Anda di halaman 1dari 43

dr.

Aditya Wardhana, SpBP

Neurofibroma
Definisi
Tumor saraf perifer jinak
Berasal dari Sel Schwann dan Proliferasi Fibroblas

Perineural pada saraf perifer


Tumor saraf tersering Lesi multipel terjadi pada Neurofibromatosis von

Recklinghausen

Neurofibroma
Etiologi
Belum jelas

Patogenesis
Bentuk tunggal belum jelas Bentuk multipel diwariskan

Lokasi
Submukosa atau subkutan

Badan dan Ekstremitas

Neurofibroma
Gejala klinis
Tumbuh lambat Kadang nyeri Umumnya tanpa gangguan neurologis Bercak Caf au lait

Pemeriksaan Tambahan
Radiologis tidak tampak Mikroskop tidak berkapsul, tampak seperti saraf

Terapi
Lesi tunggal

Neurofibroma
bedah eksisi

Lesi multipel eksisi paliatif

Komplikasi
Dapat berulang Berdegenerasi menjadi ganas

Prognosis
Lesi tunggal

baik

Lesi multipel kurang baik

Nevus
Definisi
Tumor yang berasal dari melanosit
Tumor yang paling sering dijumpai pada manusia Umumnya muncul saat lahir atau segera setelah lahir Terbanyak pada dewasa muda

Nevus
Jenis
Junctional

Sel-sel nevus berada di antara lapisan epidermis dan dermis


Intradermal

Sel-sel nevus berada di antara lapisan dermis


Compound

Sel-sel nevus berada diantara epidermis dan dermis serta dalam dermis

Nevus
Patogenesis
Sel-sel yang berada di antara epidermis dan dermis kadang

dapat berubah menjadi Melanoma Maligna

Tanda-tanda keganasan
Ulserasi dan perdarahan spontan Membesar dan warna lebih gelap Pigmen menyebar dari lesi ke kulit sekitar Lesi satelit berpigmen Inflamasi tanpa didahului trauma Nyeri dan gatal

Nevus
Terapi
Umumnya tidak diperlukan terapi Bila pasien menginginkan diangkat

eksisi sederhana
Jika dicurigai ganas

biopsi operasi

Basalioma
Definisi
Tumor ganas lokal yang destruktif
Biasanya tidak bermetastasis Salah satu tumor ganas kulit terbanyak

Basalioma
Etiologi
Predisposisi genetik

Orang dengan pigmen kulit sedikit

Paparan radiasi ultra violet


Zat arsenik Pengobatan lama imunosupresi Dihubungkan dengan Xeroderma pigmentosa dan sindrom Sel

Basal Nevus

Basalioma
Epidemiologi
Rata-rata usia 60 tahun
Perbandingan penderita pria dan wanita sama 80% terpapar di daerah kepala dan leher Dapat menyebabkan kematian bila berada di daerah vital

Basalioma
Tipe Karsinoma Sel Basal (KSB)
KSB nodular

KSB penyebaran superfisial


KSB morfeaform

KSB berpigmen
KSB tipe adneksa

Basalioma
Gejala Klinis
Tanpa stadium prekanker Awalnya nodus kecil dengan teleangiektasi karakteristik Lebih lanjut terjadi ulserasi sentral (ulkus rodens) dengan

pinggir menonjol kecil


KSB sering bermula pada parut dan Nevus Sebacei

Basalioma
Tanda tipikal KSB
Timbul, tampak jelas Lesi berwarna kuning kemerahan dengan batas seperti pucat Pertumbuhan lambat Jarang bermetastasis Dapat berpigmen melanin (KSB dengan pigmentasi),

multifokal atau sklerotik/morfoik


Usia pertengahan hingga tua Biasanya daerah kepala dan leher

Basalioma
Pemeriksaan fisik
Ukuran tumor (diameter horizontal)
Lokalisasi Tipe basalioma Penyebaran ke jaringan lebih dalam (diameter vertikal) Batas keamanan terapi eksisi

biasanya 5 mm pada jaringan sehat

Basalioma
Terapi Eksisi Dapat ditambahkan radioterapi Prognosis Berkembang dalam beberapa bulan atau tahun ulkus rodens merusak jaringan yang lebih dalam Insidens metastasis < 1: 1000

Karsinoma Sel Skuamosa


Definisi

Keganasan yang berasal dari lapisan skuamosa berkeratin pada permukaan kulit Keganasan kulit terbanyak kedua setelah karsinoma sel basal

Karsinoma Sel Skuamosa


Faktor risiko Radiasi UV Pajanan zat kimia Beberapa pestisida, hidrokarbon organik (tar, bahan bakar minyak, parafin, arsen Infeksi Virus Human Papilloma Virus , Herpes Simplex Virus Radiasi

Karsinoma Sel Skuamosa


Faktor risiko (cont.) Ulkus Marjolin Pada luka kronik terjadi perubahan seluler Gangguan imunitas Imunosupresan, AIDS Genetik Kulit putih, albino, xeroderma pigmentosum

