Anda di halaman 1dari 11

ZONA EKONOMI EKSKLUSIF

(Z.E.E)
PENGUMUMAN PEMERINTAH TGL. 21-3-1980 a. 200 MIL LAUT DIUKUR DARI GARIS PANGKAL LAUT b. HAK BERDAULAT MELAKUKAN EKSPLORASI dan EKSPLOITASI c. PENGOLAHAN DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA HAYATI dan NON HAYATI d. KEGIATAN EKONOMI PADA JALUR ZEE (PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK dll) e. KESEDIAN PENETAPAN BATAS ZEE DENGAN NEGARA TETANGGA LUAS WILAYAH NASIONAL MENJADI 8.500.000 KM2
Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

DENGAN

PENERAPAN

ZEE

LUAS WILAYAH NASIONAL


WILAYAH DARAT WILAYAH LAUT LANDASAN KONTINEN : 2.027.257 Km2 : 3.165.993 Km2 : 800.000 Km2
5.993.250 Km2 ZEE : 2.506.750 Km2

WILAYAH NASIONAL

: 8.500.000 Km2

Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

DARAT

WILAYAH NEGARA
WILAYAH NEGARA :

DIMENSI

LAUT
UDARA

DILIHAT MELALUI PENDEKATAN :


DIMENSI TERITORIAL DARAT LAUT UDARA DIMANA APA DASAR BATAS SUMBER KEKAYAAN ALAM LANDAS KONTINEN Z.E.E TEHNOLOGI

Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

WILAYAH NEGARA
- PENDUDUK
- WILAYAH - PEMERINTAH

KONVISI 1933

- HUBUNGAN INTERNASIONAL

WILAYAH NEGARA
a. INTERNASIONAL

- KONVENSI - HUK. INTER - PERJANJIAN - KEP. MAHK. INT - UU

b. NASIONAL

- ORDONANSI - DEKLARASI

WILAYAH BDSK TERITORIAL WILAYAH BDSK SUMBER ALAM


Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

HUK. LAUT (AIR) HUK. LAUT (SUMBER ALAM)

NEGARA REPUBLIK INDONESIA

- KONVENSI PARIS 1919 CHICAGO 1944


- KONVENSI 1891 - SEBALIK SEPADAN - AGREEMENT 1915

a. INTERNASIONAL

- KONVENSI 1928 - KALIMANTAN

- DEKLARASI PRUSIA 1885 - IRIAN


- PENGADILAN UNT MIANGAS - SUCCASION OF STATE - UUD 1945 - ORDONASI 1939 - DEKLARASI DJUANDA 1957 - UU NO. 4/1960 - UU NO. 5/1983 ZEE

b. NASIONAL

- UU NO. 17/1985 HLI


- UU NO. 8/1962 LANDAS KONTINEN
Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

- UU NO. 20/1982

DAERAH PERBATASAN INDONESIA


DARAT LAUT LAUT BEBAS LAUT TERITORIAL

9 DAERAH BATAS WILAYAH


I. SUM. TIM II. SUL. UT III. KAL. BAR/TIM IV. MAL. UT V. IRJA VI. MAL. SEL VII. JAWA VIII. SUM. BAR IX. ACEH
Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

MALBAR MIANGAS MAL TIM IRJA UT PNG AUSTRALIA L. HINDIA L. HINDIA INDIA

WAWASAN KOLONIAL BELANDA


1. 2. TATA LAUTAN DIDASARKAN PADA TERRITORIALE ZEE EN MARITIEM KRINGEN ORDONANTIE 1939. MENGANUT ASAS PULAU DEMI PULAU MASING-MASING PULAU MEMPUNYAI LAUT TERITORIAL LEBAR 3 MIL.

