ekstrasel

sitoplasma ke inti

Dermatome

LESI PRIMER

Makula Patch Papul Nodul Plak Tumor Wheal Vesicle Bulla

Scale
Keloid, scar Ekskoriasi Erosi Ulcer Fissure Atrophy Krusta

LESI SEKUNDER

PATOLOGI

EFLORESENSI KULIT

Burrow

Cyst
Pustule

LESI SPESIFIK

Comedo

VARICELLA (CHICKENPOX)
Definisi : Infeksi virus sistemik yang dikarakteristikkan
dengan lesi kulit maculovasicular rash. Epidemiologi
Berdistribusi luas di seluruh dunia.
Eropa dan Amerika Utara : 90% pada anak dengan usia < 10 thn dan 5% pada >15 thn.

Sangat menular, attact rate 87% pada orang yang serumah dengan penderita

Etiologi Varicella-Zoster-Virus (VZV)

Patogenesis

VZV , masuk via inhalasi atau kontak langsung dimulailah infeksi awal di mukosa saluran napas virus bereplikasi di paru-paru lalu virus akan ke nodus lymphatikus virus ke sirkulasi pembuluh darah (Primary Viremia) Selanjutnya akan bereplikasi pada sel-sel di RES (liver, spleen) Virus akan ke aliran darah (Secondary Viremia) Virus menyebar ke seluruh tubuh Membran Mukosa Neuron Kulit Fever

Manifestasi Klinis Periode inkubasi : 14 hari (10-20 hari) Gejala prodromal :


anak-anak (jarang)

dewasa : fever, headache, myalgia

Gejala dan Tanda :


fever

papule vesicle in erythematous base pustule


krusta

HERPES ZOSTER
Definisi
Penyakit radang akut unilateral yang mengenai saraf spinal atau ganglion sensoris kranial Ditandai dengan sekelompok vesikel pada area kulit sepanjang dermatom yang dipersarafi oleh saraf yang

terkena dan disertai dengan rasa nyeri.


Epidemiologi Terjadi sepanjang tahun tanpa terpengaruhi oleh

pergantian musim.

Faktor resiko Pertambahan umur: Umur < 45 tahun 1:1000 per tahun

Umur > 75 tahun 4x lipat lebih tinggi daripada yang


berumur < 45 tahun. Orang kulit putih dan > 80 tahun 10-30% terkena HZ Disfungsi imun selular 20-100x beresiko lebih tinggi Kejadian HZ kedua kalinya

Etiologi Varicella-zoster virus (VZV), termasuk dalam famili herpesvirus.

Saat terjadi varicella VZV bergerak dari tempat terjadinya lesi pada permukaan kulit dan mukosa ke arah ujung-ujung saraf sensoris lalu ke arah sentripetal ke ganglia sensoris

Pada ganglia: virus menyebabkan infeksi laten

Terkena faktor-faktor reaktivasi (immunosuppression; irradiation of spinal column; tumor involvement of cord, dorsal root ganglion or adjacent structure; local trauma; surgical manipulation of spine; frontal sinus (ophthalmic zoster); increasing age)

Reaktivasi

Virus bermultiplikasi dan menyebar di dalam ganglion

Neural necrosis dan inflammasi

VZV menyebar antidromocally down ke saraf-saraf sensoris

Severe neuralgia

intense neuritis

VZV dilepas di sekitar

Patogenesis

sensory nerve ending pada kulit

cluster of zoster vesicles

Manifestasi Klinis
Prodormal Nyeri dan paresthesia gatal superficial, tingling, rasa terbakar , nyeri

Terjadi spontan (hilang timbul) dan bersamaan dengan nyeri tekan dan
hiperesthesia pada daerah dermatom kulit yang terinfeksi. Rash

Unilateral, tidak melewati garis tengah tubuh, sesuai dermatom


Lokasi: Thoracic 55% paling sering T3-L2.

Cranial 20% paling sering trigeminal nerve (ophthalmic division).


Lumbar 15% Sacral 5%

Diagnosis Tanda-tanda klinis khas erupsi kulit: unilateral + painfull vesicles sepanjang dermatom + paresthesia/hyperesthesia + pembesaran lymph node.

Lab: tzanck smear, biopsy.


Definitive diagnosis: isolasi virus. Immunofluorescent dan immunoperoxidase stain dari vesikel untuk mengetahui keberadaan VZV.

Cutaneous

Tabel Komplikasi Herpes Zoster Visceral Neurologic - pneumonitis - hepatitis - esophagitis - gastritis - pericarditis - cystitis - arthritis - postherpetic neuralgia - meningoencephalitis - transverse myelitis - peripheral nerve palsies (motor, autonomic) - cranial nerve palsies - sensory loss - deafness - ocular complication - granulomatous angitis

- bacterial superinfection - scarring - zoster gangrenosum - cutaneous dissemination

Manajemen Herpes Zoster


Topical
Fase akut cool compresses, calamine lotion mengurangi gejala lokal dan mempercepat pengeringan vesicular lesions. Hindari occlusive ointments, krim dan lotion yang mengandung glukokortikoid.

Antiviral therapy
Tujuan :
Membatasi perpanjangan, durasi, dan keparahan nyeri dan rash pada primary dermatome. Mencegah penyakit ditempat lain. Mencegah PHN (postherpetic neuralgia).

Antiinflammatory therapy
Glukokortikoid selama fase akut : mengurangi

rasa nyeri dan mencegah PHN. (Kombinasi antara


acyclovir dan prednisone).

Analgesics
Tujuan : membatasi keparahan nyeri

FARMAKOLOGI
ASIKLOVIR (ASIKLOGUANOSIN) Efek samping
Pemberian topikal: iritasi lokal. Pemberian oral: sakit kepala, diare, mual dan muntah, gangguan fungsi ginjal sementara dapat timbul pada dosis tinggi.

Pemberian intravena: dehidrasi.

Preparat yang tersedia


Oral : kapsul 200 mg, tablet 800 mg, suspensi 200 mg/5 mL.

ASETAMINOFEN
Menghambat sintesis prostaglandin pada SSP. Efek samping: Kemerahan dan reaksi alergi minor. Dosis besar : nekrosis hati.

Nekrosis tubular ginjal.


Dosis: Nyeri akut dan demam: 325-500 mg 4 kali sehari

PREDNISONE Indikasi: Artritis reumatoid, asma bronkhial, nefrosis, radang, & alergi. Kontra indikasi:

Ulkus

peptikum,

osteporosis,

psikosis

atau

psikoneurosis

berat,

tuberkulosa aktif, infeksi akut, vaksin. Efek samping :

Retensi cairan & garam, edema, hipertensi, hiperhidrosis, kelainan


mental, pankreatitis akut, osteonekrosis aseptik, kelemahan otot Indeks keamanan pada wanita hamil : C Dosis : 1-4 tablet sehari.

BHP
Kepatuhan pasien Edukasi masalah penyakit (penyakit menular)

IIMC

WASSALAMUALAIKUM WR. WB
TERIMA KASIH
KELOMPOK G