Anda di halaman 1dari 81

YO A T GY AR AK

KAMADHIS UGM
Tidak Diperjualbelikan
KELUARGA MAHASISWA BUDD IS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
H
Susan Elbaum Jootla
KAMADHIS UGM
Ajaran Sang Buddha mempunyai satu tujuan,
yaitu melenyapkan segala penderitaan,
kesusahan, kesengsaraan, kesakitan dan
kesedihan. Salah satu cara yang diajarkan
Buddha yang dapat kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari adalah investigasi atau
suatu penyelidikan yang seksama terhadap
kebenaran dan ajaran Buddha (Dhamma).
Dengan investigasi dan analisis terhadap
berbagai fenomena, pandangan kita akan
semakin terasah dan lambat laun akan
berkembang hingga akhirnya memperoleh
pencerahan. Proses ini dikenal sebagai
dhammawicaya yang artinya adalah Investigasi
terhadap Dhamma.
Investigasi
Menuju
Pencerahan
Susan Elbaum Jootla
KAMADHIS UGM
2009
ii
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Buku ke-3
Investigasi Menuju Pencerahan
Oleh: Susan Elbaum Jootla
The Wheel ubllcauon no. 301/302 (Kandy:Buddist Publication Society, 1983)
Copyright 1983 Buddhist Publication Society
Access Lo lnslghL edluon 1994
http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/jootla/wheel301.html
!udul Asll : lnvesugauon for lnslghL
enulls : Susan Llbaum !ooLla
ener[emah : 8udy uharmall
LdlLor : Wllly ?andl Wl[aya
LayouL & uesaln : nlaga Se[au
CeLakan erLama : !unl 2009
ulLerblLkan Cleh:
KAMADHIS UGM
(keluarga Mahaslswa 8uddhls unlverslLas Cad[ah Mada)
!l. Celanggang Mahaslswa uCM LL. 2
8ulaksumur, ?ogyakarLa SS281
P : 0818043S94S6
Lmall : kamadhls_ugm[yahoo.com
BUKU INI GRATIS
TIDAK DIPERJUALBELIKAN
iii
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Daftar Isi
kaLa enganLar kAMAuPlS uCM iv
kaLa enganLar enulls v
endahuluan vi
Macam-Macam lnvesugasl 1
1. LmpaL kebenaran Mulla (Cauarl Arlya Saccanl) 3
2. 1lga karakLerlsuk unlversal (u-lakkhana) 1 0
3. kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu (auccasamuppada) 2 S
4. Llma 8enLukan-Pldup (khanda) 3 6
S. Landasan lndrlya (AyaLana) 4 1
lnvesugasl dalam MedlLasl 46
erhauan SlsLemaus dan engendallan Cangguan S1
lnvesugasl menu[u encerahan S3
1u[uh lakLor encerahan SS
!alan Mulla 8erunsur uelapan S9
keslmpulan 67
uafar lsulah 69
keluarga Mahaslswa 8uddhls unlverslLas Cad[ah Mada 72
iv
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Kata Pengantar KAMADHIS UGM
Namo Buddhaya...
Sudah keuga kallnya, keluarga Mahaslswa 8uddhls unlverslLas Cad[ah
Mada (kAMAuPlS uCM) mengedarkan buku yang mengupas LenLang 8uddhlsme
dalam rangka mendukung upaya penyebaran 8uddha uharma dl muka 8uml.
8anyak sekall arukel-arukel yang membahas 8uddhlsme secara mendeLall, LeLapl
maslh berada dalam formaL 8ahasa Aslng (lnggrls). Pal lnllah yang merupakan
pendorong uLama bagl kAMAuPlS uCM unLuk Lerus dan Lerus memacu semangaL
dalam mener[emahkan a[aran 8uddha agar dapaL dlnlkmau oleh masyarakaL
8uddhls lndonesla khususnya dan masyarakaL luas pada umumnya.
Sesual dengan [udulnya, buku keuga lnl menglnvesugasl secara mendalam
apa yang men[adl fakLor-fakLor pencerahan. encerahan dalam hal lnl bukanlah
sesuaLu yang berslfaL mlsuk, melalnkan sesuaLu yang dapaL dlpandang dengan
kaca maLa salns dan loglka. Segala sesuaLu yang berhubungan langsung dengan
pencerahan dl[elaskan dengan [elas dan sederhana oleh Susan Llbaum !ooLla, sl
penulls, [uga dldukung oleh kuupan-kuupan serLa sumber-sumber yang sangaL
membanLu pengeruan klLa yang membaca arukel lnl.
kAMAuPlS uCM menyampalkan Lerlma kaslh kepada Sdr. 8udy uharmall
yang Lelah mener[emahkan buku lnl dan Sdr. Wllly yandl Wl[aya selaku edlLor
buku lnl. 1erlma kaslh Lerdalam [uga dlsampalkan pada para donaLur yang
Lelah mendukung sepenuhnya buku lnl, aLas dukungan dana darl Anda, dan
aLas dukungan semangaL yang luar blasa. !uga kepada fakLor yang mendukung
penger[aan buku lnl balk yang LerllhaL maupun yang udak LerllhaL. Akhlr kaLa,
selamaL menlkmau buah karya yang sangaL berharga lnl, dan semoga klLa semua
berbahagla dan memperoleh manfaaL darlnya.
Namo Buddhaya...
v
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Kata Pengantar Penulis
klLa Lelah Lerlahlr dl dunla lnl pada masa yang LepaL keuka a[aran
8uddha Lelah ada. A[arannya adalah !alan Mulla 8erunsur uelapan
LenLang kebl[aksanaan, morallLas, serLa konsenLrasl dan yang leblh
speslk, Leknlk medlLasl wlpassana (vipassana) yang melauh plklran unLuk
mellhaL kebenaran darl seluruh fenomena yang LerdapaL dl dunla, yalLu
keudakkekalan, keudakpuasan, dan keudak-akuan (udak ada [lwa yang
kekal). uengan mengembangkan kebl[aksanaan akan keudakmelekaLan lnl,
plklran klLa akan berangsur lepas darl keLegangan, kesedlhan serLa nafsu-
lndera, sehlngga keLenangan baun dan kebahaglaan akan berkembang.
Arukel lnl dlLulls dengan segala kerendahan hau oleh seorang yang
mulal ber[alan dl aLas !alan Mulla dengan semangaL Ehipassiko, yalLu
suatu karakLerlsuk darl A[aran 8uddha yang mengundang semua unLuk
membukukan kebenarannya sendlrl. Maslh ada per[alanan yang sangaL
pan[ang yang harus dllalul, LeLapl udak dlragukan lagl bahwa !alan Mulla
membawa klLa ke '1u[uan'. Cleh karena lLu, arukel lnl adalah sebuah
ungkapan darl harapan baun unLuk menyemangau dan mendorong semua
orang agar men[alankan Lugas yang akan membawa keunLungan sangaL
besar lnl dengan menglkls keudakLahuan dan kemelekaLan, dan dengan
demlklan, mengakhlrl semua penderlLaan.
Susan Elbaum Jootla
Dalhousie
vi
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Pendahuluan
Semua a[aran Sang 8uddha mempunyal saLu Lu[uan, yalLu
melenyapkan segala penderlLaan, kesusahan, kesengsaraan, kesaklLan dan
kesedlhan. Semua [enls medlLasl yang dlbabarkan dldesaln unLuk melauh
plklran para slswanya agar udak melekaL dengan seluruh fenomena alam,
dl dalam maupun dl luar Lubuh. lnl adalah Lu[uan darl medlLasl 8uddhls
karena keudak-melekaLan adalah lawan darl tanha aLau kemelekaLan/
nafsu-kelnglnan dan tanha lnllah yang merupakan sumber darl semua [enls
penderlLaan yang dlalaml oleh makhluk hldup. kemelekaLan lnl melekaL
kuaL dl dalam plklran karena keudakLahuan klLa LenLang kebenaran darl
fenomena yang ada dl dunla. !adl, wlpassana (vipassana), Leknlk medlLasl
yang dla[arkan oleh Sang 8uddha unLuk mencapal pencerahan, dldesaln
agar klLa dapaL menelusurl llusl klLa LenLang kenyaLaan yang selama lnl
dlanggap kekal oleh kesalahan persepsl LenLang dunla dan dlrl sendlrl.
keudakkekalan, keudakpuasan, dan keudak-akuan harus dlpahaml secara
benar sebagal slfaL dasar darl semua fenomena yang berkondlsl, semua
benda balk slk maupun menLal, semua hal yang merupakan aklbaL darl
sebab-sebab LerLenLu. encerahan serlng kall dlsalahpahaml sebagal
suaLu pengalaman galb yang uba-uba Ler[adl beglLu sa[a dan dalam
seke[ap membuaL semua hal men[adl sangaL [elas. 1ldaklah demlklan,
pencerahan berkembang secara lambaL dan berangsur-angsur darl proses
pengamaLan yang dalam, lnvesugasl dan anallsls Lerhadap fenomena,
hlngga kebenaran Lerunggl Lelah Lerasa dengan [elas dan pasu. roses
lnl dlkenal dalam bahasa all sebagal dhammawlcaya/dhammavicaya
(lnvesugasl Lerhadap uharma/uhamma) dan [uga yoniso-manasikara
(erhauan-SlsLemaus) yang sangaL eraL kalLannya yang akan dlbahas dl
vii
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
slnl. Ledl Sayadaw dalam Bodhipakkhiya Dipani
1
mendenlslkan bahwa
dhammawlcaya ldenuk dengan kebl[aksanaan (paa) dan andangan
8enar (5ommo ulubl). kemudlan, la meluklskan proses lnvesugasl dengan
perumpamaan: Seperu blblL kapas yang dlglllng, dlslslr, dll., unLuk
memproduksl wol, proses pengamaLan berulang-ulang Lerhadap kellma
8enLukan-hldup/Khanda ([asmanl, persepsl, perasaan, kelnglnan dan
kesadaran) dengan fungsl darl pengeLahuan akan penerangan (vipassana
ana) dlsebuL dhammawlcaya." erLama, lnvesugasl Lerhadap sub[ek-
sub[ek, aLau macam-macam lnvesugasl unLuk pencerahan yang mengarah
ke pembebasan, akan dlselldlkl. SeLelah lLu, peran darl dhammawlcayayang
leblh speslk sebagal baglan darl medlLasl wlpassana akan dldlskuslkan.
kemudlan, peran darl erhauan-SlsLemaus yang mencegah munculnya
halangan menLal yang dapaL menahan kema[uan dalam medlLasl dan
sebagal salah saLu fakLor yang mengembangkan kebl[aksanaan. 1erakhlr,
penerapan lnvesugasl uharma pada lakLor-fakLor encerahan dan pada
elemen-elemen !alan Mulla 8erunsur uelapan akan dlbahas. lklran yang
Lerlauh dan LerkonLrol dengan balk adalah sen[aLa yang ampuh dan dapaL
berplklr secara raslonal dengan Lerus-menerus memahaml kebenaran
Lerunggl darl kehldupan. uengan mengembangkan kemampuan plklran
unLuk menglnvesugasl secara ob[ekuf, klLa sedang berusaha unLuk
membebaskan dlrl klLa darl segala keudak-Lahuan/kebodohan-baun
2
,
segala kemelekaLan dan seuap penderlLaan yang dlhasllkannya.
1 Diterjemahkan sebagai buku dengan judul Requisites of Enlightenment(Syarat-syarat
Pencerahan) pada The Wheel No. 171/174 (Suatu buku seri BPS/Buddhist Publication
Society).
2 Ketidaktahuan/kebodohan-batin yang dimaksud adalah suatu keadaan pikiran dan pandangan
yang tidak mau membuka diri untuk melihat realitas dunia bahwa dunia ini selalu berubah
dan kebodohan karena tidak bisa menerima perubahan yang terjadi. (-ed.)
Macam-Macam Investigasi
lnvesugasl uharma adalah salah saLu kuncl uLama dan
pengembangannya dapaL menunLun klLa ke arah pembebasan. Sang
8uddha mendenlslkan dhammawlcaya sebagal pencarlan, penyelldlkan/
lnvesugasl, pemerlksaan, unLuk pencerahan ke dalam kondlsl personal
seseorang. dan. eksLernal." uhammawlcaya adalah saLu darl Lu[uh
lakLor-fakLor encerahan (Bojjhanga) dan blasanya dlLer[emahkan
3
sebagal lnvesugasl uharma". kaLa uharma atau uhamma" mempunyal
dua penggunaan yang berbeda dan oleh karena lLu lnvesugasl Lerhadap
uharma menglmpllkaslkan balk anallsls Lerhadap uharma sebagal
kebenaran mendasar akan kehldupan sebagalmana dla[arkan oleh
8uddha, maupun anallsls Lerhadap dharma sebagal segala sesuaLu
yang berkondlsl
4
. lnvesugasl uharma harus mellpuu plklran waspada yang
mengarah ke pengeruan benar Lerhadap a[aran-a[aran berlkuL: LmpaL
kebenaran Mulla, 1lga karakLerlsuk unlversal, dan kesallngLerkalLan AnLar
Segala SesuaLu, serLa Pukum karma. keuka klLa mempela[arl uharma,
Lerleblh dahulu klLa harus dapaL mengeru LenLang kebenaran muLlak aLas
kellma 8enLukan-hldup , yalLu fenomena plklran-[asmanl, dengan keenam
lndera (S lndera dan plklran) sebagal ob[ek penerlma yang merupakan
dasar darl kesadaran, konLak, perasaan, persepsl dan akuvlLas menLal.
3 Kindred Sayings. (Translation of Samyutta Nikaya). 5 vols. Pali Text Society, London. (Quoted
as:) K.S., V, p.93.
4 Dharma dan dharma ditulis dengan awalan huruf d besar dan kecil sebagai pembedanya.
2
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
keuka klLa menglnvesugasl uharma, klLa mencoba unLuk mecermau
dan mengeru aru darl A[aran 8uddha. kebenaran lnl adalah sesuaLu yang
dlLemukan oleh 8ellau dengan usaha sendlrl dan oleh karena lLu dlkenal
sebagal suaLu kepasuan. 8agl klLa yang hanya menerlmanya dengan
keyaklnan udak akan membawa banyak keunLungan. ualam khoLbah
Lerkenal yang dlberlkan Sang 8uddha kepada kalama, 8ellau berkaLa,
jaugaulab euglau disesatlau oleb laporau atau tradisi
ataupuu desas-desus. au, jaugau pula tidal meugbargai
pertapa (yaug memereayai bal tersebut). 1etapi kalama, letila
euglau meugetabui. 'sesuatu iui tidal membawa leuutuugau,
sesuatu iui merugilau,'. teutu euglau alau meuolaluya.
Namuu, jila suatu saat euglau meugetabui. sesuatu itu. letila
dilalsaualau atau diguualau alau membawa leuutuugau dau
lebabagiaau,' mala kalama, lalsaualaulab, tetaplab disaua.
5
Sang 8uddha bermaksud agar kalama menerlma kaLa-kaLanya
seperu guru-guru yang laln. klLa harus men[ela[ahl A[aran 8uddha dengan
Lellu, seksama dan raslonal dengan berpegang pada LmpaL kebenaran
Mulla, 1lga karakLerlsuk unlversal, dan kesallngLerkalLan AnLar Segala
SesuaLu (Lermasuk Pukum karma) sebagal hlpoLesls benar yang akan
dlmengeru dan dllaksanakan agar Lercapal kedamalan baun. Mesklpun
unLuk perLama kallnya klLa udak mengeru sama sekall, klLa udak mesu
menolaknya menLah-menLah, karena slkap lnl akan menahan dan
mencegah kema[uan klLa dl aLas !alan Mulla. Lagl pula, sangaL beralasan
5 Gradual Sayings. (Translation of Anguttara Nikaya). 5 Vols. Pali Text Society, London. I, p.
173.
3
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
[lka klLa menganggap bahwa dl dunla lnl banyak orang yang leblh bl[aksana
darl klLa, dan 8uddha adalah salah saLunya. SaaL klLa Lelah berhasll,
walaupun hanya sedlklL, ber[alan dl aLas !alan Mulla dan memperoleh
keunLungan, klLa akan menyaklnl bahwa 8uddha [auh leblh bl[aksana darl
klLa dan bahwa 8ellaulah yang perLama kall menga[arkan [alan menu[u
pembebasan lnl. Cleh karena lLu, klLa akan senanuasa membuka plklran
unLuk men[ela[ahl perkaLaan Sang 8uddha walaupun udak langsung
membawa banyak perubahan dalam cara berplklr klLa yang LerbaLas. ul
aLas dasar dengan penuh pemahaman Lerhadap kebenaran Mulla yang
dlbangun darl keselmbangan anLara plklran Lerbuka dan keyaklnan, maka
kebl[aksanaan yang membebaskan secara oLomaus akan berkembang.
Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani) 1.
Aspek uharma perLama yang harus dlpahaml adalah LmpaL
kebenaran Mulla (Four Noble Truths), Lerdlrl darl: PenderlLaan, asal
mula penderlLaan, Lenyapnya penderlLaan dan [alan menu[u lenyapnya
penderlLaan. lnl merupakan lnu a[aran 8uddha, karena Melalul keudak-
mengeruan, udak menyelaml ke-LmpaL kebenaran Mulla, klLa Lelah
men[alanl dan mengembara dl [alan samsara yang sangaL dan sangaL
pan[ang" (k.S., v, p. 36S).
klLa harus memlklrkan dengan cermaL LenLang slfaL dasar darl
kehldupan unLuk menenLukan apakah pada dasarnya klLa bahagla aLau
udak bahagla, puas aLau udak puas, gemblra aLau sengsara. Apapun
yang klLa perhaukan, yalLu [asmanl, plklran, maupun dunla luar, [lka klLa
menyelaml kebenaran nyaLa darl hal LersebuL, klLa akan menemukan
bahwa dukkha (penderlLaan) mendomlnasal sangaL banyak darl pada
4
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
sukkha (kebahaglaan) karena semua yang Lampaknya menyenangkan
dan aspek-aspek kehldupan akan berangsur hllang serLa menlnggalkan
keudakpuasan yang Lelah muncul sebelum kesenangan semenLara
LersebuL dldapaL. !lka klLa berplklr mengenal slfaL dasar darl [asmanl, maka
sudah pasu [asmanl lnl akan Lua, saklL, mau, dan hamplr udak ada selang
wakLu anLara kelahlran dl mana klLa memlllkl kesehaLan yang sempurna.
Kemudlan, dl saaL usla Lua udak ada lagl yang mungkln selaln kemauan
dl mana klLa Lahu bahwa kemauan merupakan hasll darl kehldupan.
MenglngaL hal lnl, bagalmana klLa dapaL mengaLakan bahwa ada kepuasan
yang dapaL berLahan aLau kebahaglaan dl kehldupan lnl? Ledl Sayadaw
dalam Magganga ulpanl
6
menyampalkan uarl saaL pembuahan, udak ada
wakLu sama sekall. keuka udak ada kemungklnan selaln kemauan. keuka
kemauan daLang, bermacam-macam penderlLaan akan dlalaml." !lka klLa
menelusurl plklran, dl sana [uga akan klLa llhaL bahwa kebanyakan wakLu
plklran klLa berada dalam kondlsl yang udak bahagla. Pal LersebuL berawal
darl keudakpuasan kecll melalul kegellsahan sampal kepuLusasaan. !arang
sekall saaL dl mana LerdapaL kebahaglaan dan kepada hal LersebuLlah klLa
berusaha melekaL, serLa kondlsl menglnglnkannya. Semuanya adalah
dukkha (penderlLaan). !lka klLa mellhaL ke dunla luar dengan akal sehaL
dan menyadarl berapa banyak orang sedang kesaklLan karena penyaklL
yang mengerlkan, berapa banyak makhluk hldup yang sallng memangsa
unLuk mendapaLkan makanan, persalngan, unLuk mendapaL kekuasaan,
berapa banyak yang sekaraL sendlrlan dan udak berdaya, pada saaL lnl
[uga klLa udak dapaL menyangkal bahwa dukkha berkuasa. Sang 8uddha
merangkum kebenaran Mulla yang perLama dengan berkaLa,
6 Diterjemahkan dalam buku yang berjudul The Noble Eightfold Path and its Factors Explained
pada The Wheel No. 245/247.
