Anda di halaman 1dari 4

MAKNA DAN HARAPAN YANG TERKANDUNG PADA SAJIAN CAMILAN JAWA

Kalau kita bertamu/bertandang ke keluarga Jawa, tidak menutup kemungkinan kita disuguhi camilan, yang sebenarnya si empunya rumah memiliki harapan dengan menyuguhi kita camilan tersebut. Wah, seru juga!. Dahulu apabila kita hendak mengetahui makna yang terkandung dari camilan tersebut kita perlu adakan tradisi PA !"#$. %radisi ini adalah semacam keahlian membaca tanda, baik dari pihak tamu atau pihak yang empunya rumah. &eluhur kita mewariskan nilai'nilai luhur yang sarat makna terhadap segala sikap, perilaku, dan pemikiran yang melandasi tata cara kehidupan (rang Jawa di segala sisi, termasuk di sisi makanan, dan juga camilan. )(nt(hnya %*"P!$+. "akna yang terkandung dari %umpeng itu sendiri adalah mengandung sebuah W!WA,A-, P.%*%*, &*-*,, %*"APAK.$+ PA$+*,.PA$, %*".$DAK &!"P!$+ %*"*J* PA$+!,A$, yang artinya / semenjak manusia dilahirkan ke dunia sebenarnya atas kehendak 0ang "aha -idup, manusia diharapkan bertindak lurus selaras keingainan 0ang "aha Kuasa menuju ke Persatuan dengan -yang Pencipta, "A$*$++A&.$+ KAW*&A +* %.. Di bawah ini ada beberapa c(nt(h camilan yang sarat makna di "asyarakat Jawa/ 1. KA)A$+. Dalam perhelatan selalu dihidangkan kacang karena kacang merupakan sebuah ilmu tentang hidup 2kawruh urip3. "aka KA)A$+ disebut sebagai KAW,*- )A$+K#K.$+ +! A$+. #rang yang makan kacang yang ada kulitnya, harus dikuliti, artinya dalam kehidupan ini penuh dengan segala hal yang harus D.#$)!K./ dikuliti dulu. Dari camilan kacang ini pula terkandung maksud si empunya rumah ingin srawung dan menjalin tali silaturahmi dengan siapa saja, dengan alam lingkungan sekitar. "erawat lingkungan dan menggalang s(sialisasi dengan sesama makhluk %uhan yang lain.Apabila sudah baik dan benar hubungan manusia dengan lingkungan dan sesama maka barulah kita juga menuju silaturahmi kepada%uhan ang Pencipta itu sendiri. Jadi kacang bermakna sebagai pitutur yang mengharuskan manusia untuk hidup dengan baik selaku manusia yang &*,* , &!,! , &A,A . 4. Pisang. Pisang dalam bahasa Jawa adalah +!D-A$+ yang kerata basa nya D.+!+!% 5*5A, "AD-A$+. Pisang memiliki nilai luhur yang sangat tinggi. +!DA$+'+!DA$+A$, atau cita'cita yang merupakan sebuah peringatan, bahwa manusia hidup hendaknya bercermin dari pisang. Pisang hidup sekali setelah itu mati, artinya hidup manusia juga cuma sekali, maka dari itu hidup manusia haruslah berarti. 0ang banyak digunakan sebagai camilan dalam perhelatan besar dan upacara adalah biasanya Pisang ,aja %alun, yang mahal, dan apabila matang warnanya kuning keemasan indah dipandang mata."akna dari semua itu adalah

