Anda di halaman 1dari 8

Analisis Jurnal

Yoga therapy as an add-on treatment in the management of patients with schizophrenia a randomized controlled trial

DisusunOleh : Arif Rokhman P., Skep Didik Setiyono., Skep Setiyo Indra P., Skep Sri Suparni., Skep

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu upaya kesehatan jiwa yang bertujuan untuk mewujudkan jiwa yang sehat secara optimal, baik intelektual maupun sosial. Menurut hasil survey WHO di .30 negara pada tahun 2001, secara global saat ini di dunia dijumpai 450 juta orang dengan gangguan jiwa,yang terdiri dari: 150 juta depresi, 90 juta gangguan penggunaan zat dan alkohol, 38 juta epilepsi, 25 juta skizofrenia serta hampir 1 juta melakukan bunuh diri setiap tahun. Berdasarkan survei Dinas kesehatan RI pada tahun 2007, ada11% populasi masyarakat Indonesia yang menderita gangguan jiwa. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan, Husain (2008). Gangguan jiwa dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu gangguan jiwa ringan (neurosis) dan gangguan jiwa berat (psikosis). Psikosis sebagai salah satu bentuk gangguan jiwa merupakan ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas yang menimbulkan kcsukaran dalam kemampuan seseorang untuk berperan sebagaimana mestinya dalam kehidupan sehari-hari (Maramis, 2004). Gangguan jiwa berat (psikosis) salah satunya adalah skizoprenia. Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang memengaruhi fungsiotak manusia, fungsi normal kognitif, emosional, dan tingkahlaku. Penderita gangguan skizofreni amemiliki gejala psikotik seperti kehilangan respons emosional, menarik diri dari pergaulan, depresi, mengalami halusinasi serta delusi dan mengalami gangguan tidur (insomnia). Kebutuhan fisiologis sebagai kebutuhan utama meliputi: kebutuhan oksigen atau bernafas, makan dan minum, eliminasi, tidur dan istirahat serta kebutuhan seksualitas (Gaffar dan Munardi, 2003).

Perbaikan dalam pengobatan skizoprenia sangat dibutuhkan, salah satu metode untuk meningkatkan pengobatan melibatkan pada perkembangan pemahaman gejalagejala psikotik dengan menargetkan faktor-faktor penyebab satu per satu. skizoprenia yang tidak mendapatkan pengobatan maupun perawatan, lebih lanjut dapat menyebabkan perubahan perilaku seperti agresi, bunuh diri, menarik diri dari lingkungan dan dapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan (Stuart &Sundeen, 1995). Secara harafiah kata yoga berarti bersatu atau bergabung. Dalam latihan yoga, kita menggabungkan dan menyatukan pikiran dan tubuh kedalam satu kesatuan yang saling melekat dan seimbang. Yoga adalah salah satu sistem perawatan kesehatan yang menyeluruh tertua yang pernah ada, yang berfokus pada pikiran dan tubuh (Cynthia, 2007). Yoga juga merupakan alat yang kuat, menyeluruh, dan membawa perubahan yang dapat menengakan pikiran dan membuat lebih terpusat. Selain itu yoga juga mengembangkan kecerdasan bawaan dan alam sadar. Bersamaan dengan pikiran yang bisa menjadi tenang, tubuh terbuka untuk melepaskan ketegangan dan emosi yang telah tertahan untuk waktu yang lama. Dapat menyeimbangkan emosi dan memberikan ketenangan. Berdasarkan survey yang telah di lakukan di RSJD Surakarta rehabilitasi terapi yoga belum ada untuk para pasien, sehingga kami tertarik mengambil jurnal mengenai efek dari terapi yoga untuk mengurangi gejala psikopatologi pada pasien dengan skizofrenia.

B. Tujuan Tujuan dari analisa jurnal ini adalah 1. 2. 3. Mengetahui isi dari jurnal yang nantinya dapat diterapkan di RSJD Surakarta Untuk menambahkan informasi dan pengetahuan mengenai isi jurnal. Dapat memberikan terapi yoga secara alami kepada pasien skizoprenia.