5
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
kelabirau adalab peuderitaau, lematiau adalab peuderitaau,
lesedibau adalab peuderitaau, tidal meudapatlau apa yaug
diiugiulau adalab peuderitaau, siuglatuya kelima ueutulau-
bidup adalab peuderitaau. (igba Nilaya zz).
klLa harus menyelldlkl dan mellhaL bagalmana semua kehldupan
lLu adalah dukkha, dan saLu cara unLuk melakukannya adalah dengan
merenungkan penampakan" darl penderlLaan yang dlllhaL oleh Sang
8uddha sebelum enerangan Sempurna, yang menyebabkan 8ellau
menlnggalkan kera[aan dan mencarl pembebasan Lerunggl aLas
penderlLaan. klLa akan dengan balk merenungkan usla Lua, orang yang saklL
parah, dan sebuah mayaL. erhauan pada hal-hal lnl akan menga[arkan
klLa mengenal dukkha yang lnLernal maupun eksLernal.
unLuk mencarl [alan keluar darl penderlLaan, klLa harus mengeru
penyebabnya, dan seperu yang dlllhaL oleh Sang 8uddha, tanha
(kemelekaLan, kecanduan, kelnglnan, nafsu, dll) adalah penyebab dasar
darl dukkha. uarl kemelekaLan Lumbuhlah kesedlhan, darl kemelekaLan
Lumbuhlah keLakuLan," darl segala [enls kemelekaLan muncullah
keudakbahaglaan, beglLu pula darl rasa suka, clnLa, kemelekaLan, kenafsuan
(sebagalmana slsl negaufnya: kebenclan, keengganan, kelnglnan buruk)
(uhp. v. 216). kemelekaLan adalah dukkha, dan kemelekaLan menunLun
pada leblh banyak kesaklLan pada kehldupan lnl dan yang akan daLang.
unLuk menyadarl kebenaran lnl, agar klLa yakln akan penungnya membuang
segala kemelekaLan, klLa harus menyadarl ker[a darl plklran secara
keseluruhan. klLa harus memperhaukan bagalmana sebenarnya plklran
klLa selalu LerLarlk dalam benLuk-benLuk kemelekaLan, apakah menge[ar
6
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
suaLu ob[ek secara posluf aLau sebaglan mencoba unLuk men[auhkan
suaLu ob[ek, apakah ob[ek LersebuL kasar aLau halus. keuka klLa benar-
benar menglnglnkan suaLu ob[ek, sesuaLu yang blasa seperu makanan aLau
sesuaLu yang unggl seperu kelahlran dl alam 8rahma, klLa sedang berada
pada kondlsl udak puas, udak lengkap dan menglnglnkan kesempurnaan.
Kekurang-puasan akan kesempurnaan adalah dukkha. kemudlan, [lka
klLa seharusnya mendapaLkan ob[ek LersebuL, nafsu-kelnglnan (tanha)
klLa udak lenyap, la berLambah kuaL dan leblh banyak dukkha dlhasllkan.
MendapaLkan apa yang klLa lnglnkan mengarahkan pada suaLu ob[ek
baru yang dlldamkan, aLau mengubah kelnglnan awal unLuk menghlndarl
kebosanan. Akan LeLapl, memuaskan kelnglnan seseorang sama sekall
udak menglkls proses menLal darl nafsu-kelnglnan (tanha), kenyaLaannya
malah leblh banyak bahan bakar yang dlLuangkan pada apl keuka klLa
mendapaLkan apa yang dllnglnkan. !lka yang dllnglnkan, pengalaman aLau
benda, udak Lercapal, maka dukkha yang dlhasllkan akan berLambah akuL
(frusLasl). !lka klLa merenungkan perasaan yang berhubungan dengan
benLuk negauf darl nafsu-kelnglnan yalLu keengganan/keudak-sukaan,
maka sudah sangaL [elas bahwa keenganan [uga udak membahaglakan
(dukkha). uengan demlklan, klLa dapaL menenLukan bagalmana tanha
menyebabkan semua penderlLaan klLa dalam kehldupan lnl.
kemelekaLan/nafsu-kelnglnan (tanha) [uga merupakan sebab darl
kelahlran kemball, dan sekall kehldupan baru LerbenLuk maka keseluruhan
ranLal dukkha yang memuncak dl kemauan, oLomaus akan Ler[adl.
kebanyakan darl klLa udak dapaL mengeLahul fenomena darl kelahlran
kemball yang dlalaml seperu apa yang Lelah Sang 8uddha selaml, LeLapl klLa
LenLu mellhaL keraslonalannya. Semua [enls kemelekaLan, [lka dlLelusurl
7
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
dengan seksama, hanyalah manlfesLasl aLau benLuk laln darl kelnglnan
yang mendasar yang mengabadlkan sllklus kehldupan klLa (membuaL klLa
Lerlahlr Lerus-menerus). kekuaLan yang sangaL besar mendorong kehldupan
udaklah lenyap selrlng dengan kemauan LeLapl dorongan unLuk men[alanl
kehldupan berlkuLnya (bhava sankhara) men[adl penyebab darl kelahlran
kemball, pada LempaL LerLenLu. uorongan nafsu-kelnglnan lnl udaklah
bermanfaaL bagl makhluk hldup, dl mana keuka suaLu makhluk mau dan
kehldupan Lerus berlan[uL dengan benLuk yang baru, maka akan Lerlahlr
dl alam kehldupan yang udak menyenangkan. Cleh karena lLu, klLa dapaL
mellhaL bagalmana nafsu-kelnglnan menyebabkan kehldupan berlan[uL
dengan dukkha yang menglrlngl. MellhaL seberapa banyak penderlLaan
yang dlalaml, semua karena kemelekaLan, pasunya adalah mouvasl yang
kuaL unLuk klLa agar mencarl [alan menglkls dan mengellmlnasl nafsu-
kelnglnan/tanha LersebuL.
kebenaran Mulla yang keuga mengaLakan bahwa ada pelenyapan
darl penderlLaan, dan penderlLaan akan dan harus Lerhenu keuka
penyebabnya (tanha) Lelah Lerklkls.
uagi siapa yaug telab bebas dari lemelelatau seeara
leselurubau tidal alau ada lesedibau, apalagi letalutau.
(bp. v. zt6).
Seuap fenomena yang muncul karena sebab dan kondlsl akan lenyap
keuka yang penyebabnya berhenu beker[a. !adl, dengan merenungkannya,
klLa akan menylmpulkan bahwa Lugas vlLal yang harus dlker[akan adalah
memoLong semua akar yang membuaL klLa cenderung melekaL, semua
8
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
nafsu-kelnglnan dan keengganan/keudaksukaan Lanpa melekaL Lerhadap
suaLu ob[ek harus dllepaskan apablla klLa lngln Lerbebas darl dukkha.
Agar udak melekaL sama sekall dengan segala hal, keadaan plklran aLau
pengalaman Lerhadap kehldupan harus dlarahkan unLuk mellhaL bahwa
udak ada sesuaLu yang paLuL unLuk dllekau: lnl adalah kebl[aksanaan yang
harus dlolah dengan menyelldlkl seluruh fenomena semacam lnl. uengan
demlklan, pencerahan dlcapal dengan menglkls semua kelnglnan dan
dengan lLu [uga menglkls semua dukkha.
!alan Mulla 8erunsur uelapan adalah cara yang dlberlkan oleh Sang
8uddha unLuk mencapal kebl[aksanaan agar Lerbebas darl penderlLaan
lnl. uengan pengeruan yang kuaL dan menglkuu seuap baglan !alan Mulla
8erunsur uelapan, klLa akan mencapal pencerahan dl mana udak ada hal
yang panLas unLuk dllekau. Selrlng dengan pemahaman yang semakln
mendalam, nafsu-kelnglnan akan berkurang dan pada akhlrnya lenyap,
dan dengan lLu klLa membebaskan dlrl darl segala panderlLaan. !alan
Mulla lLu Lerbagl dalam uga baglan: pelauhan ALuran-MorallLas (sila),
KonsenLrasl (samadhi), dan Kebl[aksanaan (paa). Melalul pelauhan
ALuran-MorallLas, akan berkembang konsenLrasl dan melalul konsenLrasl
berkembanglah kebl[aksanaan. kedelapan baglan darl !alan Mulla harus
dlkembangkan dengan udak beruruLan, LeLapl seuap saaL, selrlng mereka
berkembang akan menguaLkan saLu sama laln pada uap ungkaL (unLuk
dlskusl yang leblh deLall mengenal !alan Mulla, sllakan llhaL baglan Lerakhlr
darl arukel lnl). Ada analogl yang Lerkenal yang meluklskan uap peran darl
ALuran-MorallLas, KonsenLrasl dan Kebl[aksanaan, dan [lka klLa memerlksa
kesamaannya dengan seksama, klLa akan mengeru bagalmana klLa harus
melangkah ma[u unLuk menglkls nafsu-kelnglnan.
9
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
seoraug pemuda yaug lebausau meudataugi sebuab lolam
yaug dipeuubi rumput liar dau ia iugiu memiuum air dalam
lolam. jila ia meuyiuglirlau rumput liar deugau taugauuya
dau deugau eepat memiuum satu atau dua lali, mala seperti
meugembauglau lebajilau, meugeudalilau ueapau dau
tiudalau deugau semeutara (elatibau /turau-Voralitas). jila
pemuda itu memagari suatu area leeil dari lolam tersebut dau
memisablau area tersebut dari rumput liar, mala bal iui seperti
kouseutrasi yaug meditatii (samadbi), di maua pilirau yaug
tidal bail disiuglirlau semeutara waltu, tetapi bauya ditabau
dau dapat lembali jila pagar tersebut robob. /lau tetapi,
jila pemuda itu meueabut semua rumput liar dalam lolam
meuyisalau air yaug beuar-beuar jeruib dau dapat dimiuum,
mala iui seperti kebijalsauaau (pauua).
Sebenarnya, hanya melalul kebl[aksanaan, melalul perhauan yang
konsLan memperhaukan ob[ek apa adanya (perubahan, keudakpuasan,
keudak-akuan), kecenderungan yang Lerpendam dl alam bawah sadar
unLuk melekaL Lelah Lerklkls semuanya dan udak akan pernah kemball.
uengan lnvesugasl yang seksama klLa dapaL memahaml bagalmana LmpaL
kebenaran Mulla serLa !alan Mulla 8erunsur uelapan beker[a, bagalmana
andangan 8enar, lklran (emlklran) 8enar, ucapan 8enar, erbuaLan
8enar, MaLa encaharlan 8enar, uaya upaya 8enar, erenungan 8enar,
konsenLrasl (MedlLasl) 8enar [lka dlolah dengan balk dan dllaksanakan,
akan berakhlr dengan pengendallan keserakahan, pengendallan kebenclan,
pengendallan pandangan salah yang menyesaLkan" (k.S., v, p. S).
10
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
SeLelah LmpaL kebenaran Mulla dlselldlkl sepenuhnya, dlmengeru
dan dlselaml, pada akhlrnya klLa akan menyelesalkan pengelanaan klLa dl
alam Samsara dan semua penderlLaan.
Tiga Karakteristik Universal (ti-lakkhana) 2.
Sebagal Lambahan unLuk LmpaL kebenaran Mulla, lnvesugasl
Lerhadap uharma unLuk mencapal pembebasan sempurna [uga harus
mellpuu sebuah sLudl darl 1lga karakLerlsuk unlversal aLau SlfaL unlversal
darl kehldupan (u-lokkbooo), yalLu anicca (keudakkekalan), dukkha (udak
memuaskan), dan ooouo (keudak-akuan). Seuap benda dl alam raya,
menLal aLaupun slkal, dl dalam aLaupun dl luar klLa, nyaLa aLau lma[lner,
yang Lerlahlr karena sebab dan aklbaL, mempunyal uga karakLerlsuk
lnl sebagal slfaL dasar. uan karena udak ada yang dapaL hldup Lanpa
berganLung kepada hal laln, udak ada pula yang dapaL dlkaLakan sebagal
permanen, penuh kebahaglaan, aLau mempunyal 'aku/dlrl' yang nyaLa. klLa
harus memerlksa keuga kebenaran lnl dengan cermaL agar mengeLahul
dengan balk bagalmana keuganya dapaL Ler[adl dl segala hal. Sekall klLa
mempunyal pencerahan yang mendalam mengenal slfaL dasar reallLas,
keudakmelekaLan akan dlcapal dan dengan demlklan, pembebasan akan
menglkuu.
Aspek lnvesugasl yang perLama dan karakLerlsuk yang mendasarl
kedua karakLerlsuk yang laln adalah anicca, yalLu sama sekall udak kekal,
semenLara, slfaL dasar udak abadl darl semua fenomena menLal dan
[asmanl. ada ungkaL kebenaran yang lazlm, klLa mengeLahul dengan
cukup balk bahwa semua hal akan berubah, LeLapl klLa harus melauh dlrl
11
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
klLa unLuk mellhaL bagalmana proses perubahan lLu berlangsung secara
Lerus-menerus pada seuap saaL dalam segala hal. 8agalmana sebenarnya
perubahan yang lazlm dlllhaL seperu pendewasaan dan penuaan dapaL
dlalaml? klLa harus menellu secara seksama semua buku yang dapaL
klLa Lemukan unLuk memahaml beLapa mendasarnya slfaL anicca pada
kehldupan. 1ldak ada benda yang klLa keLahul secara konvenslonal sebagal
benda permanen atau dapaL dlkaLakan permanen. erubahan berslnonlm
dengan kehldupan, bahwa Lubuh klLa udak dapaL eksls dan berfungsl
dengan sendlrl [lka elemen laln yang menyusunnya LeLap konsLan aLau
udak berubah walaupun unLuk wakLu yang sangaL slngkaL. lklran klLa
udak dapaL merasa maupun berplklr, udak dapaL mereallsaslkan maupun
menyadarl [lka plklran udak dapaL berubah. uemlklan [uga dengan benda
mau, perubahan adalah hal yang pasu walaupun kadang kala udak
LerllhaL. klLa harus menglnvesugasl dengan sangaL seksama slfaL unlversal
lnl agar dapaL melampaul baLas darl persepsl umum yang secara salah
menganggap benLuk yang LerllhaL sebagal reallLas muLlak. karena luar
blasa cepaLnya plklran dan [asmanl berubah, klLa hanya secara kebeLulan
dapaL mengamau perubahan lLu Ler[adl, klLa udak pernah dapaL menyadarl
proses yang sedang berlangsung Lerus-menerus darl perubahan yang
sebenarnya menyerLal kehldupan lnl. Semua benda selalu berada dalam
kondlsl yang berubah, selalu men[adl sesuaLu yang laln, udak pernah
LeLap sebagal sesuaLu, semua benLuk menLal (plklran, perasaan, persepsl,
kesadaran) dan badan [asmanl klLa hanyalah sebuah renLeLan yang
bersambung anLara kelahlran dan kemauan yang sallng menglkuu saLu
sama laln dengan sangaL cepaL. 8eallLas yang sebenarnya akan segala hal
hanyalah geLaran-geLaran lnl. enungnya mengenall anicca dlluklskan
oleh Sang 8uddha dengan perumpamaan seorang peLanl yang memba[ak
sawahnya.
12
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
i musim gugur seoraug petaui membajal sawabuya
deugau mata bajal yaug besar, memotoug alar-alar yaug
meuyebar, walau begitu, saudara, meuyadari alau letidal-
lelalau, jila dilalsaualau dau dilembauglau alau meugauglat
semua leseuaugau seusual, meugauglat semua letidal-tabuau,
meugauglat serta meugbaueurlau semua lesombougau alau
suatu /lu/diri'. sama baluya, saudara, di musim gugur (setelab
musim bujau) letila laugit terbula dau bersib dari awau,
matabari muueul dau memuueal le ealrawala, meuyiuglirlau
segala legelapau di laugit dau bersiuar, meuyeugat serta berlilat,
walaupuu demiliau, saudara, meuyadari letidal-lelalau, jila
dilalsaualau dau dilembauglau alau meugauglat semua
leseuaugau seusual, meugauglat segala leuaisuau jasmaui,
semua leiugiuau alau lelabirau lembali, semua letidal-
tabuau, meugauglat dau meugbaueurlau semua lesombougau
alau /lu' (k.s., iii, p. tz-).
karakLerlsuk darl dukkha Lelah dlbahas pada level yang leblh
kasar pada kebenaran Mulla yang perLama, dl mana penderlLaan karena
kesaklLan, usla Lua, Lerplsah darl yang dlclnLal dan berkumpul dengan
yang udak dlsenangl, [uga penderlLaan dalam plklran sendlrl dan [asmanl
serLa darl dunla luar, Lelah dlbahas. namun, ada banyak cara klLa unLuk
dapaL mellhaL bagalmana sebenarnya kehldupan lLu, dan pasunya udak
memuaskan. 1elah dlllhaL bahwa bagalmana sebenarnya kehldupan lLu
udak Lerplsah darl perubahan, bagalmana Lanpa proses perkembangan
dan penghancuran yang Lerus-menerus dalam kehldupan sama sekall udak
13
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
akan dan udak dapaL ada. uan lagl, ada konLradlksl yang sangaL mendalam
anLara ke-anicca-an darl kehldupan dengan kelnglnan dan harapan klLa
yang konsLan menglnglnkan sLablllLas, keamanan dan kebahaglaan yang
abadl. !lka sesuaLu lLu menyenangkan, klLa selalu mengharapkan bahwa
lLu akan berLahan dan mencoba sepenuhnya unLuk membuaLnya abadl,
LeLapl semua pengalaman klLa akan lenyap selrlng dengan keudakkekalan
darl segala hal yang mendasarlnya, dan berubah seuap saaL. !adl, semua
kelnglnan klLa (dan klLa hamplr udak pernah Lanpa mempunyal benLuk-
benLuk tanha dalam plklran) dlbaLasl oleh kekecewaan yang mendalam, klLa
udak akan dapaL menemukan kepuasan yang dapaL berLahan lama dl dunla
plklran (baun) maupun [asmanl lnl. 1ldak ada sama sekall dl alam anicca
(yang selalu berubah) lnl yang bahkan mempunyal poLensl memberlkan
kebahaglaan nyaLa karena seuap makhluk dan benda adalah udak sLabll.
klLa harus memberlkan perhauan seksama Lerhadap kebahaglaan dan
kegemblraan yang dlalaml melalul enam plnLu lndera (llma lndera slk dan
plklran sebagal lndera yang keenam), unLuk mellhaL apakah mereka benar-
benar dapaL membawa klLa kepada kepuasan. 8uddha menglngaLkan: ul
dalamnya, saudara, yang merenungkan kenlkmaLan karena menglnglnkan
sesuaLu (pada semua kesenangan lndera), Lumbuhlah kemelekaLan... Pal
seperu lnl menumbuhkan semua [enls penderlLaan." !lka klLa menganallsa
bagalmana dlrl klLa mengembangkan tanha (nafsu kelnglnan) yang sangaL
kuat, dan konsekuensl dukkha yang udak dapaL dlelakkan, keuka klLa
memlklrkannya dan menlllk pengalaman yang menyenangkan, klLa dapaL
mellhaL bagalmana lronl yang sangaL mengerlkan darl kesengsaraan
yang dlsebabkan karena pengeruan kenlkmaLan secara udak bl[aksana.
kemudlan, dengan pengeruan lnl, klLa akan merenungkan dukkha dalam
fenomena yang sama yalLu,
14
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan I ti i M j P h
i dalamuya, saudara, yaug mereuuuglau leseugsaraau
lareua meugiugiulau sesuatu, terbeutilab lemelelatau. nal
seperti iui meugbeutilau semua jeuis peuderitaau. (k.s., ii,
p. ).
