Anda di halaman 1dari 2

Radiografi Oklusal Radiografi oklusal memperlihatkaan hubungan segmen yang luas pada rahang.

Dapat termasuk palatum atau dasar mulut dan jangkauan masuk akal untuk struktur laateral yang berdekatan. Radiografi oklusal juga berguna ketika pasien tidak daapat membuka mulut cukup lebar untuk radiografi periapikal atau dengan alasan lain tidaak dapat menerima reseptor periapikal. Karena radiografi oklusal terekspos pada angulasi yang curam, mereka bisa digunakan dengan radiografi periapical konvensional untuk menentukan lokasi objek pada semua tiga dimensi. Khasnya, radiografi oklusal terutama berguna pada kasus berikut: untuk melokasikan dengan tepat akar-akar dan supernumerari , yang belum erupsi, dan gigi yang terimpaksi (teknik ini khususnya berguna pada impaksi caninus dan molar ketiga) untuk melokasikan benda asing pada rahang dan batubatuan pada duktus sublingual dan kelenjar submandibular. untuk mendemonstrasikan dan evaluasi integritas anterior, medial dan lateral outline dari sinus maksilaris. - untuk membantu pemeriksaan pasien dengan trismus, yang hanya dapat membuka mulutnya beberapa milimeter saja; kondisi ini menghalangi radiografi intraoral; yang tidak mungkin dilakukan atau setidaknya nyeri yang hebat pada pasien. untuk mendapat informasi tentang lokasi, asal, luas, dan pemindahan pada fraktur mandibula dan maxila. untuk menentukan perluasan lateral atau medial dari penyakit (misal, kista, osteomielitis, keganasan) dan untuk mendeteksi penyakit pada palatum atau dasar mulut. Untuk membuat radiografi oklusal, receptor yang relatif besar (7,7 x 5,8 cm [3 x 2,3 inches]) dimasukkan diantara permukaan oklusal gigi. Reseptor oklusal hanya terbuat dari film atau lempeng penyimpanan fosfor. Tidak ada sensor CCD atau CMOS ada sebesar itu. sesuai namanya, receptor ditempatkan pada bidang oklusi. sisi tube pada receptor ini diposisikan ke rahang yang diperiksa, dan sinar x-ray diarahkan melalui rahang

ke receptor. Dikarenakan ukurannya, receptor dapat memeriksa porsi yang relatif besar dari rahang. proyeksi terstandar digunakan, yang menentukan hubungan yang diinginkan diantara central ray, receptor dan regio yang ingin diperiksa. walaupun, klinisi dapat bebas memodifikasi hubungan ini untuk mencapai syarat klinis yang spesifik.