Anda di halaman 1dari 5

Hubungan peningkatan CRP dengan deteksi dini infeksi pada fraktur terbuka

CRP adalah reaktan fase akut yang meningkat terhadap respon stimulus tertentu yang menginduksi kerusakan sel dan jaringan. Peningkatan kadar CRP tertinggi 24-48 jam setelah stimulus Fungsi CRP sebagai imunitas bawaan dapat mengenal sel patogen dan sel rusak, opsonisasi sel bakteri, serta aktivasi dan regulasi jalur komplemen.

CRP ditemukan pertama sekali tahun 1930 oleh William Tillet dan Thomas Francis Serum pasien yang menderita infeksi S. pneumoniae akut, membentuk precipitin dengan ekstrak bakteri streptococcus. Ekstrak tersebut diberi nama Fraksi C, kemudian fraksi tersebut dikenali sebagai suatu polisakarida C reactive protein

CRP disintesis dihepatosit dan meningkat akibat respon sitokin IL 6 dan sel epitel korteks tubular ginjal yang mengekspresikan CRP (mRNA) Kadar normal CRP < 5mg/dL, rata-rata populasi 2 mg/dL, tidak ada perbedaan pada wanita, tidak dipengaruhi oleh makanan. Dapat meningkat hingga 1000 x lipat pada respon fase akut, puncak 24-48 jam.

Frkatur terbuka

Hilang sawar pertahanan kulit dan jaringan antara zona fraktur dan lingkungan luar
Tulang di bawah kontak langsung dengan kontaminan Pengaruh kontaminasi dan virulensi, pertahanan lokal dan general, faktor sistemik

Respon inflamasi
Kuman difagosit makrofag makrofag keluarkan IL 6 IL 6 rangsang hepatosit produksi CRP Peningkatan CRP di sirkulasi