Anda di halaman 1dari 3

Komplikasi Komplikasi fraktur talus dapat dibagi menjadi komplikasi dini dan komplikasi lanjut.

Komplikasi dini dapat berupa: Kerusakan kulit o Sering ditemukan karena kulit robek atau karena terentang kuat sehingga mengalami nekrosis. o Kulit yang terenggang harus segera ditangani dengan mereduksi fraktur atau dislokasinya. o Cedera terbuka dan nekrosis harus diterapi dengan debridement secara cermat untuk mengurangi resiko infeksi Pelepasan talus o Pada cedera terbuka, kadang talus terlepas dan terletak di dalam luka, setelah debridement dan pembersihan yang memadai, talus harus di tempatkan kembali dan distabilkan, jika perlu kawat Kirschner yang diikatkan menyilang Komplikasi lanjut dapat berupa: Malunion o Reduksi yang tepat perlu ditekankan o Malunion dapat mengakibatkan distorsi pada permukaan sendi, keterbatasan gerak dan nyeri bila menahan beban. Nekrosis avaskuler o Nekrosis avaskular pada badan talus atau seluruh region talus terjadi pada lebih 50% pergeseran fraktur leher talus. o Tanda sinar-x memperlihatkan adanya peningkatan kepadatan yang jelas pada segmen avaskuler. o Meskipun terjadi nekrosis, fraktur dapat sembuh, sehingga terapi tidak boleh dihentikan pada peristiwa ini. o Tetapi jika talus menjadi rata atau terpotong-potong atau jika nyeri dan ketidakmampuan fungsi tampak jelas, pergelangan kaki mungkin perlu di artrodesis.

Tabel Resiko nekrosis avaskular berdasarkan klasifikasi Hawkins

Osteoarthritis sekunder o Dapat terjadi beberapa tahun setelah cedera o Terdapat beberapa penyebab seperti kerusakan artikuler akibat cedera awal, malunion dan distorsi pada permukaan sendi dan nekrosis avaskular pada talus.

Apley A.G. et al: Apleys System of Orthopaedics and Fractures, 7th edition. Butterworth Heinemann, 1993, 699-712