Anda di halaman 1dari 41

Kelas XII Semester 2

PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRATIS


OLEH : A.S.ROEDIP.J

MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian, perkembangan,fungsi dan peranan pers Pers yang bebas dan bertanggungjawab sesuai Kode Etik Jurnalistik Kebebasan pers dan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa Penulisan berita

Apakah anda penikmat pers ? Buku, novel atau film apa yang anda sukai ? Acara favorit apa yang sering anda dengarkan dari radio dan televisi? Menurutmu, apa yang dimaksud dengan pers?

Pengertian pers : Usaha percetakan atau penerbitan, Usaha pengumpulan dan penyiaran berita melalui surat kabar, majalah dan radio, Orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita, Media penyiaran berita yaitu surat kabar, majalah, radio, televisi, internet

PERKEMBANGAN PERS DI DUNIA


Abad 1 SM- 911 M
Romawi (Forum Romanum, terdiri dari Acta Senatus dan Acta Diurna) Cina ( King Pau, terbit setiap hari mulai tahun 1885)

Abad Ke - 15 - 17
Mulai berkembang dengan adanya penemuan mesin cetak Jerman, Belanda Inggris, Belgia,Perancis (Jurnal Opini,pers sebagai suplemen politik)

Abad Ke 18 - 19
Berkembang pesat dengan adanya metode produksi massal

Amerika Serikat, Inggris, Canada

PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA

Sebelum kemerdekaan

Pers Kolonial (Bataviasche Nouvelles,1744) Pers Pribumi (Bianglala 1854,Bromartani 1885, Soenda Berita,1903,Medan Prijaji 1907)

Setelah kemerdekaan

Masa Revolusi Masa Demokrasi Liberal Masa Orde Lama, Orde Baru Masa Reformasi

Sebelum Kemerdekaan :
Era Kolonial (1744 - 1900) Surat kabar pertama 7 Agustus 1744 di Batavia : Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen 1850an Slompret Melajoe 1856 Max Havelaar karya Douwes Dekker 1862 Bintang Timoer di Surabaya 1867 Bianglala di Jakarta 1882 Pelita Ketjil di Padang

Era Perjuangan Kaum Nasionalis (1900-1942) 1903 Soenda Berita di Bandung 1907 Medan Prijaji di Bandung Harian Sedio Tomo kelanjutan harian Budi Utomo, terbit di Yogya, Juni 1920 Harian Darmo Kondo terbit di Solo, dipimpin Sudarya Cokrosisworo Harian Utusan Hindia, terbit di Surabaya, dipimpin HOS Cokroaminoto Harian Fadjar Asia, terbit di Jakarta, dipimpin H.Agus Salim Majalah Mingguan Pikiran Rakyat, terbit di Bandung, didirikan Ir. Soekarno Majalah Daulah Rakyat, dipimpin Moh.Hatta dan Sutan Syahrir

Sementara itu, sikap pemerintah Kolonial cenderung berusaha membatasi ruang gerak pers. Pada 1918 dalam KUHP (Wetboek van Strafrecht) dicantumkan pasal-pasal Pidana,thd siapapun yg menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian, serta penghinaan thd pem Nederland (psl 154 dan 155) dan juga thd sejumlah kelompok penduduk di Hindia Belanda (psl 156 dan 157), dikenal dgn nama Haatzaai Artikelen 7 September 1931 dikeluarkan Persbreidel Ordonantie Pada masa pergerakan ini berdirilah Kantor

Masa Penjajahan Jepang (1942 1945) Pemerintah Jepang sisitem Lisensi dan sensor preventif, setiap penerbitan harus memiliki ijin terbit serta melarang penerbitan yang memusuhi Jepang Surat Kabar Belanda di breidel, mendirikan surat kabar Java Shimbun Ka dan membentuk kantor berita Domei

Beberapa Harian
Terbit di Jakarta : Asia Raya, Djakarta Pembangun, Kung Yung Pao Terbit di Surabaya : Soeara Asia Terbit di Bandung : Tjahaja Terbit di Semarang : Sinar Baroe Terbit di Yogyakarta : Sinar Matahari Pers mengalami pengawasan ketat, keuntungannya : 1. Melatih para wartawan Indonesia mengenai teknik penerbitan modern 2. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam penerbitan 3. Pengajaran untuk rakyat agar berpikir kritis

Sesudah Kemerdekaan
Pers masa Revolusi Fisik (1945-1957) Ada 3 jenis surat kabar di Indonesia : Surat Kabar Republiken : Berita Indonesia, Merdeka, Rajat dan Independent (Jakarta), Soeara Merdeka (Bandung), Soeara Rajat (Surabaya) Surat Kabar Belanda : Fadjar (Jakarta), Soeloeh Rakjat (Semarang), Pelita Rakyat (Surabaya), Padjajaran (Bandung) Surat Kabar Cina : Sumatera Bin Po, New China Times (Medan), Sin Po, Keng Po (Jakarta), Sin Min (Surabaya)

Dalam UUD Sementara 1950, pasal 19 : Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat Artikel Sekjend Kementerian Penerangan, Ruslan Abdulgani : khusus di bidang pers beberapa pembatasan perlu dikenakan atas kegiatan-kegiatan kewartawanan orangorang asing..

