Anda di halaman 1dari 34

GANGGUAN ALAM PERASAAN

OLEH DARYANTO, SKP, M.KEP

ALAM PERASAAN = KEADAAN EMOSIONAL YG

BERKEPANJANGAN YANG MEMPENGARUHI SELURUH KEPRIBADIAN DAN FUNGSI KEHIDUPAN SESEORANG. MANIA = SUATU GANGGUAN ALAM PERASAAN YG DITANDAI DENGAN KEADAAN EMOSIONAL MENINGKAT, MELUAS ATAU KEADAAN MUDAH TERSINGGUNG DAN TERANGSANG. DEPRESI = SUATU GANGGUAN ALAM PERASAAN YG DITANDAI PERASAAN SEDIH DAN BERDUKA YG BERLEBIHAN DAN BERKEPANJANGAN

RENTANG RESPONS EMOSIONAL


RESPON ADAPTIF RESPON MALADAPTIF

RESPONSIF

REAKSI KEHILANGAN WAJAR

SUPRESI

REAKSI KEHILANGAN YG MEMANJANG

MANIA/ DEPRESI

RESPONSIF= RESPONS EMOSIONAL INDIVIDU

YG TERBUKA DAN SADAR AKAN PERASAANNYA.INDIVIDU BERPARTISIPASI DENGAN DUNIA EKSTERNAL DAN INTERNAL. REAKSI KEHILANGAN WAJAR = NORMAL DIALAMI OLEH INDIVIDU YG MENGALAMI KEHILANGAN. INDIVIDU MENGHADAPI REALITA DARI KEHILANGAN DAN MENGALAMI PROSES KEHILANGAN, MISALNYA BERSEDIH, BERFOKUS PADA DIRI SENDIRI, BERHENTI MELAKUKAN KEGIATAN SEHARI-HARI. REAKSI KEHILANGAN TIDAK BERLANGSUNG LAMA.

SUPRESI= TAHAP AWAL RESPONS EMOSIONAL

MALADAPTIF, INDIVIDU MENYANGKAL, MENEKAN ATAU MENGINTERNALISASI SEMUA ASPEK PERASAAN TERHADAP LINGKUNGAN. REAKSI BERDUKA YG MEMANJANG MERUPAKAN PENYANGKALAN YG MENETAP DAN MEMANJANG, TETAPI TIDAK TAMPAK REAKSI EMOSIONAL TERHADAP KEHILANGAN. REAKSI DUKA DAPAT TERJADI BEBERAPA TAHUN. MANIA/ DEPRESI = RESPONS EMOSIONAL YG BERAT DAN DAPAT DIKENAL MELALUI INTENSITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP FISIK INDIVIDU DAN FUNGSI SOSIAL.

FAKTOR PREDISPOSISI
GENETIK =

KETURUNAN, KEMBAR MONOZIGOT > DIZIGOT. TEORI AGRESI BERBALIK PADA DIRI SENDIRI= DEPRESI AKIBAT MARAH DIALIHKAN PADA DIRI SENDIRI. FREUD= KEHILANGAN OBJEK/ORANG, AMBIVALEN ANTARA PERASAAN BENCI DAN CINTA DAPAT BERBALIK MENYALAHKAN DIRI SENDIRI. TEORI KEHILANGAN = KEHILANGAN ORANG TUA PADA MASA ANAK, PERPISAHAN TRAUMATIS PADA ORANG YG SANGAT DICINTAI DAN INDIVIDU TIDAK BERDAYA MENGATASI KEHILANGAN TEORI KEPRIBADIAN = TIPE KEPRIBADIAN TERTENTU MENYEBABKAN DEPRESI ATAU MANIA.

