Anda di halaman 1dari 85

VITAMIN

Staf Farmakologi Veteriner FKH Univ. Udayana


1

Pendahuluan
Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan oleh tubuh berasal dari makanan sehari-hari, dalam jumlah sedikit, memiliki aktivitas fisiologik yang tinggi untuk menjamin berlangsungnya proses metabolisme sehingga bisa mempertahankan kesehatan tubuh. Diberikan dlm bentuk vitamin atau prazatnya (provitmin). Kebutuhan vitamin pada hewan secara kualitatif berhubungan pd spesies dan jumlah flora normal sal cerna .

Kapan vitamin diberikan ?


Pasokan vitamin tidak mencukupi makanan tdk mencukupi atau brsumber dari sejenis saja Peningkatan kebutuhan vitamin kondisi bayi, hamil dan menyusui Kurangnya absorpsi vitamin gangguan pada faktor intrinsik (mukoprotein), pada pengobatan dg antibiotika spektrum luas yg merusak flora usus.
3

Dampak vitamin
Kekurangan secara absolut Avitaminosis Kekurangan secara relativ Hipovitaminosis Timbul gejala penyakit yang khas. Dosis berlebih vitamin yang larut dlm lemak (vit A & D) dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius. Dosis berlebih vitamin yang larut dlm air tidak berpengaruh buruk.
4

Fat Soluble Vitamins

VITAMIN A
(Akseroftol, Retinol)
5

VITAMIN A

(Akseroftol, Retinol)

Fisik & Kimia : - diterpen-alkohol yang peka cahaya & oksigen - terbentuk pd dinding usus dr oksidasi karoten - bentuk ester asam lemak tersimpan di hati biohidrolisis menghasilkan retinoglukoronida
6

VITAMIN A
Akseroftol, Retinol

Fungsi Fisiologis : - Fungsi pertumbuhan penting utk pertumbuhan sel epithel - Fungsi proteksi melindungi mukosa dan epithel dari keratinisasi - Fungsi anti infeksi meningkatkan daya tahan mukosa thd infeksi

VITAMIN A
Defisiensi :

(Akseroftol, Retinol)

Night blindness : gejala ringan adaptasi teranggelap (rabun) hampir pada semua hewan. xeroftalmia keratinisasi konjungtiva mata keratitis kekeruhan & tukak pd kornea keratomalasia kelopak mata melekat hiperkeratosis kulit kering keriput bersisik Pada unggas slow growth, low resintance to disease, muscular incoordination Pada Anjing nervous disturbance
8

VITAMIN A
Akseroftol, Retinol

Penyebab defisiensi : - kurangnya pasokan vit A / karoten bersama makanan - penyakit yg menyebabkan gangguan absorpsi lemak - penyakit pada pankreas, penyumbatan saluran
10

VITAMIN D
Kalsiferol

11

VITAMIN D
Kalsiferol

Kimia : Vitamin D cholecalciferol (D3) dan ergocalciferol (D2) Pro-vitamin D 7-dehydrocholesterol (pd hewan) disintesis di kulit, sinar ultraviolet matahari akan mengubah mjd cholecalciferol. Ergosterol (pd yeast & tumbuhan) provitamin D2. Metabolit akltif vit D scr primer calcitriol
12

VITAMIN D
Kalsiferol

Bentuk aktif vit D3 yg memiliki aksi terapeutik adalah 1,25-dihidroksikolekalsiferol. Gugus hidroksil C-25 didapatkan dalam hati sedangkan gugus hidroksil pd C-1 dalam ginjal Pd ginjal parathormon (paratirin), menstimulasi hidroksilasi 25-dihidroksikolekalsiferol mjd 1,25-dihidroksikolekalsiferol.
13

VITAMIN D
Kalsiferol

Fungsi fisiologik Vit D dan derivatnya : - membantu absorpsi ion kalsium dari usus & reabsorpsi ion kalsium dalam ginjal - Regulator homeostasis kalsium dan fosfat - meningkatkan kadar kalsium dalam darah Mekanisme kerja :
14

VITAMIN D
Defisiensi :

(Kalsiferol)

- Rakhitis (dificiency vit D) - Deformasi pembentukan skeleton - Kifoskoliosis - bengkok apertura thoraks - betis bengkok (O atau X) - Rosenkrans - Kraniotebes - Spasmofili / tetani rakhitogen
15