Selrlng klLa dapaL mengeru karakLerlsuk dukkha dalam segala
hal leblh dalam lagl dan lagl, secara naLural plklran akan Lerhenu unLuk
menglnglnkan sesuaLu yang dlkeLahul udak dapaL membawa kebahaglaan.
uengan demlklan, plklran akan Lumbuh udak melekaL dan bergerak
menu[u pembebasan.
karakLerlsuk unlversal keuga, ooouo, yalLu udak memlllkl lnu, udak
memlllkl roh, udak memlllkl 'aku' adalah a[aran unlk yang dlmlllkl agama
8uddha, udak muncul dalam rellgl aLaupun Lradlsl loso manapun.
engeruan yang sempurna LenLang ooouo unLuk dan dl dalam dlrl
seseorang harus dlkembangkan sebelum mencapal pembebasan. 8uddha
Lelah men[elaskan dokLrln lnl, yang sangaL aslng Lerhadap pemlklran klLa
yang konvenslonal, dalam banyak khoLbah yang berawal darl khoLbah
kedua seLelah 8ellau mencapal enerangan Sempurna.
jasmaui. perasaau. persepsi, pemilirau dau lesadarau
(lima lelompol yaug meuyusuu semua malblul) tidallab
berdiri seudiri. jila lesadarau dll., saudara, adalab berdiri seudiri
lesadarau tidal alau terlibat dalam lesalitau dau oraug dapat
meugatalau teutaug lesadarau, dll.. biarlab lesadarau saya
demiliau, biarlab lesadarau saya tidal demiliau', tetapi lareua
15
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
lesadarau tidallab berdiri seudiri, itulab sebabuya meugapa
lesadarau terlibat dalam lesalitau. itulab sebabuya meugapa
oraug tidal dapat meugatalau begitu dalam bal lesadarau.
selaraug pilirlab, saudara. /palab jasmaui itu lelal
1idal lelal, \aug Vulia.
au apalab letidallelalau itu lebabagiaau atau
leseugsaraau
keseugsaraau, \aug Vulia.
talu apalab letidallelalau, peuub leseugsaraau, tidal
stabil yaug demiliau apalab patut uutul dieari. iui adalab
milillu, /lu adalab iui, iui adalab dirilu'
1eutu tidal, \aug Vulia.
. Cleb lareua itu, saudara,. setiap lesadarau, dll.,
apapuu beutuluya, lampau, masa depau atau selaraug, apalab
jasmaui atau batiu, lasar atau balus, reudab atau tiuggi, jaub
atau delat, setiap lesadarau, barus diperbatilau sebagaimaua
mestiuya deugau peueerabau yaug tepat. iui bulaulab milillu,
iui bulaulab alu, iui bulaulab dirilu.'
jadi libatlab, saudara, seoraug murid uuddba yaug terlatib
deugau beuar tidal tertaril alau jasmaui, dll. Verasa tidal
tertaril deugau perasaau ia meuolal, deugau meuolaluya ia
terbebaslau. deugau meugetabuiuya, lelabirau lembali telab
dibaueurlau. selesailab tugaslu.'
- k.s., iii, p. 6-6o
16
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
unLuk mengembangkan pencerahan agar memahaml lmpllkasl
ooouo memerlukan keLelluan yang besar, pemlklran slsLemaus yang
dlkomblnaslkan dengan pengalaman medlLauf. klLa harus mencoba dan
mellhaL bahwa keblasaan yang dlmlllkl unLuk wakLu yang udak Lerhlngga
lamanya menyebuL Aku" sebenarnya udak memlllkl keberadaan yang
nyaLa. kaLa lnl hanya dapaL dlgunakan secara LepaL sebagal referensl lsulah
Llma 8enLukan-hldup (Panca Khanda), dl mana maslng-maslng benLukan
berubah secara konsLan, menyusun apa yang dlsebuL makhluk hldup".
Panya dengan menglnvesugasl kellma 8enLukan-hldup secara mendalam
dan menemukan kellmanya adalah kekosongan lnu atau hakikaL yang
mungkln dengan LepaL dlsebuL dlrl" seseorang, klLa dapaL memahaml
ooouo dengan sempurna.
Ada dua cara yang uLama unLuk mengeru akan dokLrln lnl: melalul
anicca dan melalul dukkha. kedua karakLerlsuk lnl pada beberapa bldang
merupakan manlfesLasl darl kebenaran yang lazlm sebagalmana men[adl
kenyaLaan yang muLlak, dl mana ooouo adalah oposlsl darl kebenaran yang
lazlm. keuka klLa memlklrkan dlrl klLa dan menggunakan kaLa aku" aLau
saya" aLau manusla" dll., ada lmpllkasl yang Lelah melekaL bahwa kaLa-
kaLa lLu meru[uk pada makhluk hldup yang konsLan. Akan LeLapl, klLa Lelah
mellhaL sebelumnya bahwa [lka klLa menyelldlkl secara seksama, secara
lnLelekLual dan dengan pengamaLan langsung dalam medlLasl wlpassana,
bahwa kellma 8enLukan-hldup yang menyusun apa yang blasa klLa sebuL
sebagal aku" dan semua lndera slk maupun menLal yang dlanggap
sebagal mlllkku" udak sedlklLpun dapaL berLahan lama. Ledl Sayadaw
men[elaskan hubungan anLara anicca dan ooouo dengan menun[ukkan
bagalmana orang yang plklrannya udak Lerlauh berasumsl bahwa ada
17
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
lnu aLau bahan yang sLabll yang konsLan dl suaLu LempaL dalam kellma
8enLukan-hldup (dan menanggap bahan lnl sebagal ouo, roh aLau dlrlnya).
Makhluk LersebuL udak dapaL mellhaL kebangklLan dan kehancuran yang
cepaL darl fenomena slk dan menLal darl kellma unsur 8enLukan-hldup
dan dengan demlklan udak dapaL mereallsaslkan karakLerlsuk anicca
karena memperLahankan: 'kelompok [asmanl (atau sensasl, persepsl,
pemlklran, kesadaran) adalah lnu dan oleh karena lLu merupakan aua
(roh) darl makhluk.'"
7
Jika klLa lngln menyaLakan kelompok-kelompok lnl
sebagal penyusun dlrl, klLa harus mengakul bahwa Aku" hancur, mau
dan Lerlahlr kemball seuap saaL", LeLapl Aku" yang berslfaL semenLara lnl
sangaL [auh darl konsepsl lazlm klLa mengenal dlrl sendlrl. !lka klLa Lelah
menganggap anicca sebagalmana ia eksls dalam segala hal lnLernal yang
dlanggap sebagal Aku," klLa lalu dapaL menylmpulkan bahwa Aku" lLu
udak ada selaln kesalahan pemlklran yang Lumbuh darl persepsl udak
akuraL dl mana Lelah dlperkuaL dengan keblasaan dalam wakLu yang
sangaL amaL lama. Selrlng kebenaran mengenal ooouo men[adl semakln
[elas, klLa berangsur-angsur melepaskan Aku" dan semakln dekaL dan
dekaL kepada encerahan Se[au, dl mana udak ada LerdapaL sedlklLpun
bayangan akan mlskonsepsl.
!lka klLa mellhaL seluruh dukkha yang harus klLa [alanl dalam
kehldupan lnl, klLa mempela[arl ooouo darl suduL pandang yang
berbeda. lenomena nama-rupa ([asmanl-menLal) lnl adalah sub[ek
yang LeLap men[adl akar kesedlhan dan kesaklLan, dan lagl klLa LeLap
memaksakan unLuk menyebuL [asmanl serLa plklran sebagal mlllkku"
dan menganggap bahwa mereka adalah kepunyaan Aku". namun, seuap
pemlklran mengenal kepemlllkan lnl mengarukan bahwa sl pemlllk
7 Manuals of Buddhism. Ledi Sayadaw. Union of Burma Buddha Sasana Council, Rangoon.
Samma-Ditthi Dipani, p.91.
18
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
mempunyal konLrol akan harLa bendanya, [adl Aku" seharusnya dapaL
men[aga [asmanlku dan plklranku sebagalmana yang Saya lnglnkan, yang
umumnya sehaL dan bahagla. Sebagalmana 8uddha menyaLakan dalam
kuupan pada awal baglan lnl, blarlah kesadaran Saya demlklan, blarlah
kesadaran Saya udak demlklan." namun, sudah [elas dan udak dapaL
dlsangkal lagl, penderlLaan dlrasakan dan udak dapaL dlcegah dengan
hanya berkehendak aLau berharap. !adl pada kenyaLaannya, klLa harus
mencapal keslmpulan bahwa udak ada Aku" yang mengaLur nama-
rupa, plklran dan [asmanl udak paLuL unLuk dlanggap sebagal mlllkku."
kemunculan darl Llma 8enLukan-hldup udak akan mengabulkan harapan
slapapun." (Suu, p. 93). lenomena yang berganLung kepada sebab-sebab
speslk beker[a menuruL asalnya darl wakLu ke wakLu udak dapaL dlaLur
oleh makhluk" manapun dan selrlng klLa men[ela[ahl keseluruhannya,
klLa akan memahaml bagalmana fenomena kellma 8enLukan-hldup lnl
secara salah klLa anggap sebagal Aku" hanyalah proses yang Lerkondlsl
dan berganLungan. uemlklan [uga penderlLaan (aLau kesenangan unLuk
masalah lnl) ada karena kondlsl LerLenLu, yang pallng uLama adalah karena
nafsu-kelnglnan (tanha). 1ldak ada makhluk" yang mengaLur apa yang
Ler[adl pada kellma 8enLukan-hldup lnl.
1erperangkap dalam pandangan salah (sokkoyo Jlubl), yalLu
keudakmampuan memahaml ooouo akan menyebabkan dukkha yang
sangaL besar pada semua makhluk dl seluruh alam kehldupan darl neraka
Lerendah sampal ke dunla 8rahma
8
yang Lerunggl. Sumber penderlLaan
yang sangaL besar lnl harus dlLellu secara seksama dan dlmengeru cara
ker[anya [lka klLa lngln Lerlepas darl cengkeramannya yang mengakar
sangaL dalam.
8 Makhluk alam lain (-ed.)
19
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
go-lbayalau adalab karma burul utama yaug tidal
putus-putusuya meuemaui malblul bidup. selama paudaugau
salab masib ada, tiudalau salab yaug diauggap lazim iui saugat
meualutlau dau peuub leluatau. Valblul yaug memilili
paudaugau salab iui beraugsur-augsur alau tertelau atau
laugsuug jatub le alam leseugsaraau.

(/ dari /, p. o)
uengan mencabuL, menelusurl, dan melepaskan konsepsl salah
yang menganggap bahwa ada komponen yang bernama Aku", maka
Semua pandangan salah, fakLor menLal ke[ahaLan dan karma buruk yang
akan mengarahkan. ke Alam 8endah
10
akan lenyap." (Suu, p. 87). uengan
demlklan, blla klLa dapaL memahaml ke-ooouo-an dengan sempurna,
udak ada lagl kemungklnan akan Lerlahlr dl alam yang leblh rendah dan
rangkalan kesaLuan kehldupan akan Selalu berada dalam llngkupan
a[aran 8uddha dl manapun. Lerlahlr kemball." (A darl A, p. S2). namun,
[lka seseorang udak memahaml keudak-akuan darl llma 8enLukan-hldup,
la akan nlscaya harus memellhara [lwanya (dlrlnya) dalam plklran [ahaL
dan undakan buruk selrlng berkembangnya ke[ahaLan LersebuL." (Suu,
p. S0). klLa dapaL mellhaL bahwa [lka klLa berbuaL dengan dldasarl oleh
adanya Aku", klLa akan selalu berusaha mellndungl dan memellhara 'dlrl'
lnl dan dengan demlklan sangaL cenderung unLuk mempunyal plklran,
ucapan dan perbuaLan yang udak balk kepada makhluk" laln. Crang pada
umumnya lngln men[adl apa yang mereka lnglnkan aLau menglnglnkan
apa yang mereka lnglnkan. dan perbuaLan [asmanl, ucapan dan plklran
9 The Advantages of Realising the Doctrine of Anatta by Ledi Sayadaw in The Three Facts of
Existence: III Egolessness, The Wheel No. 202/204, p. 50. Henceforth: A of A.
10 Alam Rendah maksudnya alam penderitaan, salah satunya Alam Neraka
20
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan I ti i M j P h
dldasarkan dan dlkondlslkan dengan kelnglnan LersebuL. !adl akar darl
semua slfaL buruk akan kelnglnan bodoh lLu adalah 'dlrlnya' dan mlllk-
'nya'." Ledl Sayadaw men[elaskan bagalmana kepercayaan akan adanya
Aku" menyebabkan kelahlran kemball yang Lerus-menerus dengan
analogl seunLal manlk-manlk:
1erdapat seuutai mauil-mauil deugau bauyal mauil-
mauil terauglai bersama oleb sebelai beuaug sutra yaug luat.
jila satu mauil-mauil ditaril mala semua alau meugiluti
mauil yaug ditaril tersebut. /lau tetapi, jila beuaug sutra
itu di potoug, meuaril salab satu mauil-mauil tidal alau
meuggauggu mauil-mauil laiu lareua sudab tidal ada lagi
lemelelatau di autarauya.
sama baluya, suatu malblul yaug memilili paudaugau salab
melaudaslau lemelelatau yaug saugat luat pada rauglaiau
euyusuu kebidupau (ueutulau-bidup) yaug berlembaug
selama lebidupau lampau. dau meugubabuya meujadi ego.
itulab yaug deugau demiliau meuyebablau larma burul
masa lampau yaug belum berbuab alau meuemaui malblul
tersebut di mauapuu ia terlabir. 1iudalau burul masa lampau
iui meuyerupai mauil-mauil yaug dirauglai dau diilat oleb
suatu beuaug luat.
Namuu, malblul yaug telab meuyadari letidal-aluau dau
telab meuyiuglirlau paudaugau salab, alau merasalau babwa
ueutulau-bidup, bail jasmaui maupuu meutal yaug muueul
dau leuyap bablau dalam waltu siuglat, bauyalab seperti
21
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
ieuomeua terpisab dau tidal berbubuugau erat. kousep dirilu'
yaug seperti beuaug, tidal lagi seperti yaug dipilirlau. roses
jasmaui dau meutal itu, muueul seperti mauil-mauil di maua
beuaug yaug meugilatuya telab terpotoug.
- / dari /, p. -|
uengan demlklan, melepaskan pandangan salah akan memberslhkan
semua fakLor menLal yang dapaL menyebabkan seseorang berbuaL
sesuatu yang mengarahkan pada kelahlran kemball dl alam menyedlhkan
seperu memoLong hubungan kemelekaLan pada sebuah ego" yang
Lelah menghubungkan klLa pada semua perbuaLan buruk klLa dl masa
lampau. 8ahkan dl kehldupan sekarang Lelah [elas [lka klLa memlklrkannya
bahwa 5okkoyo ulubl (pandangan salah) mengaklbaLkan penderlLaan
sangaL besar maka penglklsannya akan membawa keunLungan yang
sangaL besar pula. Sebagal conLoh, keuka bahaya eksLernal aLau lnLernal
dlalaml aLau penyaklL dan perlh Ler[adl, makhluk LerlkaL pada kesaklLan
LersebuL dan berplklr, 'Saya merasa saklL, Saya merasa sedlh', dengan
demlklan mengambll slkap yang seakan-akan memlllklnya. lnl men[adl
sebuah undakan yang nanunya akan men[adl halangan makhluk unLuk
menylngklrkan penyaklL-penyaklL LersebuL. walaupun mereka sangaL
merasa saklL" (A darl A, p. S6).
Akan LeLapl, memahaml bahwa kesalahan pandangan lnllah yang
membuaL klLa berplklr bahwa ada zaL/lnu hldup dalam fenomena llma
8enLukan-hldup yang dlsebuL Aku", akan berangsur mencegah plklran
22
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
akan Aku" muncul sebagal Sankhara
11
yang Lelah mengakar sangaL dalam
dan Lelah LerLanam dalam perlode wakLu yang sangaL lama. kapanpun
sebuah plklran Lerhubung pada Aku" muncul, klLa harus menyadarl dan
menerapkan kebl[aksanaan akan ooouo yang Lelah klLa capal dan reallsasl
bahwa Aku" bukanlah apa-apa melalnkan sebuah lde yang berasal darl
persepsl salah mengenal kenyaLaan. kapanpun klLa memperhaukan dlrl
klLa memlklrkan Aku" sebagal salah saLu 8enLukan-hldup aLau sebagal
sesuaLu yang Lerhubung pada salah saLunya, klLa harus memperumbangkan
hau-hau pemlklran LersebuL dan memperkuaL pemahaman klLa bahwa
Apapun maLerlnya. apapun perasaannya, apapun persepslnya, apapun
undakannya, apapun kesadarannya. (harus dengan benar dlanggap
sebagal) 'lnl bukanlah mlllkku, lnl bukanlah dlrlku, lnl bukanlah sesuaLu
yang kumlllkl.'" roses mengamau kebodohan-baun yang muncul lnl dan
menerapkan andangan 8enar, berangsur-angsur akan menylngklrkan
plklran LenLang Aku," dlrlku" dan mlllkku". englklsan LoLal pada
kesadaran akan Aku" merupakan sebuah benLuk halus darl kecongkakan,
dan pada konsep mlllkku" yang merupakan benLuk halus darl tanha, udak
akan Ler[adl sampal Lercapalnya ke-Arahat-an. namun, Lugas klLa adalah
unLuk mendalaml pamahaman dan penglnvesugaslan ooouo sampal
ungkaLan pencerahan yang leblh dan leblh unggl dengan cara medlLasl
wlpassana.
Sekelompok peLapa pernah berLanya kepada ?ang Mulla khemaka
mengenal ooouo dan menanyakan apakah la Lelah mencapal ke-Arahat-
an. la men[awab bahwa la belum Lerbebaskan dengan sempurna karena
la maslh memlllkl slsa yang sangaL halus akan Aku" dalam plklrannya. la
berkaLa:
11 Sankhara=pemikiran-pemikiran (-ed.)
23
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
saya melibat babwa dalam lelima ueutulau-bidup yaug
meugilat iui, saya meudapatlau ide /lu dau masib saya tidal
berpilir babwa saya adalab /lu iui. walaupuu (seoraug \aug-
1idal-kembali-tagitz). disaua masib tersisa lesombougau
balus alau /lu, basrat lealuau, leeeuderuugau tersembuuyi
uutul berpilir /lu masib belum terlepas dariuya. kemudiau,
pada diriuya muueul pereuuugau alau bauglit dau ruutubuya
lelima ueutulau-bidup yaug meugilat deugau melibat. iuilab
jasmaui, iuilab lelabirau dari jasmaui, iuilab albir dari jasmaui.
iuilab perasaau. persepsi. pemilirau. lesadarau.
eugau eara iuilab. leeouglalau balus alau /lu,
alau basrat lealuau, leeeuderuugau tersembuuyi uutul
berpilir /lu masib belum terlepas dariuya - selaraug telab
terleuyaplau.
