Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH SUHU Dasar Teori : Kontraksi usus halus dilaksanakan oleh otot polos visera yang memiliki karakteristik

mampu berkontraksi secara spontan tanpa ada rangsangan dari luar. Semakin tinggi kosentrasi yang diberikan pada usus halus semakin besar penurunan tegangan tonus maupun frekuensi kontraksinya. Peningkatan suhu akan meningkatkan kecepatan gerak partikel dalam sistem sehingga semakin banyak tumbukan antar partikel yang dapat terjadi yang akhirnya mempercepat terbentuknya flok. Penurunan tonus dan frekuensi kontraksi duodenum, jejunum, dan ileum membuktikan bahwa senyawa ini mengganggu kontraksi usus halus yang merupakan bagian dari sistem pencernaan. Terganggunya fungsi kontraksi saluran pencernaan menyebabkan fungsi digesti dan absorbsi tidak berjalan dengan semestinya Pencernaan di usus merupakan kerja sama antara gerakan peristaltik dengan kerja enzim peran gerakan peristaltik dalam pencernaan dengan mengukur tonus dan frekuensi kontraksi usus yang direndam di dalam larutan yang mengandung gosipol. asil pengukuran pada usus !duodenum, jejenum dan ileum" menunjukkan penurunan tonus dan frekuensi kontraksi usus. #tot polos sebagai struktur utama usus halus memiliki ciri miogenik yaitu otot dapat melaksanakan ritme denyutnya secara spontan yang dinamakan sebagai ritme basal.

Cara Kerja : $. %atat $& kerutan usus sebagai control pada suhu '()%. *. entikan tromol dan turunkan suhu caitran perfusi sebanyak ()% dengan jalan memindahkan pembakar +unsen dan mengganti air hangat didalam gelas beker pireks dengan air basa.

'. Segera setelah sampai suhu '&)%, jalankan tromol kembali dan catatlah $& kerutan usus. ,. entikan tromol lagi dan ulangi percobaan ini dengan setiap kali menurunkan suhu cairan perfusi sebanyak ()%, sampai tercapai *&)% dengan jalan memasukan potonganpotongan es kedalam gelas beker pireks. .engan demikian didapat pencatatan keaktifan berturut-turut pada suhu '()%,'&)%, *()%, *&)%. entikan tromol perfusi dan naikan suhu cairan perfusi sampai '()% dengan jalan menggantikan air es didalam gelas beker pireks dengan air biasa kemudian memanaskan air itu.

(.

/. Segera setelah suhu mencapai '()% jalankan tromol kembali dan catatlah $& kerutan usus.

%atatan

Penurunan suhu secara perlahan-lahan akan memberikan hasil yang memuaskan. Penaikan suhu sehingga normal boleh dilakukan lebih cepat dari pada penurunan suhu. Koefisien suhu untuk setiap perbedaan $&)% !1$&" merupakan perbandingan antara frekuensi pada t) .engan frekuensi pada !t 2 $&)" sebagai berikut 0

3rekuensi pada t) 1$& 4 3rekuensi pada !t 2 $&)"

Tetapi pengukuran yang paling baik ialah dengan membandingkan kerja #utput6" pada t) dengan kerja pada !t 2 $&)".

!5work

7enurut 8lmu Pesawat 0 Kerja 4 jarak 9 beban #leh karena beban disini dianggap selalu sama !yaitu berat alat pencatat", maka yang diperbandingkan disini ialah jarak, yaitu 0 frekuensi per menit 9 amplitude rata :rata, sehingga. 3rekuensi;menit 9 amplitude rata-rata pada t) 1$& 4 3rekuensi;menit 9 amplitude rata-rata !t 2 $&)"

8ni akan memberikan gambaran mengenai perbandingan kerja pada t) dengan kerja pada suhu !t 2 $&)"