TIDAK COCOK DGN WASANTARA YG. MENCAKUP NEGARA KEPULAUAN INDONESIA SELURUH WILAYAH LAUT DIANTARA PULAU-PULAU HARUS MERUPAKAN LAUT TERITORIAL INDONESIA TIDAK LAGI TERBAGI KARENA ADANYA LAUT INTERNASIONAL (LAUT BEBAS) DIANTARA PULAU-PULAU

Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

KONSEP

NEGARA KEPULAUAN
1. DITUNTASKAN DGN. PENGUMUMAN PEMERINTAH WILAYAH PERAIRAN NEGARA R.I PD. TGL. 13 DES.57 (DEKLARASI DJUANDA) 2. DITUANGKAN DLM. BENTUK HUKUM UU NO. 4/PRP TH. 1960, DIUNDANGKAN DLM. LEMBARAN NEGARA NO. 20/1960 TGL. 18 PEB 1960 3. DEKLARASI DJUANDA SBG. PENGGANTI TATA LAUTAN WAWASAN KOLONIAL BELANDA (TZMKO). 4. SEARAH DAN SENADA DGN. KEPUTUSAN MAHKAMAH INTERNASIONAL TGL. 18 DES 1957 WILAYAH LAUT DIANTARA PULAU PULAU SUATU NEGARA ADALAH TERMASUK LAUT TERITORIAL.

Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

DEKLARASI DJUANDA
BAHWA SEGALA PERAIRAN DI SEKITAR, DI ANTARA DAN YANG MENGHUBUNGKAN PULAU PULAU atau BAGIAN PULAU PULAU YG TERMASUK DARATAN NEGARA RI DGN TIDAK MEMANDANG LUAS ATAU LEBARNYA ADALAH BAGIAN YG WAJAR DARI PADA WILAYAH DARATAN NEGARA RI dan DGN DEMIKIAN MERUPAKAN BAGIAN DARI PADA PERAIRAN PEDALAMAN atau PERAIRAN NASIONAL YG BERADA DIBAWAH KEDAULATAN MUTLAK dari pada NEGARA RI.

LALU LINTAS YG DAMAI DIPERAIRAN PEDALAMAN INI BAGI KAPAL ASING TERJAMIN SELAMA dan SEKEDAR TIDAK BERTENTANGAN DGN KEDAULATAN dan KESELAMATAN NEGARA INDONESIA.
PENENTUAN BATAS LAUT TERITORIAL YG LEBARNYA 12 MIL YG DIUKUR DARI GARIS GARIS YG MENGHUBUNGKAN TITIK TITIK YGTERLUAR PADA PULAU PULAU NEGARA RI AKAN DITENTUKAN DGN UNDANG UNDANG
Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

LANDAS KONTINEN

INDONESIA
1. PENGUMUMAN PEMERINTAH TTG LANDAS KONTINEN INDONESIA TGL 17 PEB 1968. 2. DITUANGKAN DLM UU NO. 1 TAHUN 1973. 3. PENGERTIAN LANDAS KONTINEN INDONESIA adalah DASAR LAUT & TANAH DIBAWAHNYA DILUAR PERAIRAN WILAYAH RI (UU NO. 4/PRP/1960) SAMPAI KEDALAMAN 200 M atau LEBIH, DIMANA MASIH MUNGKIN DI ADAKAN EKSPLOITASI & EKSPLORASI KEKAYAAN ALAMNYA (MIGAS DLL). 4. DILUAR PERAIRAN NUSANTARA & LAUT WILAYAH ITU INDONESIA MENUNTUTPENGUASAAN TUNGGAL ATAS LANDAS KONTINEN BERIKUT KEKAYAAN ALAMNYA YG HIDUP, MAUPUN MINERAL MINERAL DI DALAM TANAH DI BAWAHNYA.
Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi

DEFINISI HUKUM
LAUT WIL ZONA EKONOMI EKLUSIF LAUT BEBAS

GARIS PANGKAL

LANDAS KONTINEN ZONA TANBAHAN 350 MIL

12 MIL

24 MIL

200 MIL

Drs. Ign Boedi Prihartono,SH,MSi