BAB II RESUME JURNAL

A.

Resume Jurnal 1. Judul jurnal Yoga therapy as an add-on treatment in the management of patients with schizophrenia a randomized controlled trial 2. Nama peneliti G. Duraiswamy, J. Thirthalli, H. R. Nagendra, B. N. Gangadhar 3. Tujuan Untuk menguji efek pengaruh terapi yoga ( YT ) dan senam fisik selama 4 bulan intervensi sebagai pendukung pengobatan farmakologis untuk mengurangi gejala psikopatologi pada pasien skizofrenia. 4. Tempat dan Waktu penelitian Tempat penelitian di National Institute of Mental Health and Neuro Sciences, Bangalore, India. August 2004. 5. Metode peneliti Metode penelitian eksperimen dengan analisa data mengunakan uji sample ttest berpasangan dengan jumlah responden 61 pasien terdiri dari 31 pasien skizofrenia dengan intervensi Yoga Terapi dan 30 pasein skizofrenia dengan intervensi senam fisik. 6. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa terapi yoga memiliki efek yang lebih signifikan dari pada senam fisik dalam mengurangi gejala psikopatologi pasien skizofrenia.

BAB III PEMBAHASAN

A. Tujuan Penelitian Untuk menguji efek pengaruh terapi yoga ( YT ) dan senam fisik selama 4 bulan intervensi sebagai pendukung pengobatan farmakologis untuk mengurangi gejala psikopatologi pada pasien skizofrenia. B. Hasil Hasil menunjukkan bahwa terapi yoga memiliki efek yang lebih signifikan dari pada senam fisik dalam mengurangi gejala psikopatologi pada pasien dengan skizofrenia. Pelatihan pernafasan dalam Yoga terapi secara teratur maka akan dapat mengubah biokimia yang ada di otak. Terapi ini sangat membantu untuk melatih cara kerja otak yang sedang mengalami tekanan sehingga tekanan tersebut tidak mengakibatkan gangguan pada fungsi otak. Yoga juga merupakan alat yang kuat, menyeluruh, dan membawa perubahan yang dapat menengakan pikiran dan membuat lebih terpusat. Selain itu yoga juga mengembangkan kecerdasan bawaan dan alam sadar. Bersamaan dengan pikiran yang bisa menjadi tenang, tubuh terbuka untuk melepaskan ketegangan dan emosi yang telah tertahan untuk waktu yang lama. Dapat menyeimbangkan emosi dan memberikan ketenangan. C. Implikasi keperawatan Penelitian yang dilakukan oleh G. Duraiswamy et.al menjelaskan bahwa bahwa Terapi Yoga memiliki efek menguntungkan menurunkan gejala psikopatologi pada pasien dengan skizofrenia. Dengan hasil ini diharapkan

RSJD Surakarta dapat menambah terapi rehabilitasi yoga sebagai pendukung terapi farmakologis dalam mengobati pasien dengan masalah skizofrenia. D. Kelemahan dan Kekuatan Kelemahan 1. Perbedaan budaya masyarakat antara tempat peneltian yaitu india dan Indonesia mungkin akan bisa menjadi penyulit dalam diterapkannya Terapi Yoga di RS Jiwa Surakata. 2. Masih langkanya para ahli Terapi Yoga. Kekuatan 1. Merupakan penemuan baru yang bisa membantu menurunkan gejala-gejala skizofrenia.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan jurnal ini adalah 1. Terapi Yoga memiliki efek menguntungkan sebagai pengobatan nonfarmakologis untuk mengurangi gejala psikopatologi pada pasien dengan skizofrenia. B. Saran Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan pembahasan jurnal penelitian ini adalah 1. Dapat dijadikan sumber informasi mengenai efektifitas Terapi Yoga sebagai pengobatan non-farmakologis untuk mengurangi gejala psikopatologi pada pasien dengan skizofrenia. 2. Disarankan kepada RSJD Surakarta untuk mengadakan rehabilitasi terapi yoga.