Anda di halaman 1dari 5

PENGOLAHAN MANUAL METODE INDUKSI POLARISASI KONFIGURASI DIPOLE - DIPOLE

Theodorus Bayu Pratama 115.100.069 Jurusan Teknik Geofisika, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Jalan SWK 104 Condongcatur Yogyakarta Geolistrik_2012@yahoo.co.id

INTISARI
Metode geolistrik adalah salah satu metode geofisika yang mengukur sifat kelistrikan batuan di bawah permukaan bumi dan mendeteksinya di permukaan bumi. Salah satu metode dari geolistrik adalah metode induksi terimbas. Dengan menggunakan metode induksi polarisasi maka dapat dicari mineral logam di bawah permukaan. Metode induksi polarisasi yang digunakan adalah konfigurasi Dipole dipole. Arus diinjeksikan ke permukaan bawah bumi kemudian diukur nilai beda potensial listrik dan arus listrik. Hasil dari konfigurasi Dipole - dipole didapatkan nilai resistivitas semu dan chargebility . Dimana dari hasil pengolahan didapatkan tahanan jenis tertinggi sebesar 2892 m dan nilai thanan jenis terendah 40 m. Berdasarkan nilai chargebility nilai terendah yaitu 127 milidetik sedangkan nilai chargebility terbesar 600 milidetik. Kanta Kunci : Geolistrik, Induksi terimbas, Konfigurasi dipole - dipole, chargebility, Res2DinV

1. PENDAHULUAN Batuan dan mineral yang ada di bumi memiliki sifat-sifat listrik seperti; potensial listrik alami, konduktivitas listrik, dan konstanta dielektrik. Ada berbagai metode yang dilakukan untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan tanah. Salah satunya adalah metode geolistrik. Metode ini dapat dijadikan cara untuk menyelidiki sifat listrik di dalam bumi melaui respon yang ditangkap dari dalam tanah berupa beda potensial, arus listrik, dan medan elektromagnetik. Salah satu dari metode geolistrik ini adalah metode tahanan jenis. Metode geolistrik induksi polarisasi adalah salah satu metode yang cukup banyak digunakan dalam dunia eksplorasi khususnya eksplorasi mineral karena induksi polarisasi dari batuan sangat sensitif terhadap kandungan meineral logamnya dimana bumi dianggap sebagai sebuah resistor. Metode geolistrik induksi polarisasi adalah salah satu dari jenis metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di dalam batuan di bawah permukaan bumi. Metode Polarisasi terimbas adalah salah satu Polarisasi terimbas adalah salah satu metode geofisika (geolistrik) yang menggunakan aliran listrik dalam melakukan survey. Efek polarisasi tergantung pada jenis konduksi dalam batuan. Jika ada aliran arus listrik, maka dekat permukaan mineral akan terjadi pengakumulasian ion ion bernuatan negatif dan positif , karena ion negatif dari medan listrik yang melaluinya tertahan oleh ion positif di dekat permukaan mineral tersebut. Di bagian lain dekat pengakumulasian terjadi kekurangan muatan. Dari sini terjadi gradien konsentrasi ion ion yang menentang arus listrik yang melewatinya dan gejala ini disebut polarisasi. Polarisasi terimbas ini juga dapat dibagi menjadi dua yaitu :