DEWAN PERS (17 Maret 1950)


Tugas : 1. Penggantian UU Pers Kolonial 2. Pemberian dasar sosial-ekonomis yang lebih kuat kepada Pers Indonesia 3. Peningkatan mutu jurnalisme Indonesia 4. Pengaturan yang memadai ttg kedudukan sosial dan hukum bagi wartawan Indonesia

Pers Era Demokrasi Terpimpin

Upaya pembatasan pers, dikemukakan Menteri Muda Penerangan, Maladi dalam menyambut HUT RI ke-14 :hak kebebasan individu disesuaikan dng hak kolektif seluruh bangsa dlm melaksanakan kedaulatan rakyat. Hak berpikir, mengeluarkan pendapat, dan memperoleh penghasilan sebagaimana yang dijamin UUD 1945 harus ada batasnya : keamanan negara, kepentingan bangsa, moral dan kepribadian Indonesia, serta tanggungjawab

Menguatnya pengaruh PKI, dng mengeluarkan surat kabar Harian Rakyat 1965 Angkatan Bersenjata menerbitkan surat kabar : Berita Yudha dan Angkatan Bersenjata 28 Juli 1965 terbit surat kabar Kompas, yang dinahkodai PK Ojong dan Jacob Oetama

Pers Era ORBA (1966-1999)


Masa 1965-1974 Semangat anti komunis, menghidupkan kembali surat kabar yang telah diberangus oleh Soekarno : Indonesia Raya dan Merdeka UU 11/1966 : UU Pokok Pers, yang dijamin tdk ada sensor dan pembreidelan, serta penegasan bahwa setiap WN memp hak unt menerbitkan pers yg bersifat kolektif dan tdk diperlukkan Surat Ijin Terbit (SIT) Peristiwa Malari (Lima Belas Januari) 1974, beberapa surat kabar dilarang terbit (Tempo,1982 ;Jurnal Ekuin,1983 ;Expo,1984 ; Topik,1984

Era Bisnis (1974-1988) Sikap pemerintah menyebabkan terjadinya pergeseran sikap pers, pers kehilangan idealisme dan daya kritisnya thd kehidupan sehari-hari. Pers cenderung bersikap pragmatis demi menjaga kelangsungan bisnisnya yang makin mapan Masa 1989-1999 Pers masih berhati-hati dlm menyikapi wacana keterbukaan politik agar tdk berdampak buruk thd kwelangsungan hidupnya, krn msh adanya ketentuan SIUPP

Era Reformasi (1999-sekarang)

Menteri Penerangan yang baru, Junus Josfiah, sgra merevisi ketentuan perijinan (SIUPP), dan mencabut ketentuan wadah tunggal organisasi wartawan Tgl 23 September 1999 lahirlah UU Pers (UU 40/1999) : Penghapusan SIUPP Jaminan hak atas informasi dan perlindungan hukum Pres. Abdurrahman Wahid membubarkan Dep. Penerangan Kebebasan pers ternyata tdk dibarengi dng tgjwb

WAHANA /MEDIA PERS


radio
-Berperan vital pada masa perjuangan -Pendengar mencapai 42,1% (The Jakarta Post, 2000) -Terdapat 1200 stasiun radio swasta dan 53 RRI (ISAI & IMS, 2004)

Televisi
-Pemirsa TV mencapai 79,3% -Tahun 1989 merupakan era baru pertelevisian di Indonesia -Terdapat 86 stasiun TV yang tersebar di 50 kota besar

Media Cetak
-Pembaca mencapai 31,9% (surat kabar), 29,3% (majalah) -Tahun 1999 jumlahnya mencapai 1381, 2001 menjadi 1881, 2003 450, dengan total tiras 7 juta eks.

Internet
-Mulai dikenal tahun 1990 dan efektif menyebar tahun 1994 sejak dibukanya ISP pertama (IndoNet). Tahun 2002 menjadi 60 ISP -Pengguna 4,2 juta (2001), 5 juta (2002)

Film
-Men Tap MPR, film adalah alat pendidikan,pe nerangan,alat komunikasi dan publikasi massa untuk pembentukan karakter bangsa -Film pertama tahun 1928,puncak produksi film th 1990 (272)

AKTIVITAS
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Era Pers Era kolonial Era perjuangan Awal kemerdekaan Era liberalisme Era Orla-Orba Era reformasi Hal-hal yang penting

TEORI TENTANG PERS


Teori otoritarian

Teori libertarian

Teori komunis

Teori tanggungjawab sosial

FUNGSI UTAMA PERS


To inform

To educate

To influence

To entertain

To mediate

Fungsi manakah yang paling dominan dalam pers di Indonesia yang anda temukan dari hasil pengamatan kajian ?