Karsinoma Sel Skuamosa


Patofisiologi Radiasi matahari Muncul pada daerah yang terpajan sinar matahari Lesi prekanker inflamasi dan indurasi KSS Tipe Verukosa Tumbuh lambat, eksofitik, jarang Ulseratif Tumbuh cepat, invasif lokal

Karsinoma Sel Skuamosa


Lesi prekursor Keratosis aktinik 4% menjadi Karsinoma Sel Skuamosa Penyakit Bowen Leukoplakia 15% menjadi keganasan Keratoakantoma

Karsinoma Sel Skuamosa


Diagnosis Ulserasi kecil pada kulit dan lesi lain yang dicurigai kanker rawat dengan antibiotik topikal dan penutup luka Bila dalam 2-3 minggu lesi kulit tidak membaik lesi dianggap keganasan sampai terbukti sebaliknya

Karsinoma Sel Skuamosa


Terapi Eksisi dengan tepi yang sehat sejauh 20 mm Pembedahan Mohs eksisi horizontal berurutan dilakukan pada karsinoma sel skuamosa risiko tinggi Terapi adjuvan radioterapi pada karsinoma sel skuamosa risiko tinggi

Karsinoma Sel Skuamosa


Prognosis 5-10% Karsinoma Sel Skuamosa bermetastasis Kemungkinan metastasis lebih tinggi pada Karsinoma Sel Skuamosa yang berasal dari ulkus Marjolin atau Xeroderma pigmentosum

Melanoma
Definisi

Keganasan pada sel-sel melanosit yang terdapat pada kulit dan organ tubuh lainnya. Lesi primer biasanya di kulit Di Indonesia jarang dijumpai Risiko terkena melanoma selama hidup mencapai 0,5%

Melanoma
Faktor risiko o Demografik

Kulit putih mata dan rambut berwarna muda tinggal di ketinggian dan letak lintang lebih tinggi laki-laki status sosioekonomi lebih tinggi riwayat paparan ultra violet

Melanoma
Faktor risiko (cont.) o Genetik

Riwayat melanoma pada keluarga dekat Sindrom nevus displastik Xeroderma pigmentosum

Melanoma
Patofisiologi Paparan sinar matahari pada orang dengan predisposisi genetik transformasi melanosit menjadi ganas Riwayat melanoma sebelumnya sekitar 3-5% kemungkinan terjadi melanoma kedua

Melanoma
Lesi prekursor Nevus kongenital (5-20%) Nevus melanositik akuisita (semakin banyak semakin berisiko) Nevus displastik / atipikal Hiperplasia Atipik Melanosit Junctional Nevus Spitz

Melanoma
Klasifikasi o Tipe melanoma utama

Melanoma permukaan (superficial spreading melanoma) Melanoma nodular (nodular melanoma Melanoma maligna lentigo (lentigo malignant melanoma) Melanoma lentigo akral (acral lentiginous melanoma)

Melanoma
Klasifikasi (cont.) o Melanoma lainnya

Melanoma mukosa Melanoma okular Melanoma dengan primer tak diketahui

Melanoma
Klasifikasi (cont.) o Staging dan faktor prognostik

Faktor prognostik

Ketebalan (kedalaman) Nodus/in-transit metastases paling bermakna Lokasi anatomi di ekstremitas lebih baik dari di badan Jenis kelamin perempuan lebih baik dari laki-laki

Terdapat sistem staging TNM dari American Joint Committee of Cancer

Melanoma
Tampilan Klinis Asimetri Batas ireguler Perubahan warna Diameter lebih dari 6 mm Diagnosis pada melanoma primer

analisis histopatologi pada pada spesimen biopsi seluruh ketebalan

Melanoma
Terapi o Penatalaksanaan definitif

Eksisi lokal luas (wide local excision) terapi pilihan Jarak tepi kulit saat pembedahan disesuaikan dengan ketebalan melanoma Pembedahan elektif (Elective Lymph Node Dissection/ ELND) Biopsi Sentinel (Sentinel Lymph Node Biopsy/ SLNB)

o Penatalaksanaan nodus limfatik

Melanoma
Terapi (cont.) o Pasca operasi

Pasien tanpa keluhan diperiksa setiap 3-4 bulan selama 2 tahun pertama setiap 6 bulan pada 3 tahun berikut berikutnya tiap 1 tahun Foto radiologi toraks dan tes fungsi hati (LDH dan alkali fosfatase) Rekurensi lokal muncul dalam jarak 5 cm dari lesi utama dalam 3- 5 tahun pertama di kulit, subkutan atau nodus limfatik jauh Dapat ditambah kemoterapi atau radioterapi

Melanoma
Komplikasi

Melanoma disseminata gagal napas dan komplikasi pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kematian

dr. Aditya Wardhana, SpBP