- k.s., iii, p. tto
en[elasan darl khema lnl sangaL nyaLa dan mendalam bahwa sebagal
sebuah hasll langsung darl khoLbahnya, semua peLapa yang mendengarkan
pen[elasannya dan khemaka sendlrl, Lerbebaskan dengan sempurna,
Lanpa slsa akan Aku". !adl, klLa akan mempela[arl dengan seksama apa
yang dlkaLakan oleh peLapa bl[aksana lnl mengenal pengembangan darl
ooouo sehlngga klLa dapaL memahaml bagalmana dengan cara mengamau
dengan seksama, mengalaml dengan nyaLa, dan menyelldlkl muncul dan
lenyapnya kellma 8enLukan-hldup secara menyeluruh. kemudlan, kita
12 Maksudnya merujuk pada kategori orang suci yang telah mengembangkan mental hingga
mendekati Pencerahan dan Kebebasan dari kelahiran kembali. (-ed.)
24
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
akan berangsur-angsur mengellmlnasl laplsan koLor andangan Salah
dan dengan cara yang sama, semakln banyak kekoLoran yang dlberslhkan,
hlngga pada akhlrnya mencabuL bahkan plklran yang Lersembunyl, plklran
bawah sadar unLuk berplklr Aku".
lnvesugasl ke dalam 1lga karakLerlsuk unlversal, yalLu anicca,
dukkha, dan ooouo merupakan hal yang mendasar unLuk perLumbuhan
pencerahan menu[u pembebasan. Sekall klLa Lelah menganallsa secara
menyeluruh [asmanl-menLal dan [uga fenomena dl luar dlrl klLa, serLa
mengeru dengan sempurna bagalmana segala hal yang nyaLa aLau
lma[lner, menLal maupun slkal, lnLernal aLau eksLernal dapaL dlpahaml
sebagal udak sLabll, udak dapaL membawa kebahaglaan sesungguhnya
dan sebenarnya Lanpa lnu, maka keudakmelekaLan akan dlcapal dan
dengan lLu [uga kebebasan darl dukkha kehldupan Lercapal. roses secara
berangsur mengaLasl keudakLahuan dengan kebl[aksanaan daLang melalul
pengalaman langsung akan keudakpuasan dan keudakakuan darl [asmanl-
menLal lnl dalam medlLasl wlpassana, dlkomblnaslkan dengan plklran
waspada, sehlngga pengalaman-pengalaman" lnl mempunyal pengaruh
kuaL pada plklran. Sekall lagl, dengan lnvesugasl dalam medlLasllah
keudakmelekaLan akan semua" dlmenangkan, serLa Lercapalnya
kedamalan Lerunggl, bebas darl segala kelnglnan
13
.
13 Maksudnya adalah dengan Meditasi terhadap ketidakmelekatan, Pandangan seseorang
akan terbuka, sehingga dengan demikian, segala perilaku, ucapan dan tindakan dapat dilatih
menjadi selaras dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan. Barulah dengan kesempurnaan Jalan
Mulian Berunsur Delapan ini, Kebahagiaan (kedamaian) tertinggi tercapai. (-ed.)
25
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Kesalingterkaitan Antar Segala Sesuatu (Paticcasamuppada) 3.
A[aran kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu (louccosomoppoJo)
adalah salah saLu a[aran 8uddha yang memlllkl aru yang sangaL dalam
serLa berlaku unlversal, dan oleh sebab lLu, hukum lnl memerlukan
lnvesugasl dan pemahaman menyeluruh oleh orang-orang yang mencarl
pembebasan. 1anpa mengeLahul hukun sebab aklbaL lnl, 1lga karakLerlsuk
unlversal dan LmpaL kebenaran Mulla udak akan dapaL dlmengeru
sepenuhnya. Semua lnl Lermasuk dalam louccosomoppoJo yang mana
men[elaskan hubungan-hubungan anLar hal LersebuL. 8uddha sendlrl
menun[ukkan kepada Ananda bahwa a[aran lnl sangaL beraru keuka
Ananda berkaLa bahwa la menganggap hukum kesallngLerkalLan lnl
cukup sederhana. 8uddha memperlngaLkannya dengan berkaLa, !angan
berkaLa beglLu, Ananda! Pukum kesallngLerkalLan lnl sangaL dalam, dan
sangaL dalam la muncul. Cleh karena keudakLahuan, keudakpahaman,
udak menelusurl a[aran lLu, generasl lnl Lelah Ler[eraL seperu sebuah
bola yang LerlkaL pada Lall. udak dapaL melampaul kesengsaraan [alan
menyedlhkan, keLerpurukan, keadaan yang berlangsung Lerus-menerus."
(k.S., ll, p. 64) uan dl suaLu LempaL Sarlpuua menguup perkaLaan Sang
8uddha, Slapapun yang mellhaL kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu
mellhaL uharma, slapapun yang mellhaL uharma mellhaL kesallngLerkalLan
AnLar Segala SesuaLu." (M., l, p. 237)
8enLuk umum darl Pukum yang berlaku unLuk semua hal adalah
sebuah pernyaLaan sebab-aklbaL yang sangaL sederhana. Akan LeLapl, lnl
adalah sesuaLu yang harus dlplklrkan secara menyeluruh dan slsLemaus"
oleh medlLaLor, secara slngkaL Pukum lnl dlnyaLakan dengan munculnya
26
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
lnl, muncullah lLu, dengan lenyapnya lnl, lenyaplah lLu." (k.S., ll, p. 4S)
lnl sebenarnya adalah formulasl absLrak laln darl kebenaran Mulla kedua
dan keuga, yalLu sebab dan lenyapnya penderlLaan. lormula dua belas
ranLal louccosomoppoJo adalah perluasan darl kedua kebenaran lnl,
sebuah pen[elasan penuh darl proses yang menyebabkan penderlLaan
dan bagalmana dengan penglklsan sebab-sebab, penderlLaan [uga akan
berakhlr. uengan demlklan, unLuk memahaml LmpaL kebenaran Mulla,
seseorang [uga harus Lelah memandang dan mencapal pencerahan dl
dalam Pukum kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu. Aspek laln yang
sangaL penung darl a[aran lnl adalah bagalmana deskrlpsl proses kehldupan,
proses pemunculan, dengan [elas mendemonsLraslkan bagalmana hal lLu
adalah benLuk lmpersonal darl sebab-sebab LerLenLu, Lanpa aku" aLau
makhluk" dalam segala cara, yalLu ooouo (Lanpa-dlrl). ada akhlrnya,
a[aran lnl membuaL klLa dapaL mellhaL bagalmana karma beker[a dalam
menclpLakan sebab-sebab kelahlran kemball.
uruLan ke-12 relasl yang men[elaskan munculnya penderlLaan,
blasanya dl[abarkan dengan permulaan pada kehldupan lampau, lalu
kehldupan sekarang dan kemudlan kehldupan yang akan daLang (aLau
kemungklnan Lerlahlr kemball).
Avijja-paccaya sankhara 1. : keudakLahuan mengondlslkan kelnglnan.
ulkarenakan oleh keudakLahuan (LenLang kebenaran Mulla)
plklran memunculkan hasraL, sankhara, benLukan-karma.
Sankhara-paccaya vinnanam 2. : kelnglnan melekaL, karma masa
lalu lnl, memberlkan kekuaLan pada kesadaran yang berhubungan
dengan kelahlran kemball. Parus dlperhaukan bahwa udak ada
benda" yang berplndah darl saLu kehldupan ke kehldupan laln,
27
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
hanya proses sebab-aklbaL yang ber[alan.
Vinnana-paccaya nama-rupam 3. : fenomena plklran dan [asmanl
(llma 8enLukan-hldup) darl kehldupan sekarang muncul
karena adanya kesadaran akan kelahlran kemball. engeruan
aLau konsepsl plklran Lelah mengambll allh dan fenomena lnl
melan[uLkan prosesnya hlngga kemauan uba.
Nama-rupa-paccaya salayatanam 4. : melalul plklran dan [asmanl,
keenam lndera LerbenLuk, dengan permulaan kehldupan lnl, llma
lndera slk dan plklran sebagal lndera keenam
14
muncul pada
makhluk.
Salayatana-paccaya phasso 5. : melewau proses kehldupan, keenam
lndera lnl adalah kondlsl darl munculnya kesan-kesan (dengan
ob[ek LerLenLu) yang Ler[adl darl wakLu ke wakLu.
Phassa-paccaya vedana 6. : perasaan (senang, udak senang aLau
neLral) Lekondlsl oleh kesan yang dlLangkap lndera dan perasaan
lnl berkembang dalam relasl konLak melalul suaLu lndera berlan[uL
ke lndera laln dan udak ada hablsnya.
Vedana-paccaya tanha 7. : kelnglnan berkembang dldasarkan oleh
perasaan. ualam aru, lnl adalah langkah yang pallng penung
darl louccosomoppoJo sebagalmana pada poln lnllah klLa dapaL
bela[ar memuLarballkkan semua proses dan membuaLnya menu[u
lenyapnya penderlLaan. lakLor laln (udak dlnamakan) dl mana
kondlsl-kondlsl LerlekaL pada perasaan adalah keudakLahuan
(fakLor yang sama dengan fakLor perLama), [uga keudakmampuan
unLuk mellhaL bahwa pada kenyaLaannya udak ada hal yang
paLuL unLuk dllekau, udak ada yang dapaL dlmlllkl selamanya,
dan udak ada makhluk yang dapaL memuaskan hasraLnya. ada
14 Dalam ajaran Buddha, indera manusia ada enam, dengan tambahan pikiran. (-ed.)
28
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
hubungan lnl, kehendak yang kuaL yang dapaL membuaL lkaLan
keblasaan-keblasaan lama yang buruk dan perasaan Lerlepas
darl plklran. !alan Mulla berunsur uelapan dapaL dlmunculkan
unLuk mengondlslkan kebangklLan darl kebl[aksanaan, dan
dengan kebl[aksanaan LersebuL, klLa dapaL menekan kebangklLan
tanha (dan semua sumber penderlLaan yang dlkondlslkan oleh
kemelekaLan lnl).
Tanha-paccaya upadanam 8. : kelnglnan menyebabkan munculnya
kemelekaLan, nafsu-kelnglnan yang melekaL. Sebenarnya, pada
kebanyakan darl klLa, apllkasl kebl[aksanaan dan kewaspadaan
sangaLlah [arang dan sullL unLuk dlLerapkan walaupun
kebl[aksanaan lLulah yang dapaL secara LoLal mencegah muncul
dan berkembangnya tanha selrlng Ler[adlnya proses perasaan.
Akan LeLapl, klLa dapaL mencegah salah saLu darl dua hubungan
berlkuLnya berkembang, yalLu upadana dan bhava.
Upadana-paccaya bhavo 9. : dlkondlslkan oleh kemelekaLan,
Ler[adllah proses pemunculan. karena kekuaLan darl akumulasl
pemlklran melekaL (sankhara), darl karma (kelnglnan-melekaL,
upadana dan bhava men[adl pendorong) yang sangaL kuaL yang
men[adl sebab proses pen[elmaan muncul dan bhava-sankhara
lnllah yang menyebabkan momenLum sebuah kelahlran.
8bovo-poccoyo jou 10. : pemunculan menyebabkan kelahlran pada
kehldupan mendaLang pada saaL kehancuran llma 8enLukan-
hldup pada kehldupan sekarang. !lka klLa menganggap serlus
masalah lnl, klLa dapaL mellhaL bahwa semua hasraL adalah
sebuah manlfesLasl luar blasa darl kelnglnan unLuk hldup aLau
unLuk berlangsung, dan semua kelnglnan dan kemelekaLan adalah
energl menu[u kehldupan yang akan daLang yang berfungsl unLuk
29
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
mencarl kepuasan. kekuaLan energl karma lnl udak lenyap selrlng
dengan kemauan. en[elmaan hanyalah benLuk yang sangaL kuaL
darl kelnglnan/hasraL dan lLu mengandung cukup momenLum
bahwa pada saaL kemauan uba, kekuaLan lnllah yang membuaL
sebuah kehldupan baru. Lnergl lnl bermanlfesLasl dan sebuah
nama-rupa ([asmanl-menLal) yang ada. uengam demlklan, sekall
lagl permulaan kehldupan menun[ukkan suaLu proses lmpersonal,
Lerkondlsl, yang beker[a udak menglkuu harapan seseorang, yang
mengarah pada fenomena Lanpa Aku". 8elasl lnl mengulang relasl
kedua dengan penuLuran yang laln.
Iou-poccoyo jotomotooom 11. : sekall adanya kelahlran , secara
oLomaus ada usla Lua dan kemauan dan semua benLuk penderlLaan
yang dlalaml yang se[alan dengan kebenaran Mulla erLama darl
LmpaL kebenaran Mulla. uan dengan demlklan, slklus LersebuL
bermula dengan keudakLahuan yang klLa warlsl, men[erumuskan
Lanpa ampun pada penderlLaan yang makln dan semakln banyak.
8enLuk keLerballkan darl slklus LersebuL dlnyaLakan bersama benLuk
dl aLas. 8enLuk keLerballkannyalah yang mendemonsLraslkan kebenaran
Mulla keuga, bagalmana dengan lenyapnya sebab-sebab, aklbaL-
aklbaL pasu lenyap, [adl, avijja nirodha, sankhara nirodho dll. - keuka
keudakLahuan lenyap, udak ada lagl sankhara yang LerclpLa dan Lerbawa
melalul semua relasl yang sallng berhubungan, [alan yang mengakhlrl
semua penderlLaan Lelah dlperllhaLkan.
lnl merupakan gambaran kasar darl cara ker[a louccosomoppoJo
yang harus dengan bl[ak klLa perumbangkan dan selaml dengan Lellu
unLuk kemudlan dlsaLukan dengan plklran medlLaLor sebagal sebuah cara
30
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
unLuk mencapal pembebasan. Maslng-maslng hubungan harus dlselldlkl
dalam LmpaL kebenaran Mulla, yalLu memahaml fakLor, kemunculan,
lenyap, dan [alan menu[u pelenyapannya. 8uddha pernah mendengarkan
Sarlpuua men[elaskan bagalmana medlLaLor yang sedang dalam Lahap
pembela[aran merenungkan semua hal. Sarlpuua menyaLakan, 'lnllah
yang Ler[adl, Curu, dengan pencerahan yang benar la mellhaL sesuaLu apa
adanya, dan dengan cara lnl la membuat penolakan, dengan demlklan
memudar dan lenyaplah hal LersebuL. uengan lenyapnya fakLor-fakLor
LerLenLu yang harus dllenyapkan, lenyaplah hal LersebuL. Jadl, la mellhaL
dengan pencerahan yang benar apa adanya. SerLa mellhaL hal LersebuL
dalam hal lnl, la melakukan penolakan darl yang harus dllenyapkan dan
hal LersebuL akan memudar [uga lenyap." enolakan Lerhadap hubungan
semua fenomena yang Lerkondlsl, semua yang muncul berganLung
pada sebab-sebab, berhubungan eraL dengan keudakmelekaLan dan
keudaknafsuan. 1ldak seperu keengganan, penolakan dldasarl oleh
kebl[aksanaan dan dlkembangkan dalam hubungan Lerhadap semua
kesenangan, keudaksenangan aLau perasaan neLral. ArahaL membuaL
pengamaLan-pengamaLan yang sama mengenal slfaL udak sLabll darl
fenomena-fenomena Lerkondlsl, dengan seuap Lahap Lelah dllalul dan
keuka pencerahan sempurna, seseorang yang Lerbebaskan dengan
sempuran akan mellhaL lnllah yang harus Ler[adl," kemudlan karena
penolakan yang Lelah Ler[adl, karena memudar dan lenyapnya, la men[adl
bebas, udak melekaL pada apapun." (k.S., ll, p. 36-37) !adl, pela[aran
yang dapaL dlambll darl A[aran kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu,
sama seperu semua uharma, adalah bahwa udak ada yang muncul karena
fakLor-fakLor dan kondlsl yang dapaL menyedlakan kebahaglaan yang se[au
karena esensl keudakkekalan dan keudaksLabllannya, [adl, sama sekall
udak ada pada alam kehldupan manapun yang panLas unLuk dlsenangl
31
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
aLau dllekau karena segala keLerllbaLannya hanya dapaL men[erumuskan
pada penderlLaan. keudakmelekaLan dan penolakan adalah hasll darl
sebuah pemahaman menyeluruh cara ker[a hukum kausal, dan lnl adalah
pembebasan.
ul suaLu LempaL, 8uddha menuLurkan ranLal-ranLal sebab
aklbaL yang mengarahkan ke pembebasan lLu sendlrl dlmulal dengan
penderlLaan, sebagal berlkuL: Apakah yang men[adl sebab pembebasan?
Ketanpanafsuan kelnglnan adalah [awabannya. dan penolakan secara
kausal (sallng menyebabkan) berelasl dengan keLanpa-nafsuan kelnglnan
LersebuL. pengeLahuan dan pengllhaLan darl suaLu hal sebagalmana
mesunya secara kausal berasoslasl dengan penolakan. konsenLrasl secara
kausal berasoslasl dengan pengeLahuan dan pengllhaLan. kebahaglaan
secara kausal berasoslasl dengan konsenLrasl. keLenangan secara kausal
berasoslasl dengan kebahaglaan. kegemblraan secara kausal berasoslasl
dengan keLenangan. suka clLa secara kausal berasoslasl dengan
kegemblraan. keyaklnan secara kausal berasoslasl dengan suka clLa. uan
apa penyebab darl keyaklnan? enderlLaanlah [awabannya. enderlLaan
secara kausal berasoslasl dengan keyaklnan." (k.S., ll, p. 2S-26) 8uddha
kemudlan melan[uLkan dengan asal mula penderlLaan kemball pada
keudakLahuan menglkuu formulasl louccosomoppoJo, yang menun[ukkan
keseluruhan per[alanan, yalLu LmpaL kebenaran Mulla, dl luar llngkaran
sebab aklbaL. ulkarenakan oleh penderlLaan yang dlalamllah makhluk
mencarl sebuah [alan keluar dan memberlkan keyaklnan mereka pada
8uddha sebagal seorang pemandu dan dalam a[arannya sebagal meLode
yang benar unLuk mendapaLkan pembebasan darl semua kesaklLan. Cleh
karena ranLal sebab aklbaL ber[alan darl dukkha, akhlr darl dua belas
32
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
ranLal kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu, melalul saddha (keyaklnan)
dan semua langkah dlslnl menu[u suatu akhlr dan sepenuhnya.
Karma adalah saLu darl sebab-sebab dasar dalam ranLal
kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu (dl kehldupan lampau dalam benLuk
sankhara dan dl kehldupan sekarang la mellngkupl tanha, upadana, dan
bhava) dan sebuah lnvesugasl yang mendalam Lerhadap makna dan cara
ker[anya harus dllakukan, sebagalmana, melalul karma buruk klLa sendlrl,
klLa LerlkaL pada slklus kelahlran kemball yang udak habls-hablsnya dan
dengan karma balklah klLa dapaL melampaul [agad karma lnl, kelahlran
kemball dan dukkha.
SangaL penung unLuk menglngaLkan dlrl klLa dan menemukan
bagalmana dalam plklran klLa, pada seuap momen klLa menclpLakan
karma-karma baru. keuka klLa menyelldlkl proses berplklr dengan
seksama dalam medlLasl, klLa akan mengamau bahwa semua plklran klLa
Lerelasl pada se[umlah tanha (se[umlah kelnglnan aLau keengganan), dan
se[umlah kehendak.