TEORI KOGNITIF =

DEPRESI MERUPAKAN MASALAH KOGNITIF YG DIPENGARUHI OLEH PENILAIAN NEGATIF DIRI SENDIRI, LINGKUNGAN DAN MASA DEPAN MODEL BELAJAR KETIDAKBERDAYAAN = DEPRESI DIMULAI DARI KEHILANGAN KENDALI DIRI LALU MENJADI PASIF YG TIDAK MAMPU MENGHADAPI MASALAH, LALU INDIVIDU TIMBUL KEYAKINAN AKAN KETIDAKMAMPUANNYA MENGENDALIKAN KEHIDUPAN SEHINGGA TIDAK BERUPAYA MENGEMBANGKAN RESPONS YG ADAPTIF. MODEL PERILAKU = DEPRESI MUNCUL KARENA KURANGNYA PUJIAN (REINFORCEMENT POSITIF) SELAMA BERINTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN MODEL BIOLOGIS = DEPRESI TERJADI PERUBAHAN KIMIAWI YAITU DEFISIT KATEKOLAMIN, TIDAK BERFUNGSINYA ENDOKRIN DAN HIPERSEKRESI KORTISOL.

FAKTOR PRESIPITASI
BIOLOGIS =
PERUBAHAN FISIOLOGIS OLEH OBAT-OBATAN ATAU BERBAGAI PENYAKIT FISIK SEPERTI INFEKSI, NEOPLASMA, DAN KETIDAKSEIMBANGAN METABOLISME PSIKOLOGIS = KEHILANGAN KASIH SAYANG, KEHILANGAN CINTA SESEORANG DAN KEHILANGAN HARGA DIRI SOSIAL BUDAYA = KEHILANGAN PERAN, PERCERAIAN, KEHILANGAN PEKERJAAN

PERILAKU DAN MEKANISME COPING


MEKANISME COPING UNTUK

KEHILANGAN YG MEMANJANG ADALAH DENIAL DAN SUPRESI MEKANISME COPING UNTUK DEPRESI YAITU REPRESI, SUPRESI, DENIAL, DISOSIASI.

PERILAKU MANIA
AFEKTIF GEMBIRA BERLEBIHAN

(EUPHORIA) HARGA DIRI MENINGKAT TIDAK TAHAN KRITIK

PERILAKU MANIA
KOGNITIF AMBISI MUDAH TERPENGARUH MUDAH BERALIH

PERHATIAN WAHAM KEBESARAN ILUSI FLIGHT

PERILAKU MANIA
FISIK DEHIDRASI NUTRISI TIDAK ADEKUAT KEBUTUHAN TIDUR

/ISTIRAHAT BERKURANG BERAT BADAN MENURUN

PERILAKU MANIA
TINGKAH LAKU
AGRESIF HIPERAKTIF AKTIVITAS MOTORIK MENINGKAT KURANG BERTANGGUNGJAWAB ROYAL IRITABEL ATAU SUKA DEBAT PERAWATAN DIRI KURANG TINGKAH LAKU SEKSUAL YG BERLEBIHAN BICARA BERTELE-TELE

PERILAKU DEPRESI
AFEKTIF SEDIH, CEMAS, APATIS,

MURUNG KEBENCIAN, KEKESALAN, MARAH PERASAAN DITOLAK, PERASAAN BERSALAH, MERASA TIDAK BERDAYA, PUTUS ASA MERASA SENDIRI MERASA RENDAH DIRI MERASA TIDAK BERHARGA

PERILAKU DEPRESI
KOGNITIF AMBIVALEN, BINGUNG, RAGU
RAGU, TIDAK MAMPU KONSENTRASI HILANG PERHATIAN DAN MOTIVASI MENYALAHKAN DIRI SENDIRI PIKIRAN MERUSAK DIRI RASA TIDAK MENENTU, PESISMIS

PERILAKU DEPRESI
SAKIT PERUT, ANOREKSIA,

FISIK

MUAL, MUNTAH GANGGUAN PENCERNAAN, KONSTIPASI LEMAH, LESU, NYERI KEPALA, PUSING INSOMNIA, NYERI DADA, OVERACTING PERUBAHAN BERAT BADAN, GANGGUAN SELERA MAKAN GANGGUAN MENSTRUASI, IMPOTEN TIDAK BERESPON TERHADAP SEKSUAL

PERILAKU DEPRESI
TINGKAH LAKU
AGRESIF, AGITASI, TIDAK
TOLERAN GANGGUAN TINGKAT AKTIVITAS KEMUNDURAN PSIKOMOTOR MENARIK DIRI, ISOLASI SOSIAL IRITABEL BERKESAN MENYEDIHKAN KURANG SPONTAN GANGGUAN KEBERSIHAN