bahwa hidup manusia harus "AWA )A-0A, 5!, .$A,. dan manusia haruslah berpikir dan bersikap matang, yang artinya sebagai manusia Jawa hendaklah tahu dan dapat menempatan diri secara baik dan benar. 6. *5. JA&A, dan .$+K#$+. Kedua jenis tanaman tersebut sama'sama disebut sebagai Pala Kapendhem, tanaman yang buahnya dari dalam tanah. "aknanya adalah bahwa bumi senantiasa menghasilkan untuk manusia, (leh karena itu manusia haruslah mengh(rmati bumi, manusia harus merawat alam lingkungan dengan sebaik'baikya. -al ini tidak lepas dai 7il(s(7i Jawa tentang kehidupan / %*"!$+AA .$+ AK A,A, %*"*$+K*&A .$+ P!,%.W.. 5ahwa manusia hidup itu haruslah h(rmat kepada alam lingkungan, (rang tua, dan %uhan dan segala ciptaan$ya. *bi jalar dan singk(ng memiliki ciri khas, semakin tua semakin manis rasanya, hal ini bermakna bahwa kita manusia hidup hendaknya semakin tua semakin manis sejarah kehidupannya, sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi anak, cucu dan cicitnya. 8. !"P.$+. "akna dari camilan emping ini adalah sebagai penanda bahwa sebagai manusia diharapkan tidak selalu 9ngemping9, yang artinya adalah manusia janganlah bercita'cita yang tidak'tidak, yang tidak c(c(k dengan kekuatan diri pribadinya. *ntuk itu manusia jangan terlalu mementingkan nilai badaniah, karena kalau rakus maka akan menemui halangan/hal'hal yang berat. :. %AP! K!%A$. %ape ketan melambangkan upaya manusia untuk selalu )!)AK!%A$, yang artinya ingin selalu berdekatan dengan saudara, sahabat, alam, dan juga ang Pencipta. ;. !"A$+KA, 5&!WA-, D&&. )amilan buah yang disebutkan diatas termasuk kateg(ri PA&A KA ."PA,, yang menjalar diatas tanah, yang bermakna bahwa alam memberikan kehidupan untuk manusia sehingga manusia jangan %!,J!,A% (leh kehidupan duniawi yang semu, hanya mengejar kenikmatan duniawi, tetapi hendaknya mengejar kenikmatan yang sesungguhnya yaitu "anunggaling Kawula +usti, persatuan dengan %uhan ang Pencipta. <. $A$+KA $angka dikateg(rikan sebagai buah yang tergantung atau yang disebut sebagai PA&A +*"A$%*$+, yang maknanya adalah manusia hanya bisa menggantungkan kehidupannya kepada Allah, dan henaknya manusia tidak bergantung kepada kehidupan duniawi yang semu.

"ungkin masih banyak lagi aneka camilan yang bermakna, tetapi kalau kita dapat mengkaji hal'hal diatas maka kita akan dapat menarik kesimpulan bahwa segala sesuatu yang kita makan pun hendaknya kita (nceki, kita selaraskan agar kita tetap eling lan waspada. egala sesuati yang kita cia'citakan, yang kita capai dalam keduniawian ini hanya sebagai sarana untuk mengejar kedekatan dan persatuan kita dengan %han 0ang "aha Kuasa.

Golek ilmu iku wis dadi kewajibane manungsa. Sinau wiwit cilik kayo wong ngukir ing watu, dadi apa wae sing disinauni gampang dingerteni. Nanging menawa sinau sawise dewasa kaya wong ngukir ing banyu, Tegese anggone sinau (menawa nrima piwulang) iku angel. Mula saka iku wiwit saiki ayo sing sregep sinau. Lan sinau iku ora ana batese wektu lan umur. ilik, ged!e, lanang, wadon, enom lan tuwa kudu sinau lan golek ilmu. """ #agi yang tidak mengerti, saya suda! menyiapkan terjema!annya di bawa! ini, monggo dipun waos $$, mari dibaca% Mencari ilmu itu suda! menjadi kewajiban manusia. #elajar sedari kecil ibarat mengukir di atas batu, apa saja yang dipelajari muda! dimengerti. Tapi bila belajar di saat suda! dewasa seperti mengukir di atas air, ketika belajar (menerima pelajaran) sulit mengerti. &le! karena itu mulai sekarang mari rajin belajar. #elajar tidak memiliki batas waktu dan usia. 'ecil, besar, laki(laki, perempuan, muda dan tua !arus belajar dan mencari ilmu))).