Anda di halaman 1dari 5

PENGERINGAN DENDENG SAPI

TENAGA SURYA
MODEL KABINET BERSIRKULASI ALAMI
Nofriadi
(1)
(1)
Staf Pengajar Jurusan Teknk Mesin, Politeknik Negeri Padang
ABSTRACT
Indonesia is one of the countries which have high intensity solar radiation. This is very
useful in term to exploite solar radiation for drying processes. However, most drying
processes are done naturally. This method has many constraints. By improvement of solar
collector technology, the drying processes could be done better. Appliance draining of
energy surya model cabinet of natural circulation has been made for the draining meat
dendeng. Dry air in the dryer room was encircling naturally. Some of meat dendeng
sunlight directly and some of them again exploited hot dry air of this dryer room collector
system. Result shows that productivity draining of meat dendeng compared to natural
draining can become dryer alternative to the make-up of result of clean and better its.
Keywords: Solar energy, drying system alternative
1. PENDAHULUAN
Teknologi pengeringan berkembang sangat pesat
saat ini. Kemajuan ini telah banyak memberikan
kemudahan dalam pengeringan, diantaranya dendeng
yang dihasil lebih baik sesuai yang diinginkan oleh
konsumen.
Masalah yang dihadapi dalam proses produksi
dengan ini adalah proses pengeringan, masalah
kebersihan dan faktor higienis produk. Selama ini
proses pengeringan dilakukan menjemur dendeng di
lapangan terbuka dan harus dijaga dari lalat/serangga
atau dimakan oleh binatang. Hal lain yang sulit
diatasi adalah dendeng terkena debu atau
terkontaminasi kotoran dari udara selama proses
penjemuran, dan terjadi mendung atau hari hujan,
maka proses pengeringan akan terganggu, bisa
mengakibatkan dendeng berbau / berjamur dan tidak
bisa dikonsumsi oleh konsumen.
Tujuan dari penelitian adalah peningkatkan
produktifitas pengeringan dendeng sapi dibandingkan
pengeringan alami dan peningkatkan mutu produk
hasil pengeringan dendeng sapi dengan alat
pengeringan.
Adapun permasalahan yang dihadapi dalam proses
produksi dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Waktu pengeringan dendeng yang cukup lama,
bila cuaca tidak panas akan mengakibatkan
dendeng berjamur.
2. Selama proses pengeringan dendeng harus dijaga
agar tidak dihinggapi oleh lalat atau dimakan
binatang seperti kucing.
3. Produk terkontaminasi debu dan kotoran dari
udara karena dijemur di tempat terbuka.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Sinar matahari merupakan salah satu unsur penting
dalam kehidupan makhluk hidup di bumi.
Pancarannya yang menghasilkan panas cukup tinggi
biasanya digunakan oleh manusia untuk menjemur/
mengeringkan hasil bumi. Peneliti akan membuat alat
tambah berupa penyerap panas atau kolektor.
Prinsip kerja kolektor adalah pelat absorber
menyerap radiasi surya yang jatuh ke permukaan dan
dikonversikan dalam bentuk panas, sehingga
temperatur plat tersebut menjadi naik. Panas
dipindahkan kefluida kerja yang mengalir pada
absorber. Perpindahan panas akan terjadi konduksi,
konveksi dan radiasi.
Untuk menghitung lajunya perpindahan panas selama
proses pengeringan atau penguapan, dapat ditinjau
dari suatu permukaan basah yang dilewati oleh aliran
udara panas.
dA
m
a
-
e
a
, t
a
, P
s,a
e
i
, t
i
, P
s,i
Gambar 1 Permukaan basah dialiri udara
Jika udara panas mengalir melewati suatu permukaan
basah, maka akan terjadi perpindahan kalor sensibel
dan kalor laten secara bersamaan, dimana
Pengeringan Dendeng Sapi Tenaga Surya Model Kabinet Bersirkulasi Alami (Nofriadi)
85
perpindahan kalor sensibel (q
s
) terjadi bila terdapat
perbedaan suhu antara udara (t
a
), dan perpindahan
kalor laten (q
l
) terjadi bila terdapat perbedaan
tekanan parsial uap air di udara (P
s,a
) dengan tekanan
di air (P
s,i
) yang disertai oleh perpindahan massa uap
air. Besarnya laju perpindahan panas yang terjadi
dapat ditentukan dari persamaan berikut:
- Laju perpindahan kalor sensibel :
) .( .
i a c s
t t dA h q = c ... (1)
- Laju perpindahan kalor laten:
fg a i D l
h dA h q ). .( . e e c = ... (2)
- Laju perpindahan kalor total:
fg a i D i a c t
h dA h t t dA h q ). .( . ) .( . e e c + = .(3)
dengan menyederhanakan persamaan, laju
perpindahan kalor total selama proses penguapan
atau pengeringan dapat ditentukan dengan
persamaan:
pm
a i c
t
C
h h dA h
q
) .( .
= c ... (4)
Jika besarnya massa air yang menguap diketahui,
maka:
) .(
a i t
h h m q = c ... (5)
dengan:
= =
pm
c
C
dA h
m
.
massa air yang menguap, kg.
Skema proses sistem pengeringan secara teoritis
ditunjukan oleh Gambar (2).
Proses pemanasan dara yang terjadi dalam kolektor
surya pada kelembapan mutlak konstansecara teoritis
dan proses pengeringan.
1 2
3
|