PENGKAJIAN DEPRESI
1. RIWAYAT : A. ADL :KEB.NUTRISI, TIDUR, MINAT, AKTIVITAS FISIK, SEKSUAL B. KEBIASAAN ; ALKOHOL, OBAT, MEROKOK. C. TINGKAH LAKU MENYIMPANG D. RIWAYAT PENYAKIT E. RIWAYAT KES. KELUARGA F. REVIEW SISTEM 2. TEST DIAGNOSTIK DEXAMETHASONE SUPRESION TEST (DST)

PENGKAJIAN MANIA
1. RIWAYAT : A. ADL : KEB.NUTRISI, TIDUR, MINAT, AKTIVITAS FISIK, SEKSUAL B. KEBIASAAN ; ALKOHOL, OBAT, MEROKOK. C. TINGKAH LAKU MENYIMPANG D. RIWAYAT PENYAKIT E. RIWAYAT KES. KELUARGA

DIAGNOSA KEPERAWATAN

BERDUKA DISFUNGSIONAL KETIDAK-BERRDAYAAN PENINGKATAN MOBILITAS FISIK GANGGUAN POLA TIDUR RISIKO TERHADAP CIDERA PERUBAHAN NUTRISI DEFISIT PERAWATAN DIRI ANSIETAS

PERANCANAAN
TUJUAN UMUM= MENGAJARKAN KLIEN BERESPONS

EMOSIONAL YG ADAPTIF DAN MENINGKATKAN RASA PUAS SERTA KESENANGAN YG DAPAT DITERIMA OLEH LINGKUNGAN

TINDAKAN KEPERAWATAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. LINGKUNGAN HUBUNGAN PERAWAT-KLIEN AFEKTIF KOGNITIF PERILAKU SOSIAL FISIOLOGIS

LINGKUNGAN
PRIORITAS = MENCEGAH TERJADI
KECELAKAAN TEMPATKAN KLIEN MANIA DI LINGKUNGAN YG AMAN YAITU LANTAI DASAR, KURANGI RANGSANGAN DAN SUASANA YG TENANG KLIEN DEPRESI DITUJUKAN CEGAH RISIKO BUNUH DIRI.

HUBUNGAN PERAWAT- KLIEN


KLIEN DEPRESI =
HUB SALING PERCAYA, TUNJUKKAN RASA, HANGAT, MENERIMA, DIAM AKTIF, JUJUR, EMPATI BICARA LAMBAT, SEDERHANA, DAN BERI WAKTU KLIEN UNTUK BERFIKIR DAN MENJAWAB KLIEN MANIA = HUB. SALING PERCAYA, BATASAN KONSTRUKTIF, KONTROL PERILAKU KLIEN. KONTROL LINGKUNGAN (PERAWAT, DOKTER, KLIEN) SECARA KONSISTEN GUNA MEMPERCEPAT KESADARAN KLIEN MENGONTROL PERILAKU.

AFEKTIF
KLIEN DEPRESI ; PERAWAT HRS PUNYA HARAPAN PADA

KLIEN AKAN LEBIH BAIK. TERIMA KLIEN, HANGAT, SEDERHANA. BANTU KLIEN UNTUK MENERIMA DAN MENENANGKAN KLIEN DORONG EKSPRESIKAN PENGALAMAN YG MENYAKITKAN DAN MENYEDIHKAN

KOGNITIF

TUJUAN = MENINGKATKAN KONTROL DIRI KLIEN PADA


TUJUAN DAN PERILAKU, MENINGKATKAN HARGA DIRI DAN MEMBANTU KLIEN MEMODIFIKASI HARAPAN YG NEGATIF. CARA MENGUBAH PIKIRAN NEGATIF : 1. IDENTIFIKASI SEMUA IDE, PIKIRAN NEGATIF 2. IDENTIFIKASI ASPEK POSITIF YG DIMILIKI KLIEN 3. DORONG KLIEN MENILAI KEMBALI PERSEPSI, LOGIKA DAN RASIONAL 4. DORONG KLIEN MENILAI KEMBALI PERSEPSI YG SALAH/ NEGATIF KE PERSEPSI POSITIF DARI TIDAK REALISTIS KE REALISTIS 5. SERTAKAN KLIEN PADA AKTIVITAS YG MEMPERLIHATKAN HASIL. BERI PENGUATAN DAN PUJIAN ATAS KEBERHASILAN.

