Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS III

Konjungtivitis Bakterial

Oleh : HARI WAHYU PA RI HA!Y H"A ##$ #%$ Pe&'i&'ing (r) Siti *ari(a S+) , !ALA, RAN-KA ,.N-IKU I K.PANI RAAN KLINIK ,A!YA BA-IAN IL,U P.NYAKI ,A A *AKUL AS K.!OK .RAN UNI/.RSI AS ,A ARA,

0#"% BAB I P.N!AHULUAN Konjungtiva merupakan membran mukosa yang transparan dan tipis yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang. Konjungtiva bersambungan dengan kulit pada tepi kelopak (persambungan mukokutan) dan epitel kornea dilimbus.Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Peradangan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai macam gejala, salah satunya adalah mata merah. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, atau kontak dengan benda asing..

BAB II LAPORAN KASUS ") I(entitas Pasien Nama !mur #enis Kelamin Pekerjaan Agama %uku Alamat 'anggal Pemeriksaan 0) Heteroana&nesis A. Keluhan Uta&a: Pasien mengeluhkan mata kanan dan kirinya merah dan berair B) Ri1a2at Pen2akit Sekarang -bu pasien menjelaskan a.alnya / hari yang lalu mata merah dan berair pada anaknya hanya terjadi pada mata sebelah kanan dan oleh ibunya pasien kemudian diba.a ke Poli 0ata 1%!P Kota 0ataram dan mendapatkan pengobatan berupa obat tetes mata. Karena keluhan pada mata kanan pasien tidak kunjung berkurang dan ditambah lagi dengan adanya kotoran mata yang ber.arna kuning dan lengket terutama pada saat pasien : An. : " tahun : Pria : Pelajar : $indu : &ali : Pagutan : () November (*+,

bangun tidur serta adanya gejala yang serupa pada mata kiri pasien, maka -bu pasien kemudian memba.a anaknya ke 1%!P N'&. Keluhan mata merah, berair yang disertai dengan adanya kotoran pada pasien tidak disertai dengan penglihatan kabur. 0enurut keterangan ibunya kotoran mata pada anaknya, banyak dan lengket terutama pada pagi hari. %elain itu pasien mengeluhkan kedua matanya kadang terasa gatal yang membuat pasien sering mengucek2ngucek kedua matanya. Adanya ri.ayat trauma maupun kelilipan sebelum mata merah dan berair disangkal oleh pasien. -bu pasien menambahkan teman sepermainan pasien dirumah banyak yang mengalami keluhan serupa dengan anaknya. 3) Ri1a2at Pen2akit !ahulu ") Ri1a2at +en2akit &ata se'elu&n2a : Pasien mengaku tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit mata merah, berair, berdarah nyeri pada mata, gatal2gatal, bengkak maupun silau sebelumnya. 1i.ayat trauma pada mata (2) 1i.ayat pemakaian kaca mata (2) 1i.ayat pemakaian lensa kontak (2)

0) Ri1a2at +en2akit siste&ik : 30 (2) Asma (2) Penyakit #antung (2) 'uberkulosis (2)

!) Ri1a2at Pen2akit Keluarga 'idak ada keluarga yang pernah memiliki keluhan serupa dengannya. 30 (2) '& (2) Penyakit jantung (2) Asma (2)

.) Ri1a2at Alergi Pasien tidak memiliki ri.ayat alergi. *) Ri1a2at Pengo'atan , hari sebelumnya pasien mendapatkan pengobatan dari 1%!P Kota 0ataram dan mendapatkan pengobatan berupa obat tetes 4. 5yteers yang digunakan tiap + jam dan vasacon2a tiap / jam.