Karma yang klLa lakukan seuap saaL dapaL berdampak balk aLau
malah men[erumuskan klLa, balk dalam [angka wakLu yang slngkaL aLau
dl masa depan kelak. Semua undakan aLaupun ucapan yang klLa perbuaL
merupakan manlfesLasl kasar darl kehendak menLal. lklran buruk akan
menlmbulkan efek karma yang LerlkaL dalam kesengsaraan. keblasaan
aLau perbuaLan buruk yang dlakarl oleh keudakLahuan akan menglkaL dan
membawa klLa pada alam yang udak bahagla, demlklan seballknya. Cleh
karena lLu, sangaLlah penung unLuk menganallsa plklran klLa, kemudlan
33
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
mengolah kehendak-kehendak balk yang dapaL mendorong klLa pada
[alan mulla menu[u pembebasan.
namun, klLa [uga perlu memperumbangkan bahwa dalam anallsa
Lerunggl, bahkan kehendak balk harus dlakhlrl, sebagalmana Apa yang klLa
kehendakl, Saudaraku, dan apa yang akan klLa lakukan, semua yang klLa
mlllkl, lnl men[adl sebuah ob[ek bagl kelan[uLan kesadaran." !adl, semua
yang klLa plklrkan merupakan pendorong bagl sebuah kelahlran, balk dl
alam menyenangkan aLaupun menyedlhkan, LerganLung pada keLulusan
plklran, kehendak dan perbuaLan klLa (k.S.,ll,p.4S). ada akhlrnya, unLuk
membuang semua penderlLaan secara LoLal (bahkan dukkha yang sangaL
halus sekallpun yang men[adl esensl darl kenyaLaan bahwa slklus kehldupan
LerbaLas, bahkan bagl para 8rahma) kelahlran kemball harus dlellmlnasl,
dan lLu beraru mencabuL segala akar sebagalmana Lelah dl[elaskan dalam
siklus kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu.
khusus bagl orang yang unggal dl belahan buml baglan baraL,
dlperlukan adanya pemahaman yang mendalam dan menyeluruh akan
llngkaran samsara darl kelahlran kemball sebelum konsep lnl memengaruhl
perllaku dan undakan klLa aLas dasar pemlklran [angka pan[ang. 1ldak
LerhlLung mulanya, Saudaraku, darl kelangsungan lnl. 1luk pallng awal
udak Lerungkap darl kelangsungan, kelangsungan makhluk LerLuLup
dalam keudakLahuan, LerlkaL pada kelnglnan.. 1ak LerhlLung banyaknya,
Saudaraku, dl mana Anda berduka aLas menlnggalnya lbu, puLra, puLrl,
mengalaml kemauan para sanak saudara, bahaya penyaklL. Leblh banyak
darlpada ban[lr alr maLa yang Anda keluarkan dengan menanglsl semua
lnl selrlng Anda Lerus berada dalam slklus kehldupan, men[alanl hal lnl
34
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
ber[uLa kall, bersaLu dengan yang udak dllnglnkan, berplsah dengan yang
dlclnLal, leblh banyak darlpada semua alr dl LmpaL Samudera. karena udak
LerhlLung mulanya, Saudaraku, darl kelangsungan lnl." (k.S., ll, p. 120)
Ledl Sayadaw menglngaLkan klLa bahwa, kurangnya karma balk
akan menganLar klLa pada alam yang leblh rendah dl mana seseorang
hldup dalam kesengsaraan. uldorong aLas rasa LakuL akan penderlLaan
LersebuL, seseorang harus melakukan karma balk yang dapaL menganLar
mereka Lerlahlr sebagal seorang manusla aLau dewa dalam kehldupan
mendaLang." (Manuals of Buddhism, p. 227, Magganga ulpanl). SaLu aspek
penung yang harus dlselldlkl dalam karma yang berhubungan dengan
pandangan benar adalah klLa harus menyadarl bahwa hanya perbuaLan
balk dan buruklah yang merupakan asal mula pen[ela[ahan makhluk dl
alam LempaL kelahlran kemballnya", dan hanya dengan undakan-undakan
lnllah mereka dlllndungl dl manapun mereka Lerlahlr" (Mangganga
ulpanl, hal. 221). 1ldak ada hal dl luar konLeks karma lnl yang men[adl
saLu hal yang menyebabkan kelangsungan (karena selalu Lerpengaruh
dan berubah selrlng kehendak menLal masa sekarang). !lka klLa mellhaL
kemball pada masalah LersebuL, klLa akan mengeLahul bahwa hanya
sebuah sebab dan aklbaL moral yang beker[a pada kehldupan lnl, efek
darl beberapa karma hanya LerllhaL dl kehldupan mendaLang, [adl, dl luar
slklus kehldupan yang udak ada hablsnya, karma balk pada akhlrnya akan
membawa hasll yang balk dan karma buruk membawa keudakbahaglaan.
1ldak ada enuLas aLau sesuaLu yang kekal yang LerllbaL dl manapun dalam
kelahlran-kelahlran, kemauan dan kelahlran kemball, hanya karma masa
lampau yang bermanlfesLasl dalam llma 8enLukan-hldup yang berubah
uap saaL dan selalu menclpLakan karma baru yang menyebabkan kelahlran
kemball dalam proses yang uada hablsnya.
35
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Cleh karena lLu, lnvesugasl secara menyeluruh Lerhadap Pukum
kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu dan Pukum karma men[adl langkah
yang sangaL penung unLuk mengaLasl hal dl aLas. 8alk apapun. fenomena
baun aLau [asmanl muncul, munculnya segala sesuaLu berganLung pada
kondlsl, dan Lanpa kondlsl maka udak ada yang pernah muncul aLau
hldup."
1S
Panya melalul pola plklr yang slsLemaus Lerhadap kedua fakLor
hukum dl aLas dan hubungan keduanya dalam kesallngLerkalLan AnLar
Segala SesuaLu (louccosomoppoJo), klLa dapaL melakukan undakan yang
LepaL unLuk mengakhlrl proses kelahlran kemball dan penderlLaan dengan
memunculkan kebl[aksanaan unLuk mengurangl keudakLahuan dan
mencegah berkembangnya nafsu-kelnglnan (tanha). Pal yang Lerpenung
dalam melauh kebl[aksanaan adalah memahaml dengan [elas bahwa
hubungan dalam llngkaran samsara lnl ber[alan dengan sendlrlnya seuap
wakLu. Slklus lnl berlangsung sebagal suaLu sebab aklbaL Lanpa ruang,
Lanpa kebuLuhan, segala benLuk Aku" unLuk men[elaskan muncul dan
lenyapnya nama-rupa (baun-[asmanl).
alam lepereayaau iuilab, saudara, seseoraug mereuuug.
erubabau dau leberagamau lesalitau yaug muueul di duuia
iui sebagai usia tua dau lematiau, apa yaug meudasari lesalitau
iui, bagaimaua bal tersebut dapat berbeuti... /pa yaug
meuyebablau usia tua dau mati /pa yaug tidal meuyebablau
usia tua dau mati' ia mereuuug meugetabui babwa iui.
muueul lareua lelabirau. ia meuyadari usia tua, ia meuyadari
muueuluya, ia meuyadari leuyapuya dau ia tabu jalau uutul
meleuyaplauuya.
- k.s., ii, p. 6-;
15 Buddhist Dictionary, Manual of Buddhist Terms and Doctrines oleh Nyanatiloka. Buddhist
Publication Society, Kandy. p. 135.
36
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
la yang sadar akan semua fakLor laln dalam Hukum
kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu dlsebuL sebagal seseorang,
Saudara yang Lelah memprakukkan seluruhnya unLuk melenyapkan
semua penderlLaan. emahaman penuh melalul anallsls yang seksama
Lerhadap kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu (louccosomoppoJo)
akan membuaL klLa udak melekaL, membuaL klLa mellhaL bahwa udak ada
yang berhubungan dengan kaLa Aku", dan membuaL klLa berhenu unLuk
menclpLakan kehendak-menLal (sankhara) dengan kehendak. Llngkaran
samsara akan berhenu ber[alan keuka klLa mulal berhenu menclpLakan
karma. 8uddha mengakhlrl khoLbah lnl dengan berkaLa, ercayalah
padaku, Saudara, yaklnlah Lerhadap hal lnl, [anganlah ragu dalam hal lnl,
Lanpa ragu lnllah akhlr darl Dukkha!"
Lima Bentukan-Hidup (Khanda) 4.
uhammawlcaya, Lambahan denlsl yang dlgunakan pada 3 baglan
lnvesugasl sebelumnya, dapaL dllnLerpreLaslkan sebagal lnvesugasl
dhamma, Lerhadap semua hal, semua fenomena, menLal aLau slk, nyaLa
atau udak nyaLa, Lerkondlsl maupun udak Lerkondlsl. Pal yang pallng
penung unLuk dlun[au adalah: erLama, llma khanda atau 8enLukan-
hldup yang membuaL kehldupan Lerus berlan[uL, yalLu nama-rupa (baun-
[asmanl) dan enam plnLu lndera (llma kelompok slk dan menLal serLa
enam kaLegorl yang berkorespondensl dengan llma ob[ek lndera dan
lndera plklran).
klLa harus memerlksa benLuk [asmanl dan empaL benLuk
plklran,yalLu persepsl, perasaan, kelnglnan dan kesadaran, yang Lergabung
menyusun sosok yang dlsebuL Aku" dengan uLuh. klLa [uga harus mellhaL
bahwa udak ada yang dapaL berLahan, memuaskan aLau yang panLas
37
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
dlsebuL sebagal dlrlku" dalam segalanya, mengeLahul bahwa semua yang
dlasoslaslkan dengan Aku" hanyalah anicca (keudakkekalan), dukkha
(penderlLaan karena keudakpuasan) dan ooouo (Lanpa ada suaLu [lwa aLau
dlrl yang kekal), serLa memahaml bagalmana semua benLukan lnl muncul
unLuk dllenyapkan. Khandha adalah komponen dasar yang menyusun apa
yang klLa reallsaslkan sebagal seseorang lndlvldu. namun, maslng-maslng
benLukan lnl udak memlllkl esensl, hanya merupakan sebuah proses yang
konunu, muncul dan lenyap.
Viana adalah kesadaran, proses aLau keadaan mengeLahul, yang
muncul sasaaL seLelah lndera dan ob[ek Lerpadu men[adl saLu. Saa
adalah persepsl aLau rekognlsl Lerhadap sebuah ob[ek berdasarkan
asoslasl lngaLan yang Lelah ada. Vedana adalah perasaan yang muncul
sebagal sebuah hasll sesaaL darl keLerpaduan lndera-lndera lnLernal dan
eksLernal serLa kesadaran LerLenLu yang melekau makhluk. Vedana atau
perasaan blsa menyenangkan, udak menyenangkan, aLau neLral. Sankhara
adalah kehendak-menLal, proses berplklr adalah fase nama (menLal) yang
dlkonLrol oleh khanda (kehendak-menLal) lnl. lklran lampau dengan
kesadaran, perasaan, persepsl dan kehendak merupakan kondlsl bagl
munculnya kondlsl berlkuLnya, LeLapl udak ada darl empaL komponen
menLal lnl yang Lerus berlan[uL darl wakLu ke wakLu. 8enLukan [asmanl
[uga udak LeLap dan udak memllkl lnu, sama seperu benLuk lalnnya, yang
hldup maupun anorganlk. Semua hal LerbuaL darl kalapa (paukel sub-
aLomlk aLau vlbrasl) yang sangaL kecll yang muncul dan lenyap hanya
dalam wakLu yang sedlklL leblh lambaL darl plklran, LeLapl maslh Lerlalu
cepaL sehlngga klLa mendapaLkan llusl konunulLas, kesaLuan dan subsLansl
dl mana sebenarnya hal-hal lnl udaklah eksls.
38
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
8uddha menyampalkan beLapa penungnya penln[auan Lerhadap
benLukan lnl: SangaL cepaL, Saudara, keuka makhluk memahaml
seluruhnya, keuka mereka benar-benar merupakan kepuasan lLu sendlrl,
kesengsaraan lLu sendlrl, [alan unLuk Lerbebas lLu sendlrl dalam llma
fakLor kemelekaLan lnl (8enLukan-hldup), kemudlan, Saudara, makhluk
akan Lercerahkan, udak melekaL. dengan penghalang-penghalang
plklran dlslngklrkan." (k.S., lll, p. 30) keuka klLa menyadarl bahwa udak
ada khanda yang dapaL dlanggap sebagal mlllkku", klLa akan Lerdorong
unLuk mengellmlnasl aspek pandangan salah lnl darl plklran klLa, sehlngga
men[adl sucl dan udak dllekau. 8uddha meluklskan hal lnl dengan: Apa
yang bukan mlllkmu, Saudara, [auhkanlah. Man[auh darl hal LersebuL akan
men[adl keunLungan dan kese[ahLeraan bagl Anda. uan apa, Saudara, yang
bukanlah mlllkmu? !asmanl. perasaan. kehendak-menLal. kesadaran.
bukanlah mlllkmu. !auhkanlah." (k.S., lll, p. 231-2) roses melepaskan apa
yang dlsebuL sebagal mlllkku" merupakan sebuah proses yang berangsur-
angsur dan membuLuhkan wakLu yang lama. kenyaLaannya, semua
makhluk, balk pemula aLaupun yang sudah Lerbebaskan sekallpun, harus
men[alankan proses lnvesugasl dan memperhaukan dengan slsLemaus
karakLerlsuk anicca, dukkha, ooouo Lerhadap kelompok 8enLukan-hldup.
kelompok yang melekaL, kouhlLa," u[ar slswa uLama Sang 8uddha, yalLu
Sarlpuua, adalah kondlsl-kondlsl yang harus dlrenungkan dengan meLode
Sang 8uddha, sebagalmana udak permanen, saklL, seperu uap, seperu
anak panah, sebagal kesedlhan, sebagal kesaklLan, sebagal makhluk
aslng, yang semenLara, kosong dan udak mempunyal lnu. lLu mungkln
bagl Sang buddha merenungkan dengan meLode. mereallsasl buah darl
allran kemenangan. yang kemball sekall. yang udak kemball lagl. ke-
arahat-an. 8agl arahat, Leman, udak ada lagl yang harus dllakukan leblh
[auh. Sekallpun demlklan, hal-hal lnl, [lka dlprakukkan dan dlperluas akan
39
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan ti i M j P h
menganLarkan pada sebuah kehldupan yang bahagla bahkan dl kehldupan
sekarang [uga." (k.S., lll, p. 143)
Sang 8uddha serlng meru[uk pada llma 8enLukan-hldup
sebagal Upadanakkhanda aLau kelompok yang dllekau, benLukan
sebagal ob[ek unLuk dllekau. 8ellau menganggap unsur lnl sangaL
eraL kalLannya dengan tanha dan upadana sebagal ob[ek yang
melekaL. erLama, unsur lnl muncul pada makhluk karena adanya
tanha (nafsu-kelnglnan), melalul kelnglnan dan kemelekaLan,
sankhara (kehendak-menLal) masa lampau mendorong kelahlran
sekarang, nama-rupa (baun-[asmanl) saaL lnl yang ldenuk
dengan llma kelompok yang dllekau lnl. kedua, unsur-unsur lnl
memunculkan kesadaran akan enam plnLu lndera, sebuah kesan
kemudlan dlrasakan dan sebagal hasllnya adalah masukan yang
mengarah pada kehendak menLal seperu undakan [asmanl yang
dlarahkan pada tanha, menglnglnkan, melekaL pada sesuaLu. keuga,
dan yang pallng penung, hanya kellma unsur lnllah yang cenderung
klLa lekau, yakln bahwa unsur-unsur lLulah Aku" dan mlllkku."
klLa Lelah mellhaL ke dalam mlskonsepsl lnl dan dengan sebuah
klasan yang kuaL, Sang 8uddha mengllusLraslkan beLapa bahayanya
melekaL pada unsur-unsur LersebuL:
uayauglau. suatu air bab. dataug dari jaub, deugau
eepat, dau di ledua tepiuya adalab rumput-rumput yaug
meuggautuug pada alirau suugai,. seoraug pemuda bauyut
oleb suugai tersebut dau berpegaugau pada rumput-rumput
40
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
tersebut, tetapi bisa saja rumput-rumput itu putus dau ia
meuemulau lebaueurauuya.
uablau, saudaralu, lebauyalau yaug tidal tabu.
meugauggap jasmaui sebagai diri, atau diri yaug memilili
jasmaui, atau jasmaui sebagai malblul dalam diri, atau diri
sebagai malblul dalam jasmaui. saat lemudiau jasmaui baueur,
deugau demiliau merela meuemulau lebaueurauuya.
emiliau juga deugau perasaau, persepsi, lebeudal-
meutal. lesadarau.
- k.s., iii, p. tt6
klLa [uga memoslslkan dlrl klLa pada penderlLaan yang sangaL
besar karena klLa Lerobsesl oleh lde lnl" bahwa [asmanl merupakan
mlllk "Aku" sehlngga keuka [asmanl aLau unsur-unsur berubah, karena
keudakkekalan [asmanl, kesedlhan dan kesusahan, kesengsaraan, duka
serLa kepuLusasaan muncul" seakan perubahan-perubahan lnl bukanlah
apa yang klLa lnglnkan (k.S., lll, p. 3).
Panya dengan lnvesugasl sempurna Lerhadap karakLerlsuk
sebenarnya darl llma unsur lnl, akan klLa llhaL bahwa mereka udak dapaL
memberl kepuasan dan demlklan udak paLuL unLuk dllekau, bahwa
sebenarnya mereka sangaL udak sLabll dan dengan berganLung padanya
udaklah mungkln, serLa udak ada seorang pun yang dapaL melekaL
selamanya (selrlng 'dlrl' muncul dan lenyap uap saaL dan udak mungkln
berlan[uL merasukl apapun unLuk selamanya). !adl, unLuk mendapaLkan
pembebasan, seseorang harus mencapal pencerahan dengan lnvesugasl
llma unsur lnl sehlngga baun yang kuaL muncul, dengan udak
41
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
mengeLahul seluruhnya, dengan udak memahaml, dengan udak Lerlepas
darlnya, dengan udak melepaskan [asmanl (dan 8enLukan-hldup yang
laln) seseorang udak akan mendapaLkan kehancuran darl penderlLaan.
namun, saudaraku, dengan mengeLahul seluruhnya. seseorang akan
mendapaLkan kehancuran darl penderlLaan" (k.S., lll, p. 26).
Landasan Indriya (Ayatana) 5.
roses lnvesugasl [uga harus dlapllkaslkan pada landasan lndrlya
lnLernal maupun eksLernal (Ayatana), agar kenlkmaLan dan kesengsaraan
dl dalamnya, sebab-sebab dan lenyapnya, dan slfaL-slfaL anicca, dukkha
dan ooouo landasan LersebuL dlmengeru dengan sempurna. Panya dengan
pencerahan lnllah klLa dapaL melepaskan kemelekaLan klLa, kelnglnan
klLa, dan nafsu klLa pada maLa dan ob[ek-ob[ek LerllhaL, Lellnga dan suara-
suara, hldung dan bau-bauan, lldah dan rasa, [asmanl dan benda-benda
yang dapaL dlsenLuh, plklran dan ob[ek-ob[ek menLal. Seseorang harus
mempela[arl khususnya mengenal bagalmana cara ker[a plklran sebagal
sebuah lndera, yang berhubungan dengan semua persepsl dan pemlklran
yang Lelah Ler[adl dl masa lampau, agar memlsahkan ker[a plklran darl
oplnl Aku". ada khoLbah keuganya, 8uddha menyaLakan, semua
sedang berkobar-kobar" dan karakLerlsuk lnl harus dlllhaL dan dlpahaml
sebelum lLu dapaL dlredakan dan kebebasan dldapaL darlnya. MaLa,
saudaraku, sedang berkobar-kobar, ob[ek-ob[ek sedang berkobar-kobar,
kesadaran maLa. konLak maLa. suka aLau duka aLau neLral yang dlalaml,
dl mana kemunculannya dlkarenakan oleh konLak maLa (perasaan),. lLu
[uga sedang berkobar-kobar. 8erkobar dengan kllaLan nafsu, kllaLan nlaL
buruk, kllaLan yang menyllaukan, kllaLan kelahlran, keLuaan dan kemauan,
[uga kesedlhan.," (k.S., lv, p. 10) dan sama halnya dengan lldah dan
42
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
fenomena yang berhubungan dengan plklran, dan dengan analogl yang
sama hal-hal LersebuL muncul darl lndera lalnnya [uga.