a. Polarisasi Elektroda

Polarisasi ini dinamakan juga polarisasi elekitronik atau polarisasi logam. Polarisasi ini terjadi karena adanya beda tegangan, antara ion negatif dan ion positif. Beberapa ion negatif bergerak kekiri dan ion positif bergerak kekanan di bawah pengaruh medan potensial. Dalam butiran sulfida, konduksi disebabkan oleh elektron elektron, sehingga aliran arus berubah dari ionik menjadi elektronik pada permukaan mineral.
b. Polarisasi Membran Polarisasi ini juga dinamakan polarisasi elektrolitik atau polarisasi bukan logam. Polarisasi ini dapat terjadi pada pori pori batuan meskipun tanpa aliran arus karena diakibatkan oleh mineral yang bermuatan negatif karena strukturnya berupa lembaran silika alumina, sehingga muatan negatif ini menarik ion ion positif dan terbentuk awan ion positif di sekitar permukaannya dan meluas pada elektrolit. Pengakumulasian muatan akan menghambat jalannya arus listrik yang melaluinya sehingga terjadilah hambatan ionik sepanjang pori-pori batuan yang ada mineral lempungnya. Dalam metode polarisasi terimbas, terdapat dua macam fenomena yang menyebabkan timbulnya gejala ini. Diantaranya adalah : Fenomena Elektrokimia Fenomena ini terjadi karena adanya reaksi dan perubahan kimia di dalam suatu mineral akibat dialirkannya arus listrik ke dalam tanah dan berinteraksi dengan larutan yang ada dalam suatu pori-pori batuan, sehingga akan terjadi beda potensial antar permukaan elektroda dengan lautan tersebut. Maka antara pori-pori batuan dengan elektroda berada dalam kesetimbangan reaksi.

Fenomena Elektrokinetik Fenomena ini terjadi tanpa adanya suatu reaksi kimia, hal ini dapat dicontohkan pada clay ( lempung ). Mineral clay dalam batuan memiliki muatan negatif yaitu pada bidan batas antara muka permukaan batuan dan larutan pori. Sehingga menyebabkan ion dalam IP, arus terkontrol dialirkan ke dalam tanah. Untuk memperoleh suatu data, pengukuran polarisasi terimbas ini dapat dilakukan dengan tiga macam cara, diantaranya : Domain waktu ( Time Domain ) Jika arus listrik dialirkan ke tanah dan kedua kedua elektroda diamati, akan terlihat bahwa tegangan tidak segera turun menjadi nol setelah arus dimatikan, akan tetapi menurun secara perlahan lahan (decay) menjadi nol. Kedalam tanah dialirkan arus listrik berbentuk persegi panjang. Jika arus listrik dihentikan, maka terjadi peluruhan potensial antara kedua elektroda tersebut. Amplitudo tegangan yang turun secara perlahan lahan tersebut merupakan ukuran dari efek polarisasi terimbas. Domain Frekuensi ( Frequency Domain ) Dalam cara ini, arus yang dimasukkan ke dalam tanah dilakukan dengan frekuensi yang berbeda. Dari respon pada frekuensi yang berbeda ini, tercermin sifat polarisasi dari mineral dalam bumi.

Gambar 1. Konfigurasi Dipole - Dipole

Konfigurasi dipole-dipole telah banyak diterapkan dalam eksplorai mineral-mineral sulfida dan bahan tambang dengan kedalaman yang relatif dangkal. Dimana hasil akhir yang berupa profil secara vertical dan horizontal.

2. METODOLOGI Pengolahan data manual dan software konfigurasi dipole - dipole, dilakukan pada hari 28 September 2012. Pada pukul 12.30 WIB. Berlokasi di ruang REP DII 3, Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, UPN Veteran Yogyakarta. Pengolahan data dari survey metode induksi terimbas konfigurasi dipole - dipole adalah sebagai berikut: 1. Dari nilai V dan I yang terukur pada alat didapatkan nilai R dengan perhitungan manual, harga R didapatkan dari hasil bagi antara nilai V yang terukur dan nilai I. 2. Nilai R dan K yang diperoleh digunakan untuk mencari resistivity () yaitu dengan mengalikan nilai R dengan nilai K. 3. Mengolah data menggunakan Res2dinv untuk membuat penampang resistivity dengan menggunakan rho Pengolahan data sintetikmenggunakan Software Surfer 8 1. Masuk ke dalam software Surfer 8 pilih File, New, WorkSheet dan copy data datum,lapisan, data resistivitas lapisan. 2. Memilih file, New, Plot Document. 3. Save dengan type *dat. Pengolahan data lapangan menggunakan Software RES2DINV 1. Memilih file dan pilih read data file 2. Pilih change setting lalu pilih finite mesh grid pilih yang 4 node 3. Pilih use finite elment method pilih finite different dan triangular 4. Selanjutnya pilih mesh refinement pilih finest mesh dan choose 4 node 5. Memilih inversion pilih leastsquares inversion 6. Memasukkan iterasi maksimal 5 kali 7. Memilih show Inversion result dan pilih iterasi yang paling kecil nilai error-nya 8. Memilih display section dan memilih choose resistivity lalu memilih display data and models sections 9. Kemudian akan keluar hasil penampang resistivitas lalu save dalam format JPEG