%)

Pe&eriksaan *isik A) Status -eneralis Keadaan !mum Kesadaran674% 'ekanan darah Nadi ;rekuensi Napas %uhu 3) Status Lokalis : &aik : 4ompos mentis 6 8/9)0: :2 : "* kali6menit : (* kali6menit : ,:,/ 4

B) Pe&eriksaan an(a /ital

No ") /isus

Pe&eriksaan

,ata Kanan :6:

,ata Kiri :6:

0) %)

Posisi Bola ,ata -erakan 'ola &ata

<rto=oria &aik ke segala arah

<rto=oria &aik ke segala arah

4)

Pal+e'ra Su+erior

8dema $iperemi Pseudoptosis 8ntropion 8ktropion

(2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) > : mm (>) (2) (2) (2)

(2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) > : mm (>) (2) (2) (2)

5)

Pal+e'ra In6erior

8dema $iperemi 8ntropion 8ktropion

7) 8)

*issura +al+e'ra Konjungtiva Pal+e'ra Su+erior $iperemi ;olikel Papilla 0embran6pseudo membran

9)

Konjungtiva Pal+e'ra In6erior

$iperemi ;olikel Papilla 0embran6pseudo membran

(>) (2) (2) (2)

(>) (2) (2) (2)

$)

Konjungtiva Bul'i

-njeksi Konjungtiva -njeksi %iliar

(>) (2)

(>) (2)

"#) Kornea

&entuk Kejernihan Permukaan %ikatrik &enda Asing

4embung #ernih licin (2) (2) 3alam (2) 4oklat &ulat dan iregular &ulat (>) (>) #ernih (2) Kesan normal

4embung #ernih 5icin (2) (2) 3alam (2) 4oklat &ulat dan regular &ulat (>) (>) #ernih (2) Kesan normal

"") Bilik ,ata !e+an "0) Iris "%) Pu+il

Kedalaman $i=ema ?arna &entuk &entuk 1e=leks cahaya langsung 1e=leks cahaya tidak langsung

"4) Lensa "5) IO

Kejernihan -ris %hado. Palpasi

4) *oto ,ata Pasien

Injeksi konjungtiva O!

Injeksi konjungtiva O!

Injeksi konjungtiva OS

Injeksi konjungtiva OS

Hi+ere&i konjungtiva O!

Hi+ere&i konjungtiva OS

a&+ak sekret +a(a &ata kiri +asien

BAB III I!.N I*IKASI ,ASALAH !AN ANALISA KASUS ") I(enti6ikasi ,asalah &erdasarkan data medis pasien diatas, ditemukan beberapa permasalahan. Adapun permasalahan medis yang terdapat pada pasien adalah: SUB:.3 I/. a. Pasien mengeluhkan mata kanan dan kirinya merah dan berair tanpa penglihatan kabur sejak / hari yang lalu

b. Pada kedua mata pasien didapatkan kotoran yang ber.arna kuning dan lengket terutama pada pagi hari dan terkadang kedua mata pasien disertai rasa gatal OB:.3 I/. a. Pemeriksaan status lokalis pada mata kanan dan kiri didapatkan : 9isus naturalis :6: Pemeriksaan konjungtiva : Konjungtiva superior <3% : didapatkan adanya hiperemi Konjungtiva in=erior <3% : didapatkan adanya hiperemi, Konjungtiva bulbi <3% : didapatkan adanya injeksi

konjungtiva Pemeriksaan lain dbn

0) Analisa Kasus 0ata merah merupakan keluhan akibat terjadinya perubahan bola mata yang sebelumnya ber.arna putih menjadi merah. Normalnya sklera ber.arna putih karena ia dilapisi oleh kapsul tenon dan konjungtiva bulbi yang tipis dan tembus sinar. $iperemia konjungtiva terjadi akibat bertambahnya asupan pembuluh darah ataupun berkurangnya pengeluaran darah seperti pada pembendungan pembuluh darah. 0ata merah tanpa penurunan visus dapat terjadi pada penyakit lain seperti pada pterigyum, pinguecula, pseudopterigium, hematoma subkonjungtiva, episkleritis2

skleritis, entropion, ektropion, trakhoma.