Lnam lndera lnLeral (Salayatana) dan ob[ek-ob[ek yang
berkorespondesl mempunyal peran kruslal dalam fase louccosomoppoJo
kehldupan sekarang. kesadaran udaklah permanen, seballknya lLu muncul
dan lenyap uap saaL, dan kemunculan bersama suaLu lndera serLa ob[eknya
mengaklbaLkan munculnya saLu momen kesadaran. uengan demlklan, uap
kesadaran adalah kesadaran maLa, kesadaran Lellnga, kesadaran hldung,
lldah, aLau [asmanl, aLau plklran, LerganLung organ mana yang pada
saaL lLu berLemu dengan ob[eknya. Slklus kausallLas berlan[uL darl sana:
karena maLa dan ob[ek-ob[ek muncullah kesadaran maLa, kemunculan
bersama keuda-uganya adalah konLak. 1erganLung oleh konLak adalah
perasaan. 1erganLung pada perasaan adalah kelnglnan. kemelekaLan.
pen[elmaan. 1erganLung pada pen[elmaan adalah kelahlran kemball, Lua
dan mau, kesedlhan dan kesusahan. lnllah kemunculan dunla." (k.S., lv,
p. S3) uengan anallsls demlklan Lerhadap proses munculnya kehldupan
(dunla") dan dukkha (sebagalmana hal lnl leblh serlng dlformulaslkan)
klLa dapaL memahaml karakLer lmpersonal darl kemunculan kesadaran,
sebagalmana peran proses kausallsuk dalam menclpLakan kehendak-
menLal yang dlmalnkan oleh landasan lndera lnLernal dan eksLernal.
kesadaran, aLau baun, beranalogl dengan monyeL yang
berganLungan dl rlmba pepohonan, selalu berpegangan pada suaLu benda
aLau lalnnya. Sama halnya dengan plklran, seuap saaL dan seuap wakLu
plklran keuka sadar, kesadaran pasu Lerhubung pada saLu aLau leblh plnLu
lndera, udak ada subsLraLa kesadaran yang kekal selrlng ber[alannya
43
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
wakLu, hanya kelnglnan sesaaL seLelah pengllhaLan, kelnglnan akan suara-
suara, kemelekaLan pada bau-bauan, kemelekaLan pada rasa, kemelekaLan
pada hal-hal dunlawl aLau (dan pallng serlng mendomlnasl) kemelekaLan
pada ob[ek-ob[ek plklran. lnl karena lndera dan ob[ek-ob[eknya pada
dasarnya mengandung bahaya yang menggoda klLa unLuk menclpLakan
nafsu-kelnglnan (tanha) dan sebuah dorongan unLuk kehldupan yang
baru (bhava-sankhara) yang serlng dllngaLkan oleh Sang 8uddha kepada
para biksu agar men[aga plnLu-plnLu lndera, karena ob[ek-ob[ek eksLernal
udak akan dapaL dlhllangkan. uengan kewaspadaan yang Lerus ber[alan,
mengakar pada pencerahan menu[u slfaL asll semua fenomena yang
muncul pada plnLu lndera, dapaL dlamau bagalmana kelnglnan bermula
selrlng konLak dengan perasaan Lelah Ler[adl, dan udak menglzlnkan
hasraL unLuk mengambll allh plklran dan men[adl pendorong kelahlran
kemball yang sangaL kuaL. !lka klLa udak Lerus men[aga lndera dan reaksl
klLa dengan waspada, klLa seperu lkan yang Lerpanclng pada umpan yang
kellhaLannya bagus pada panclngan pemanclng. Sama seperu seorang
pemanclng, melempar sebuah kall berumpan dalam kolam alr dan
beberapa lkan serakah akan umpan LersebuL menelannya, dan. ubalah
kehancurannya, bahkan, ada enam kall [6 lndera] lnl dl dunla, menu[u
pada kesengsaraan makhluk. ob[ek-ob[ek yang LerllhaL oleh maLa yang
mengarahkan pada nafsu. !lka seseorang LerLarlk dl dalamnya, LeLap
melekaL padanya, la seperu seseorang yang dlsebuL 'penelan umpan'.
ubalah kehancurannya." (k.S., lv, p. 99) uan [uga kall-kall yang laln harus
LeLap dlwaspadal, suara-suara yang menarlk, bau, rasa, ob[ek-ob[ek nyaLa
dan ob[ek-ob[ek menLal. !lka klLa memberl perhauan yang waspada,
slsLemauk pada ob[ek-ob[ek eksLernal lnl, klLa akan mereallsasl bahwa
kesaklLan dan kesedlhan aLas menelan umpan-umpan dengan melekaL
pada ob[ek-ob[ek lndera [auh leblh besar darlpada kenlkmaLan semenLara
44
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
yang sangaL slngkaL keuka merasakan umpan LersebuL.
1u[uan uLama darl lnvesugasl organ-organ lndera sama seperu
pada kelompok 8enLukan-hldup, yalLu unLuk mellhaL bahwa secara
keseluruhannya mereka adalah anicca dan dukkha dan melenyapkan
kemelekaLan padanya sebagalmana Aku" dan mlllkku." Seseorang
mellhaL udak ada Landa-Landa akan dlrlnya sendlrl dan udak [uga apa yang
dlmlllkl oleh dlrl dalam enam landasan lndera. uengan demlklan, la udak
melekaL pada apapun dl dunla. uengan udak melekaL, ia udak mempunyal
masalah. uengan udak adanya masalah ia benar-benar Lerbebas" (k.S., lv,
p. 104).
Sub[ek-sub[ek speslk dalam uharma yang harus dlselldlkl unLuk
menu[u pencerahan Lelah dlbabarkan pen[ela[ahan awalnya dl baglan
lnl. 1ugas klLa adalah unLuk menuang plklran dan lde-lde lnl ke dalam
kebl[aksanaan yang sebenarnya, agar seluruh [alan hldup LerorlenLasl dan
LerLu[u kepada pembebasan. klLa harus bela[ar unLuk LeLap memegang
prlnslp slfaL yang Lerunggl akan semua kebenaran, semua fenomena darl
semua yang dapaL dlplklrkan yang dapaL mempengaruhl kesadaran, agar
llusl kasar persepsl aLau haluslnasl akan kebenaran semu melemah dan
keudakLahuan yang dlsebabkannya men[adl lenyap, serLa bersamaan
dengan lLu semua kelnglnan [uga akan lenyap. klLa harus menganallsa secara
LoLal fenomena plklran dan [asmanl dan semua fenomena eksLernal yang
muncul darl wakLu ke wakLu pada enam plnLu lndera hlngga kenlkmaLan
dan kesengsaraan dl dalamnya dlpahaml, hlngga sebab kemunculan dan
lenyapnya Lelah dlmengeru, hlngga keudakkekalannya, keudakpuasannya,
Lerkondlsl dan keudakakuannya Lelah dlkeLahul dengan benar. lnl dlcapal
45
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
dengan lnvesugasl seksama dalam medlLasl Lehadap 1lga karakLerlsuk
unlversal dan uokLrln kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu. uengan
pencerahan lnl berkembang dl dalamnya, udak akan ada kelnglnan aLau
kemelekaLan, dan LenLunya seseorang men[adl Lerbebas, udak melekaL
pada apapun dl dunla," dan dengan semua sebabnya Lergall, pembebasan
akan semua penderlLaan Lercapal.
Investigasi dalam Meditasi
Ada se[umlah aspek laln darl lnvesugasl Lerhadap uharma yang
harus dlperlksa sekarang karena lsl darl eksploraslnya Lelah dldlskuslkan.
Pubungan yang pallng mendasar dan esenslal anLara pemlklran yang
lnvesugauf dan medlLasl pencerahan, bagalmana keduanya dlperlukan
unLuk sallng mendukung dan menglrlm plklran medlLaLor pada Lu[uannya
unLuk mengakhlrl semua kemungklnan dukkha, adalah sesuatu yang harus
dlplklrkan Lerleblh dahulu.
unLuk lnvesugasl Lerhadap uharma yang mengarah pada pencerahan
kebebasan harus dlkomblnaslkan dan dlselesalkan dengan [alan medlLasl
pencerahan. Panya melalul lnvesugasl dan perenungan bl[aksana Lerhadap
fenomenalah, pencerahan pada slfaL-slfaL Lerunggl berkembang. ada
zaman Sang 8uddha LerdapaL orang-orang yang Lercerahkan hanya dalam
wakLu yang slngkaL, bahkan unLuk mereka beberapa proses pemlklran
harus berlangsung. namun, lndlvldu-lndlvldu lnl Lelah mengumpulkan
parami, Lelah mengumpulkan kelakuan-kelakuan balk dan undakan menLal
yang balk dl masa lalu, yang banyak sehlngga kebl[aksanaan muncul
dengan cepaL. keuka men[adl seorang 8odhlsaua (calon 8uddha), 8uddha
masuk kemball pada jhana perLama, sebuah penyerapan yang mendalam
(seLelah menguasal keadaan yang leblh konsenLrauf), Lermasuk berplklr,
keuka 8ellau duduk dl bawah pohon 8odhl dengan deLermlnasl akhlr unLuk
mencapal pembebasan. Sebelum Saya mencapal penerangan, keuka Saya
maslh seorang 8odhlsaua yang belum Lercerahkan, Saya berplklr: uunla
lnl Lelah [aLuh dalam sebuah rawa kelahlran, usla Lua dan mau, lLu berlalu
47
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
dan muncul lagl, dan belum ada yang Lahu cara Lerlepas darl penderlLaan
lnl. kapan sebuah [alan pembebasan akan dlcerlLakan? Saya berplklr:
apa yang Ler[adl keuka usla Lua dan kemauan daLang? Apa kondlsl yang
harus dlpenuhl? kemudlan dengan perhauan yang benar Saya mengeru.
kelahlran adalah kondlslnya." uengan demlklan 8ellau melakukan
usaha yang keras unLuk men[adl 8uddha, seseorang yang Lelah bebas
dengan usaha sendlrl, 8ellau melan[uLkan berplklr waspada Lerhadap
semua relasl Pukum kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu dalam dua
arah. Saya berplklr: lnllah [alan menu[u penerangan yang Lelah Saya
capal. lLulah bagalmana LerdapaL sebuah pelenyapan Lerhadap seluruh
benLukan penderlLaan. 'elenyapan, pelenyapan', lnllah pencerahannya,
pengeLahuan, pemahaman, vlsl, cahaya, yang muncul padaku mengenal
lde-lde yang belum pernah ku dengar.
16
uan lagl, unLuk mendapaLkan pemahaman sempurna LenLang
8enLukan-hldup pada hubungan yang kruslal dengan kehldupan lnl,
pada 8odhlsaua menggunakan pemahaman lnLelekLual. Saya berplklr:
dalam kasus nyaLa, perasaan, persepsl, formasl, kesadaran, apa lLu
pemuasan, apa yang dlnamakan bahaya, apa [alan keluarnya? kemudlan
Saya berplklr: ualam hal uap kenlkmaLan [asmanl dan menLal yang
muncul dalam keLerganLungan pada hal-hal lnl (kellma 8enLukan-hldup)
adalah pemuasan, fakLa bahwa hal-hal lnl udaklah kekal, menyedlhkan
dan selalu berubah menlmbulkan rasa udak nyaman, mendlslpllnkan
dan menlnggalkan kelnglnan dan hawa nafsu padanya adalah [alan
keluarnya."
17
16 The Life of the Buddha, anamoli, Buddhist Publication Society, pp. 25, 27 quoting from
Samyutta Nikaya, XII, 65.
17 Ibid. p. 28.
48
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
kuupan lnl menun[ukkan bahwa beLapa penungnya plklran
lnvesugauf bl[aksana yang bagl 8uddha sendlrl dalam medlLaslnya menu[u
encerahan Se[au dan beglLu [uga seharusnya dengan klLa, memandu
dengan waspada proses plklran dan medlLasl unLuk membebaskan dlrl
klLa darl penderlLaan.
kuupan pan[ang yang dlbabarkan pada baglan lnvesugasl Lerhadap
khanda menun[ukkan bagalmana proses memperumbangkan dengan
seksama pada hal-hal yang membuaL klLa udak Lerpengaruh olehnya lagl
dan menu[u ungkaL kesempurnaan. encerahan, kemurnlan pengllhaLan
ke dalam slfaL-slfaL Lerunggl darl reallLas, bhavana-maya-paa
(kebl[aksanaan yang umbul darl medlLasl), pengeLahuan langsung yang
dldapaL yang membawa buah nyaLa dalam ungkah laku klLa dl kehldupan,
sangaL LerganLung pada plklran waspada sehlngga kebenaran-kebenaran
semu dapaL LerllhaL dan udak lagl menguasal klLa dengan mewarnal dan
menuLup kebenaran asll darl plklran dan [asmanl serLa dunla luar klLa.
namun, pengeLahuan lnl hanya berkembang [lka proses
lnvesugaslnya dllakukan oleh seseorang yang bermedlLasl LeraLur. MedlLasl
menyedlakan pengalaman prlbadl sebagal buku yang relauf nyaLa kepada
klLa unLuk men[amln kebenaran darl pemlklran klLa yang leblh absLrak.
Ada kalanya keuka medlLasl hanya Lerdlrl darl pengamaLan, dalam hal yang
sangaL speslk, muncul dan lenyapnya sensasl (vedana) yang dlsebabkan
oleh perubahan bloklmla yang sangaL kecll dl dalam Lubuh. namun, ada
kalanya [uga keuka plklran Ler[adl dengan kuaL aLau Ler[adl kecenderungan
unLuk men[adl malas dan lamban. ada wakLu-wakLu seperu lnl, sangaL
bermanfaaL sekall unLuk melaksanakan lnvesugasl uharma. SaaL plklran
49
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
sedang slbuk, selalu LerllbaL dalam keudakLahuan, selalu penuh dengan
kemelekaLan aLaupun keengganan, selalu merenungkan masa lalu aLau
masa depan, lnllah karakLer darl pengkondlslan yang dldapaL darl masa
lalu. uengan proses berplklr yang seperu lnl, klLa membuaL umbunan
dan umbunan" kehendak menLal, sankhara, karma, yang udak balk, yang
membuahkan benLuk-benLuk dukkha ke depannya. !lka seballknya klLa
menerapkan cara plkir slsLemaus unLuk merenungkan uharma, mencoba
mengellmlnasl kelnglnan, mencoba mellhaL kebenaran-kebenaran muLlak
fenomena-fenomena, klLa menclpLakan karma yang sangaL kuaL bagl
klLa sendlrl yang akan membawa klLa menu[u kebebasan. ul wakLu yang
sama, perenungan lnl menerangl baun klLa dengan kebenaran-kebenaran
yang fundamenLal akan 8uddha uharma yang Lelah klLa baca aLau dengar
sebelumnya sehlngga Lercerahkan sepenuhnya dan memlllkl aru. lklran
yang waspada demlklan adalah alaL yang penung unLuk mencabuL semua
keudakLahuan dan unLuk menerangl [alan menu[u pembebasan keuka
duduk melaksanakan medlLasl wlpassana.
keuka kemalasan dan kelambanan sedang menyerang, lnvesugasl
[uga harus dlprakukkan dengan Lekun. 8uddha berkaLa pada para biksu,
. pada saaL demlklan, para biksu, saaL plklran malas, lLulah saaLnya
unLuk mengolah anggoLa kebl[aksanaan berupa lnvesugasl norma, energl,
semangaL. Mengapa demlklan? karena, para biksu, plklran malas sangaL
mudah dlpengaruhl oleh kondlsl-kondlsl demlklan." (k.S., v, p. 96) uengan
plklran yang semangaL unLuk mencoba mendalaml LmpaL kebenaran Mulla
aLau aspek-aspek uharma yang laln, plklran akan LerLu[u dan Lersumulasl.
keuka lnl Ler[adl, kecenderungan plklran unLuk hanyuL akan lenyap dan
semangaL medlLasl serLa ke[ernlhan baun akan dldapaL.
50
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
lnvesugasl dalam medlLasl sama dengan lklran 8enar, salah saLu
aspek !alan Mulla 8erunsur uelapan. !elas bahwa pola plklr yang anallus
berperan penung dalam hal uharma dl luar medlLasl, saaL mendengarkan
khoLbah aLau membaca sumber-sumber uharma mlsalnya. namun,
agar lnformasl yang dldapaL darl luar dapaL bermakna bagl klLa, men[adl
kebl[aksanaan yang lahlr darl medlLasl (bhavana-maya-paa), klLa
harus membawa lnformasl LersebuL unLuk dlselaml dalam medlLasl dan
renungan. ada saaL demlklan, baun leblh Lerfokus dan leblh Lenang
saaL gangguan (keragu-raguan, keglrangan dan kegellsahan, kemalasan
dan kelambanan, keserakahan, nlaL buruk) sedang lemah, plklran akan
leblh LerkonLrol dan dapaL menyerap uharma yang dldapaL. Selrlng
klLa menlngkaLkan pemahaman dan kebl[aksanaan melalul lnvesugasl
medlLauf, klLa menglkls keudakLahuan klLa. keuka keudakLahuan lenyap,
klLa melonggarkan lkaLan penderlLaan dan men[adl leblh dan leblh
Lerbebas darl kelnglnan (tanha).
Perhatian Sistematis dan
Pengendalian Gangguan
eran penung laln yang dlmalnkan oleh lnvesugasl yalLu dalam
mencegah munculnya segala macam gangguan yang cenderung
menghalangl kema[uan klLa. uengan penganallsaan, perhauan slsLemaus
(yoniso-manasikara), klLa dapaL mengendallkan gangguan-gangguan.
ualam proses lnl, dua fakLor unLuk mencapal enerangan Sempurna,
lnvesugasl dan kesadaran beker[a, plklran yang waspada dlkomblnaslkan
dengan kesadaran yang berlan[uL unLuk mengendallkan plklran. uan
apa, para biksu, yang menahan kemunculan hasraL sensual?" 8uddha
men[awabnya dengan berkaLa bahwa hasraL sensual dlkendallkan
kemunculannya dengan perhauan slsLemaus" Lerhadap hal-hal yang
men[l[lkkan." unLuk melawan nlaL buruk, perhauan slsLemaus harus
dlarahkan pada meuo, clnLa kaslh Lanpa baLas. unLuk berhadapan dengan
kemalasan dan kelambanan, perhauan slsLemaus harus dlarahkan pada
elemen keglglhan, elemen usaha, elemen semangaL." uengan keglrangan,
seseorang harus menerapkan perhauan slsLemaus pada keLenangan baun.
unLuk menghllangkan keragu-raguan, seseorang harus mengarahkan
perhauan slsLemaus pada uharma, aLau dalam perkaLaan Sang 8uddha,
Hal balk dan buruk, yang Lercela dan udak Lercela, yang hlna dan yang
mulla, merupakan plllhan anLara kegelapan dan cahaya Lerang." (k.S., v,
p. 88)
kellma gangguan uLama lnl, Lerhadap konsenLrasl, Lerhadap
medlLasl, Lerhadap kehldupan dalam uharma, merupakan keblasaan yang
52
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
cukup melekaL pada klLa. namun, klLa dapaL mencegah kemunculannya
dan mengendallkannya pada saaL muncul. ?ang Lerpenung darl semuanya
adalah apllkasl perhauan slsLemaus Lerhadap slLuasl eksLernal yang
merangsang hasraL sensual, nlaL buruk, kemalasan dan kelambanan,
keglrangan serLa keragu-raguan yang LerLanam dalam plklran klLa, dan
Lerhadap kecenderungan negauf lnLernal lLu sendlrl. uengan demlklan,
kebl[aksanaan akan melemahkan reaksl menLal yang udak LepaL yang
mengakar pada keudakkekalan, keudakpuasan dan keudak-akuan, serLa
secara berangsur akan memberslhkan baun klLa.
