Anda di halaman 1dari 3

Tabel 2.2 Data Perhitungan Asam Sianida Kelompok ! Perlakuan Sampel "#"$$ "#22) "#!

%$ "#"%( "#2-% "#2%" "#"%2 "#"-) mg KCN "#"2$% "#"*+) "#"%*"#"2!* "#!"!+ "#")2+ "#"2!% "#"(!! HCN (mg/ml 2#$% & !"'( *#+) & !"'( %#*- & !"'( 2#!* & !"'( !"#!+ & !"'( )#2+ & !"'( 2#!% & !"'( (#!! & !"'(

Koro benguk mentah Koro benguk rendam air 2 ! hari Koro benguk rendam air ( , soda kue ! hari Koro benguk rendam air + ( hari Koro benguk rendam air % , soda kue ( hari $ Koro benguk kukus Koro benguk rebus * Tempe koro benguk Sumber . /aporan sementara

Sen0a1a atau 2aktor anti'gi3i 0ang ditemukan pada koro benguk adalah sianida dalam bentuk sianogenik glukosida. 4mumn0a sianida 0ang dihasilkan oleh bahan nabati tersebut ber5ariasi antara !"'*"" mg per !"" g bahan. Dan umumn0a akti5itas sen0a1a ini dapat dihilangkan atau dikurangi melalui proses pemanasan. Pengolahan koro benguk pada umumn0a dia1ali dengan perendaman untuk menghilangkan sianidan0a karena kadar sianida pada koro relati2 tinggi. Setelah perendaman biasan0a diikuti dengan pemasakan atau perebusan (Sudi0ono# 2"!" . HCN dihasilkan 6ika produk dihan7urkan# dikun0ah# diiris atau diolah. 8ika di7erna# HCN sangat 7epat terserap oleh alat pen7ernaan masuk ke dalam saluran darah dan terikat bersama oksigen. 9aha0a HCN terutama pada s0stem perna2asan# dimana oksigen dalam darah terikat oleh sen0a1a HCN dan terganggun0a s0stem perna2asan (sulit berna2as . Tergantung 6umlah 0ang dikonsumsi# HCN dapat men0ebabkan kematian 6ika pada dosis "#%'(#% mg HCN/kg berat badan (:inarno# 2""2 . Dari hasil praktikum diperoleh urutan absorbansi dari terke7il ke besar 0aitu koro benguk direbus# koro benguk direndam ( hari# koro benguk mentah# tempe koro benguk# koro benguk direndam ! hari ditambah soda kue# koro benguk diredam ! hari dan koro benguk direndam ( hari , soda kue. ;akin tinggi nilai absorbansin0a maka makin pekat pekat 1arna larutan karena makin tinggi atau makin ban0ak HCN 0ang terlarut dan 0ang terkandung dalam koro benguk. Sedangkan makin rendah nilai absorbansin0a maka makin bening 1arna larutan karena makin rendah atau makin sedikit HCN 0ang terlarut dan 0ang terkandung dalam koro benguk.

Dari hasil praktikum diatas diperoleh data urutan kadar HCN (mg/ml dari 0ang terbesar ke 0ang terke7il adalah koro benguk rendam air , soda kue ( hari < koro benguk kukus < koro benguk rendam air ! hari < koro benguk rendam air , soda kue ! hari < tempe koro benguk < koro benguk mentah < koro benguk rendam ( hari < koro benguk rebus. Seharusn0a# urutan kandungan sianida dari masing'masing sampel tersebut dari 0ang terbesar ke 0ang terke7il sebagai berikut. koro benguk mentah < koro benguk rendam ! hari < koro benguk rendam air , soda kue ! hari < koro benguk rendam ( hari < koro benguk rendam air , soda kue ( hari < koro benguk kukus < koro benguk rebus < tempe koro benguk. Hal ini sesuai dengan teori 0ang dikemukakan oleh 4tomo (2""+ dalam Kanetro dan Hastuti (2""$ bah1a proses pengolahan seperti perendaman# pengirisan dan penghan7uran men0ebabkan ter6adin0a hidrolisis sehingga dibebaskan sen0a1a HCN. 9erdasarkan data hasil praktikum rata'rata mg kadar HCN (mg/ml kurang dari "#%'(#% mg HCN/kg berat badan. Hal ini memperlihatkan bah1a koro benguk tersebut masih dalam tara2 0ang aman untuk dikonsumsi. Penggunan Na2HC=( (soda kue diharapkan dapat mengurangi kandungan asam sianida (HCN pada koro benguk. Penggunaan soda kue menun6ukkan adan0a ke7enderungan penurunan kadar HCN. konsentrasi Na2HC=( dan lama perendaman mempun0ai pengaruh 0ang sama dalam mengurangi kadar sianida. >aktor 0ang mempengaruhi kadar HCN antara lain perendaman# pengirisan# penghan7uran# perebusan# pengukusan dan 2ermentasi. Pelepasan HCN tergantung dari adan0a en3im glikosidase serta adan0a air. Perendaman dapat menghilangkan kadar HCN karena HCN mudah larut air. Sen0a1a HCN mudah menguap pada proses perebusan# pengukusan# dan proses memasak lainn0a. /ama perendaman 6uga berpengaruh terhadap penurunan kadar HCN pada sampel# semakin lama 1aktu perendaman maka semakin ban0ak HCN 0ang hilang.

Tabel 2.( Kur5a Standar

mg/ml

a A '-#*2!+ & !"'( b A !!#+)-* r A "#))** 0 A b& , a A !!#+)-*& ' -#*2!+ & !"'(

" " "#""* "#! "#"!+(+ "#!$"#2 "#"2)"* "#("% "#( "#"+($2 "#+-! "#+ "#"%*!$ "#$$" "#% "#"-2-" "#*%! "#$ "#"*-2+ "#))+ Sumber . /aporan Sementara Tabel 2.+ Kur5a Standar KCN

KCN A?uades Alkalin Pikrat (ml (ml (ml " %#" % "#% +#% % !#" +#" % !#% (#% % 2#" (#" % 2#% 2#% % Sumber . /aporan Sementara

mg KCN "#""* "#!$"#("% "#+-! "#$$" "#*%! " "#"$ "#!2 "#!* "#2+ "#("

Pada hasil praktikum data kur5a standar KCN# didapat data absorbansi bah1a " ml KCN diperoleh absorbansi sebesar "#""*@ pada ".% ml KCN sebesar "#!$-@ ! ml KCN sebesar "#("%@ pada !.% sebesar "#+-!@ 2 ml KCN sebesar "#$$ dan pada 2#% ml KCN sebesar "#*%!. Pada hasil praktikum data kur5a standar KCN# didapat data mg KCN bah1a " ml KCN diperoleh sebesar "@ pada ".% ml KCN sebesar "#"$@ ! ml KCN sebesar ".!2@ pada !.% ml KCN sebesar ".!*@ pada 2 ml KCN sebesar ".+* dan pada 2#% ml KCN sebesar "#(". Semakin tinggi ml standar KCN maka semakin tinggi pula mg/ml KCN dan absorbansin0a pun semakin tinggi. Hal ini disebabkan makin ban0ak KCN 0ang terlarut dalam larutan standar sehingga 1arna larutan 0ang dihasilkan makin pekat sehingga nilai absorbansin0apun semakin besar. Dimana makin besar nilai absorbansin0a menun6ukkan kandungan KCN 0ang terlarut 6uga semakin besar.