konjungtivitis akut (bakteri, virus, alergi), dan

Pada kasus ini, mata merah tanpa penglihatan kabur dapat disebabkan berbagai kemungkinan penyakit seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Pendekatan diagnosis pada kasus ini yang paling mendekati dapat dijabarkan sebagai berikut : Pterigyum dan pinguecula merupakan suatu penyakit degenerati= pada konjungtiva yang biasanya terjadi pada orang tua. %elain itu, pterygium dan pinguecula biasanya terjadi mata merah tanpa kotoran atau belekan. <leh karena itu, kedua diagnosis ini dapat disingkirkan pada kasus ini. Pseudopterigium terjadi oleh karena perlekatan konjungtiva dengan kornea yang cacat. Pada anamnesis selalu didapatkan adanya kelainan kornea sebelumnya, seperti ulkus kornea. Pasien pada kasus ini menyangkal adanya ri.ayat sakit mata maupun ri.ayat trauma sebelumnya, sehingga diagnosis ini dapat disingkirkan. $ematoma subkonjungtiva biasanya terjadi apabila ada ri.ayat trauma sebelumnya. Pasien pada kasus ini menyangkal adanya ri.ayat trauma, sehingga diagnosis ini dapat disingkirkan. 8piskleritis2%kleritis juga dapat disingkirkan karena biasanya disebabkan oleh penyakit sistemik sperti '&, artritis reumatoid, %58, lues yang menyerang jaringan ikat dan biasanya terdapat pada .anita. Pasien kasus ini menyangkal adanya ri.ayat '&, maupun ri.ayat penyakit sistemik lainnya. 8ntropion dan ektropion juga dapat disingkirkan pada kasus ini. 8ntropion dan ektropion biasanya terjadi akibat taruma ataupun radang kronis berupa ble=aritis ataupun konjungtivitis menahun. Pasien kasus ini masih gejala akut dan tidak pernah terdapat ri.ayat trauma sebelumnya. 'rachoma merupakan penyakit konjungtivitis =ollikular kronik yang disebabkan chlamidia trachomatis. &isa mengenai semua umur termasuk

anak2anak. !ntuk sementara trachoma dapat disingkirkan karena gejala pasien kasus ini masih akut dan pasien juga mengaku tidak ada orang dekat yang memiliki keluhan serupa. %elain itu biasanya paling sering trachoma mengenai konjungtiva tarsalis dan apabila lebih berat dapat mengenai kornea. 'rachoma biasanya berakhir dengan jaringan parut pada konjungtiva tarsalis. Kedua mata pasien yang terasa lengket saat bangun pagi disebabkan oleh karena sekret yang dihasilkan oleh sel goblet yang kemungkinan bercampur dengan sekret purulen oleh karena in=eksi bakteri. %elain itu pada saat pasien tidur tidak terjadi mekanisme clearence oleh palpebra sendiri sehingga sekret yang ada menyebabkan perlekatan pada kedua margo palpebra superior dan in=erior. 3ari hasil anamnesis, pemeriksaan =isik, dan analisa kasus diatas kemungkinan diagnosis yang paling mendekati pada pasien adalah konjungtivitis bakteri. $al ini didasarkan pada adanya keluhan mata merah tanpa penurunan visus yang dinilai dari visus kedua mata pasien :6: disertai dengan sekret yang ber.arna kekuningan. %elain itu keterlibatan mata kiri pasien beberapa hari setelah mata kananya merah akibat kebiasaan pasien yang mengucek2ngucek matanya tanpa mencuci kedua tangannya menandakan mudahnya penyebaran penyakit ini. $al ini sesuai dengan konjungtivitis bakteri yang mudah menular.

Assess&ent 3ari hasil anamnesis dan pemeriksaan =isik, tanda dan gejala yang terdapat pada pasien mengarahkan ke konjungtivitis bakterial. %ehingga kerja, yaitu !iagnosis Kerja: 2 Konjungtivitis bakterial <3% didapatkan diagnosis

Planning ") Planning (iagnostik : Pemeriksaan hapusan konjungtiva

0) Planning tera+i Kloram=enikol tetes mata *,)@ : 'eteskan ( tetes, , sampai / kali sehari

Prognosis Prognosis pada pasien ini, meliputi : Prognosis +engelihatan ;ad functionam< Prognosis pengelihatan pasien bonam. Prognosis n2a1a ;ad vitam< Prognosis nya.a pasien bonam KI. : 2 2 2 #aga kebersihan pribadi dan lingkungan $indari mengucek2ngucek kedua mata 4uci tangan apabila telah menyentuh mata untuk mencegah penularan. 2 5akukan pengobatan secara teratur.