Investigasi menuju Pencerahan
lnvesugasl uharma adalah salah saLu darl empaL fakLor yang
serlng dlgambarkan oleh Sang 8uddha sebagal penganLar Lerhadap
perLumbuhan kebl[aksanaan, Lerhadap pemerolehan pencerahan,
Lerhadap perkembangan pencerahan." LmpaL elemen yang LerllbaL
adalah: 8ersahabaL dengan sesuatu yang balk (menglkuu yang balk),
mendengarkan Saddhamma (kebenaran), ker[a baun yang sempurna
(perhauan slsLemaus Lerhadap uharma), dan ungkah laku sesual uharma
(hldup sesual peLun[uk kebenaran)." Crang balk yang paLuL men[adl
sahabaL udak laln adalah Sang 8uddha lLu sendlrl dan slswa-slswa arahat-
nya, semua makhluk yang Lerbebas. Sekarang klLa udak mempunyal
kesempaLan lnl, LeLapl klLa dapaL memlllh sahabaL se[au klLa dl anLara
mereka yang ber[alan dl aLas !alan Mulla dan mereka yang ber[uang
mendapaLkan kebl[aksanaan. !lka klLa berLeman dengan orang yang udak
LepaL, klLa menyedlakan wakLu klLa dan menggoda dlrl sendlrl unLuk hal-
hal yang men[erumuskan. SangaLlah sullL unLuk memberslhkan dlrl darl
kekoLoran baun. namun, [lka klLa berLeman dengan orang yang LepaL,
klLa akan membenLuk mouvasl dan banLuan langsung aLau blmblngan dl
saaL yang dlperlukan. Sebagal fakLor kedua, sangaL [arang kesempaLan
klLa unLuk dapaL mendengarkan uharma apalagl langsung darl seseorang
yang Lelah sempurna. namun, klLa dapaL menglkuu sebuah kursus
medlLasl yang dlblmblng oleh seorang guru, aLau langsung melalul
pembela[aran balk melalul khoLbah-khoLbah Sang 8uddha dalam Leks
all maupun yang dlLulls oleh para medlLaLor mengenal 8uddha dan
a[aran-a[arannya. uengan maLerl yang berguna unLuk dlselaml, dlplklrkan
dengan bl[aksana, dlperhaukan secara slsLemaus, klLa blsa memblasakan
54
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
dlrl klLa dengan medlLasl. ul slsl laln, membaca sebuah llLeraLur uharma
sebagal sebuah wakLu luang lnLelekLual Lanpa menyaLukannya dengan
medlLasl (perenungan) dan mencoba mereallsaslkannya sebagal sebuah
kebl[aksanaan yang dapaL mengubah pola hldup klLa, adalah sebuah
hal yang sla-sla. namun, [lka klLa mempela[arl dasar-dasar uharma dan
memfokuskan plklran klLa pada hal LersebuL dengan seksama dan Lekun,
ungkah laku klLa akan mencermlnkan kebl[aksanaan yang klLa peroleh.
uengan demlklan, keempaL fakLor lnl [lka dlolah dan dlperbanyak akan
menu[u pemeukan buah darl arus kemenangan. yang kemball sekall,
yang udak kemball lagl dan ke-arahat-an." (k.S., v, p. 3S1)
Tujuh Faktor Pencerahan
uhammawlcaya merupakan fakLor kedua dalam Lu[uh fakLor
pencerahan. lnl mempunyal keunlkan dl anLara ranung-ranung
kebl[aksanaan yang berfungsl unLuk memberslhkan, melauh plklran
serLa menghanLarkan plklran pada keudaklnglnan, keudakmelekaLan,
pelenyapan, keLenangan, pegeruan sempurna, kebl[aksanaan, ke nlrwana
(nibbana)
18
." (k.S., v, p. 69) A[aran 8uddha merupakan dasar unLuk
pengembangan keLu[uh fakLor lnl, sebagalmana dlluklskan dalam kuupan
berlkuL:
ketila seoraug bilsu. meugiugat dau meugolab ajarau-
ajarau lebeuarau, itulab saat di maua rautiug lebijalsauaau
berupa lesadarau terbeutul,. eugau demiliau, ia deugau
sadar, deugau peugaluau sempurua meuyelidili dau
meueraplau peueerabau terbadap ajarau lebeuarau.
selaraug, para bilsu, sebagai seoraug bilsu, berliuduug
deugau lesadarau yaug demiliau, deugau peugaluau
sempurua meuyelidili dau meueraplau peueerabau terbadap
ajarau-ajarau lebeuarau, iuvestigasi Norma, seiriug diselidili,
tereapailab lesempuruaau.
- k.s., v, p.
18 Perlu ditegaskan bahwa nirwana atau nibbana bukanlah sebuah alam kehidupan atau
surga abadi. Nirwana hanyalah sebuah kondisi kesadaran tertinggi yang telah terbebas dari
kebencian, keserakahan dan ketidaktahuan/kebodohan-batin. Dengan kata lain nirwana
adalah sebuah kondisi mental yang sempurna yang terbebas dari aspek-aspek negatif.
56
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
uarl penuLuran dl aLas, kesadaran dan lnvesugasl sangaL eraL
kalLannya, udak ada yang dapaL dlsempurnakan Lanpa banLuan yang
lalnnya. erenungan Lerhadap kebenaran merupakan hal yang sangaL dasar
yang Lermasuk dalam Lu[uh 8o[[hanga (fakLor pencerahan) LersebuL. lLulah
alasan mengapa Sang 8uddha men[elaskannya pada awal darl deskrlpsl
mengenal fakLor kedua dalam keLu[uh hal LersebuL, dhammawlcaya.
kesadaran adalah sebuah Leknlk yang sangaL penung unLuk kema[uan
usaha klLa unLuk berkembang. 1anpa kesadaran mengamau plklran dan
[asmanl yang penuh dengan kekoLoran yang cenderung merambaL, udak
mungkln seseorang dapaL Lerbebas. namun, Lanpa pemahaman akan
fakLa Lerunggl reallLas (anicca, dukkha dan ooouo serLa hubungan anLara
tanha dan dukkha), prakLik perhauan/perenungan (sou) akan sla-sla.
Panya mellhaL apa yang Ler[adl darl luar udak akan membawa klLa pada
pencerahan mendalam yang menghancurkan keserakahan, kebenclan
dan kebodohan-baun, akar-akar tanha dan dukkha. engolahan sebuah
sLaslun kesadaran. ul slnllah seorang blksu merenungkan kemunculan
segala sesuaLu dalam [asmanl. la, merenungkan kehancuran segala sesuaLu
dalam [asmanl,. dan [uga dalam perasaan, plklran dan keadaan baun."
(k.S., v, p. 160) uengan kaLa laln, dengan perenungan slfaL anicca (dan
dlkembangkan dengan dukkha dan ooouo) [asmanl, perasaan, plklran dan
keadaan baun, kesadaran berkembang.
ul slsl laln, lnvesugasl sendlrl [uga udak akan membuahkan hasll,
hanya sebagal sebuah pengeLahuan lnLelekLual. uengan kesadaran
medlLauf dan pengamaLan mengenal apapun yang muncul dalam plklran
melalul lndera manapun, klLa dapaL mengambll esensl prakuk klLa
57
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
LenLang uharma. Yoniso manasikara menggabungkan kedua fakLor
LersebuL, lnvesugasl dan kesadaran. Yoniso manasikara dlLer[emahkan
sebagal perhauan slsLemaus aLau perenungan bl[ak. uengan slsLemaus,
waspada, penuh kesadaran, seseorang merenungkan uharma, seseorang
merenungkan [asmanl hlngga kebenaran semu dlLembus dan kebenaran
muLlak men[adl [elas. keuka kebl[aksanaan dlperoleh dan kesadaran akan
kebenaran Mulla [asmanl, perasaan, plklran dan keadaan baun (LmpaL
SLaslun kesadaran) konsLan, usaha dan energl (lakLor encerahan keuga)
yang Lekun akan membuahkan keudakmelekaLan dan kebebasan.
usaha lnl adalah lakLor encerahan yang menglkuu dhammawlcaya.
uengan pengakuan penuh, la menyelldlkl dan menerapkan pencerahan
pada a[aran-a[aran kebenaran, usaha yang udak Lergoyahkan LerbenLuk
dalam dlrlnya" (k.S., v, p. S6). uldasarkan oleh pemahaman mengenal
penderlLaan dl ballk kehldupan, klLa seharusnya Lelah sangaL yakln akan
perlunya membebaskan dlrl darl llngkar samsara abadl yang men[adl dasar
usaha klLa unLuk melakukannya. uengan mengeLahul apa yang seharusnya
dllakukan menghasllkan plu. llu adalah kesenangan aLau kenlkmaLan yang
posluf aLau semangaL, perasaan yang muncul karena mengeLahul bahwa
klLa mempunyal sen[aLa unLuk menglkls penderlLaan, yang memouvasl klLa
unLuk LeLap Lekun dalam usaha LersebuL. keLenangan plklran dan [asmanl,
berkembang darl llu, dengan penglklsan keragu-raguan, sebuah sensasl
keLenangan baun yang dldasarl kebl[aksanaan muncul. keuka seseorang
Lelah menyadarl bahwa udak ada sesuaLu dl dunla lnl yang panLas unLuk
dllekau, baun akan Lerlepas darl ob[ek-ob[ek dan cenderung men[adl
Lenang dan penuh konsenLrasl (lakLor keenam). konsenLrasl lnl mengakar
pada pencerahan dan mendorong perLumbuhan pencerahan, membuaL
58
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
baun selmbang dan Lenang. uengan demlklan, keselmbangan baun
(ranung Lerakhlr darl kebl[aksanaan) Lumbuh. Pal lnl bukanlah sebuah
kebosanan aLaupun kedunlawlan melalnkan sebuah keselmbangan baun
yang LerpaLrl dalam plklran yang [ernlh dan pemahaman mendalam yang
membuaL segalanya [elas bahwa udak ada saLupun, menLal maupun slk,
dl manapun pada alam kehldupan apapun, masa lampau, masa sekarang
aLau masa depan, yang panLas sebagal ob[ek kemelekaLan.
8uddha menyaLakan, 8erhubungan dengan dlrlnya sendlrl,
para biksu, Saya mellhaL udak ada saLupun fakLor laln yang berpoLensl
unLuk perkembangan keLu[uh ranung kebl[aksanaan selaln perhauan
slsLemaus. ada seorang biksu yang memlllkl perhauan slsLemaus,
klLa dapaL memasukan bahwa ia akan mengolah dan membuaL banyak
kebl[aksanaan," dan mengembangkan keLu[uh lakLor encerahan lnl
unLuk mengembangkan sayap pembebasan darl penderlLaan (k.S., v, pp.
84-S). Cleh karena lLu, lnvesugasl seksama dan keLeguhan adalah [alan
menu[u kebl[aksanaan dalam semua keadaan.
Jalan Mulia Berunsur Delapan
Sang 8uddha menyaLakan bahwa fakLor lnllah yang merupakan
fakLor yang sama seperu perhauan slsLemaus (yoniso manasikara) yang
membawa seseorang ke aLas !alan Mulla, kebenaran Mulla keempaL,
mengarah pada pelenyapan semua penderlLaan.
seperti iajar, para bilsu, sebuab pelopor, peuauda alau
terbituya matabari. Vemilili perbatiau sistematis, para bilsu,
merupalau sebuab pelopor, peuauda lemuueulau jalau Vulia
ueruusur elapau.
ari seoraug bilsu yaug memilili pilirau sistematis, dapat
dibaraplau babwa ia alau meugolab dau membuat bauyal
jalau Vulia ueruusur elapau. au bagaimaua, para bilsu,
seoraug bilsu bisa saugat terdoroug uutul membuat bauyal
jalau Vulia
i siui seoraug bilsu meugolab audaugau ueuar, yaug
didasarlau pada leteuaugau, peleuyapau, yaug beralbir pada
pelepasau, dau ia meugolabuya berulaug-ulaug. ia meugolab
ilirau ueuar, ueapau ueuar, erbuatau ueuar, Vata eueabariau
ueuar, usaba ueuar, erbatiau/pereuuugau ueuar, ia meugolab
dau membuat bauyal kouseutrasi ueuar yaug didasarlau pada
leteuaugau, peleuyapau, yaug beralbir pada pelepasau.
- k.s., v, p. z;
60
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
!alan Mulla 8erunsur uelapan Lerbagl dalam uga baglan: Paa
(Kebl[aksanaan) yang memuaL dua fakLor perLama, sommo-Jlubl
(andangan 8enar) dan samma-sankappa (lklran 8enar), Sila (ALuran-
MorallLas) yang memuaL samma-vaca (ucapan 8enar), samma-kammanta
(erbuaLan 8enar) dan samma-ajiva (MaLa encaharlan 8enar), Samadhi
(KonsenLrasl) yang memuaL samma-vayama (usaha 8enar), sommo-sou
(erhauan/perenungan 8enar), dan samma-samadhi (konsenLrasl 8enar).
lnvesugasl sangaL penung pada uap baglan. Walaupun pada hakikaLnya
sama dengan paa, kemampuan konLemplasl yang beralasan mempunyal
peran yang slgnlkan dalam pengembangan ALuran-MorallLas (sila)
dan kebl[aksanaan (Samadhi). uan samadhi dan sila sebagal ganunya,
mendorong lnvesugasl.
lnvesugasl Lerhadap kebenaran semu akan menghancurkan
penghalang yang melaplsl dan mengaburkan persepsl klLa sampal
klLa Lelah memahaml dan menelusurl dengan sempurna kebenaran
muLlaknya. lnl adalah wlpassana (pencerahan), lnl adalah paa (lklran
8enar dan andangan 8enar) aLau Kebl[aksanaan. ersls, saudaraku,
seperu pada bulan akhlr muslm kerlng pada suhu slang harl yang unggl
pasu akan ada faLamorgana dan seorang yang berpandangan La[am akan
mengamaunya dan menelusurl slfaL asllnya. uengan mengamaunya,
ia akan menemukannya Lanpa lnu." (k.S., lll, p. 119) !lka klLa menerlma
lnformasl mengenal reallLas dunla lnl, balk eksLernal maupun lnLernal darl
lndera klLa Lanpa memerlksanya dengan Lellu, klLa LerlkaL unLuk berundak
aLas dasar faLamorgana darl keudakLahuan, sebagalmana plklran masa
lampau yang memengaruhl persepsl (perasaan dan reaksl) dldasarkan
pada asumsl salah akan kekekalan, kecanukan, kebahaglaan dan ego.
61
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
uengan andangan 8enar, klLa berangsur mellhaL bagalmana
sebenarnya udak ada kekekalan, kecanukan (karena semuanya selalu
berubah, men[adl Lua dan hancur), udak ada yang dapaL memuaskan
klLa dan udak ada lnu dalam semua ob[ek yang LellhaL, makhluk aLau
semua fenomena alam semesLa. klLa memahaml bahwa hanya ada proses
Lerkondlsl darl pen[elmaan yang muncul dan lenyap semaLa-maLa karena
kondlsl LerLenLu. lklran 8enar adalah sebuah cara unLuk memperoleh
andangan 8enar, dan lnvesugasl kebenaran adalah sama dengan lklran
8enar. Apapun plklran yang muncul, anggapan, alasan, buah plklran,
pendapaL, penerapan. baun men[adl sucl, [auh darl kedunlawlan, dan
melebur dengan Sang !alan, !alan Mulla yang dlclLa-clLakan" dlsebuL
lklran 8enar (Ma[[hlma nlkaya, 117). Secara sederhana, lklran 8enar
adalah proses berplklr unLuk bebas darl kelnglnan buruk aLau ke[ahaLan
dan berplklr unLuk melepaskan keserakahan dan nafsu. andangan
8enar Lumbuh semakln kuaL selrlng klLa menyelldlkl keseluruhan esensl
darl 8uddha uharma. Semakln klLa menerapkannya pada baun klLa,
1lga karakLerlsuk unlversal, konsep karma balk dan buruk, uokLrln
kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu dan LmpaL kebenaran Mulla,
semua men[adl leblh beraru dan leblh [elas bagl klLa. 8agalmana semua
lLu men[elaskan fenomena-fenomena kehldupan dan [alan keluar darl
segala penderlLaan. la memahaml apa yang paLuL unLuk dlrenungkan.
la merenungkan yang panLas. uengan bl[ak ia merenungkan apa lLu
penderlLaan, apa lLu lenyapnya penderlLaan, apa lLu [alan menu[u
lenyapnya penderlLaan." (Ma[[hlma nlkaya, 2) uengan demlklan, plklran,
ucapan dan undakan men[adl berslh dan membawa klLa semakln dekaL
dengan pelenyapan segala penderlLaan.
62
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Sila adalah ALuran-MorallLas, ucapan 8enar, erbuaLan 8enar dan
MaLa pencaharlan 8enar. namun, ada banyak [enls ALuran-MorallLas yang
leblh umum, llma aLuran bagl umaL awam hlngga 227 aLuran bagl 8lksu/
nl. uncak darl ALuran-MorallLas adalah puncak darl !alan Mulla, yalLu
kesempurnaan undakan dan ucapan yang dldasarkan pada kehendak
menLal yang balk, keuka plklran udak lagl mengembangkan nafsu-
kelnglnan (tanha), lLulah saaLnya plklran men[adl sucl dan Lerbebas darl
semua penderlLaan. klLa dapaL melaksanakan ALuran-MorallLas, secara
Lradlsl, aLau mendlskuslkan ALuran-MorallLas sebelum lauhan medlLasl
unLuk mendukung maksud dan Lu[uan klLa. Akan LeLapl, [lka morallLas
seperu lLu udak dldasarl andangan 8enar, akan sangaL lemah keuka
sedang berada pada Lekanan yang buruk. Sebuah fakLa unLuk dlpahaml
bahwa, Panya karma balk dan buruk yang dllakukan oleh makhluk
hlduplah yang merupakan harLa kekayaan yang selalu menemanl mereka
dl manapun mereka berada dan dalam alam apapun," (kuupan 5obbo-souo
dalam Ledl Sayadaw, Manuals of Buddhism hal. 7S, Samma-dluhl ulpanl)
akan memperkuaL Lekad seseorang unLuk menahan dlrl darl perbuaLan,
ucapan dan yang pallng penung, plklran buruk. Memahaml dengan [elas
!alan Mulla dan bagalmana ALuran-MorallLas Lerhubung dengan baglan
yang lalnnya [uga merupakan sebuah dorongan besar unLuk men[aga
moral. ALuran-MorallLas membuaL langkah awal menu[u kesuclan. !lka
klLa LerLarlk dalam segala sesuaLu yang memabukkan aLau undakan
seksual yang udak benar (seperu pemerkosaan) aLau melanggar uga
aLuran lalnnya, klLa udak dapaL mencapal konsenLrasl aLau kebl[aksanaan.
karena kelakuan seperu lLulah plklran men[adl kacau, keLaglhan aLau
sangaL kacau. Akan LeLapl, [lka klLa men[aga morallLas klLa LeLap sucl,
klLa akan dapaL berusaha men[alankan konsenLrasl dan penyempurnaan
yang merupakan peran darl konsenLrasl dan kebl[aksanaan. andangan
63
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
8enar menglkls semua keudakLahuan. uengan Lerklklsnya keudakLahuan,
plklran bebas darl nafsu-kelnglnan, secara oLomaus klLa memlllkl ALuran-
MorallLas yang sempurna. 8ersandar pada prlnslp-prlnslp uharma lnl agar
klLa benar-benar memahaml hasll perbuaLan buruk maupun penungnya
men[aga ALuran-MorallLas sebagal dasar kema[uan dl !alan Mulla akan
membuaL morallLas klLa semakln kuaL dan memperkecll kemungklnan
unLuk Ler[erumus apapun slLuasl provokauf yang muncul.