16

VITAMIN D
Kalsiferol Dosis berlebih : - Intoksikasi berat berat sekali, akibat Ca darah terlalu tinggi. - Ca termobilisasi tersimpan pada ginjal, buluh darah dan ekskresi mll urine. - muntah, diare, nyeri sendi, sakit kepala, kematian bila disertai gagal ginjal. - Terapi hipervitaminosis diet rendah kalsium,17

VITAMIN D
Kalsiferol

Farmakokinetik : Biasanya diberikan peroral absorbsi cukup. Vitamin D2 dan D3 diabsorbsi dg baik, tetapi vit D3 lebih efisien. Empedu berperan penting pd proses absorbsi. Vit D dlm plasma berikatan dg vit Dbinding protein, -globulin spesifik. Metabolisme di hepar

18

VITAMIN D
Kalsiferol

Therapeutic Uses : Profilaksis dan terapi nutrisi pd penyakit tulang (rickets/rakhitis) Terapi metabolik rickets dan osteomalasia, khususnya setting pd gagal ginjal kronis Terapi hipoparatiroidismus Pencegahan dan terapi osteoporosis.

19

VITAMIN K

20

VITAMIN K
Kimia :
Nama K diambil dari Koagulation Ativitas vit K terkait dg sedikitnya 2 senyawa (alam) berbeda yg disebut vit K1 dan vit K2. Vit K1 atau phylloquinone (phytonadione) 2-methyl-3-phytyl-1,4-naphtoquinone, terdapat pd tanaman dan satu-satunya vit K alami yg tersedia utk terapi.
21

VITAMIN K
Vit K2 (menaquinone) gugus phytyl disubstitusi dg 2-13 unit prenyl. Terdapat pd bakteri gram positif dan bakteri pd GIT. Pada hewan, menaquninone-4 dpt disintesis dari precursor vitamin menadione (2-methyl-1,4-naphtoquinone), atau vit K3.

22

VITAMIN K
Fungsi Fisiologis & Aksi Farmakologi Sbg kofaktor enzim mikrosomal utk menginduksi biosintesis hepatic farktor II (prothrombin), factor VII, factor IX & factor X.

23

VITAMIN K Defisiensi :
Manifestasi klinik : epistaksis, hematuria, perdarahan GIT dan perdarahan pos operasi bahkan perdarahan intrakranial. abnormalitas tulang fetus terkait dg pemberian antikoagulan pd trisemester pertama kehamilan (fetal warfarin syndrome) dimungkinkan terkait defisiensi vit K. Pada individu dewasa, deifisiensi vit K terkait dg rendahnya densitas mineral tulang dan fraktur.
24

VITAMIN K Toxicity
Phylloquinone dan menaquinone tdk toksik pd hewan. Tetapi menadione dan derivatnya (vit K sintetik) menyebabkan hemolitik anemia, hiperbilirubinemia dan kernikterus pd bayi yg baru lahir atau bayi premature.

25

VITAMIN K Farmakokinetik
Absorbsi bervariasi, phylloquinone dan menaquinone absorbsi pd intestinal cukup ketika terdapat garam empedu. Phylloquinone diabsorbsi oleh proses yg bergantung energi pd intestinal proksimalis. Menaquinone diabsorbsi via difusi pd intestinal distalis dan kolon.
26

VITAMIN K Farmakokinetik
Setelah diabsorbsi keduanya terkonsentrasi di hepar. Phylloquinone cepat dimetabolisme mjd metabolit polar dan diekskresi via empedu dan urin.

27

VITAMIN K Therapeutic Uses


X. Memperbaiki perdarahan terkait defisiensi vit K dan kecenderungan defisiensi protrombin. Obat yg menginduksi hipoprottrombinemia. Warfarin (antikoagulan) merupakan kompetitif antagonis vit K dan memepengaruhi biosintesis protrombin, factor VII, IX dan
28

VITAMIN E
Tokoferol

29

VITAMIN E
Tokoferol

Kimia : Paling aktif scr biologi adalah d-tocopherol. Senyawa sintetik dikenal all-rac-tocopherol. Senyawa vit E dipasarkan dlm bentuk tocopherol campuran.