Gambar 2. Diagram alir

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar4. Penampang Resistivitas Semu

Gambar3. Penampang bawah permukaan

Pemodelan data konfigurasi dipole - dipole menggunakan Res2Dinv maka praktikan diminta untuk memasukkan data lintasan , nilai resistivitas semu , nilai chargebilitynya dan data topografinya. Dari data tersebut dibuat dengan res2DinV sehingga didapatkan penampang bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas. Pada software Res2DinV data kita dilakukan inverse lalu setelah itu diminta untuk memasukkan nilai iterasi yang kita inginkan. Nilai iterasi yang digunakkan adalah iterasi ke 3. Dari hasil penampang resistivitas semu dapat kita lihat resistivitas bagian bawah cenderung tinggi daripada bagian yang dekat permukaan. Nilai resistivitas tertinggi berwarna merah bernilai 2892 m terletak pada kedalaman 12-17 meter dan pada offset 100- 120 m juga offset 220-260m. Sedangkan untuk nilai terendah berwarna biru bernilai sekitar 40 m ada pada kedalaman 1-5 meter dengan offset 190 270 m. Nilai rendah juga terdapat pada kedalaman 12-17 m pada offset 160m. Hasil dari penampang chargebility memilik kecenderungan bernilai rendah yaitu dibawah 127 milidetik dengan warna biru . Tetapi terdapat nilai tinggi sekitar 600-700 milidetik ditunjukkan dengan warna merah berada pada kedalaman 17 meter dengan offset 260m. Pada data didapatkan nilai slope sehingga bisa didapatkan nilai tinggi pada tiap titik dengan titi acuan pada titik awal yaitu 180 mdpl. Pada Res2DinV dapat dimasukkan nilai topografi maka bisa didapatkan peta penampang resistivitas semu dan penampang nilai chargebility berdasarkan data topografi.

Gambar 5. Penampang Nilai Chargebility

4. KESIMPULAN Berdasarkan pengolahan menggunakan software ResDinV maka diinterpretasikan Dari hasil penampang resistivitas semu dapat kita lihat resistivitas bagian bawah cenderung tinggi daripada bagian yang dekat permukaan. Nilai resistivitas tertinggi berwarna merah bernilai 2892 m terletak pada kedalaman 12-17 meter dan pada offset 100- 120 m juga offset 220260m. Sedangkan untuk nilai terendah berwarna biru bernilai sekitar 40 m ada pada kedalaman 1-5 meter dengan offset 190 270 m. Nilai rendah juga terdapat pada kedalaman 12-17 m pada offset 160m. Hasil dari penampang chargebility memiliki kecenderungan bernilai rendah yaitu dibawah 127 milidetik dengan warna biru . Tetapi terdapat nilai tinggi sekitar 600-700 milidetik ditunjukkan dengan warna merah berada pada kedalaman 17 meter dengan offset 260m. 5. DAFTAR PUSTAKA Laboratorium Geofisika Eksplorasi. 2012 .Panduan Praktikkum Geolistrik. Yogyakarta. Universitas Pembangunan Nasional Veteran