TIPOLOGI PERS

Quality pers Popular pers

Cara penyajiannya etis, moralis dan intelektual Memakai pendekatan profesionalitas yang total

Cara penyajiannya sesuai dengan selera jaman,cepet berubah,ringan Memakai pendekatan bombastis, kurang etis, kadang sadistis

Yellow pers

Tidak memperhatikan kaidah baku jurnalistik, bersifat sensasional, antara opini dan fakta sering disatukan Pendekatan SCC (sex, conflic,criminal)

Wahana komunikasi massa

Penyebar informasi

UU No. 40/1999

Pembentuk opini

Media pendidikan, hiburan, kontrol, ekonomi

PERANAN PERS
1. 2.

3. 4.

5.

Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui Menegakkan nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, HAM dan menghormati kebhinekaan Mengembangkan pendapat umum berdasar kan informasi yang tepat, akurat , benar Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum Memperjuangkan keadilan dan kebenaran

PENGAMATAN
No. 1. Jenis media Surat kabar, majalah : Fungsi yang dominan

2.

Radio :

3.

Televisi :

4. 5.

Internet : Film :

Perhatikan gambar diatas! Menurut anda, apa yang ditunjukkan oleh gambar tersebut?

PENGAMATAN
No. 1. Pers berkualitas Pers populer Pers kuning

2.

3.

4.

5.

PERS YANG BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB


Kebebasan pers berarti kekebalan media komunikasi dari kontrol atau sensor pemerintah

Perlukah pemerintah mengendalikan pers ? Sejauh mana kah batas pengendalian pemerintah tersebut ?

PERS YANG BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB


nama Keng Po, Pos Indonesia Indonesia Raya Star Weekly Prioritas, Sinar Harapan Detik, Editor, Tempo Perspektif Dialog Aktual koran koran koran Majalah,koran Tabloid, majalah Talk show televisi Talk show televisi jenis Waktu pembredelan 1957 1958 1961 1986 1994 1995 1998

KEBEBASAN PERS
Bebas untuk : mencari,memperoleh,menye -barluaskan gagasan/informasi melindungi sumber informasi

UU No. 40/1999
Bebas dari : Tindakan pencegahan, pelarangan,penekanan,penyensoran,pembredelan dan pelarangan penyiaran

PERS YANG BERTANGGUNG JAWAB


Kewajiban pers

Kode etik jurnalistik

Dewan pers

UU 40/1999 lebih cenderung menganut model teori Pers Tanggung Jawab Sosial : Kebebasan Pers

Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat..(pasal 2) Kemerdekaan pers dijamin sbg hak asasi WN(pasal 4) Thd pers nasional tdk dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 2) Untuk menjamin.hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi (pasal 4 ayat 3) Dalam mempertanggung jawabkan.....Hak Tolak (pasal 4 ayat 4) Wartawan bebas memilih organisasi wartawan

Fungsi Dewan Pers (psl 15 ayat 2) :


Melakukan pengkajian unt pengembangan pers Menetapkan dan mengawasi pelaksanaan KEJ Memberikan pertimb dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masy atas kasuskasus yg berhub dng pemberitaan pers Mengembangkan komunikasi ant pers, masy, pem Memfasilitasi organisasi pers dlm menyusun perat2 di bid pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan

Kode Etik Jurnalistik


Menurut KBBI sebagai aturan tata susila kewartawanan, norma tertulis yang mengatur sikap, tingkah laku, dan tata krama penerbitan Dalam rangka melaksanakan fungsinya, Dewan Pers pada tgl 6 Agustus 1999 telah menyepakati dan menandatangani KEWI yang disepakati oleh 26 organisasi wartawan Selanjutnya pada awal tahun 2006, telah disusun Kode Etik Jurnalistik yang baru,

Kode Etik Jurnalistik


Pasal 1 Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk Pasal 2 Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang professional dalam melaksanakan tugas jurnalistik Pasal 3 Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul Pasal 5 Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan

Pasal 6 Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap Pasal 7 Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang dan off the record sesuai dengan kesepakatan Pasal 8 Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani Pasal 9 Wartawan Indonesia menghormati hak nara sumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan public Pasal 10 Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan/atau penonton

Jadi jelaslah bahwa Kode Etik berisi kaidah penuntun yang memberi arah yang jelas kepada wartawan tentang apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan dalam kerja jurnalistik

Evaluasi atas Kebebasan Pers


Pengendalian Kebebasan Pers : 1. Distorsi peraturan Perundang-undangan 2. Perilaku aparat 3. Pengadilan massa 4. Perilaku Pers sendiri Penyalahgunaan kebebasan pers, artinya, insan pers memanfaatkan kebebasan yang dimilikinya untuk melakukan kegiatan jurnalistik yang bertentangan dng fungsi dan peranan nya

Coba anda analisis klip disamping ini, dan tunjukkan adakah bentuk penyalah gunaan pers? Berikan contoh lain dari penyalahgunaan pers! Adakah sanksi terhadap penyalahgunaan pers tersebut ?

PENYALAHGUNAAN KEBEBASAN PERS