30

VITAMIN E

(Tokoferol)

Fungsi Fisiologis & Aksi Farmakologi : Sebagai antioksidan utk menurunkan radikal bebas yg merusak membran sel. Vitamin E melindungi asam lemak tak jenuh (polyunsaturated fatty acid/PUFA) dlm mbr phospholipid dan dlm lipoprotein sirkulasi. Peroxyl radical bereaksi dg vit E 1000 kali lebih cepat dari pada PUFA Pada reproduksi unggas meningkatkan hatchability
31

VITAMIN E
Tokoferol

Defisiensi :
Sistem syaraf distropi axon Sistem reproduksi sterilitas jantan & betina, aborsi, toxemia of pregnancy, gangguan menstruasi, vaginitis, simptoma menopaus. Sistem otot myopati, distropis muskuler. Atherosclerosis Cancer Sistem hematopoetik anemia (abnormal hematopoiesis, wkt hidup eritrosit pendek)
32

VITAMIN E
Tokoferol Farmakokinetika : Absorbsi pd GIT sama spt vitamin yg larut lemak lain, tergantung keberadaan garam empedu. Distribusi ke seluruh jaringan. 80% dari dosis intravena diekskresi oleh hepar lebih dari seminggu ;sebanding dg metabolit yg diekskresi via urin. Metabolit dlm urin asam tokoferonik glukuronida dan -lakton.
33

34

VITAMIN E
Tokoferol

Therapeutic Uses Defisiensi vitamin E (aborsi berulang, distropia otot, dan kardiomyopati, distropi axon).

35

Water Soluble Vitamins

VITAMIN C
Ascorbic Acid

36

VITAMIN C
Ascorbic Acid

Kimia :
Scr struktur mrp enam karbon ketolakton yg terkait dengan glukosa atau heksosa Dioksidasi scr reversible dlm tubuh mjd as dehidroascorbik Atom karbon bersifat optik aktif

37

VITAMIN C
Ascorbic Acid Fungsi Fisiologis & Aksi farmakologik : Pemberian dlm jml besar menghasilkan efek yg dpt dilihat, kecuali pd individu yg scorbatik symptom akan cepat hilang. Sbg cofactor pd sejumlah reaksi hidroksilasi dan amidasi pd sintesis collagen, sintesis carnitin, konversi as folat mjd as folinat, metabolisme mikrosomal obat, hidroksilasi dopamine mjd norepineprin. Menginduksi absorbsi besi pd sal intestinal 38 Berperan pd adrenal steroidogenesis.

VITAMIN C
Ascorbic Acid

Farmakokinetik : Diserap baik pd usus melalui proses yg bergantung energi, dpt jenuh tergantung dosis. Distribusi merata seluruh jaringan. Ekskresi as urat dan oksalat meningkat, jika dosis harian as ascorbat meningkat.

39

VITAMIN C
Ascorbic Acid

Defisiensi : Sariawan, Gingivitis Anemia Iritasi Perdarahan di bawah periosteum tulang panjang Hematom
40

VITAMIN C
Ascorbic Acid

Therapeutic uses : Sariawan Idiopatik methemoglobinemia Antioksidan Proteksi katarak terkait umur.

41

42

VITAMIN C
Ascorbic Acid

Toxicity : Dosis besar (megadosage) mengakibatkan batu ginjal krn ekskresi oksalat meningkat. Rebound scurvy (sariawan balik).

43

VI TA MI N B Complex

44

Vitamin B Complex
Vit amin B1 (Thiamine) Vitamin B2 (Riboflavin) Vitamin B6 (Pyridoxcin) Nicotinic Acid (Niacin, Nicotinamide, Pelaagrapreventing factor) Vitamin B12 (Cyanokobalamin) Biotin (Vitamin H) Panthotenic acid PABA, Folic Acid, Inositol, Choline
45

VITAMIN B1
Thiamine

46

Thiamine
Chemistry
Thiamine (B1) mengandung 2 cincin heterosiklik : pirimidine + nucleus thiazole yg dihubungkan dg jembatan methylene. Perubahan thiamine co-enzime dikatalisis oleh thiamine diphosphokinase + ATP

47

Thiamine
Aksi Farmakologi : Dosis terapi maupun dosis besar tidak menunjukkan efek yg dpt dilihat. Pemberian jangka panjang hipersensitifitas (jarang)