PERILAKU
TUJUAN = MENGAKTIFKAN KLIEN PADA
TUJUAN YG REALISTIS BERI TANGGUNGJAWAB BERTAHAP DALAM KEGIATAN DI RUANGAN BUAT JADWAL TERSTRUKTUR BERI PENGUATAN ATAS KEBERHASILAN

SOSIAL
TUJUAN = MENINGKATKAN HUB. SOSIAL DENGAN
CARA ; KAJI KEMAMPUAN, DUKUNGAN DAN MINAT KLIEN OBSERVASI DAN KAJI SUMBER DUKUNGAN YG ADA PADA KLIEN BIMBING KLIEN MELAKUKAN HUB. INTERPERSONAL MELALUI ROLE MODEL, ROLE PLAY BERI UMPAN BALIK DAN PENGUATAN HUB. INTERPERSONAL YG POSITIF DORONG KLIEN MENILAI HUB. SOSIAL YG LEBIH LUAS (DENGAN PERAWAT, KLIEN)

FISIOLOGIS
TUJUAN = MENINGKATKAN STATUS
KESEHATAN KLIEN. PENUHI KEB. DASAR SPT; MAKAN, MINUM, ISTIRAHAT, KEBERHASILAN DAN PENAMPILAN DIRI

KEWASPADAAN PERAWAT
PRIORITAS PADA TINDAKAN RISIKO
BUNUH DIRI MELINDUNGI DAN MENJAMIN AGAR TIDAK MENCELAKAKAN DIRI SENDIRI. USAHA BUNUH DIRI TERJADI SAAT KLIEN KELUAR FASE DEPRESI- WASPADA

EVALUASI
APAKAH SUMBER PENCETUS SUDAH DIKAJI ? APAKAH MASALAH KONSEP DIRI, MARAH, HUB.
INTERPERSONAL DIKAJI ? APAKAH ADA PERUBAHAN POLA PERILAKU DAN RESPON ? APAKAH RIWAYAT INDIVIDU KLIEN DAN KELUARGA SEBELUM FASE DEPRESI/ MANIA DIEVALUASI ? APAKAH PERLU TINDAKAN PENCEGAHAN BUNUH DIRI ? APAKAH MASYARAKAT LINGKUNGAN MENJADI SUMBER COPING ? APAKAH TINDAKAN SUDAH MENCAKUP SEMUA ASPEK KEHIDUPAN KLIEN ?

APAKAH REAKSI PERUBAHAN KLIEN DAPAT

DIIDENTIFIKASI DAN DILALUI DENGAN BAIK ? APAKAH REAKSI PERAWAT MAMPU UNTUK MAWAS DIRI TERHADAP PERASAAN PRIBADI, KONFLIK DAN MAMPU MENGHADAPI BENTURAN EMOSI DALAM HUBUNGAN DENGAN KLIEN ? APAKAH PENGALAMAN KLIEN AKAN MENINGKATKAN KEPUASAN DAN KESENANGAN KLIEN TERHADAP DUNIA PRIBADINYA ?

SUMBER BACAAN
KELIAT, B.A (1991). KEDARURATAN PADA GANGGUAN ALAM

PERASAAN. JAKARTA. ARCAN PAQUETTE M. ET AL. (1991), PSYCHIATRIC NURSING DIAGNOSIS CARE PLANS FOR DSM-III R. BOSTON, JONES AND BARTLETT PUBLISHING. HAL. 37-40 SHIVES. L.R. (1990). BASIC CONCEPTS OF PSYCHIATRIC MENTAL HEALTH NURSING. 3 RD ED. PHILADELPHIA: JB. LIPPINCOTT. HAL 386-410 STUART, G.W., AND SUNDEEN, S.J. (1991). POCKET GUIDE TO PSYCHIATRIC NURSING. 2ND ED. ST LOUISE: MOSBY-YEARBOOK, INC. HAL 185-209 WILSON, H.S, AND KNEISL, C.R. (1992). PSYCHIATRIC NURSING. 4RD ED. CALIFORNIA: ADDISON-WESLEY PUBLISHING.