Tdb
Gambar 2 Diagram psikometrik 1-2 untuk kolektor surya
2-3 ruang pengering.
Pernyataan selama proses pengeringan kolektor surya
adalah:
- 2 1 Proses pemanasan udara yang terjadi
dalam kolektor surya pada kelembaban mutlak
konstan.
- 3 2 Proses pengeringan produk atau proses
pendinginan dan pelembaban udara pengering
secara adiabatik..
3. METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah bersifat kwalitatif. Jadi
metodenya kualitatif yang membatasi. 3 (tiga) kali
waktu pengujian, pagi, sore hari. Variabel yang
diteliti adalah: seberapa besar pegaruh alat pengering
ini terhadap dendeng yang akan dikeringkan apabila
dijemur di alam terbuka ke dalam alat pengering
yang mempunyai kolektor.
Proses pengeringan tersebut dilakukan dengan dua
cara yaitu tanpa menggunakan alat pengering dan
dendeng menggunakan alat pengering
Data-data yang diambil beberapa waktu pengeringan
untuk mengeringkan dalam kadar air dendeng yang
sama.
Gambar 3 Sistem pengering dendeng sapi tenaga surya
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3, No.2, Des 2006 ISSN 1829-8958
86
4. PENGUJIAN ALAT PENGERING
Berdasarkan data pengujian yang dilakukan terhadap
alat pengering dendeng sapi tenaga surya ini didapat
data sebagai berikut:
Dengan mengambil 10 titik pengukuran suhu
1. Empat titik temperatur udara masuk <T1 s/d
T4
2. Tiga titik temperatur di dalam ruangan
pengering <T5 s/d T7>
3. Tiga titik temperatur udara keluar dari alat
pengeryng <T8 s/d T10>
0
10
20
30
40
50
60
70
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Titik pengujian
T
e
m
p
e
r
a
t
u
r
(
o
C
)
11.00 11.30 12.00 12.30 13.00 13.30 14.00
Gambar 4 Temperatur titik pengujian terhadap waktu
pengujian pada hari pertama
0
10
20
30
40
50
60
70
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Titik pengujian
T
e
m
p
e
r
a
t
u
r
(
o
C
)
10.00 10.30 11.00 11.30 12.00 12.30 13.00
Gambar 5 Temperatur titik pengujian terhadapat waktu
pengujian pada hari kedua
0
10
20
30
40
50
60
70
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Titik pengujian
T
e
m
p
e
r
a
t
u
r
(
o
C
)
10.00 10.30 11.00 11.30 12.00 12.30 13.00
Gambar 6 Temperatur titik pengujian terhadapat waktu
pengujian pada hari ketiga
Perhitungan panas yang dicari adalah perlepasan
panas yang terjadi dengan rumus:
T C m Q
p
A =
dimana:
Q = laju pembangkit panas (Btu/hr ft
3
)
m = laju aliran massa (kg/s)
c
p
= panas jenis pada konstan (j/(kg,K)
T = inkremen suhu (C)
Untuk mengetahui harga nilai m (massa air yang
dikeluarkan) maka dapat dicari dengan rumus:
v A m =
dimana:
= kerapatan (kg/m
3
)
A = luas penampang (m
3
)
T = laju aliran udara (m/s
2
)
- Pengambilan dari hari pertama pada pukul 11.00
WIB
T
1
= 29C
T
2
= 29C
T
3
= 29C
T
4
= 29C
T
5
= 55C
T
6
= 55C
T
7
= 55C
T
8
= 42C v = 5 m/s
2
T
9
= 42C
T
10
= 42C
4
4 3 2 1
T T T T
T
in
+ + +
=
4
29 C 29 C 29 C 29 C + + +
=
= 29
3
10 9 8
T T T
T
out
+ +
=
3
42 42 42 C C C + +
=
C = 42
2
out in
T T
T
+
= A
2
42 29 C C +
=
= 35,5 C
Berdasarkan tabel sifat udara pada tekanan atmosfir
maka dicari c
p
dan dengan interpolasi
T
C
20
35.5
40