48

Thiamine
Fungsi Fisiologis : Kompenen vit B-kompleks reaksi penting pd metabolisme intermedier. Thiamine pyrophosphate (aktif) sbg koenzime pd metab karbohidrat. Sbg ko-enzim pd dekarboksilase as -keto (spt piruvat dan -ketoglutarat) Terlibat pd thiamine pyrophosphatedependent enzyme transketolase.
49

Thiamine
Symptom Defisiensi : Beri-beri, dry beriberi (terkait sistem syaraf); wet beriberi (terkait sistem kardiovaskuler). Symptom neurologis neuritis perifer dg gangguan sensoris pd ekstrimitas termasuk hiperestesia & anesthesia local, depresi, memori jelek & inisiatif rendah. Symptom kardiovaskuler dispnea, palpitasi, takikardia. Di Eropa dan Amerika utara alkoholik neuritis.
50

Thiamine
Therapeutic Uses : Alcoholic neuritis Infantile beriberi Subacute necrotizing encephalomyelopathy Cardiovascular disease Gastrointestinal disease Neuritis of pregnancy Megaloblastic ane
51

VITAMIN B2
Riboflavin

52

Riboflavin
Kimia : Riboflavin (B2) krn mengandung ribose pd strukturnya Riboflavin dlm menjalankan fungsinya akan diubah menjadi satu atau dua koenzim ; flavin mononucleotide (FMN) dan atau flavin adenin dinucleotide (FAD). Riboflavin + ATP FMN + ADP FMN + ATP FAD + PP
53

Riboflavin
Aksi farmakologi : Tidak ada efek farmakologis yg dpt dilihat stl pemberian oral atau parenteral.

54

Riboflavin
Fungsi Fisiologis : FMN dan FAD mrp bentuk aktif riboflavin yg berperan sbg koenzim yg berperan penting pada metabolisme.

55

Riboflavin
Symptom deficiency : Stomatitis, glositis, cheilosis, dermatitis, pharingitis. Neuropati Anemia normositik dan normokromik terkait dg retikulositopenia. Leukosit dan platelet biasanya normal.

56

Riboflavin
Farmakokinetik : Biasanya tdp pd susu, keju, daging, telor, sayuran hijau dan roti. Absorbsi GIT bagian atas via transport spesifik, yg melibatkan riboflavin mjd FMN. Riboflavin diubah mjd FMN oleh flavokinase, sebuah reaksi yg sensitive thd status hormon tiroid dan dihambat oleh CPZ, antidepresan trisiklik, dan quinacrin.
57

Riboflavin
Farmakokinetik : Distribusi ke seluruh jaringan, dan sebagian kecil yg tersimpan. Ekskresi via urin, dan jika dosis berlebih sebagian diekskresi via feses. Therapeutic Uses : Riboflavin defisiensi. Pada penelitian, riboflavin dosis tinggi juga menurunkan migrain scr signifikan.
58

VITAMIN B6
Pyrydoxine

59

Pyridoxine
Tiga struktur vit B6 ; hanya berbeda pd substituen pd atom karbon ke-4 pd inti pyridine; pyridoxine (alcohol), pyridoxal (aldehid) dan pyridoxamine (animoetil). Ketiganya dpt dimanfaatkan mamalia stlh dimetabolisme di hepar mjd pyridoxal 5phosphate (btk aktif vit B6). 4-deoxypyridoxine (antivitamin B6) dimetabolisme mjd 4-deoxypyridoxine-5phosphate yg mrp inhibitor kompetitif pyridoxal phosphate dependent enzyme. Isoniazid (INH) juga menghambat pyridoxal 60 kinase.

Pyridoxine
Aksi Farmakologi : Pyridoxine toksisitas akutnya sangat rendah. Tidak menghasilkan aksi farmakodinamik yg nyata stlh pemberian oral maupun parenteral. Neurotoxicity penggunaan jangka panjang dosis lebih besar 200 mg per hari.
61

Pyridoxine
Fungsi Fisiologis : Sebagai koenzim; pyridoxal phosphate terlibat dlm metabolisme as amino spt dekarboksilasi, transaminasi dan rasemisasi. Symptom Deficiency : Lesi pd kulit di sekitar mata, hidung, mulut yg kemudian diikuti glositis dan stomatitis. CNS seizure, neuritis perifer. Erythropoiesis
62

Pyridoxine
Farmakokinetik : Cepat diabsorbsi GIT Pyridoxal phosphate >=60% vit B6 yg ada dlm sirkulasi. Metabolisme di hepar Hasil ekskresi berupa 4-pyridoxic

63

Pyridoxine
Therapeutic Uses : Syndroma defisiensi pyridoxine sangat jarang Merupakan komponen dari vit B-kompleks.