1lga elemen Lerakhlr dalam !alan Mulla, yalLu: usaha, perhauan/
perenungan dan konsenLrasl, menyusun kelompok yang dlsebuL
KonsenLrasl. SemangaL, usaha yang udak mengenal lelah dlbuLuhkan unLuk
menembus kebenaran kehldupan yang semu dan memahaml dengan
mendalam kebenaran muLlak. emahaman dan pemlklran yang LerpusaL
dapaL membanLu klLa unLuk melenyapkan plklran-plklran buruk, berusaha
leblh glglh unLuk mengellmlnasl plklran-plklran buruk dan mengembangkan
usaha unLuk berperllaku balk. namun, hal lnl belum cukup unLuk dlsebuL
usaha benar. Seorang biksu men[auhkan kelnglnan, berusaha, mulal
ber[uang, mengendallkan plklrannya unLuk mencegah munculnya kondlsl
buruk yang udak mengunLungkan yang belum muncul, unLuk semua
kondlsl yang buruk aLau udak mengunLungkan, ia berusaha, berusaha
unLuk menghancurkannya. unLuk semua kondlsl balk yang belum muncul,
ia berusaha unLuk memunculkannya. unLuk kondlsl balk yang sudah ada,
ia berusaha, ber[uang mengendallkan plklrannya unLuk kelangsungan hal
LersebuL, unLuk kesadaran, kebangklLan, pengembangan, pengolahan
dan pemenuhannya. lLu, para blksu, yang dlsebuL usaha 8enar". (k.S.,
v, p. 8) uengan demlklan, usaha memperkuaL dan mendorong lnvesugasl
mendalam dan seballknya, lnvesugasl mengarah pada pemahaman
mengenal bagalmana usaha harus dlLerapkan dengan benar.
64
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
Seperu yang Lelah dlbahas sebelumnya, ada hubungan yang sangaL
eraL anLara kesadaran dan lnvesugasl, keduanya sallng berganLungan
saLu dan lalnnya, bahkan udak mungkln dapaL dlplsahkan. LmpaL sLaslun
kesadaran, [asmanl, perasaan, baun, dan ob[ek-ob[ek menLal, merupakan
hal yang harus dlolah, dlrenungkan dan dlplklrkan melalul anicca, dukkha
dan ooouo. Seorang biksu merenunungkan kemunculan unsur-unsur
[asmanl. la merenungkan hancurnya unsur-unsur [asmanl, la merenungkan
kemunculan dan kehancuran unsur-unsur [asmanl, dan perasaan, plklran
serLa ob[ek-ob[ek plklran, glaL, Lenang dan sadar dengan mengendallkan
kedengklan dan kelrlan dengan menghormau dunla. lnllah, para biksu,
yang dlsebuL dengan pengolahan sebuah sLaslun kesadaran." (k.S., v,
p. 160) roses kesadaran [asmanl mencakup sebuah pemahaman balk
mengenal slfaL keudakkekalannya, kehancuran dan kemauannya (anicca),
keudakpuasan yang membawa penderlLaan (dukkha), udak dapaL dlsebuL
sebagal aku" aLau mlllkku" karena klLa udak dapaL mengendallkan
perubahannya aLau membuaLnya seperu apa yang klLa lnglnkan (ooouo).
Lauhan-lauhan khusus dalam kesadaran [asmanl (seperu kesadaran
pada nafas aLau uga puluh dua baglan [asmanl) [lka dlprakukkan unLuk
pencerahan, bukan hanya unLuk konsenLrasl, harus mencakup perenungan
pada esensl darl [asmanl.
ola plklr yang sama [uga dlbuLuhkan unLuk pengolahan
perenungan Lerhadap perasaan (Vedananupassana), perenungan
Lerhadap plklran (cluooopossooo) dan perenungan Lerhadap ob[ek-ob[ek
plklran (Dhammanupassana). Sang 8uddha memberlLahu sekelompok
biksu senlor unLuk menga[ar biksu baru sesual dengan lsl khoLbah berlkuL:
ualam perasaan engkau merenungkan perasaan (sebagal perasaan
65
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
dunlawl) dengan glaL, Lenang, Lerfokus, konsenLrasl, dengan plklran
yang [ernlh, unLuk memahaml perasaan sebagalmana adanya. ualam
plklran. unLuk memahaml plklran sebagalmana adanya. ualam kondlsl
plklran. unLuk memahaml kondlsl plklran sebagalmana adanya." (k.S.,
v, p.123) lnl beraru bahwa perasaan, plklran, dan ob[ek-ob[ek plklran
harus dlamau dan dlrenungkan dengan waspada, Lerfokus dan ob[ekuf
unLuk memperoleh pencerahan se[au ke dalam reallLas Lerungglnya.
ualam vedananupassana (Leknlk khas yang dla[arkan oleh S.n. Coenka
dkk.), komblnasl darl pengalaman medlLauf LenLang perasaan, sensasl
perubahan yang halus, yang dlclpLakan dalam [asmanl oleh proses
bloklmla yang mencermlnkan perubahan keadaan plklran, dengan lklran
8enar mengenal slfaL asll darl semua agregaL yang dapaL membebaskan
klLa darl segala keudakLahuan, tanha dan dukkha. engalaman allran
bebas, merasakan sensasl melalul seluruh Lubuh dalam saLu kall sensasl
aLau semuanya dalam wakLu yang sama (sensasl-sensasl yang secara
Lerus-menerus dlhasllkan oleh perubahan kalapa, parukel subaLomlk
yang menyusun saLu massa [asmanl) Lanpa memahaml aru mendalam
darl sensasl-sensasl lnl, akan sama seperu pengalaman lalnnya, lbaraL
keLerLarlkan yang berlalu beglLu sa[a, udak memberlkan efek yang beraru
dalam kehldupan klLa. Sama halnya [lka klLa hanya mengeLahul kebenaran
muLlak Lanpa langsung mengeLahulnya dalam fenomena llma 8enLukan-
hldup melalul konsenLrasl penuh kesadaran. Anallsls dan berplklr raslonal
[uga harus dlLerapkan secara sadar, berkeslnambungan Lerhadap akuvlLas
plklran dan ob[ek-ob[ek plklran. Cleh karena lLu, unLuk membawa keempaL
sLaslun kesadaran pada Lu[uan akhlrnya, keudakkekalan, keudakpuasan,
dan keudakLahuan darl fenomena lnl harus dlpahaml.
66
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
uarl slsl laln, Lanpa lnvesugasl yang Lerfokus, klLa udak akan dapaL
menembus kebenaran semu yang Leramau karena plklran udak akan dapaL
berLahan pada saLu sub[ek dengan cukup lama. konsenLrasl udak Ler[aga
kuaL [lka plklran kacau dan melekaL pada plklran yang daLang dan pergl,
dan hanya keuka klLa memahaml bahwa semua yang ada dl dalam plklran
adalah udak berguna dan dukkha, plklran akan Lerbebas dan udak LerlkaL
serLa cenderung konsenLrasl pada ob[ek bermanfaaL yang dlplllh.
uengan demlklan, klLa mellhaL bagalmana plklran lnvesugauf
uharma adalah sebuah baglan lnu darl pengembangan lklran 8enar dan
andangan 8enar, bagalmana perenungan seksama memperkuaL morallLas,
bagalmana perumbangan yang LepaL menun[ukkan dl mana usaha harus
dlLerapkan, aru Lerunggl ob[ek-ob[ek kesadaran yang dapaL memperkuaL
konsenLrasl. 8eglLu pula seballknya, bagalmana pengembangan keuga
elemen kelompok konsenLrasl (usaha benar, erenungan 8enar dan
konsenLrasl 8enar) lnl berkonLrlbusl dalam memperluas dan memperdalam
llngkup lnvesugasl uharma. !adl, keuka klLa mulal mengembangkan
perhauan slsLemaus, klLa mulal ber[alan dl aLas sang [alan, LmpaL
kebenaran Mulla yang dlLemukan Sang 8uddha, [alan yang membebaskan
plklran klLa darl keLerlkaLan dan mengembangkan kedamalan, bebas darl
keudakLahuan, kelnglnan, dan penderlLaan. uhammawlcaya, lklran 8enar,
akan mendorong klLa pada semua ungkaL dan aspek !alan Mulla 8erunsur
uelapan dan pengembangan fakLor-fakLor lalnnya, [uga menlngkaLkan
kemampuan lnvesugasl uharma dalam dlrl klLa.
Kesimpulan
uhammawlcaya, lnvesugasl Lerhadap kenyaLaan, merupakan salah
saLu hal yang pallng penung bagl medlLaLor yang mencarl pencerahan dan
kebebasan darl dukkha (penderlLaan). enyelldlkan secara seksama dalam
medlLasl dapaL menembus kebenaran-kebenaran semu dan mencapal
reallsasl muLlak darl kebenaran Lerunggl fenomena-fenomena kehldupan.
!adl, dengan pemlklran krlus dalam medlLasl wlpassana, klLa menyadarl
seluruhnya, bagalmana kellma unusur kehldupan klLa dan semua
dunla luar (nama-rupa) yang Leramau oleh lndera-lndera sebenarnya
udak kekal, muncul dan lenyap seuap saaL, [uga kenyaLaan bahwa llma
8enLukan-hldup udak pernah membawa kebahaglan se[au, LeLapl hanya
dukkha, karena semua hal adalah udak kekal adanya, semua fenomena
perubahan dan keudakpuasan sebenarnya udak memlllkl lnu, udak panLas
dllekau, udak dapaL dlsebuL sebagal Aku" aLau mlllkku". Selrlng dengan
merenungkan hal lnl dengan serlus dan meyelldlkl hukum sebab aklbaL
darl semua proses kehldupan, memlklrkan kebenaran mulla darl dukkha,
sebab dukkha, lenyapnya dukkha, dan [alan menu[u lenyapnya dukkha,
dengan Lekun dalam medlLasl akan melemahkan kemelekaLan (tanha)
serLa keudakLerlkaLan, maka pembebasan pasu berkembang. Selaln lLu,
fakLor pencerahan dan [alan mulla lalnnya dengan dlsempurnakan oleh
dorongan darl uhammawlcaya akan membawa klLa menu[u Lercapalnya
kebebasan muLlak darl segala kelahlran dan penderlLaan.
erbuaLan balk klLa darl masa lampau Lelah membawa klLa Lerlahlr
sebagal manusla pada masa A[aran 8uddha lnl, membawa klLa unLuk
mengenal muuara yang uada Lara, yalLu uharma. !adl, sekaranglah saaLnya
68
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
klLa berusaha dengan glaL dan memperkuaL kehendak baun dan plklran klLa
menu[u pembebasan. klLa harus glglh dalam mendalaml dan menyelldlkl,
mereallsaslkan dan memahaml kebenaran muLlak darl kehldupan agar
Lerbebas darl dukkha. uengan pencerahan lnl, baun akan men[adl berslh,
bebas darl semua fenomena perubahan, keudakpuasan dan keudakLahuan.
lnllah yang dlsebuL kedamalan se[au dan pembebasan.
semoga semua malblul berbabagia:
semoga semua malblul berada dalam ledamaiau:
semoga semua malblul terbebaslau:
Daftar Istilah
ArahaL : Crang yang Lelah mencapal ungkaL kesuclan Lerunggl, yang Lelah
Lerbebas darl dukkha (penderlLaan), dan mereallsaslkan nlrwana
(nlbbana) dengan melenyapkan kebenclan, keudakLahuan dan
keserakahan. uengan kaLa laln mencapal pencerahan seperu
8uddha. ualam A[aran 8uddha LerdapaL 4 ungkaLan sucl, yalLu
soLapanna, sakadagaml, anagaml, arahaL.
ALuran-MorallLas (slla) : ALuran aLau suaLu euka (morallLas) buddhls.
conLohnya adalah Llma ALuran-MorallLas buddhls (pancaslla) yang
Lerdlrl darl S (panca) aLuran-morallLas (slla), yalLu: (1) menghlndarl
menyaklu makhluk hldup, (2) menghlndarl mengambll barang
yang udak dlberlkan, (3) menghlndarl perllaku seksual yang
salah, (4) menghlndarl perkaLaan bohong, kaLa-kaLa kasar, goslp,
dan memLnah, (S) menghlndarl penggunaan barang yang
melemahkan kesadaran, seperu mabuk-mabukan, menggunakan
narkoba dan lalnnya.
8enLukan-hldup (khandha) : kelompok yang menyusun kehldupan manusla,
yalLu slk (Lubuh), plklran, perasaan, kesadaran, persepsl.
uukkha : 8lasanya dlarukan sebagal penderlLaan". namun, unLuk
memahaml konsep lnl, harus dlkalLkan dengan konsep perubahan
(anlcca) dan Lanpa-dlrl (anaua). Leblh LepaL dukkha dlarukan
sebagal penderlLaan karena keudakpuasaan dalam menerlma
perubahan".
70
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
LmpaL kebenaran Mulla : lnu a[aran 8uddha dan lnllah yang selalu dla[arkan
8uddha dan harus dlpahaml unLuk mencapal pencerahan. LmpaL
kebenaran Mulla Lerdlrl darl: 1. Adanya penderlLaan (dukkha),
2. Ada sebab penderlLaan, 3. enderlLaan dapaL dllenyapkan, 4.
!alan aLau cara menu[u lenyapnya penderlLaan, yalLu !alan Mulla
8erunsur uelapan.
lakLor-fakLor encerahan : 8ahasa allnya bo[[hanga", arunya hal-hal
aLau fakLor yang membawa seseorang menu[u pencerahan.
1erdlrl darl Lu[uh fakLor, yalLu 1. erenungan, 2. lnvesugasl
Lerhadap kebenaran, 3. usaha yang bersemangaL, 4. kepuasan
menerlma apa adanya, S. keLenangan Lerhadap gangguan
perasaan berleblhan, 6. konsenLrasl/kewaspadaan plklran, 7.
keselmbangan plklran darl pemlklran-pemlklran negauf.
!alan Mulla 8erunsur uelapan : !alan 1engah lnl adalah prakuk yang
akan membawa kepada kedamalan se[au (nlbbana). 1erdlrl darl
delapan baglan yang semuanya merupakan saLu kesaLuan dan
sallng LerkalL. !alan Mulla 8erunsur uelapan lnl Lerdlrl darl : (1)
andangan 8enar, (2) lklran 8enar (nlaL/kehendak benar), (3)
emblcaraan benar (ucapan benar), (4)erbuaLan benar, (S)
encaharlan/enghldupan benar, (6)upaya benar, (7)erhauan
benar (erenungan benar), dan (8)emusaLan lklran benar
(konsenLrasl benar).
!hana : keadaan-keadaan konsenLrasl seseorang yang Lelah mendalam,
pemusaLan plklran (konsenLrasl) yang sangaL mendalam pada
suaLu ob[ek.
kesallngLerkalLan AnLar Segala SesuaLu (auccasamuppada) : Secara semplL
71
I nvesti gasi Menuj u Pencerahan
bermakna sebagal dua belas maLa ranLal sebab-aklbaL yang
sallng berganLungan". Secara luas bermakna kesallngLerkalLam
anLar segala sesuaLu", arunya bahwa suaLu hal yang Ler[adl ada
sebabnya dan sebabnya udak harus Lunggal karena banyak fakLor
yang mendukung. 8eglLu pula aklbaL darl sebab-sebab udaklah
harus Lunggal. emahaman Lerhadap lnl sama arunya dengan
pemahaman Lerhadap kebenaran.
nafsu-kelnglnan (Lanha) : kelnglnan yang dlserLal dengan keserakahan.
8erbeda dengan kelnglnan unLuk kebuLuhan. nafsu-kelnglnan
blasanya hanya unLuk memuaskan dlrl padahal bukan benar-
benar kebuLuhan.
erhauan-SlsLemaus (yonlso-manaslkara): suaLu perhauan seksama unLuk
menyelldlkl suaLu hal yang sedang Ler[adl, akan Ler[adl, maupun
belum Ler[adl. 8enLuknya sama dengan lnvesugasl Lerhadap
kebenaran.
KELUARGA MAHASISWA BUDDHIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
(KAMADHIS UGM)
keluarga Mahaslswa 8uddhls (kAMAuPlS) uCM adalah salah saLu
unlL keglaLan Mahaslswa (ukM) yang bergerak dalam bldang kerohanlan.
Sebagal sebuah Crganlsasl 8uddhls, kAMAuPlS uCM lkuL berperan akuf dalam
pengembangan 8uddhlsme secara kuallLas pada Mahaslswa 8uddhls dl uCM. ul
slnllah mahaslswa 8uddhls uCM darl berbagal daerah, bahkan berbagal negara,
berkumpul dan bela[ar bersama. keglaLan kAMAuPlS uCM berslfaL lnLern
(keanggoLaan) dan eksLern (umum & non-8uddhls).
keglaLan kAMAuPlS uCM yang berslfaL lnLern mellpuu keglaLan:
Malam keakraban (Makrab) anggoLa kAMAuPlS uCM 1.
Lauhan kepemlmplnan (Lk) 2.
8ekreasl & Clahraga bersama 3.
erayaan Parl 8esar Agama 8uddha, dll. 4.
keglaLan kAMAuPlS uCM yang berslfaL umum anLara laln :
8aku Soslal (8aksos) yang dladakan mlnlmal 1x dalam 1 Lahun. 1.
ulskusl dan 2. Sharing uhamma yang Lerbuka unLuk umum dan dladakan
secara frekuenuf.
Lauhan MedlLasl yang [uga Lerbuka unLuk umum dan dladakan 3.
frekuenuf.
ul bldang [urnallsuk, kAMAuPlS uCM secara berkala menerblLkan
buleun LkA-Cl11A, yang membahas lsu-lsu hangaL dan korelaslnya dengan
8uddhlsme. lsl buleun LkA-Cl11A adalah hasll Lullsan anggoLa kAMAuPlS uCM
yang berLu[uan unLuk mengasah kekreaufan dan poLensl [urnallsuk yang dlmlllkl
oleh mahaslswa 8uddhls uCM. Selaln lLu, kAMAuPlS uCM [uga menerblLkan
buku uharma graus se[ak Lahun 2008 yang dlbaglkan ke seluruh pemlnaL, wlhara
dan organlsasl 8uddhls semakslmal mungkln.
kAMAuPlS uCM [uga membuka kesempaLan bagl para pembaca dan
para umaL unLuk menanam keba[lkan dengan cara berdana. uana LersebuL
akan menlngkaLkan dan melesLarlkan usaha penerblLan buku-buku graus yang
salah saLunya sedang ada dl Langan Anda sekarang. 8erdana merupakan unsur
perLama darl 3 dasar undakan bermanfaaL (pooookltlyovoubo), unsur perLama
darl 4 sarana yang memberlkan manfaaL pada makhluk laln (sooqbo-voubo) dan
sebagal unsur perLama darl 10 paraml (kesempurnaan).
Cleh karena lLu, [lka Anda bernlaL unLuk berdana, Anda dapaL menglrlm
dana LersebuL ke :
8ek 8CA : 0372SS1648
8CA kCu ?CC?AkA81A
a.n. !. Lendl Su lr.
!lka Anda lngln mendapaLkan buku-buku yang Lelah dlLerblLkan, balk
versl buku maupun buku elekLronlk (e-book), dapaL langsung menghubungl kaml
vla sms aLau suraL elekLronlk (e-mail) dengan mencanLumkan nama, alamaL
lengkap dan e-mall. 8erlkuL dafar buku yang Lelah dlceLak:
naslhaL rakus 8agl MedlLaLor, oleh 8hlkkhu khanupalo. 1.
nl88AnA, sebagal suaLu pengalaman hldup, oleh Llly de Sllva. 2.
lnvesugasl Menu[u encerahan, oleh Susan Llbaum !ooLla 3.
Keterangan lebih lanjut hubungi :
KAMADHIS UGM
HP : 081804359456
E-mail : kamadhis_ugm@yahoo.com