Kg/m
3
1204
x
1.1127
cp
J (kg.K)
1006
y
1007
Harga
20 40
20 5 . 35

204 . 1 127 . 1
204 . 1

x
20
5 . 15
=
077 , 0
204 . 1

x
4
1 . 3
=
077 . 0
204 . 1

x
-0.05 = x 1.204
x = x -1.204
Pengeringan Dendeng Sapi Tenaga Surya Model Kabinet Bersirkulasi Alami (Nofriadi)
87
= 1.44 kg/m
3
Harga c
p
20 40
20 5 . 35

=
1006 1007
1006

y
20
5 . 15
=
1
1006 y
4
1 . 3
= y 1006
0.775 = y 1006
y = 1006.775
c
p
= 1006.775 J (kg.K)
Harga luas penampang
A = p x 1
= 97 cm x 58, 5 cm
= 5674, 5 cm
2
A = 0.56745 cm
2
Harga laju aliran massa
m = .Av
= 1.144 kg/m
3
x 5.6745 x 5 m/s
2
= 3.246 kg/s
2
Q = m c

T
= 3.246 kg/s
2
x 106,775 J (kg.K) x 35, 5C
= 116013, 70 J
- Pengambilan data pada hari kedua pukul 10.00
WIB
Harga
= 1,139 kg/m
3
Harga c
p
c
p
= 1006,85 J /(kg.K)
harga laju aliran massa
m = . A. v
= 1.139 kg/m
3
x 5,674 m
2
x 4,5m
2
/s
2
= 29, 08 kg/s
Q = m. cp. AT
= 29, 08 kg/s x 1006 J / (kg.K) x 37C
= 108333, 03 J
- Data percobaan pada hari ketiga diambil pada
pukul 13.00 WIB
Harga
= 1,154 kg/m
3
Harga c
p
c
p
= 1006,65 J (kg,K)
Harga laju aliran massa
m = . Av
= 1.154 kg/m
3
x 5,674m
2
x 8m/s
2
= 5,238 kg/s
Q = m cp AT
= 5,238kg/s
2
x 1006, 65J (kg.K) x33C
= 174003, 4
Persentase Penurunan Berat Dendeng Sapi Selama
Pengujian
Dari data pengujian yang dilakukan terhadap alat
pengering dendeng tenaga surya ini diketahui bahwa
berat dendeng yang dimasukkan ke dalam alat
pengering mula-mula 250 gram setelah pengeringan
selama 2 hari, berat dendeng menjadi berkurang
menjadi 80 gram, pada pengujian yang lain daging
yang akan dibuat dendeng dengan berat yang sama
dikeringkan tanpa menggunakan alat pengering
membutuhkan waktu 4 hari dan beratnya berkurang
sampai kering 100 gram.
Jadi efisiensi alat pengering dendeng ini adalah:32 %
Efisiensi pengering yang terjadi selama 2 hari
mencapai 32%, jadi dalam sehari alat pengering
dendeng dapat mengurangi berat 250-80 gram = 170
gram.
sehari garm 85
2
gram 170
=
Dibandingkan dengan pengeringan dengan cara biasa
alat ini mampu menghemat waktu hingga setengah
kali dari waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan
dengan cara biasa.
Pengeringan secara biasa 250 gram dendeng
dikeringkan dalam waktu 4 hari. Dengan berat yang
dicapai hingga kering 100 gram dengan efisiensi