64

Nicotinic Acid

65

Nicotinic Acid
Kimia :
As nikotinat (Niasin) berfungsi dlm tubuh setelah diubah mjd nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) atau nicotinamide adenine dinucleotide phosphate (NADP).

Aksi Farmakologi
Nicotinic acid dan nicotinamide mempunyai fungsi yg sama sbg vitamin. Dosis besar biasanya digunakan utk terapi hiperlipoproteinemia. Efek toksik as nikotinat biasanya flushing, pruritus, gastrointestinal distress, hepatotoksik, dan aktivasi peptic ulcer.

Fungsi Fisiologis
Sbg ko-enzim yg berperan penting pd metabolisme

Symptoms of deficiency
Pellagra (Italy; pelle agra = kulit kasar) dg symptom dermatitis, diare, dan dementia atau dikenal three Ds. Simptom utama pd GIT stomatitis, enteritis dan diare. Salivasi, mual dan muntah juga umum. Simptom CNS sakit kepala, pusing, insomnia, depresi dan gangguan memori. Kasus parah; delusi, halusinasi dan dimensia (gila).

Phramacokinetics
Diserap dg baik pd GIT. Distribusi seluruh jaringan. Dosis terapi, jml kecil diekskresi via urin (tdk berubah). Jalur utama metabolisme nicotinic acid dan nicotinamide adl pembentukan Nmethylnicotinamide, yg kemudian mengalami metabolisme lebih lanjut.

Therapeutic uses
Profilaksis dan terapi pellagra.

Pantothenic Acid

72

Pantothenic Acid
Kimia :
Pantotenate terdiri dari pantoic acid yg berikatan dg -alanin. Dlm tubuh diubah mjd 4phosphopantetheine dan berikatan dg cysteamine yg lebih lanjut akan membentuk coenzyme A atau acyl carrier protein.

Pharmacological actions
As pantotenat tdk menunjukan aksi farmakologi yg nyata.

Physiological functions
Coenzyme A sbg kofaktor dari berbagai reaksi yg dikatalisis oleh enzim, spt pd metab karbohidrat, glukoneogenesis, degradasi asam lemak. Sintesis sterol, hormon steroid, dan porfirin. Coenzyme A juga berperan pd modifikasi pos translasional protein.

Symptoms of deficiency
Degenerasi neuromuskuler Insufisiensi adrenokortikal Symptom : fatigue, sakit kepala, gangguan tidur, mual, cramp abdominal, muntah, kram otot dan menurunnya koordinasi.

Phramacokinetics
Diserap dg baik pd GIT. Distribusi di seluruh jaringan Ekskresi yg utama melalui urin

Biotin

78

Biotin
Kimia
Tiga bentuk biotin : biocytin (-biotinyl-L-lysine), D dan L sulfoxide biotin. Ketiganya tdp pd bahan alam.

Pharmacological actions
Toksisitan krn biotin blm pernah dilaporkan meskipun dlm pemberian jumlah besar.

Physiological functions
Sebagai cofactor pd karboksilasi enzimatik dari empat substrat ; piruvat, acetyl coenzyme A, propionyl CoA, dan -methylcrotonyl CoA. Substrat tsb penting pd metabolisme karbohidrat.

Symptoms of deficiency
Pada manusia : dermatitis, atrophic glositis, hiperestesia, nyeri otot, anoreksia, anemia ringan dan perubahan ECG.

Phramacokinetics
Mudah diserap GIT Ekskresi via urin dlmbentuk tdk berubah dan sbg metabolit bis-norbiotin dan biotin sulfoxide.

Therapeutic uses
Dosis besar utk terapi infantile seborrhea Perubahan genetic enzim yg bergantung biotin Pasien yg menerima nutrisi scr parenteral dlm jangka panjang.

Thank You
Suksme
85