selama 4 hari
% 10
4
% 40
=
sehari
Disini dapat dilihat bahwa alat ini dapat
mengeringkan lebih cepat, lebih bersih dari pengaruh
kotoran atau debu karena dendeng yang kering
ditempatkan ditempat yang tertutup yang terhindar
dari pengaruh yang dapat mengganggu pengeringan
dendeng.
Gambar 7 Perbandingan temperatur masuk, Temperatur
keluar, dan Temperatur lingkungan terhadap Waktu (Hari
pertama)
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3, No.2, Des 2006 ISSN 1829-8958
88
Gambar 8 Perbandingan temperatur masuk, Temperatur
keluar, dan Temperatur lingkungan terhadap Waktu (Hari
kedua)
Gambar 9 Perbandingan temperatur masuk, Temperatur
keluar, dan Temperatur lingkungan terhadap Waktu (Hari
ketiga)
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Matahari merupakan sumber energi yang bisa kita
manfaatkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari
hasil penelitian yang telah kita laksanakan dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Apabila sinar matahari redup, kotak pengering
tetap panas karena ada isolator, ketika matahari
bersinar lagi suhu udara di dalam kota
pengering akan naik.
2. Berdasarkan pengujuan terhadap dendeng yang
dikeringkan dengan alat pengering dan dengan
matahari langsung ketebalan sama serta kadar
air yang sama mencapai dua kali lipat lebih
cepat keringnya apabila memakai alat
pengering.
3. Dengan alat pengering ini dendeng yang
dikeringkan akan lebih higienis, aman dari
gangguan binatang dan debu.
5.2. Saran
letakkan alat pengering yang dapat sinar matahari
langsung dari matahari.
PUSTAKA
1. A. Bejan, G. Tsatsaronis dan M. Moran,
Thermal Design and Optimization, John Wiley
& Sons, New York, 1996.
2. C.P. Arora, Refrigeration and Air Conditioning,
McGraw-Hill, Singapore, 2000.
3. F.P Incropera dan D.P. DeWitt, Introduction
to Heat Transfer, John Wilet & Sons, New York,
1996.
4. Sukhatme, Solar Energi: Principles of Thermal
Collection and Storage, Tata MacGraw-Hill
Publishing Company Limited, New Delhi, India,
2001.
5. Zainuddin, Dahnil, Ir.MSc., Solar Teknik 1 &
2, Universitas Andalas Padang, 1990.
6. Yazmendra Rosa, Hanif, Kolektor Energi
Surya untuk Sistem Pengering Kulit Manis,
Jurnal Teknik A Tahun IV ISSN 0854-8471,
Universitas Andalas.